cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
PEMANFAATAN PASIR DARI KAOLIN CAPKALA TERLAPIS MANGAN DIOKSIDA UNTUK MENURUNKAN KADAR ION FOSFAT DALAM LARUTAN opjkk, Maulini, Lia Destiarti, Winda Rahmalia
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.581 KB)

Abstract

Kaolin Capkala merupakan jenis lempung yang mengandung mineral kaolinit dan pasir kuarsa. Pasir kuarsa merupakan bagian dari kaolin Capkala yang pemanfaatannya belum dilakukan secara optimal. Penelitian mengenai pemanfaatan pasir dari kaolin Capkala terlapis mangan dioksida untuk menentukan kadar ion fosfat dalam larutan telah dilakukan. Pasir terlapis mangan dioksida disintesis menggunakan KMnO4 0,2 M dan HCl 37%. Parameter yang dipelajari adalah waktu kontak adsorben dengan adsorbat dan pengaruh konsentrasi adsorbat. Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa pasir kuarsa terlapis mangan dioksida mengandung mineral MnO 0,289%, SiO2 94,424%, Al2O3 1,3% dan hasil analisis XRD menunjukkan sudut 2θ = 37,05° ; 45,09° ; 69,11° khas untuk mangan dioksida. Pasir kuarsa yang dilapisi dengan mangan dioksida (MnO2) dapat meningkatkan stabilitas dan kemampuan mangan dioksida dalam menurunkan polutan fosfat (PO43-) yang dapat merusak keseimbangan lingkungan perairan. Hasil penelitian diperoleh waktu kontak optimum adalah 3 jam dengan efektivitas adsorpsi 25,41% dan kapasitas adsorpsi pada penelitian ini mengikuti model adsorpsi Langmuir dengan nilai kapasitas sebesar 2,364 mg/g.  Kata Kunci: Fosfat, kaolin capkala, mangan dioksida, pasir
AKTIVITAS TOKSISITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIINFLAMASI SECARA IN VITRO DARI EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L) Muhamad Agus Wibowo, Harlia, Putri Wenny Siswanty,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.297 KB)

Abstract

Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L) merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di Kalimantan barat, yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder dan berpotensi memiliki  aktivitas biologis seperti anti inflamasi, toksisitas dan antioksidan. Pada penelitian ini telah dilakukan uji aktivitas ekstrak metanol dari daun mangga bacang (Mangifera foetida L) yang mempunyai aktivitas anti inflamasi pada sel darah merah dan efek toksisitas terhadap larva Artemia salina serta mengetahui aktivitas antioksidan. Hasil dari skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa-senyawa aktif seperti golongan alkaloid, flavanoid, saponin, tanin dan terpenoid/steroid. Senyawa yang berperan aktif sebagai antikanker terdapat dalam ekstrak kasar daun mangga bacang dengan hasil dari LC50 pada toksisitas ekstrak sebesar 1,546 ppm. Ekstrak metanol berpotensi sebagai antiinflamasi dengan inhibisi Human Red Blood Cells sebesar 87,21 % dan Ekstrak metanol daun mangga bacang mempunyai sifat sebagai antioksidan yang cukup baik dengan hasil IC50 sebesar 9,653 ppm. Kata Kunci : Bacang (Mangifera foetida L), HRBC, toksisitas, antioksidan
PENURUNAN KADAR BIKARBONAT DALAM AIR MENGGUNAKAN KOMPOSIT KITOSAN-ZEOLIT BEADS Nurlina, Anis Shofiyani, Verawati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.557 KB)

