cover
Contact Name
Sofie Yunida Putri
Contact Email
sofie.yunida.ak@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baj@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, 60294, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Behavioral Accounting Journal
ISSN : -     EISSN : 26157004     DOI : https://doi.org/10.33005/baj.v4i2
An objective of Behavioral Accounting Journal (BAJ) is to publish the high quality articles of behavioral accounting research from various paradigm, both mainstream or non mainstream. Specifically, BAJ accepts the articles of behavioral research in the areas: - Financial Accounting - Taxation - Accounting Information System - Accounting for Public Sector or Non-Profit Organizations - Auditing - Managerial Accounting - Capital Market The audiences of BAJ is not only the academicians, but also the graduate students, practitioners, and others interested in business research. This journal accepts the articles in English and Bahasa Indonesia, and published twice in a year, June and December. The primary criterion for publication in BAJ is the significance of the article’s contribution to the literature in behavioral accounting area. The acceptance decision is made based upon an independent review process that provides critically constructive and prompt evaluations of submitted manuscripts.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2025): July-December 2025" : 4 Documents clear
Efektivitas Pengungkapan Anti-Korupsi dalam Meminimalkan Manajemen Laba Khasanah, Putri Dwi Aprilia Nur
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i2.400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan praktik manajemen laba dalam penyusunan laporan keuangan dengan tingkat keterbukaan perusahaan terhadap pengungkapan anti-korupsi. Manipulasi informasi keuangan sering kali dijadikan strategi oleh perusahaan guna menciptakan kesan kinerja yang lebih baik. Namun, pengungkapan anti-korupsi secara transparan diyakini mampu meningkatkan akuntabilitas serta mendorong perilaku keuangan yang lebih etis. Sampel dalam penelitian ini mencakup 349 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023. Data mengenai pengungkapan anti-korupsi diperoleh melalui analisis isi laporan tahunan, sementara informasi keuangan dikumpulkan dari laporan keuangan yang tersedia untuk publik. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menguji sejauh mana keterbukaan perusahaan terhadap pengungkapan anti-korupsi memengaruhi kecenderungan mereka dalam melakukan manajemen laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang secara eksplisit menunjukkan komitmen terhadap pengungkapan anti-korupsi cenderung memiliki tingkat manipulasi laporan keuangan yang lebih rendah. Temuan ini lebih signifikan pada perusahaan berskala kecil dan pada perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya nilai etika dan prinsip transparansi dalam mewujudkan laporan keuangan yang andal dan kredibel.   This research examines the connection between earnings management practices in financial reporting and the magnitude of corporate transparency regarding anti-corruption disclosure. Manipulation of financial information is frequently employed by firms as a strategic tool to portray enhanced performance. Nevertheless, transparent anti-corruption measures are posited to strengthen corporate accountability and foster more ethical financial conduct. The research sample comprises 349 firms listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) over the period 2021–2023. Anti-corruption disclosure data were collected through content analysis of annual reports, while financial data were derived from publicly accessible financial statements. Utilizing a quantitative research design, this study looks at the influence of corporate openness to anti-corruption policies on the propensity to control earnings. According to the empirical results, businesses demonstrating explicit commitments to anti-corruption initiatives tend to exhibit lower levels of financial reporting manipulation. This relationship is particularly evident among smaller firms and those exhibiting strong financial performance. These findings underscore the importance of ethical values and transparency in promoting the reliability and credibility of financial reporting.
Does Institutional Ownership Reduce Corporate Tax Avoidance? The Moderating Role of Audit Quality Putri Vizandra, Ellyzabeth
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i2.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kepemilikan institusional terhadap praktik penghindaran pajak dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan objek penelitian perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling dan menghasilkan 760 observasi. Analisis statistik yang digunakan adalah moderated regression analysis dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak perusahaan, baik dengan proporsi kepemilikan yang tinggi ataupun rendah. Hasil tersebut diperkuat dengan analisis tambahan yang mendapatkan hasil yang sama ketika penghindaran pajak diukur dengan GAAP ETR. Kualitas audit terbukti memiliki peran moderasi memperkuat pengaruh negatif kepemilikan institusional terhadap penghindaran pajak. Namun, kualitas audit tidak mampu memoderasi pengaruh kepemilikan institusional terhadap penghindaran pajak ketika kualitas audit diukur dari sisi output, yaitu akrual diskresioner. Hal ini dapat disebabkan karena adanya kelemahan penggunaan pengukuran akrual diskresioner, yaitu bersifat less direct. Penelitian ini memberikan informasi bagi perusahaan bahwa keberadaan kepemilikan institusional tetap harus diikuti oleh kualitas audit untuk memastikan agar penghindaran pajak tidak terjadi.   This study aims to empirically examine the relationship between institutional ownership and corporate tax avoidance, with audit quality serving as a moderating variable. A quantitative approach is employed, focusing on manufacturing firms listed on the Indonesia Stock Exchange. The sample is selected using purposive sampling, resulting in 760 firm-year observations. The analysis is conducted using moderated regression analysis supported by SPSS software. The findings reveal that institutional ownership, whether high or low in proportion, does not significantly influence the extent of tax avoidance practices. This result is further reinforced by additional tests using GAAP ETR as an alternative proxy for tax avoidance, which yield consistent outcomes. However, audit quality is found to strengthen the negative association between institutional ownership and tax avoidance. Conversely, when audit quality is measured using an output-based proxy, namely discretionary accruals, its moderating effect becomes statistically insignificant, possibly due to the less direct nature of this measurement. This study provides information for companies that the presence of institutional ownership must still be accompanied by audit quality to ensure that tax avoidance does not occur.
CEO Characteristics and Financial Distress: The Role of CEO Locality and Age Raharjo, Yulianti; Sari, Nur Afiqoh
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i2.403

