cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 868 Documents
ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA PONTIANAK B01111001, Dionisia Indah Rastika Sari
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The title of this research is analysis contribution of hotel and restaurant tax to the increase of regional income in Pontianak City. The aims of this study is to determine the contribution of hotel and restaurant tax to regional income in Pontianak City and determine how much the influence of hotel and restaurant tax to regional income in Pontianak City. This research uses descriptive method with quantitative approach usingcontribution analysis, multiple linear regression model, the classic assumption test, as well as statistical analysis tools that is test of determination (R2), F test and t test to test the hypothesis of whether the hotel and restaurant tax effects towards regional income. The result of this research using contribution analysis showed that the hotel tax on 2000-2013 give 7,46% and restaurant tax give 11,30% to the regional income. And then when using multiple linear regression model, hotel tax positively affect by 0,336 but not significant and the restaurant tax positively affect by 4,949 and significant to the increase of regional income in Pontianak City. The coefficient of determination value by 0,939 which means that major influence exerted by hotel and restaurant tax to the increase of regional income in Pontianak City by 93,9%, while the remaining 6,1% are affected by other factors. Keywords: Regional Income, Hotel Tax, Restaurant Tax
STUDI KOMPARASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) PADA KELOMPOK BANK UMUM DI INDONESIA B1011141097, PAULINUS DEMELO
Jurnal Curvanomic Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Return on Assets (ROA), Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR) pada enam kelompok bank umum di Indonesia. Lokasi penelitian adalah enam kelompok bank umum di Indonesia yaitu bank Persero, BUSN Devisa, BUSN Nondevisa, BPD, bank Campuran dan bank Asing, selama periode 2004-2016. Metode analisis yang dipakai adalah regresi berganda.Hasil analisis menunjukan bahwa CAR berpengaruh positif signifikan terjadi pada dua kelompok bank yaitu BUSN Nondevisa dan bank Asing, CAR berpengaruh  negatif signifikan terjadi pada  empat kelompok bank yaitu bank Persero, BUSN Devisa, BPD, bank Campuran. BOPO berpengaruh negatif signifikan terjadi pada dua kelompok bank yaitu bank Persero dan BUSN Devisa. BOPO berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap LDR terjadi pada tiga kelompok bank yaitu BUSN Nondevisa, BPD dan bank Asing. BOPO berpengaruh positif tidak signifikan terhadap LDR terjadi pada bank Campuran. ROA berpengaruh negatif signifikan terhadap LDR terjadi pada tiga kelompok bank yaitu BUSN Devisa, BPD dan bank Asing. ROA berpengaruh positif tidak signifikan terhadap LDR terjadi pada dua kelompok bank yaitu Persero dan bank Campuran. ROA berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap LDR terjadi pada kelompok BUSN Nondevisa. Inflasi berpengaruh negatif signifkan terhadap LDR terjadi pada tiga kelompok bank yaitu bank Persero, BUSN Devisa dan BPD. Inflasi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap LDR terjadi pada tiga kelompok bank yaitu BUSN Nondevisa, bank Campuran dan bank Asing. Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif signifikan terhadap LDR terjadi pada kelompok bank Asing. Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif signifikan terhadap LDR terjadi pada kelompok bank Persero. Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap LDR terjadi pada dua kelompok bank yaitu BUSN Devisa dan BUSN Nondevisa. Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap LDR terjadi pada BPD. Kata kunci: LDR, CAR, BOPO, ROA, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi
ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SANGGAU B21109004, Yuli Anggraeni
