cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 868 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK B1012131005, ARIF KUSUMA
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Pontianak Utara merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki jumlah rumah tangga miskin cukup besar. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk meminimalisir jumlah rumah tangga miskin di Kecamatan Pontianak Utara dengan mengetahui faktor penyebab kemiskinan yang ada pada level rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemiskinan rumah tangga melalui faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak. Data penelitian ini diperoleh dari  data primer dan beberapa observasi serta wawancara langsung dengan pihak yang terkait, khususnya kepada rumah tangga miskin mengenai tingkat  kemiskinan, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga dan jenis pekerjaan kepala rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan rumah tangga sekitar 32,4 % dipengaruhi secara bersama-sama oleh variabel dalam model, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar model. Secara parsial variabel tingkat pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan (X1),  jumlah anggota keluarga (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan rumah tangga di Kecamatan Pontianak utara Kota pontianak, jenis pekerjaan (X3) berpengaruh negatif  dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan rumah tangga di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak.   Kata Kunci : Tingkat kemiskinan, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga dan jenis pekerjaan.  
ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN BELANJA DAERAH (BD) TERHADAP INVESTASI DI KALIMANTAN BARAT B21107049, AGUS SETIADI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the pattern of growth of gross regional domestic product (GRDP) sectoral West Kalimantan and to determine how the pattern of contributions and employment on sectoral GDP. The method used in this research is descriptive method, which describes the circumstances and events based on facts and data available in the province of West Kalimantan. Analysis using Eviews, Line Chart, and analysis of the Times Series, with the use of secondary data the provincial level. Secondary data Quantitative regional gross domestic product at current prices and official news entirely statistics obtained from Statistics province of West Kalimantan. In this study also uses qualitative data that includes a description of the data relevant to the study. The results showed that there are three main sectors that dominate the sector in the overall GDP sectoral West Kalimantan, namely agriculture, trade, and industrial sectors. Judging from the pattern of growth, the contribution pattern and the pattern of employment in regional gross domestic product by sector, the agricultural sector is a sector that is superior to the three main sectors, this indicates that the agriculture sector can be a mainstay in supporting the local economy, and two other key sectors is the sector has the potential to be developed. Based on the above results it can be deduced that the regional gross domestic product (GDP) of West Kalimantan sector is dominated by three main sectors in which the agricultural sector as the leading sectors, while other sectors are potential sectors and the need for substantive development by the government so as to encourage increased individual productivity each sector can then make a positive contribution to the local economy and will lead to the welfare of society.
ANALISIS PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGUL PERKEBUNAN SEBAGAI PENGGERAK PEREKONOMIAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT RARAS, RARAS EKA HARIYANI B1011141105