Abstract

Ion bikarbonat (HCO3-) merupakan salah satu anion penyebab kesadahan dalam air. Upaya untuk menurunkan kadar bikarbonat dapat dilakukan dengan adsorpsi. Adsorben yang digunakan dalam penelitian ini ialah komposit kitosan-zeolit beads. Penelitian ini bertujuan menjelaskan karakteristik gugus fungsi dan karakteristik kimia (stabilitas dalam asam) dari komposit kitosan-zeolit bentuk beads serta menjelaskan kemampuan komposit kitosan-zeolit beads dalam menurunkan kadar bikarbonat dalam air. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dengan pembuatan komposit kitosan-zeolit beads. Komposit dibuat dengan menambahkan glutaraldehid sebagai crosslinking agent. Komposit yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi gugus fungsinya dengan FT-IR. Pengujian stabilitas komposit terhadap variasi pH juga dilakukan. Komposit dengan variasi massa 0,01gram-0,16 gram diaplikasikan untuk menurunkan kadar bikarbonat dalam air. Analisis FT-IR menunjukkan puncak serapan 1640,85 cm-1 menunjukkan karakteristik vibrasi regang gugus C=N dari imina hasil pembentukan ikatan antara kitosan-glutaraldehid. Uji stabilitas menunjukkan tingkat kestabilan komposit kitosan-zeolit beads lebih stabil daripada komposit-zeolit beads tanpa glutaraldehid. Adsorpsi ion bikarbonat yang tertinggi diperoleh dengan adsorpsi menggunakan komposit kitosan zeolit beads terikat silang glutaraldehid dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,093g/g, lebih tinggi dibandingkan kapasitas pada kitosan beads sebesar 0,039mg/g, sehingga penurunan kadar ion bikarbonat oleh komposit kitosan zeolit beads terikat silang glutaraldehid lebih baik daripada kitosan beads terikat silang glutaraldehid. Kata kunci: adsorben, bikarbonat, komposit, kitosan, zeolit
UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK DAUN KESUM (Polygonum minus Huds) SEBAGAI BIOTERMITISIDA RAYAP TANAH Macrotermes sp Muhamad Agus Wibowo, Afghani Jayuska, Nelvira Sumartini,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.224 KB)

Abstract

Kesum (Polygonum minus Huds) merupakan tanaman endemik Kalimantan Barat yang berpotensi sebagai bahan antirayap. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi kesum sebagai bahan antirayap dengan membandingkan fraksi dan ekstrak kasar. Penelitian ini telah dilakukan dengan dua tahap yakni ekstraksi dan uji antirayap tanah Macrotermes sp. Hasil penelitian diperoleh rendemen ektrak kasar sebesar 18,74%, fraksi n-heksana 46,1%, fraksi etil asetat 2,798 %, dan fraksi metanol 3,912%. Hasil uji antirayap menunjukan LC50 dari ekstrak kasar yaitu 7,963%, fraksi metanol 1,7%, fraksi n-heksan 1,277% dan fraksi etil asetat 0,712%. Berdasarkan Nilai LC50 n-heksan dan etil asetat adalah fraksi teraktif sebagai bahan antirayap, disebabkan oleh fraksi etil asetat terkandung golongan senyawa fenolik dan alkaloid dan fraksi n-heksan fenolik dan steroid yang bersifat antibakteri sehingga dapat membunuh bakteri yang ada di dalam usus rayap. Berdasarkan penelitian, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat berpotensi sebagai bahan antirayap.   Kata kunci: Polygonum minus Huds, kesum, Macrotermes sp, biotermitisida, antirayap
PENENTUAN STABILITAS KIMIA DAN TERMAL MEMBRAN KOMPOSIT KITOSAN TERCETAK ION LOGAM PADA PERMUKAAN KARBON Anis Shofiyani, Titin Anita Zaharah, Desy Amma Nur Aulia,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.417 KB)

Abstract

Kitosan merupakan polimer yang berasal dari turunan kitin. Pada penelitian ini kitosan dimodifikasi dalam bentuk membran Kitosan Tercetak Ion (KTI) dan komposit Kitosan Tercetak Ion pada permukaan Karbon (KTI-C). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas kimia dan termal membran komposit. Ion logam yang digunakan sebagai cetakan yaitu Cr(III) dan Fe(III). Membran disintesis dengan penambahan bahan pengikat silang epiklorohidrin. Stabilitas kimia membran diuji dalam pelarut asam asetat dan stabilitas termal dianalisis menggunakan TGA-DTA (Thermogravimetry Analysis-Differential Thermal Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran kitosan dan kitosan-karbon dengan proses ikat silang lebih stabil terhadap asam asetat dibandingkan dengan membran tanpa ikat silang. Membran KTI-Cr(III) dan KTI-Cr(III)-C lebih stabil terhadap asam asetat dibandingkan dengan membran tanpa proses imprinting, sedangkan pada KTI-Fe(III) dan KTI-Fe(III)-C proses imprinting menyebabkan membran tidak stabil terhadap asam asetat. Hasil analisis TGA-DTA menunjukkan bahwa membran dengan proses imprinting tidak stabil pada suhu tunggi sehingga mengakibatkan mudah terdekomposisi. Penambahan karbon menyebabkan persen massa yang hilang pada analisis TGA lebih kecil dibandingkan dengan tanpa penambahan karbon. Kata Kunci: kitosan, membran, stabilitas kimia, stabilitas termal
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAP CAIR TANDAN KOSONG SAWIT GRADE 2 YANG SEBELUMNYA DIADSORPSI ZEOLIT TERAKTIVASI Nora Idiawati, Harlia, Yufi Intan Lestari,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.633 KB)

Abstract

Asap cair tandan kosong sawit (TKS) mengandung senyawa asam, fenol dan karbonil yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Sifat antibakteri asap cair tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti pengawet yang berbahaya bagi pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komponen asap cair TKS yang telah diproses hingga menjadi asap cair TKS grade 2 dan untuk menentukan aktivitas antibabakteri asap cair TKS grade 2 terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dilihat dari nilai Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Asap cair didapat dari proses pirolisis terhadap TKS. Asap cair yang dihasilkan selanjutnya masuk tahap destilasi untuk menjadikan asap cair grade 3. Asap cair grade 3 difiltrasi dengan menggunakan zeolit teraktivasi H2SO4 kemudian destilasi kembali, sehingga diperoleh asap cair grade 2. Asap cair grade 3 dan grade 2 dianalisis dengan GC-MS. Asap cair grade 2 selanjutnya di uji sifat antibakteri dengan bakteri E.coli dan S.aureus dengan melihat nilai KHM dan KBM dengan metode dilusi cair dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis GC-MS asap cair grade 2 terdapat 11 senyawa dari golongan fenol, karbonil dan asam yang terkandung dalam asap cair TKS grade 2 yaitu senyawa fenol, 2-metilfenol, 4-metilfenol, 2-metoksifenol, 3,5-dimetilfenol, 3-etilfenol, 2-metoksi-4-metilfenol, 2,6-dimetoksifenol, 2-metil-2-siklopenten-1-on, 2,3-dimetil-2-siklopenten-1-on dan asam asetat. Hasil uji sifat antibakteri asap cair grade 2 memiliki sifat bakteriostatik dilihat dari  nilai KHM untuk kedua bakteri uji sebesar 6%.
PENURUNAN KADAR TIMBAL(II) MENGGUNAKAN ZEOLIT-X SINTETIS DARI BATU PADAS Lia Destiarti, Nurlina, Irwanda Pratama,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.338 KB)

Abstract

Timbal merupakan logam berat yang sering digunakan sebagai bahan campuran dalam industri. Keberadaan timbal dalam bentuk ionnya sebagai limbah dari industri berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan. Pencemaran ion timbal di lingkungan dapat diatasi dengan menggunakan adsorben yang tepat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan penurunan kadar timbal(II) menggunakan zeolit X sintetis dari batu padas. Sintesis zeolit X dari batu padas dilakukan menggunakan metode peleburan batu padas dengan NaOH kemudian ditambahkan NaAl(OH)4. Proses sintesis dilakukan secara hidrotermal pada suhu 100ºC, selama 12 jam. Zeolit X hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan XRD (X-Ray Diffraction). Kemampuan zeolit X sintetis sebagai adsorben untuk menurunkan kadar Pb(II) dilakukan dengan variasi parameter waktu kontak, massa adsorben, dan konsentrasi adsorbat sebagai kondisi optimum dalam penentuan kapasitas adsorpsinya. Analisis XRD menunjukkan adanya puncak khas zeolit X pada sudut 2θ dan d spacing 30,939º-2,888 Å; 26,652º-3,341 Å; dan 23,296º-3,815 Å. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi zeolit X sintetis terhadap Pb(II) berlangsung pada waktu kontak optimum 120 menit dengan persen efektivitas penurunan konsentrasi Pb(II) sebesar 99,45%. Massa optimum zeolit X sintetis yang diperlukan sebanyak 1,5 gram dengan persen efektivitas penurunan konsentrasi Pb(II) sebesar 97,49%. Adsorpsi zeolit X sintetis terhadap Pb(II) sesuai dengan model isoterm adsorpsi Langmuir dengan kapasitas adsorpsi sebesar 7,633 mg/g. Kata Kunci :zeolit X, sintetis, timbal, hidrotermal, batu padas
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SECARA IN-VITRO EKSTRAK TERIPANG BUTOH KELING (Holothuria leucospilota Brandt) DARI PULAU LEMUKUTAN Muhamad Agus Wibowo, Puji Ardiningsih, Edi Wiranto,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.209 KB)