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regional autonomy policy basically is a delegation of authority from the central government to the local government to regulate and manage its own government and society according to their local needs and capacity. The policy was companied by the delegation of authority to regulate and manage regional finance through the fiscal decentralization. The capability of regional finance is the ability of regional government in improving local own source revenue (PAD) that leads to the independence of regional finance which is measured by fiscal decentralization. The aim of this study is to analyze the development of local government of Sanggau regency’s financial ability. The method used in this study is descriptive study. The data source used secondary data. The data collection techniques used in this study consists of: (1) ratio degree of fiscal decentralization, (2) ratio of independence, (3) ratio routine of capability index. Based on the results of analysis, showed that: (1) the capability rate of regional finance in the government of Sanggau regency for 5 (five) fiscal years viewed by the degree of fiscal decentralization is still very low. It showed by the proportion rate of local own source revenue (PAD) 3.85% (very low), proportion rate of BPHP 6.31% (very low), and proportion rate of donations 73.62% (very low). It is showed that regional finance is still depends on central government. (2) The independence ration of regional finance showed development of fluctuation with the average rate 4.38% (very low). It shows that the capability of regional finance of Sanggau regency’s government in funding all of the activities is still depends on other sources beside PAD. (3) The ratio routine of capability index showed development of fluctuation with the average rate 5.3% (very low). It shows that the routine capability of Sanggau regency’s government I funding all of the activities is still depends on other sources beside PAD. It means that PAD has the low capability in funding its routine expenses.   Keyword;  Local Financial Capacity, Ratio Degree of Fiscal Decentralization, Ratio of Independence, Ratio Routine of Capability Index
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Telepon Seluler Berbasis Android Merek Samsung Di Kota Pontianak B1011131137, ERNAWATI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Kebutuhan akan alat komunikasi saat ini seperti telepon seluler atau ponsel pintar yang selalu mengalami peningkatan penjualan dan permintaan dari tahun ketahun terutama jenis-jenis atau merek Smartphone dengan jenis merek tertentu yang sudah sangat dipercaya masyarakat. Pola konsumsi masyarakat modern saat ini lebih meginginkan sebuah kemudahan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain yang dapat mendukung kegiatan mereka sehari-hari dalam pekerjaan maupun aktivitas sosial lainnya.         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat atas permintaan telepon seluler berbasis android merek samsung di Kota Pontianak. Dengan melihat variabel harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan, selera, merek, promosi, dan ekspektasi yang menentukan permintaan telepon seluler berbasis android merek Samsung tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapat melalui kuisioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, suatu metode yang menggambarkan keadaan maupun suatu kejadian di daerah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat atas permintaan telepon seluler berbasis android merek samsung di Kota Pontianak cenderung ditentukan oleh harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan, selera, merek, promosi, dan ekspektasi yang didapat dari 100 orang responden yang diteliti.Kata Kunci : Persepsi, Permintaan, Harga, Harga barang lain, Pendapatan, Selera, Merek, Promosi, Ekspektasi.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP BAGI PASIEN PENGGUNA BPJS KESEHATAN PBI ( PENERIMA BANTUAN IUARAN ) STUDI KASUS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE DI KOTA PONTIANAK B1011131127, Yani Tri Ramadani
