JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Articles
21 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2015): September"
:
21 Documents
clear
PERANCANGAN PUSAT PELATIHAN MENGEMUDI DI KOTA PONTIANAK
Apriandi, Wiwin
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (770.962 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.12300
Kota Pontianak adalah kota yang memiliki jumlah pengguna kendaraan bermotor yang terus meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan masyarakat akan kendaraan di Kota Pontianak yang terus meningkat sehingga di berlakukannya UU No. 14 tahun 1992 tentang lalu Lintas yang menyatakan bahwa setiap kendaraan bermotor maupun pengemudinya diwajibkan mempunyai/ memiliki perijinan mengemudi. Meningkatnya pengeluaran SIM (Surat Izin Mengemudi) tersebut yang memicu berdirinya biro-biro pelatihan mengemudi di Kota Pontianak sebagai suatu wadah agar masyarakat mahir mengemudi yang bertujuan untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM). Pusat Pelatihan Mengemudi adalah suatu tempat yang berfungsi untuk menampung seluruh kegiatan pelatihan mengemudi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai sehingga aman dan terbentuk suatu kepercayaan masyarakat dan diharapkan dapat mempertegas eksistensi Pusat Pelatihan Mengemudi di Kota Pontianak. Perancangan Pusat Pelatihan Mengemudi akan diarahkan lebih ke pemenuhan fasilitas dan perbedaan jenis pelatihan berdasarkan surat perijinan SIM A, B, B2 dan C yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Disamping itu juga terdapat fasilitas pelengkap berupa fungsi kesehatan (klinik), pengisian bahan bakar, bengkel, kafetaria dan pemadam kebakaran. Kata kunci: Pusat, pelatihan, mengemudi
KAWASAN BUMI PERKEMAHAN DI KOTA SINGKAWANG
Rinaldi, Ogi
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1709.5 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13448
Perkemahan merupakan kegiatan yang dilakukan di alam terbuka. Perkemahan menjadi salah satu cara penerapan metode pendidikan kepramukaan di Indonesia. Tujuan dari kegiatan perkemahan adalah untuk mengaplikasikan ilmu kepramukaan yang telah dipelajari. Kepramukaan di Kalimantan Barat semakin berkembang, khususnya di Kota Singkawang. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kegiatan perkemahan kepramukaan yang diselenggarakan di Kota Singkawang, baik dalam skala provinsi maupun skala kota namun banyaknya kegiatan tersebut belum terwadahi dengan tempat kegiatan yang baik dan memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah rancangan bumi perkemahan sebagai tempat yang mampu mewadahi kegiatan-kegiatan kepramukaan berdasarkan metode pendidikan kepramukaan di Indonesia. Kota Singkawang memiliki potensi alam yang bagus, topografi yang masih beragam dan wilayah dekat pegunungan merupakan lokasi yang cocok untuk dijadikan bumi perkemahan. Bumi perkemahan di Kota Singkawang ini dirancang dengan membagi ruang kegiatan berdasarkan tingkatan atau golongan pramuka. Hal ini juga dikaitkan dengan kondisi eksisting seperti topografi, permainan jenis dan bentuk tanaman, pemanfaatan aliran air di eksisting serta struktur di dalam kawasan, Bentuk bangunan dan ruang kegiatan di dalam bumi perkemahan ini dirancang untuk memberi kesan alami dan pada beberapa bagian diberikan unsur menantang. Dengan demikian, anggota pramuka dapat belajar dari alam dan menjaganya. Kata kunci: Kemah, Pramuka, Alam
HOTEL BISNIS DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS
Liunardy, Yulia
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1763.32 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.12801
Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan tempat tinggal juga meningkat, begitu pula dengan hotel. Hotel merupakan tempat tinggal sementara sejumlah orang yang memiliki kepentingan tertentu seperti berwisata, berbisnis maupun dengan tujuan lainnya di tempat tertentu. Saat ini banyak perusahaan yang melakukan investasi dengan membangun hotel di Kota Pontianak, baik hotel berbintang maupun melati. Metode yang digunakan adalah pendataan dari literatur dan studi lapangan, didapatkan bahwa kondisi bangunan eksisting yang sudah kurang memadai kegiatan didalamnya. Potensi lain dari lokasi perancangan adalah berada di kawasan strategis perdagangan dan jasa, maka hotel bisnis sangat cocok untuk melengkapi kegiatan di sana. Pedagang yang datang berasal dari berbagai kalangan sehingga jika dirancang hotel berbintang maka pedagang skala kecil akan sulit menyesuaikan diri sehingga hotel bisnis akan dirancang dengan konsep hotel budget atau hotel murah. Lokasi perancangan juga berbatasan langsung dengan Sungai Kapuas yang dapat menjadi identitas sehingga hotel bisnis ini dapat berbeda dari hotel-hotel lainnya. Kata kunci: Hotel bisnis, Hotel budget, Sungai Kapuas
PENGEMBANGAN TAMAN WISATA REKADENA DI KABUPATEN KUBU RAYA
Aprianto, Hari
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1481.582 KB)
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13996
Wisata merupakan kegiatan yang menyenangkan. Berwisata dapat membuat pikiran kembali segar dan memberikan pengalaman-pengalaman yang seru. Berwisata juga bisa merangsang kegembiraan, mengurangi stres dan kejenuhan. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu tempat yang memiliki potensi sebagai tempat rekreasi wisata alam yang mampu memberikan suasana nyaman. Salah satu tempat wisata di Kabupaten Kubu Raya adalah Taman Wisata Rekadena yang menawarkan suasana alami dengan berbagai fasilitas pendukung yang berbasis pertualangan. Tempat wisata ini juga sering dimanfaatkan institusi untuk melakukan pelatihan building team bagi karyawannya untuk mempersolid kerja tim dan mengasah jiwa kepemimpinan. Hal ini yang menyebabkan pemilik taman wisata memiliki gagasan untuk mengembangkan taman wisata dengan fasilitas-fasilitas wisata alam yang lebih lengkap, untuk mendukung kebutuhan wisatawan yang datang berkunjung. Metodologi yang digunakan meliputi tahap permulaan, persiapan, pengajuan usul, evaluasi dan tindakan. Untuk mencapai tujuan dari pengembangan taman wisata ini adalah dengan melakukan analisis terhadap aspek lansekap alami dan pertualangan. Perletakan zonasi merupakan hal yang penting dalam perancangan taman wisata yaitu dengan menyesuaikan fungsi-fungsi dalam satu zona sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Zona-zona tersebut kemudian disesuaikan dengan infrastruktur-infrastruktur pendukungnya sehingga wisatawan dapat melakukan aktifitasnya dengan lancar. Kata kunci: Taman wisata, pertualangan, Kabupaten Kubu Raya
Terminal Penumpang Kapal Laut Pada Kawasan Pelabuhan Internasional Pantai Kijing Di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak
Sari, Etsa Purnama
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13861
Terminal Penumpang Pelabuhan Dwikora Pontianak merupakan satu-satunya terminal penumpang angkutan laut umum di Kalimantan Barat yang berfungsi memberikan pelayanan dan mewadahi berbagai kegiatan penumpang. Kondisi lingkungan sekitar yang padat, ketidakjelasan jalur sirkulasi antara pengantar dan penjemput, penumpukan penumpang di ruang tunggu, kurangnya fasilitas pendukung mengakibatkan keterbatasan pelayanan terhadap penumpang. Pantai Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit merupakan alternatif lokasi pembangunan pelabuhan internasional sebagai pengembangan dari Pelabuhan Dwikora Pontianak yang dianggap paling layak berdasarkan studi kelayakan yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan tahun 2010. Metode pengkajian yang digunakan antara lain pengumpulan data melalui teknik observasi, dokumenter dan proses analisis data yang terdiri dari berbagai aspek, seperti: kondisi eksisting tapak, program ruang berdasarkan pelaku dan prosedur kegiatan, zonasi ruang secara makro dan mikro, bentuk kawasan dan bentuk bangunan yang sesuai dengan kondisi alam setempat. Pendekatan konsep yang diterapkan yaitu pendekatan pada aspek fungsional bangunan terminal penumpang. Konsep tersebut menghasilkan rancangan berupa bentuk dasar bangunan yang mengikuti site, pola ruang yang berbentuk linier dan bersifat mengarahkan, adanya pembagian zoning antara pengantar/penjemput dan penumpang, serta penambahan fasilitas pendukung untuk mendukung pelayanan terhadap penumpang. Kata kunci: Pelabuhan Internasional, Terminal Penumpang Kapal Laut