Abstract

Teripang butoh keling (Holothuria leucospilota Brandt) merupakan biota laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia, salah satunya di perairan pulau Lemukutan. Namun, oleh masyarakat pulau Lemukutan Holothuria leucospilota Brandt belum dimanfaatkan secara optimal baik sebagai bahan pangan berkhasiat medis maupun sebagai komoditas yang bernilai ekonomis.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dari H. leucospilota dan aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol H. leucospilota dengan menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah. Inhibisi hemolisis akibat induksi larutan hipotonis digunakan sebagai ukuran aktivitas antiinflamasi. Aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol H. leucospilota dibandingkan dengan standar aspirin 100 µg/mL. Analisis fitokimia ekstrak metanol H. leucospilota menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid, steroid dan triterpenoid yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. Hasil uji aktivitas antiinflamasi menunjukkan bahwa ekstrak metanol H. leucospilota pada konsentrasi 10, 100, 500 dan 1000 µg/mL masing-masing sebesar 31,27; 57,19; 59,18 dan 61,23%, dimana standar aspirin mempunyai aktivitas sebesar 67,59%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol H. leucospilota Brandt berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Kata Kunci:  antiinflamasi, Holothuria leucospilota Brandt, sel darah merah
EKSTRAKSI GELATIN DARI KULIT IKAN TOMAN (Channa micropelthes) DENGAN VARIASI KONSENTRASI DARI ASAM ASETAT Nora Idiawati, Lia Destiarti, A S Kristina Samosir,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.692 KB)

Abstract

Pemanfaatan limbah kulit ikan sebagai sumber alternatif gelatin menjadi kajian yang menarik terlebih dengan adanya isu dan kekhawatiran mengenai status kehalalan gelatin. Gelatin adalah protein dari hidrolisis kolagen yang digunakan untuk keperluan industri pangan maupun non pangan.  Salah satu kulit ikan yang berpotensi dimanfaatkan sumber gelatin adalah limbah kulit ikan toman (Channa micropeltes) dari pembuatan kerupuk basah yang hanya memanfaatkan dagingnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rendemen gelatin dan mengetahui konsentrasi optimum dari asam asetat yang digunakan untuk mengekstraksi kolagen. Proses demineraliasi dilakukan dengan variasi konsentrasi asam asetat yaitu 0,25%, 0,5% dan 1% (v/v), perbandingan kulit ikan:asam asetat (1:4), lama perendaman selama 24 jam. Ektraksi dilakukan pada suhu 60oC selama 3 jam kemudian dikeringkan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali. Rendemen gelatin dengan konsentrasi CH3COOH 0,25% yaitu 0,78%, CH3COOH 0,5% yaitu 3,04% dan CH3COOH 1% yaitu 2,08%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsentrasi optimum asam asetat yang digunakan untuk mengekstraksi gelatin dari bahan baku kulit ikan toman adalah konsentrasi 0,5%.  Kata kunci: gelatin, ikan toman (Channa micropelthes), ekstraksi, asam asetat
EKSTRAK METANOL BUAH LAKUM (Cayratia trifolia (L.) Domin) SEBAGAI INDIKATOR ALAMI PADA TITRASI BASA KUAT ASAM KUAT Nora Idiawati, Lia Destiarti, Fitri Apriyani,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.663 KB)

Abstract

Buah lakum mengandung pigmen antosianin yang peka terhadap derajat keasaman (pH). Kandungan tersebut membuat buah lakum memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai indikator alami dalam proses titrasi basa kuat-asam kuat. Ekstraksi pigmen antosianin buah lakum dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan sebagai indiaktor alami pada titrasi basa kuat-asam kuat. Data yang diperoleh dari hasil titrasi divalidasi dengan hasil titrasi yang dilakukan menggunakan indikator sintetis. Indikator sintetis yang digunakan sebagai pembanding dalam penelitian ini yaitu indikator fenolftalein (pp). Hasil yang diperoleh pada titrasi basa kuat-asam kuat menggunakan ekstrak metanol buah lakum mempunyai rentang pH sebesar 9,81-4,25 menunjukkan perubahan warna yang tajam dengan nilai standar deviasi (SD) yaitu 0,141. Penggunaan indikator fenolftalein (pp) sebagai pembanding menunjukkan reentang pH yaitu 9,83-4,20 dengan nilai SD sebesar 0,036. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah lakum layak dijadikan sebagai alternatif pengganti indikator sintetis dalam proses titrasi basa kuat-asam kuat. Kata Kunci: buah lakum, ekstrak metanol buah lakum, indikator, pH, titrasi basa kuat-asam kuat

Page 2 of 33 | Total Record : 329