cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmars@untan.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Arsitektur Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Prof Dr. H. Hadari Nawawi, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27465896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): November" : 3 Documents clear
Pusat Industri Kreatif di Kota Pontianak Putra, Dzikri Prakasa; Alhamdani, M. Ridha; Gunawan, Ivan
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 1, No 1 (2013): November
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1481.997 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v1i1.2108

Abstract

Industri Kreatif merupakan salah satu komitmen awal untuk membentuk ekonomi kreatif. Definisi industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Pemerintah Indonesia menetapkan 14 subsektor industri kreatif yaitu periklanan; arsitektur; pasar seni dan barang antik; kerajinan; desain; fesyen; video, film dan fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan piranti lunak; televisi dan radio; dan riset dan pengembangan. Tetapi dari ke-14 subsektor tersebut hanya 6 yang menjadi fokus pengembangan yaitu arsitektur;� kerajinan; desain; fesyen; video, film dan fotografi; dan musik. Untuk mendukung perkembangan industri kreatif tersebut diperlukan tempat-tempat kreatif yang dapat menampung segala kegiatan kreatif di dalamnya . Pusat Industri Kreatif menyediakan fasilitas dan sarana untuk mengembangkan dan memperkenalkan sub-sub sektor daripada industri kreatif itu sendiri. Perancangan Pusat Industri Kreatif merupakan langkah awal untuk mendekatkan masyarakat dengan Industri Kreatif yang bertujuan untuk menciptakan suatu kota kreatif demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi kreatif. Oleh karena itu, konsep perancangan pusat industri kreatif ini adalah sebagai berikut: menjadi bagian dari lingkungan masyarakat, sebagai ruang publik hijau kota, sebagai landmark kawasan sekitar, dan sebagai penggerak kreativitas.
Bandar Udara Sukadana Fitriani, Meta Indah
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 1, No 1 (2013): November
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v1i1.3567

Abstract

Currently, air transportation become the modes of transport that receive high demand by residents of Indonesia for long distance movement of man and goods. In order to make the air transportation operations run properly, it needs a well designed airport as the air transportation medium. Airports run a very important role as connector between passangers and the air transportation itself. Therefore, new airports in various regions in Indonesia prepared by the government in order to have larger area for the air transport. West Kalimantan Government targets the construction of three new airports to anticipate the growth of goods and services, one of which will be built in Sukadana (North Kayong District). North Kayong as a new autonomous region needs an airport to open up air transportation to reach the areas that are still isolated. Considering the importance of airports as one of the gates of North Kayong District that may affect the progress of the region, the design of the Sukadana Airport should be based on national standards and fulfill the convenience factors for users to achieve the safe, comfortable and efficient air transportation system in the region. The outer space and inner space organisation of Sukadana Airport designed to be simple with circulation layouts which is clear and easy to understand by passengers and other users. Therefore, the activities in the airport will work well because the cross circulation between passengers can be minimized. In addition, as a building that represents the image of the region, Sukadana Airport uses Malay architectural character that applied in the form of the roof, ornamentations, buildings color, etc.Keywords: Airport, Sukadana, Circulation
Kawasan Hotel Resort dan Homestay di Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang Ramadhan, Al’adiyat
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 1, No 1 (2013): November
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v1i1.3781

Abstract

Di Kalimantan Barat banyak terdapat tempat-tempat yang berpotensi wisata. Tempat tujuan wisata yang baru-baru ini mulai populer bagi para wisatawan adalah pulau-pulau di daerah Kabupaten Bengkayang khususnya Kecamatan Sungai Raya Kepulauan. Pulau Lemukutan memiliki bermacam potensi objek wisata, diantaranya adalah keindahan alam pantai, keindahan bawah laut, datarannya, perbukitannya, budaya dan tradisi masyarakat setempat.  Wisatawan datang ke pulau Lemukutan bertujuan untuk berlibur, bersantai, berenang, menikmati keindahan alam dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Perancangan kawasan hotel resort dan homestay bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan wisata serta menjadi suatu kawasan ekowisata di pulau Lemukutan. Para wisatawan dapat memilih dengan bebas untuk berwisata menggunakan fasilitas resort yang mengutamakan privasi dan kenyamanan bagi wisatawan ataupun fasilitas homestay di rumah penduduk setempat agar wisatawan dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat serta mengetahui budaya dan tradisi masyarakat setempat. Perancangan kawasan meliputi fasilitas hotel resort dan homestay, mengenai lokasi yang tepat untuk menerapkan homestay dan fasilitas-fasilitas pada hotel resort, melalui analisis dan pertimbangan terhadap lokasi perancangan. Perancangan kawasan hotel resort dan homestay di pulau Lemukutan merupakan suatu langkah ekowisata dalam memenuhi kebutuhan wisata masa sekarang dan masa mendatang, memberikan suatu inovasi dan keunikan dalam mengatasi perkembangan pariwisata dengan menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan.   Kata kunci: resort, homestay, ekowisata

Page 1 of 1 | Total Record : 3