RESORT PANTAI PULAU DATOK DI KABUPATEN KAYONG UTARA
Darman, Darman
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13904
Kayong Utara sebagai salah satu Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat cukup banyak mempunyai potensi-potensi wisata yang dapat dikembangkan. Salah satu potensi wisata itu adalah Pantai Pulau Datok yang terletak di Desa Sutra Kecamatan Sukadana. Dewasa ini, Resort cukup diminati di kota-kota tujuan wisata terutama pada kota yang memiliki potensi wisata khusus, seperti pantai. Pemanfaatan potensi Pantai Pulau Datok sebagai Resort diharapkan dapat mewadahi aktivitas masyarakat untuk berwisata. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menghasilkan perancangan Resort Pantai Pulau Datok Di Kabupaten Kayong Utara. Dilakukan tiga metode perancangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan pengumpulan data dari literatur untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan potensi dan permasalahan tersebut maka perancangan resort dilakukan dengan memperhatikan perletakan tata massa bangunan dan mempertimbangkan karakteristik pantai pulau datok guna meningkatkan kualitas dan menarik wisatawan untuk berwisata ke Pantai Pulau Datok di Kabupaten Kayong Utara.  Kata kunci: Resort, Pantai Pulau Datok, Kabupaten Kayong Utara
REDESAIN SEKOLAH LUAR BIASA DHARMA ASIH PONTIANAK
Tok, Priskila Setiadi
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13191
Pendidikan formal diperlukan untuk membentuk kehidupan anak dengan memberikan pengetahuan dan wawasan dari sejak usia dini hingga dewasa. Pendidikan formal bisa didapatkan oleh setiap anak dan tidak terkecuali bagi anak penyandang cacat. Pendidikan formal bagi mereka tidak sama seperti anak normal melainkan pendidikan formal khusus yang disebut SLB (Sekolah Luar Biasa). SLB Dharma Asih merupakan salah satu sekolah yang melayani pendidikan khusus di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. SLB Dharma Asih melayani pendidikan bagi anak tunagrahita dan anak tunarungu/tunawicara. Sekolah tersebut belum memenuhi perancangan sesuai dengan standar SLB dan disesuaikan dengan kebutuhan anak tunagrahita dan anak tunarungu/tunawicara pada setiap jenjang pendidikannya. Perbedaan kebutuhan khusus mereka diidentifikasi agar bisa mengidentifikasi standar SLB yang diperlukan. Hasil identifikasi tersebut untuk mendapatkan fungsi ruang dan persyaratan ruang yang dibutuhkan untuk anak penyandang cacat dengan kebutuhan khusus di SLB Dharma Asih, sistem utilitas dan struktur yang dibutuhkan sesuai dengan keadaan dan kegiatan anak-anak, sistem tapak lingkungan seperti peletakan bangunan, sirkulasi bangunan, orientasi, vegetasi dan arsitektur lingkungan baik secara eksternal maupun internal. Bentuk, ruang dan susunan terkait tata ruang dalam dan tata ruang luar bangunan akan terbentuk sehingga menghasilkan skematik desain berupa pra-rancangan dan pengembangan rancangan terkait redesain SLB Dharma Asih. Kata kunci: SLB Dharma Asih, anak penyandang cacat, standar SLB
PERPUSTAKAAN TUNANETRA KALIMANTAN BARAT DI PONTIANAK
Helda Helda
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.12884
Fungsi perpustakaan yang vital bagi perkembangan ilmu pengetahuan global menunjukkan bahwa perancangan arsitektural pada bangunan perpustakaan perlu mempertimbangkan pengguna dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk tunanetra. Kebutuhan tunanetra sebagai individu yang memiliki keterbatasan penglihatan dapat diwadahi oleh arsitektur untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam penggunaan bangunan. Saat ini, jumlah tunanetra low vision di Kalimantan Barat berada pada urutan terbanyak kedua di Indonesia namun masih tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai, terutama di Kota Pontianak yang berfungsi sebagai pusat pendidikan di provinsi tersebut. Tujuan perancangan perpustakaan tunanetra di Pontianak ini adalah menciptakan bangunan perpustakaan khusus tunanetra yang dapat memfasilitasi kebutuhan mereka di Kalimantan Barat. Hal–hal terkait tunanetra yang berperan penting dalam perancangan bangunan dapat diperoleh dari studi pustaka dan pengamatan perilaku tunanetra secara langsung maupun melalui hasil wawancara. Pemilihan lokasi perancangan dipengaruhi oleh tunanetra sebagai pengguna utama bangunan. Lokasi perancangan terletak di pusat aktifitas dan dekat dengan berbagai fasilitas kota, yaitu Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak. Pemilihan lokasi ditentukan berdasarkan kemudahan pencapaian dan kemandirian bagi tunanetra. Fungsi perpustakaan tunanetra sebagai ruang publik dirancang dengan adanya ruang – ruang tempat tunanetra bertemu dan berdiskusi mengenai berbagai pengetahuan. Ruang – ruang yang disediakan ditata secara linear untuk memudahkan mobilitas tunanetra pada saat beraktifitas. Kata kunci: Perpustakaan, Tunanetra, Arsitektur
PONTIANAK CINEMA CENTER
Chandra, Kevin
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.13017
Maraknya konsep bioskop yang tergabung pada pusat perbelanjaan seolah menjadi pedang bermata dua. Dari segi komersialitas, bioskop mendapat keuntungan dari keramaian yang ditimbulkan. Gaya hidup manusia yang telah berubah menuntut adanya konsep penunjang disamping kegiatan utama bioskop sebagai tempat pemutaran film. Pusat perbelanjaan bukanlah jangkauan setiap kalangan, sehingga konsep bioskop zaman sekarang bukanlah untuk semua orang. Fenomena yang kemudian muncul adalah, bergesernya fungsi gedung bioskop di Kota Pontianak. Bioskop hanya menjadi pemicu orang mendatangi tempat utama dengan kebutuhan lain. Fungsi sekunder dari bioskop mencoba menarik perhatian konsumen, ketika orang tersebut melakukan aktivitas lain. Gedung bioskop memiliki nilai lebih melalui pewadahan aktivitas pendukung. Bioskop sebagai fasilitas terbaik perjumpaan masyarakat dengan film, kecenderungan bioskop yang dipergunakan sebagai daya tarik dari sebuah area komersial menimbulkan miskinnya variasi tempat untuk menonton. Gejala tersebut menyimpulkan perlunya bioskop dengan konsep ruang publik. Konsep ini membuat gedung bioskop sebagai titik penggerak dalam keseluruhan fungsi gedung, tidak hanya sebagai bioskop untuk menonton film, tapi sebagai ruang publik kota yang terus hidup walau fungsi utama fasilitas sedang berhenti. Bioskop sebagai mata rantai terakhir dari proses produksi film, bioskop akhirnya dapat menjelmah menjadi wujud etalase dan media apresiasi film secara utuh. Kata kunci: Pontianak, Bioskop, pusat
REVITALISASI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DAERAH LOKA LATIHAN KERJA USAHA KECIL MENENGAH MEMPAWAH
Pratiwi, Findy Celona Dian
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 3, No 2 (2015): September
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jmars.v3i2.12519
Sarana pendidikan dan pelatihan kejuruan merupakan suatu wadah yang memberikan keterampilan kejuruan bagi sumber daya manusia sebagai bekal dalam dunia kerja, dengan keterampilan tertentu yang dimiliki oleh seseorang akan mempermudah dalam mencari pekerjaan. UPTD LLK-UKM dapat menunjang dalam menciptakan manusia karya yang siap kerja. Tempat pelatihan kerja memiliki peran yang sangat vital, sehingga harus baik dari segi perancangan arsitektural sebagai tempat pelatihan. Kondisi kawasan UPTD LLK-UKM Mempawah saat ini masih belum memenuhi semua aspek tersebut. Kondisi bangunan di dalam kawasan saat ini tidak mendukung kegiatan pelatihan, terdapat beberapa masalah antara lain adalah umur dari bangunan yang sudah lebih dari 32 tahun. Selain itu hubungan dari setiap bangunan juga memerlukan penataan ulang. Kondisi kawasan yang tidak nyaman membuat minat dari calon siswa pelatihan menjadi menurun. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tindakan Revitalisasi kawasan perlu untuk dilakukan agar kegiatan pelatihan di dalam kawasan kembali vital. Kata kunci: Pelatihan kerja, revitalisasi