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk jasa, manusia, proses lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Salah satunya adalah kualitas pelayanan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Kota Pontianak. Salah satu permasalahan yang di hadapi Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Kota Pontianak tersebut adalah pengalaman yang tidak menyenangkan dan tidak sopan dari pihak rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan, kendala dan kebijakan pemerintah mengantisipasi kendala dalam penggunaan BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran). Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menggambarkan secara konkrit kejadian dan kenyataan yang ada di lapangan (kuesioner dan wawancara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenai kualitas pelayanan publik BPJS Kesehatan perlu meningkatkan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie di Kota Pontianak mengenai sarana dan prasarana baik ruang pelayanan maupun di ruang rawat inap dan sarana lainnya, serta memperhatikan kinerja perawat dalam melayani pasien rawat inap khususnya pasien BPJS Kesehatan PBI, dimana BPJS Kesehatan perlu memperhatikan kondisi penunjang pelayanan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien BPJS Kesehatan PBI.Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Rawat Inap, Pasien BPJS Kesehatan PBIDAFTAR PUSTAKAAlamsyah, D. (2001). Manajemen Pelayanan Kesehatan. Pontianak: Nuha Medika.Azwar, A. (1996). Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: BinarupaAksara.Bungin, B. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif . Yogyakarta: Gajah Mada Press.Dwiyanto, A. (2006). Transparansi Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.Hardiyansyah. (2011). Kualitas Pelayanan Publik Konsep, Dimensi, Indikator Serta Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.Lontaan, M. M. (2014). Kualitas Pelayanan Publik di RSUP Prof.Dr.R.D Kandou Malalayang Manado (Studi pada pasien peserta BPJS kesehatan). -, 4.Lovelock, C., Wirtz, J., & Mussry, J. (2010). Pemasaran Jasa Manusia, Teknologi, Strategi. Jakarta: Penerbit ERLANGGA.Mangkoesoebroto, G. (2013). Ekonomi Publik. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.Moenir. (2006). Manajemen pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.Nasution, S. (2000). Metode Research: Penelitian Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.News, T. (2016, 12 Jumat). -. Retrieved 8 Rabu, 9, from http://pontianak.tribunnews.com/2016/12/16/ini-kata-dewan-soal-keluhan-pasien-di-rsud-sultan-syarif-mohamad-alkadrie: -Nidia. (2012). Pengaruh Kualitas Layanan Jasa Kesehatan Terhadap Kepuasan Paisen Puskesmas Bara-Baraya Makassar. Universitas Hasanudin, -.Nidia. (2012). Pengaruh Kualitas Layanan Jasa Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien PUSKESMAS BARA-BARAYA Makassar. Universitas Hasanuddin, 3.Noor, H. F. (2015). Ekonomi Publik. Jakarta: Indeks.Sinambela, L. P. (2006). Reformasi Pelayanan Publik . Jakarta: Bumi Angkasa.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suyanto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Ruda Aksara.Times, T. T. (2016, 12 Jumat). -. Retrieved 8 Rabu, 2017, from http://thetanjungpuratimes.com/2016/12/16/pelayanan-rsud-sultan-syarif-muhammad-alkadrie-memalukan/ : -Tjiptono, F. (2000). Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi.Tjiptono, f. (2008). Service Manajemen; Mewujudkan Layanan Prima. Yogyakarta: Andi Offset.Tjiptono, F. d. (2005). Service Quality & Satisfication. Yogyakarta: Penerbit Andi.Winarsih, R. &. (2005). Manajemen Pelayanan (Pengembangan Model Konseptual, Penerapan Citizen'c Charter dan Standar Pelayanan Minimal). Yogyakarta: Pustaka Belajar.Yamit, Z. (2004). Manajemen Kualitas Produk Dan Jasa. Jakarta: Ekonesia.
Pengaruh Non Performing Loan (NPL) Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Loan To DepositRatio (LDR) DanCapital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Return On Equity (ROE)Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tebas Lokarizki Di Kabupaten Sambas Tahun 2011 B1011131064, WALIYATI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank dalam menjalankan usahanya menghimpun dana dari masyarakat kemudian disalurkan kembali dalam berbagai alternatif investasi. Bank berfungsi sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang kelebihan dan yang membutuhkan dana. Sebagian besar bank masih mengandalkan kredit sebagai pemasukkan utama untuk membiayai operasionalnya, namun tidak semua kredit yang disalurkan kepada debitur tidak bebas dari resiko dan ini yang akan mengancam kesehatan pada bank. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis Pengaruh NPL, BOPO, LDR dan CARterhadap ROE Pada BPR Tebas Lokarizki di Kabupaten Sambas Tahun 2011-2015.Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan program eviews 8.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROE dengan tingkat signifikan 0,1286> 0,05, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROE dengan tingkat signifikan 0,0000 < 0,05, LDR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROE dengan tingkat signifikan 0,3865 > 0,05, danCAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROE dengan tingkat signifikan 0,4082 > 0,05.Kemudian NPL, BOPO, LDR dan CAR secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap ROE pada BPR Tebas Lokarizki di Kabupaten Sambas dengan tingkat signifikan 0,0000 < 0,05.  Kata Kunci: NPL, BOPO, LDR, CAR dan ROE
Pengaruh Investasi, Pertumbuhan Ekonomi, Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Pengangguran Di Kabupaten/Kota Kalimantan Barat B01110027, FETRA ARIESTA
Jurnal Curvanomic Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify and analyze the influence of Investment, Economic Growth andPopulation against Unemployment in the District/City of West Kalimantan 2009-2013 period.This research uses descriptive quantitative method by using secondary data, panel data (cross section andtime series), obtained from the office of the Central Statistics Agency of West Kalimantan. The analyticaltool used to process the data that is used Eviews 6. Observation of the data as much as 60 of the 12 districts/ municipalities in West Kalimantan during the period 2009 through 2013.Multiple regression results of this study indicate that the variable investment and no significant positiveeffect on the 0,15 and probability 0.3284 > 0.05 . Variable Growth and significant negative effect on theunemployment -0.30 and a probability of 0.0381 < 0.05. And variable Population significant negativeeffect on the unemployment -0,177 and a probability of 0.0626 < 0.10. The test results simultaneouslyobtained Fstatistik value of 7,212156 with a value prob (Fstatistik)of 0.00000 is smaller than 0.05 (probability < 0.05 ). This means the unemployment rate is influenced by the Investment, Economic Growthand Population together .Keywords: Investment, Economic Growth, Population, Unemployment Rate
EVALUASI DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA TELUK PAKEDAI SATU KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA B1011141015, Indri Parsalihin
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndri ParsalihinPenyaluran anggaran dana yang begitu besar diterima tetapi tidak didukung oleh SDM yang kurang berkompeten. Tujuan penelitian ini untuk (1) Membahas penggunaan Dana Desa, (2) Menginvestigasi pembangunan yang bersumber dari Dana Desa dibidang pertanian, (3) Membahas pengetahuan dan partisipasi, serta tata kelola dan dampak dari kebijakan Dana Desa.Penelitian ini adalah untuk mengevaluasi anggaran Dana Desa yang berlokasi di Desa Teluk Pakedai Satu Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya, yang dimulai dari sudut pandang aparat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat, juga disertakan dilihat dari aspek penggunaan,tata kelola, dampak dan secara khusus membahas dalam bidang pertanian. Penelitian ini menggunakan jenis data primer yang terdiri dari wawancara, observasi dan kuesioner dan data skunder yakni melalui dokumen. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis persentase dan disajikan dalam bentuk tabel dengan menggunakan skala likert.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa anggaran Dana Desa pada tahun 2016-2017 yang diterima oleh pemerintah desa Teluk Pakedai Satu, telah mampu diserap dengan mendistribusikan beberapa sektor yang ada termasuk dalam sektor pertanian. Kemudian dalam pengetahuan dan partisipasi, tata kelola kebijakan serta dampak dari adanya anggaran Dana Desa, telah memberikan pengaruh dan perubahan yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat Desa Teluk Pakedai Satu.Kata Kunci: Pengetahuan dan Partisipasi Masyarakat, Tata Kelola, Dampak Pembangunan.
