cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jmars@untan.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Arsitektur Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Prof Dr. H. Hadari Nawawi, 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27465896     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur (sebelumnya Jurnal Online Mahasiswa S1 Arsitektur UNTAN) adalah jurnal nasional yang berisi kumpulan naskah/ artikel hasil perancangan arsitektur yang fokus pada kegiatan "analisis dan sintesis" yang mendukung proses-proses perancangan arsitektur dan menghasilkan karya arsitektural. Substansi naskah dapat berupa kajian mengenai metode perancangan, proses analisis dalam perancangan, pengambilan keputusan dalam proses desain, proses penciptaan karya arsitektural, dan teori yang mendukung proses perancangan. Selain itu, JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur juga menerima (terbatas) naskah dengan pendekatan "penelitian" kajian arsitektural lainnya, seperti sejarah, teori, dan kritik arsitektur, teknologi bangunan, serta kota dan permukiman. JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur mempunyai ISSN 2746-5896 (media online)
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017): Maret" : 5 Documents clear
PUSAT PELATIHAN KERJA PENYANDANG CACAT FISIK DI KOTA PONTIANAK Devita, Ester
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 1 (2017): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.884 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i1.19405

Abstract

Penyandang Cacat Fisik memiliki cara berbeda dari manusia pada umumnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sehingga mereka memerlukan bimbingan khusus untuk melakukan aktivitas. Pusat Pelatihan Kerja Penyandang Cacat Fisik di Kota Pontianak bertujuan membantu penyandang cacat fisik mencapai taraf hidup yang lebih baik dengan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Pusat Pelatihan Kerja Penyandang Cacat Fisik di Kota Pontianak adalah wadah atau tempat yang menyediakan seluruh kegiatan untuk memberi, memperoleh dan meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktifitas, disiplin, sikap dan etos kerja untuk orang yang memiliki gangguan fungsi tubuh. Dalam mewujudkan tujuan perancangan, kawasan bangunan didesain dengan mempertimbangkan kemudahan, kegunaan, keselamatan dan kemandirian  yang merupakan asas dari Aksesibilitas Akaesibilitas diambil sebagai pendekatan konsep untuk memberikan kemudahan dalam menggunakan semua fasilitas yang disediakan pada kawasan bangunan. Asas aksesibilitas  diterapkan seluruh kawasan bangunan,  di dalam maupun di luar bangunan agar setiap pengguna dapat mengakses ke setiap tempat pada kawasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan konsep adalah transportasi luar dan dalam bangunan (tangga, ramp dan lift), jalur pedestrian, rambu, pemandu/penanda, perabot dan peralatan kontrol, desain toilet dan kamar mandi serta akses keluar masuk berupa pintu yang disesuaikan dengan ukuran dasar ruang pengguna bangunan  (panjang, lebar dan tinggi jangkauan pengguna).   Kata kunci: Pusat Pelatihan Kerja, Penyandang Cacat, aksesibilitas
SEKOLAH DASAR INKLUSI UNTUK ANAK BERKESULITAN BELAJAR SPESIFIK (ABBS) DI KOTA PONTIANAK Venti, Cecilia
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 1 (2017): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2395.397 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i1.20092

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung yang memegang peranan penting dalam seluruh sektor kehidupan, karena kualitas kehidupan suatu bangsa sangat erat dengan tingkat pendidikan. Anak berkebutuhan khusus juga perlu mendapat perhatian serius menyangkut keadaan tumbuh kembang dan kelanjutan pendidikannya. Salah satu kategori anak berkebutuhan khusus adalah anak berkesulitan belajar spesifik, yaitu yang secara nyata mengalami kesulitan dalam tugas akademik khusus terutama dalam kemampuan membaca, menulis dan berhitung, atau pada mata pelajaran tertentu. Fungsi dari Sekolah Dasar Inklusi untuk Anak Berkesulitan Belajar Spesifik adalah tempat belajar mengajar untuk siswa sekolah dasar umum dan yang berkesulitan belajar spesifik, yaitu disleksia, disgrafia, dan diskalkulia yang bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan yang efektif untuk semua anak, tidak hanya yang normal, tetapi juga anak berkesulitan belajar spesifik. Konsep Multisensory Building didapat dari hasil analisis kebutuhan dan cara belajar Anak Berkesulitan Belajar Spesifik yang berbeda, yaitu memerlukan pengalaman langsung dengan materi pembelajaran, salah satunya dengan teknik multisensori, yaitu memaksimalkan pembelajaran menggunakan panca indera, yaitu dengan melihat, meraba, dan mendengar langsung serta mewadahi gerak aktif anak. Konsep yang didukung hasil analisa menghasilkan kebutuhan ruang taman belajar sebagai media belajar utama selain ruang kelas, dan diterapkan pada bentuk, material, dan warna yang mendukung proses belajar anak.   Kata kunci: Anak Berkesulitan Belajar Spesifik, Multisensori, Taman Kelas 
PENGEMBANGAN ASRAMA MAHASISWA KAYONG BERSAUDARA KABUPATEN KAYONG UTARA DI PONTIANAK Jelam, Jelam
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 1 (2017): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.392 KB) | DOI: 10.26418/jmars.v5i1.18896

Abstract

Mahasiswa Kabupaten Kayong Utara membutuhkan tempat tinggal selama berada di Pontianak. Asrama Kayong Bersaudara belum memenuhi kapasitas mahasiswa yang ingin tinggal di Asrama Kayong Bersaudara. Terdapat bangunan asrama yang sudah tidak layak huni bagi mahasiswa. Tujuan pengembangan asrama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa Kayong Utara. Obyek pengembangan asrama mahsiswa adalah berada di Jalan Sepakat II, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Pengembangan asrama dilakukan dengan beberapa metode kajian yang harus diperhatikan, yaitu perilaku mahasiswa, struktur bangunan, lingkungan sekitar dan bentuk site pengembangan asrama Kayong Bersaudara. Pengembangan asrama mengacu pada peraturan dan kebutuhan yang diperlukan serta menyediakan fasilitas-fasilitas yang bisa menunjang dari kegiatan mahasiswa yang tinggal di asrama. Setelah mendapatkan data dan dilakukan analisa baik dari internal maupun eksternal menghasilkan asrama dengan dua masa bangunan yaitu bangunan pengelola dan bangunan asrama. Bangunan pengelola memiliki dua lantai sesuai dengan bentuk aslinya. Sedangankan bangunan asrama mamiliki tiga lantai dengan kapasitas mahasiswa ± 200 orang sehingga bisa mencukupi kuota mahasiswa yang berminat untuk tinggal didalamnya.   Kata kunci: pengembangan, tempat tinggal, asrama mahasiswa kayong
PERUMAHAN COMPACT HOUSE DI IKLIM TROPIS KOTA PONTIANAK Apriyanti, Rahmatika
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 1 (2017): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v5i1.20691

Abstract

Lahan di Kota Pontianak sudah semakin terbatas. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan akan rumah tinggal yang setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga semakin banyak perumahan yang dibangun.  Membangun sebuah perumahan membutuhkan lahan yang luas di lokasi yang strategis namun karena kondisi lahan yang semakin terbatas maka dibutuhkan solusi dalam mendesain rumah tinggal di lahan terbatas. Seiring berkembangnya zaman, terdapat solusi desain rumah tinggal terhadap pensiasatan berbagai keterbatasan yang ada pada lahan, yaitu Compact House. Compact House adalah rumah yang disederhanakan, mulai dari desain hingga fungsi ruang. Perumahan Compact House akan dirancang di Kota Pontianak yang beriklim tropis sehingga perumahan didesain dengan menggabungkan prinsip-prinsip compact house dan prinsip-prinsip bangunan tropis. Compact house dan bangunan tropis memiliki prinsip-prinsip yang sama dan ada juga prinsip-prinsip yang berlawanan. Bangunan tropis memiliki prinsip mempunyai atap yang tinggi namun prinsip dalam compact house tidak ada space yang mubazir  dan kebutuhan ruang terpenuhi walaupun di lahan terbatas. Oleh karena itu konsep efisien diterapkan pada penataan ruang yang multifungsi salah satunya dengan cara meletakkan ruang diantara lantai (mezzanine). Mezzanine berfungsi sebagai penambahan ruang secara vertikal dan ruangan di lantai 1 yang tidak terdapat mezzanine  juga memiliki langit-langit yang tinggi sehingga mengatasi panas dan sirkulasi udara juga dapat mengalir  dengan baik. Kata kunci: Arsitektur Tropis,  Compact House, Perumahan
VIHARA THERAVADA DI KOTA SINGKAWANG Wagito, Wagito
JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur Vol 5, No 1 (2017): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jmars.v5i1.20899

Abstract

Penyebaran berbagai agama di Indonesia telah ada sejak jaman pemerintahan kerajaan Kutai dan Tarumanegara. Dalam perkembangannya pengikut berbagai Agama ini semakin banyak, salah satunya adalah Agama Buddha. Namun di Provinsi Kalimantan Barat terutamanya Singkawang yang memiliki pemeluk agama Buddha yang banyak Menurut Departemen agama Provinsi Kalimantan Barat, penganut agama Buddha mengalami peningkatan, pada tahun 2007 penganut agama budha berjumlah 312.201 jiwa, akan tetapi jumlah vihara yang ada sekarang belum mampu menampung semua kegiatan peribadatan yang ada. Metode perancangan yang ditempuh dengan cara mengumpulkan data melalui teknik observasi dan dokumenter, kemudian proses analisis data dari berbagai aspek yaitu kondisi eksisting tapak, progam ruang berdasarkan pelaku dan prosedur kegiatan, zonasi ruang secara makro dan mikro, bentuk kawasan dan bentuk bangunan yang sesuai dengan kondisi alam setempat. Dari hasil analisis yang didapat selajutnya akan dikombinasikan kedalam konsep sehingga memperoleh skematik desain yang menghasilkan visualisasi rancangan secara jelas. Konsep rancangan yang dihasilkan adalah meyediakan fasilitas dan tempat ibadah untuk umat Buddha yang menunjang kegiatan peribadatan di Vihara, dan menyediakan fasilitas untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peribadatan, dengan fungsi utama peribadatan dan dengan fungsi edukasi untuk pembelajaran Dhamma usia dini.   Kata kunci: Vihara, Theravada, Singkawang

Page 1 of 1 | Total Record : 5