Abstract

Penelitian ini menyelidiki korelasi antara lokalitas CEO dan usia sebagai karakteristik CEO serta kaitannya dengan risiko kesulitan keuangan (financial distress). Dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, penelitian ini mengevaluasi hipotesis berdasarkan 1.417 observasi firm-year dari perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2021 hingga 2023. Hasil penelitian mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik antara CEO lokal dan risiko kesulitan keuangan. Risiko kesulitan keuangan cenderung menurun ketika sebuah perusahaan dipimpin oleh CEO lokal (warga negara Indonesia). Temuan ini mengimplikasikan bahwa keberadaan CEO lokal dapat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan dan mengurangi kemungkinan terjadinya financial distress. Sebaliknya, hasil penelitian menunjukkan bahwa usia CEO memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan risiko kesulitan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tua usia CEO, semakin tinggi risiko kesulitan keuangan yang dialami perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam bentuk perluasan upper echelon theory dan place attachment theory dengan mengeksplorasi karakteristik CEO seperti lokalitas dan usia terhadap keputusan strategis perusahaan, khususnya dalam mengelola risiko kesulitan keuangan. Secara praktis, temuan ini memberikan informasi bagi pemegang saham, dewan komisaris, dan regulator dalam mempertimbangkan, memilih, dan mengelola kepemimpinan perusahaan untuk meningkatkan stabilitas dan memitigasi risiko keuangan.   This study investigates the correlation between CEO locality and age as characteristics of CEOs and related financial distress risk. Using multiple linear regression analysis, the study to evaluate hypotheses based on 1,417 firm-year observations from non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) between 2021 and 2023. The findings reveal a statistically significant positive relationship between local CEO and financial distress risk. Financial distress risk tends to decrease when a company is led by a local CEO (an Indonesian citizen). This finding implies that the presence of a local CEO can be an important factor in maintaining corporate financial stability and reducing the likelihood of financial distress. Conversely, the findings reveal that CEO age has a significant negative relationship with financial distress risk. This indicates that the older the CEO, the higher the financial distress risk experienced by the company. This study provides a theoretical contribution in the form of an extension of upper echelon theory and place attachment theory by exploring CEO characteristics such as locality and age of CEO on corporate strategic decisions, especially in managing financial distress risk. Practically, these findings provide information for shareholders, boards of commissioners, and regulators in considering, selecting, and managing corporate leadership to improve stability and mitigate financial risk.
Islamic Social Reporting dan Praktik Penghindaran Pajak: Studi Empiris pada Perusahaan Syariah di Indonesia Rakasiwi, Devina Aurellia; Firmansyah, Amrie
BAJ: Behavioral Accounting Journal Vol. 8 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/baj.v8i2.350

Abstract

Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara, namun rendahnya tax ratio Indonesia, berkisar antara 8% hingga 10%, menjadi tantangan signifikan dalam optimalisasi penerimaan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh profitabilitas dan pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) terhadap penghindaran pajak dengan mempertimbangkan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diambil dari laporan tahunan perusahaan. Sampel terdiri dari 12 perusahaan yang terdaftar secara konsisten dalam Jakarta Islamic Index (JII) selama periode 2019–2023, menghasilkan 60 observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear berganda dengan data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak, di mana perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang lebih tinggi cenderung lebih aktif dalam praktik penghindaran pajak. Sebaliknya, pengungkapan ISR tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Selain itu, ukuran perusahaan tidak ditemukan memoderasi hubungan antara profitabilitas maupun ISR terhadap penghindaran pajak. Kontribusi penelitian ini mencakup pengayaan literatur terkait hubungan antara profitabilitas, ISR, dan penghindaran pajak dalam konteks perusahaan syariah. Temuan ini juga memberikan wawasan praktis bagi otoritas perpajakan dalam meningkatkan pengawasan, terutama pada perusahaan besar, untuk mencegah praktik penghindaran pajak. Selain itu, penelitian ini membuka peluang bagi studi lanjutan terkait relevansi nilai-nilai syariah dalam strategi perpajakan perusahaan di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 4