ANALISIS PENDAPATAN SUPIR OPLET DI KOTA PONTIANAK B21109020, Suprianto
Jurnal Curvanomic Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan sopir oplet di Kota Pontianak saat ini dan untuk mengetahui rata-rata pendapatan sopir oplet dalam satu bulan serta untuk mengetahui pendapatan rata-rata sopir berbanding upah minimum Kota Pontianak. Metodologi yang digunakan menggunakan metode deskriptif Hasil temuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan sopir oplet yakni pada faktor tarif sebagian besar responden mengatakan tarif yang ditetapkan organda masuk dalam kategori tidak wajar, harga BBM saat ini tidak sesuai dengan tarif yang dibebankan kepada konsumen, tidak wajarnya tarif retribusi diterminal, ada berbagai punggutan, tidaknya adanya tarif setoran karena milik sendiri. Pada faktor curahan jam kerja sebagian besar responden bekerja dan jam 06.00 pagi-17.00, Lamanya maksimal bekerja diatas enam jam, setiap hari turun kerja sebagai sopir oplet. Pada faktor shift dan antrian kerja sebagian besar responden mengatakan wajib melakukan kegiatan antrian, seluruh responden mengatakan pembagian shift/antrian ini mempengaruhi pendapatan. Pada faktor pengalaman kerja sebagian besar responden mengatakan pernah berhenti dalam menjalani profesi ini, pemah menjadi sopir selain sopir oplet. Adapun rata-rata biaya yang harus dikeluarkan oleh para supir oplet ini setiap harinya sebesar Rp.25.000.00 yakni biaya retribusi, biaya calo dan BBM. Sedangkan untuk mengetahui pendapatan kotor responden perbulan terendah sebesar Rp1.500.000.00 dan tertinggi Rp. 2.100.000.00. Rata-rata pendapatan kotor perhariannya Rp. 58.780,00 sedangkan rata-rata pendapatan kotor perbulannya sebesar Rp.1.736.200,00. Rata-rata biaya setiap bulannya adalah sebesar 843.000,00. Biaya yang harus dikecuarkan tidak tennasuk biaya servis ringan 3 bulan sekali, perbaikan mesin dan pergantian spare part, ban setiap 4 bulan sekali, aki 6 bulan sekali, belum lagi perpanjangan STNK, KIR, SIPA setiap 1 tahun. Sedangkan tingkat pendapatan bersih paling tinggi Rp 1.130.000.00 dan yang paling rendah Rp. 650.000.00 dengan rata-rata pendapatan bersih perbulannya sebesar Rp. 893,200.00. Jika perbandingannya berdasarkan pendapatan kotor maka posisinya lebih tinggi dan upah minimum Kota Pontianak dan jika perbandingannya berdasarkan pendapatan bersih maka posisinya cukup jauh dibawah standar pendapatan upah minimum Kota yang ditetapkan oleh Pemerintah Kalimantan Barat Rekomendasi yang penulis berikan perlunya untuk menaikkan tarif oplet guna memperbaiki tingkat pendapatan yang diterima oleh sopir dan pemilik oplet. Diharapkan Pemerintah dapat menekan biaya retribusi resmi dan menghilangkan berbagai pungutan­-pungutan liar. Adanya pemberian subsidi khusus bagi pembelian Bahan Bakar Minyak khususnya sopir oplet ini. Perbaikan fasilitas fisik dan kebersihan oplet harus dijaga dan adanya pembatasan kuota pembelian kendaraan bermotor lewat perusahaan pembiayaan yang ada di Kota Pontianak yang semakin banyak saat ini, sehingga pendapatan sopir oplet semakin hari semakin kecil akibat kredit kendaraan bermotor yang dikreditkannya. Kata Kunci : Pendapatan sopir oplet
ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2007-2015 B1015131006, John Had Lie One March
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ekonomi di daerah menjadi salah satu tujuan utama dari pembagian wewenang dari pemerintah pusat ke daerah, daerah tentunya harus meningkatkan kinerjanya dalam membangun struktur-struktur ekonomi yang dimiliki dengan mengembangkan potensi ekonomi dari struktur primer menjadi sekunder dan tersier, guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang ada.Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Barat dan Nasional 2007-2015. Data ini diperoleh dari Buku Kalimantan Barat Dalam Angka dan pendapatan nasional Badan Pusat Statistik selama sembilan tahun pengamatan dari tahun 2007-2015. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis Shift Share dan analisis Location Quotient (LQ).Hasil analisis shift sharemenunjukkan bahwa sektor-sektor ekonomi di Kalimantan Barat tidak ada yang memiliki kinerja yang baik dan tidak ada satupun yang merupakan dominan pertumbuhan terhadap sektor-sektor ekonomi nasional. Sedangkan, sektor yang merupakan sektor basis dari perhitungan Location Quotient (LQ), yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor bangunan (konstruksi) dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Kata Kunci:     Sektor Ekonomi, Struktur Ekonomi, Shift Share, dan Location Quotient (LQ)

Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue