cover
Contact Name
Dwi Pela Agustina
Contact Email
pikma@amikom.ac.id
Phone
+6287711948294
Journal Mail Official
pikma@amikom.ac.id
Editorial Address
Building VI.3.2 Universitas AMIKOM Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok Sleman, Yogyakarta, 55283 Phone: +62 274-884201 ext. 632
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema
ISSN : 26225476     EISSN : 26556405     DOI : https://doi.org/10.24076/pikma
Core Subject : Education,
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema adalah publikasi ilmiah yang pertama kali terbit pada tahun 2018. Jurnal PIKMA dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas AMIKOM Yogyakarta. Selain itu, Jurnal PIKMA diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. Adapun fokus tulisan Jurnal PIKMA adalah mengenai Media Baru dan Teknologi Komunikasi (New Media and Communication Technologies), Media dan Jurnalistik (Media and Journalism), Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication), Kajian Film (Film Studies), Komunikasi Antar Budaya (Cross-cultural communication), Komunikasi Politik (Political communication) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2021): September" : 6 Documents clear
Analisis Naratif Terorisme dalam Film 12 Strong Elsyi Fitriani; Rhafidilla Vebrynda
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 4 No. 1 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.405 KB) | DOI: 10.24076/pikma.v4i1.441

Abstract

Isu terorisme masih menjadi perbincangan di berbagai belahan dunia, hal ini dikarenakan terjadi aksi-aksi teror yang menyebabkan hilangnya ribuan nyawa dan hancurnya fasilitas-fasilitas umum di berbagai belahan dunia. Isu terorisme juga kerap diangkat dalam sebuah film, salah satunya adalah film berjudul 12 Strong. Film ini mengangkat cerita tentang tragedi 9/11 di Amerika Serikat yang menyebabkan runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC). Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana terorisme dinarasikan dengan teori analisis naratif Algirdas Greimas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melihat teks dalam film. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dalam film 12 Strong, teroris dinarasikan dengan latar belakang agama Islam dan dilekatkan dengan atribut-atribur keislaman. Tindak terorisme yang dilakukan teroris pada tragedi 9/11 juga dikaitkan dengan kelompok Al Qaeda. Melalui analisis model aktan, terlihat bahwa dalam film “12 Strong” menarasikan pelaku terorisme (orang yang melakukan tindakan kekerasan atau teror) sebagai penghalang terhadap keinginan tokoh utama (subjek) yang baik. Pelaku terorisme, dalam hubunganya dengan karakter lain, berperilaku buruk, memberikan contoh buruk dan dinarasikan secara negatif dalam pandangan subjek atau tokoh utama. Film 12 Strong dibuat untuk menciptakan citra bahwa kelompok teroris adalah yang memiliki latar belakang agama Islam dan identik dengan wilayah Timur Tengah.  
Bentuk-Bentuk Fatherhood di Film Indonesia Era 2000-an Sri Wijayanti
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 4 No. 1 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.089 KB) | DOI: 10.24076/pikma.v4i1.578

Abstract

Tujuan penelitian adalah menguraikan Penggambaran bentuk-bentuk fatherhood di film Indonesia era 2000-an. Penelitian ini menarik dilakukan karena hasil survei menyatakan Indonesia merupakan negara ketiga di dunia sebagai negara tanpa ayah (fatherless country). Padahal ditengarai sejak awal abad ke-21, di Amerika Serikat muncul kecenderungan peningkatan keterlibatan laki-laki sebagai bagian integral kegiatan domestik, sekaligus peran dan tanggung jawab ayah dalam pengasuhan anak. Untuk itu, penelitian ini menganalisis 10 karakter ayah di film Indonesia produksi tahun 2000-2020. Metode penelitian menggunakan analisis isi untuk mengambarkan bentuk fatherhood mengunakan fathering indicator framework sebagai alat ukurnya. Temuan penelitian menunjukkan film Indonesia era 2000-an menggambarkan ayah sebagai sosok yang tidak hanya berperan sebagai pemberi nafkah, tetapi juga berperan sebagai supportive dan cooperative caregiver, role model yang baik, termasuk menjadi bagian integral urusan domestik. Pergeseran Penggambaran fatherhood dipengaruhi konteks sosio kultural dan trend sosial di dunia yang terkait dengan sistem patriarki.
Retorika Stand Up Comedy dan Public Speaking Komunitas Stand Up Indo Lampung Ramadani Ilham; Nuriyati Samatan
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 4 No. 1 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.72 KB) | DOI: 10.24076/pikma.v4i1.583

Abstract

Stand up comedy dikenal sebagai seni pertunjukan komedi yang prakteknya dilakukan oleh satu orang bermonolog dan disaksikan oleh audiens ramai. Stand up comedy umumnya dilakukan secara live (langsung) dan merupakan one man show. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperluas wawasan retorika dalam praktiknya ke dalam seni stand up comedy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 teori yaitu Teori Retorika Aristoteles dan Teori Public Speaking Stephen E. Lucas, dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat keterkaitan antara karakteristik kegiatan stand up comedy dengan kegiatan retorika khususnya komunikasi publik. Kemudian hasil dari wawancara dengan komika komunitas Stand Up Indo Lampung, ketiga informan menyepakati bahwa  pertunjukan stand up comedy dilakukan dengan menggunakan 5 kanon retorika Aristoteles yang di antaranya yaitu: penemuan, pengaturan, gaya, memori, dan penyampaian. Dari penelitian pada kemampuan public speaking ketiga informan diperoleh metode penyampaian pesan yang digunakan dalam kegiatan stand up comedy adalah speaking extemporaneously yang digabungkan dengan sedikit improvisasi dari berbicara spontan, dan komika melakukan pemanfaatan kepiawaian public speaking pada praktek stand up comedy dengan menampilkan manipulasi penggabungan aspek-aspek penting aset suara (the speakers voice), dan gerakan-gerakan tubuh (the speakers body).
Strategi Komunikasi Pemasaran Toko @Xstyle.id pada Masa Pandemi Covid-19 Bayu Prasetyo Nugroho; Nuriyati Samatan
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 4 No. 1 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.164 KB) | DOI: 10.24076/pikma.v4i1.595

Abstract

Toko Xstyle.id adalah salah satu pelaku bisnis fashion yang berlokasi di wilayah DKI Jakarta dimana pada saat masa pandemi covid-19 mereka tetap bertahan. Dalam hal ini diperlukan strategi komunikasi yang dapat membantu dalam memasarkan produknya sehingga Toko Xstyle.id dapat bertahan ketika menghadapi masa sulit seperti pandemi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai strategi komunikasi pemasaran yang digunakan ketika masa pandemi covid-19 dan melihat bagaimana pemanfaatan media sosial instagram sebagai media promosi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini melibatkan 1 (satu) orang sebagai key informan dan 3 (tiga) orang sebagai informan pendukung. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori Sistem dan Teori Bauran Promosi (Promotion Mix). Hasil penelitian ini adalah bahwa terdapat elemen-elemen strategi komunikasi yang digunakan oleh Toko Xstyle.id untuk memasarkan produknya seperti Teknik Redudancy, Canalizing, Informatif, Persuasif, dan Edukatif. Selain itu, pihak toko juga memanfaatkan dengan baik keberadaan sosial media Instagram untuk dijadikan sebagai media promosi berbagai macam produknya.
Strategi Komunikasi Eksternal Public Relations Pemerintah Kota Salatiga di Masa Pandemi Covid-19 Tarra Nur Azizah Sulistiani; Lina Sinatra Wijaya
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 4 No. 1 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.705 KB) | DOI: 10.24076/pikma.v4i1.597

Abstract

Salatiga merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang juga menujukkan kenaikan dalam jumlah kasus Covid-19. Oleh karena itu, Public Relations atau biasanya disebut juga Humas  pemerintah Kota Salatiga merancang suatu strategi untuk mengurangi penyebaran Covid 19 di Salatiga dengan melaksanakan suatu strategi yaitu memberikan jarak bagi pedagang pasar pada pagi hari yang dilaksanakan mulai tanggal 27 April 2020. Pasar merupakan salah satu tujuan dari program humas, dikarenakan pasar merupakan salah satu sarang terjadinya keramaian masyarakat. Namun sayangnya, kasus positif Covid-19 di Salatiga belum menunjukkan penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja strategi komunikasi yang dilakukan oleh Public Relations Department Pemerintah Kota Salatiga di masa pandemic Covid-19 dan langkah-langkah strategi komunikasi yang dilakukan oleh Public Relations atau Humas Pemerintah Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh Public Relations Pemerintah Kota Salatiga adalah dengan menggunakan sarana media sosial, media massa, spanduk, baliho, videotron, siaran keliling, dan pusat informasi. Dalam menentukan sarana komunikasi yang akan digunakan tersebut, Public Relations Pemerintah kota Salatiga melaksanakan empat langkah strategi komunikasi yaitu: mengenal khalayak, menentukan topik/tema, menyusun narasi, dan akhirnya memilih media yang akan digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Pola Komunikasi Penggunaan Aplikasi Telegram sebagai Media Informasi Karyawan Rumah Sakit Mata Pekanbaru Eye Center Muhammad Hanif Ahda
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 4 No. 1 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.548 KB) | DOI: 10.24076/pikma.v4i1.602

Abstract

Semakin cepatnya perkembangan teknologi pada zaman saat ini, menjadikan teknologi informasi dan komunikasi juga saat ini semakin canggih, Teknologi informasi dan informasi selain sebagai alat dan media komunikasi yang dianggap penting dalam kehidupan kita sehari-hari namun juga sebagai perangkat penting yang harus dimiliki dalam sebuah perusahaan sebagai media untuk kelancaran berkomunikasi, koordinasi dan juga pengarsipan dokumen-dokumen yang dianggap sangat penting. Kemudahan dalam penggunaan Telegram dan banyaknya fitur yang fungsinya sangat sesuai dengan kebutuhan berkomunikasi perusahaan ini, membuat aplikasi Telegram menjadi media informasi internal Rumah Sakit Mata Pekanbaru Eye Center, Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola komunikasi yang dilakukan oleh staff dan karyawan Rumah Sakit Mata Pekanbaru Eye Center, Pekanbaru dalam menggunakan aplikasi Telegram sebagai media informasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pola komunikasi organisasi dengan menggunakan Media komunikasi Telegram yang dilakukan secara internal oleh staff dan karyawan baik dari bagian medis atau non medis, atasan dan bawahan, baik dengan komunikasi secara vertikal maupun horizontal serta sesama karyawan lainnya sebagai alat komunikasi, bahwa pola komunikasi yang sering digunakan adalah pola komunikasi organisasi bintang, karena terdapat adanya partisipasi anggota secara optimum dan semua anggota memiliki kekuatan yang sama untuk memengaruhi anggota lainnya. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan dengan pendekatan fenomenologi, kemudian peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi untuk melihat langsung komunikasi yang terjalin antara pimpinan dan karyawan, selain bisa mengamati, peneliti juga melakukan wawancara mendalam kepada para narasumber, dengan menggunakan triangulasi data.

Page 1 of 1 | Total Record : 6