Jurnal Curvanomic Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis Pengembangan Komoditas Perkebunan Sebagai Penggerak Perekonomian di Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari Penelitian in adalah: Untuk menentukan dan menganalisis perkembangan komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Kalimantan Barat; Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Kalimantan Barat; Mengetahui kebijakan pemerintah dalam perkembangan komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Kalimantan Barat. Bentuk Penelitian ini yang digunakan adalah Penelitian kuantitatif. Metodologi yang digunakan pada Penelitian ini adalah metode Analisis Location Quotient, Analisis Tipologi Klassen, Analisis MRP, Analisis Overlay, dan Analisis SWOT. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Komoditi Tanaman Kelapa Sawit dan Tanaman Karet di Provinsi Kalimantan Barat merupakan Komoditas Tanaman Perkebunan yang masuk dalam klasifikasi nilai LQ diatas satu. Berdasarkan Analisis Tipologi Klassen Komoditi Tanaman Kelapa Sawit merupakan Komoditas Tanaman Perkebunan yang prima sedangkan Komoditi Tanaman Karet merupakan Komoditas Tanaman Perkebunan potensial dan Komoditi Tanaman Kelapa, Kopi, dan Kakao merupakan Komoditas Tanaman Perkebunan yang berkembang. Pada Analisis MRP Komoditas Tanaman Perkembunan Provinsi Kalimantan Barat tidak memiliki potensi yang unggul dibandingkan Komoditas Tanaman Perkebunan yang sama ditingkat Indonesia. Dilihat dari Analisis Overlay Komoditi Tanaman Kelapa Sawit dan Karet memiliki nilai LQ positif dan nilai MRP negatif, sementara Komoditi Tanaman Kelapa, Kopi, dan Kakao memiliki nilai LQ dan Nilai MRP negatif serta strategi-strategi yang dapat dilakukan yakni meningkatkan akses finansial terhadap lembaga keuangan, program peningkatan kemampuan manajemen dan penguasaan teknologi pada petani, serta revitalisasi sarana dan prasarana.Kata Kunci: Komoditas Perkebunan, LQ, SWOTDAFTAR PUSTAKAArifin, Bustanul. (2001). Spektrum Kebijakan Pertanian Indonesia. Telaah Struktur, Kasus, dan Alternatif Strategi. Erlangga. Jakarta.Arsyad, L. (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembagunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE-UGM.Asmu’i., dan Sidderatulakbar. (2015). Revitalization of Plantation Strategic Policies To Promote Regional Competitivebess in South Kalimantan Barat. Internasional Journal of Administrative Science & Organization. 22(3).Badan Pusat Statistik, (2017). Provinsi Kalimantan Barat dalam angka. Pontianak: BPS Provinsi Kalimantan Barat.Dede, M., S, B, S, Rizal., Yutika, M., dan Ramadhan, F. (2016). Analysis Potensi Perekonomian Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Pertambagan dan Penggalian di Pantura Jawa Barat. Departement Pensisikan Geografi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Indonesia.Emilia, dkk. (2006). Modul Ekonomi Regional. Jambi: FE Universitas JambiFredriksz, Shirley. (2015). Komoditas Unggulan dan Prospek Pengembagannya di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Cita Ekonomika Jurnal Ekonomi, 9(2).Gunawan, Ikhsan. (2015). Analisis Strategi Pengembangan Usaha Komoditas Unggulan Pertanian di Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Sungkai, 3(1), 1-17.Hidayat, R. (2013). Analisis Komoditas Unggulan Subsektor Perkebunan di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimatan Barat. Jurnal Sosial Ekonomi of Agriculture, 2(1), 56-66.Harahap, M, Rif’an. (2014). Analisis Subsektor Unggulan yang Berdaya Saing pada Sektor Pertanian di Kabupaten Langkat. Jurnal Tabularasa PPS Unimed, 11(2).Ismayani. (2013). Development Strategy of Prime Commodities of Plantation in the District of Aceh Besar. Agribisnis Department, Agriculture Faculty of Unsyiah. Kamaluddin, R. (1998). Pengantar Ekonomi Pembangunan: Dilengkapi dengan Analisis Beberapa Aspek Pembangunan Ekonomi Nasional. Lembaga Penelitian Fakultas Ekonomi UI. Jakarta.Nugroho, I. dan Rochimin, Dahuri. (2004). Pembangunan Wilayah : Perspektif Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Jakarta : LP3ESNusantoro, J. (2011). Model Pengembangan Produk Unggulan Daerah Melalui Pendekatan Klaster Di Provinsi Lampung. Seminar Nasional Ilmu Ekonomi Terapan Fakultas Ekonomi UNIMUS 2011 Lampung.Pratama, I Putu Surya,. Antara, Made., dan Dewi, Ida Ayu Listia. (2018). Pengembangan Wilayah Berdasarkan Komoditas Unggulan di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 7(3).Perpustakaan Nasional, Republik Indonesia. (2014). Peraturan Perundang-undangan. Cetakan Pertama. CV. Eka Jaya, Jakarta 13410.Rahardi, F. (2004). Cerdas Beragrobisnis: Mengubah Rintangan Menjadi Peluang Berinvestasi. Jakarta: Agromedia Pustaka.Ramadhia, Muflihah, dan Ichsan, Ichsan. (2018). Pengolahan Lidah Buaya (Aloe Vera) Menjadi Granul Effervescent Sebagai Minuman Kesehatan dan Analisis Peningkatan Nilai Ekonomisnya. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan. 7(2)Setianto, Pawit., dan Susilowati, Indah. (2014). Komoditas Perkebunan Unggulan yanag Berbasis Pada Pengembangan Wilayah Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Wialyah dan Lingkungan. 2(2).Soeparmoko, M. 2002. Ekonomi Publik, Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah. Andi. YogyakartaSoemarno. (2011). Evaluasi Lahan dan Pewilayahan Komoditi Pertanian, Perkebunan Dan Kehutanan Bahan Kajian Landuse Planning. PPS FPUB.Suratman, Eddy., dan Wahyudi. (2009). Teknik Analisis Perencanaan Pembangunan. Untan Press anggota IKAPI No. 004/KLB/03.Suryani, Lili., Sitorus, Santun, R,P., dan Minibah, Khursatul. (2015). Analysis Komoditas Perkebunan Unggulan dan Arahan Pengembangannya di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Jurnal Littri 21(4), 175-188.Tarigan, Robinson. (2005). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Bumi Aksara. Jakarta.Todaro, Michael P. (2014). Pembangunan Ekonomi. Erlangga, Jakarta.Usya, N. (2006). Analisis Struktur Ekonomi dan Identifikasi Sektor Unggulan di Kabupaten Subang. Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB. Bogor .Wahyudy, Hajry Arief., Azharuddin., dan Asrol. (2015). Analisis Strategi Pengembangan Agribisnis Karet Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Jurnal Dinamika Pertanian. 30(3). 
PENGARUH PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI, PENANAMAN MODAL ASING DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA admin, Krisyana B01109043
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah hal yang sangat diinginkan semua Negara maupun daerah. Pertumbuhan ekonomi mencerminkan kegiatan ekonomi yang bernilai positif dan bahkan pula bernilai negatif. Jika pada suatu periode perekonomian mengalami pertumbuhan yang positif, maka kegiatan ekonomi pada periode tersebut mengalami peningkatan, tetapi sebaliknya, jika pada suatu periode perekonomian mengalami pertumbuhan yang negatif, berarti kegiatan ekonomi pada periode tersebut mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari PMDN, PMA dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2008 – 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode explanatory research dan metode analisisnya menggunakan metode analisis regresi berganda dengan menggunakan data panel yang menggabungkan data time series dan cross section dari tahun 2008 – 2012 dan 33 provinsi sebagai data yang diolah dalam model multiple regresi dengan 165 observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa PMDN berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan PMA dan inflasi juga berpengaruh positif tetapi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.   Kata kunci : Pertumbuhan ekonomi, PMDN, PMA, Inflasi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR PETANI DI KALIMANTAN BARAT B01111018, HERIYANTO
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis entitled "Analysis of the Factors that Influence the exchange Rate of Farmers in West Kalimantan" The purpose ofthis research is to analyze the factors that influence the exchange rate of farmers in West Kalimantan in 2005-2014 from January-December.   This research usesa model vector autoregressionand ordinary least square and the means of statistical analysis that is stationary test, cointergration test, vector error correction  model test,  impulse response function test, variance decompotiontest and statistical test, sample used in this research was 120 observation in west kalimantan province.   The result of this research shows that the inflation influences positive on exchange rate of farmers (stationary by the experiment adf level), while the cost of production, the loan interest rate and the rupiah exchange rate influences positive on exchange rate of farmers (stationary diferensiansi on the first phase ( 1st difference)). Trace statistic value and max-eigen statistic value are bigger than critical value which means that in the long term there is cointegration in that factors, while test t-statistik and the f-statistik all the variables significant on the exchange rate of farmers, the coefficients determination ( R2) as much as 0.978535 which means the size of the influence exerted by variable inflation, production costs, the loan interest rate and rupiah exchange rate on exchange rate of farmers in West Kalimantan is 98%, while the remaining is 2% which influences by another factor.   Keywords: exchange rate of farmers, inflation, cost production, loan interest rate and rupiah exchange rate
PENGARUH PENDAPATAN, SUKU BUNGA DAN INFLASI TERHADAP TABUNGAN MASYARAKAT DI INDONESIA TAHUN 2013-2017 wargita, sofi
Jurnal Curvanomic Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTHousehold saving is the amount that individual sets aside from their income to saved or according to economic theory saving is income that not consumed. Usually as higher as economic growth and more welfare a country were, it will affecting a higher level of household saving. Saving will affect the economic growth because the development of economic. Analysis Method that used in this research is multiple regression. The result of this research showing that household income or GDRP Per Capita have positive and significant effect on household saving in Indonesia, Interest Rate have negative and significant effect on household saving in Indonesia, and inflation have negative and significant effect on household saving in Indonesia.  Keywords    : Saving, GDRP per capita, Interest Rate and Inflation     ABSTRAKTabungan masyarakat merupakan jumlah yang disisihkan seorang individu dari pendapatannya untuk disimpan atau menurut teori ekonomi pendapatan yang tidak dikonsumsikan. Biasanya semakin tinggi pertumbuhan ekonomi dan semakin makmur suatu negara semakin tinggi pula tingkat tabungan masyarakat. tingkat tabungan menyebabkan pertumbuhan bertambah karena dapat memicu terjadinya pembangunan ekonomi. Variabel yang digunakan adalah pendapatan yang diukur melalui PDRB per kapita, suku bunga dan inflasi terhadap tabungan masyrakat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PDRB per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat di Indoneisa, tingkat suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat di Indonesia, sedangkan tingkat inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat di Indonesia.  Kata kunci    : Tabungan, PDRB per kapita, Suku Bunga dan Tingkat Inflasi   RINGKASAN SKRIPSIPENDAHULUAN Pembangunan ekonomi di Indonesia dilakukan dengan pesat dan membutuhkan dana yang besar. Pembiayaan pembangunan tersebut berasal dari berbagai sumber baik dari dalam negeri, maupun luar negeri. Dilihat dari konteks pertumbuhan ekonomi jangka panjang, suatu negara seharusnya mengoptimalkan pembiayaan pembangunan berasal dari dalam negeri. Dari berbagai sumber pembiayaan dalam negeri, tabungan domestik merupakan salah satu sumber penting bagi pembiayaan tersebut (Dragon, 2007).     Salah satu tantangan utama dalam pembangunan di Indonesia dewasa ini adalah menemukan sumber pembiayaan pembangunan yang efisien dan berkelanjutan (sustainable). Kebutuhan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur selama 2015-2019 mencapai Rp5.519,4 Triliun, atau Rp1.103,9 Triliun per tahun. Pada tahun 2017, APBN hanya mampu mengalokasikan dana sebesar Rp194,3 Triliun. Jumlah yang mampu dialokasikan negara jauh lebih rendah dibandingkan kebutuhan infrastruktur. Pemerintah hanya mampu menyediakan 17,6 persen dari kebutuhan (Modjo, 2017).Bank Indonesia melaporkan adanya akselerasi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Juli 2018 khususnya pada instrumen tabungan dan simpanan berjangka. DPK tercatat sebesar Rp5,209 Triliun dengan angka pertumbuhan mencapai 6,4 persen secara tahunan. Peningkatan pertumbuhan DPK ini terjadi karena adanya peningkatan suku bunga untuk jenis simpanan dan tenor tertentu. Selain itu, bank sentral juga melaporkan bahwa peningkatan pertumbuhan DPK karena adanya peningkatan proporsi pendapatan konsumen yang digunakan sebagai simpanan. Pertumbuhan tabungan tercatat sebesar 11,3 persen pada Juli 2018 yang mencapai Rp1,611 Triliun, lebih tinggi dibandingkan pada bulan Juni 2018 yang mencapai Rp1,609 Triliun. Adapun peningkatan jumlah tabungan perorangan tertinggi terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Barat (Setiawan, 2018).     Meskipun pertumbuhan jumlah DPK meningkat per tahun, pemerintah berharap menerima sumbangan pembiayaan dari jumlah tabungan domestik sebesar 20 persen. Karena, pertumbuhan DPK yang hanya berkisar 5-6 persen masih jauh lebih rendah dari harapan, maka jumlah tabungan domestik belum cukup untuk mendanai kegiatan pembangunan. Otomatis pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada tabungan domestik dalam negeri saja. Indonesia masih memerlukan investor asing untuk memberikan dana demi kelancaran pembangunan ekonomi (Modjo, 2017).     Total tabungan dalam negeri adalah penjumlahan tabungan pemerintah dan tabungan masyarakat. Pemerintah memiliki tabungan pada saat adanya kelebihan realisasi pendapatan negara yang telah dikurangi berbagai macam bentuk pengeluaran rutin. Sedangkan tabungan masyarakat berupa kelebihan pendapatan seseorang individu atau swasta yang telah dikurangi pendapatan yang telah dikonsumsi (Darmawan, 2014). Budaya konsumsif akan berpengaruh terhadap tabungan masyarakat, karena tabungan merupakan pendapatan bersih setelah dikurangi konsumsi (Klasjok, Rotinsulu & Maramis, 2018). RUMUSAN MASALAH Bagaimana pengaruh pendapatan terhadap tabungan di Indonesia pada tahun 2013-2017?Bagaimana pengaruh suku bunga terhadap tabungan di Indonesia pada tahun 2013-2017?Bagaimana pengaruh inflasi terhadap tabungan di Indonesia pada tahun 2013-2017?TUJUAN PENELITIAN Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendapatan terhadap tabungan nasional pada tahun 2013-2017.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh suku bunga terhadap tabungan nasional pada tahun 2013-2017.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh inflasi terhadap tabungan nasional pada tahun 2013-2017.METODE PENELITIAN     Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menggunakan data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada periode 2013-2017. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) setiap provinsi di Indonesia dan Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) dari publikasi data bank sentral. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda data panel dengan model regresi random effect. Data diolah dengan menggunakan Eviews 9.5. Hasil dan PembahasanPendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tabungan masyrakat. Ini diartikan bahwa pendapatan naik, maka tabungan asyarakat akan naik, begitupun sebaliknya, ceteris paribus.Variabel suku bunga yang merupakan salah satu faktor penentu tabungan masyarakat secara signifikan dan memiliki arah negatif mempengaruhi jumlah tabungan masyarakat. Pengaruh negatif ini berarti setiap penurunan suku bunga akan meningkatkan jumlah tabungan masyrakat. Dengan kata lain, suku bunga bukan lagi acuan atau alasan utama masyarakat untuk menabung, ceteris paribus.Variabel inflasi menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap tabungan masyarakat dan memiliki arah hubungan yang negatif. Hal ini berarti jika adanya kenaikan inflasi akan mengurangi jumlah tabungan masyarakat, dan sebaliknya, penurunan inflasi akan meningkatkan tabungan masyarakat, ceteris paribus.  4.1  Analisis Regresi Berganda    Pengelolaan data regresi berganda dengan menggunakan model random effect dengan teknik cross section random effect dari tahun 2013-2017.Tabel 4.1Analisis Regresi BergandaVariableKoefisienProb.Konstanta (β0)5,9801510,0000Inc (PDRB Per Kapita)0,0727280,0012IR (Suku Bunga)-1,0143600,0000Inf (Inflasi)-0,8065870,0103Sumber : Hasil olahan E-views 9        Tabel 4.1 menunjukan dimana besarnya nilai konstanta persamaan regresi berganda dengan model random effect (cross section random effects) adalah sebesar 5,980151, kemudian nilai koefisien PDRB per kapita sebesar 0,072728 dan nilai koefisien pada suku bunga sebesar -1,014360 sedangkan nilai koefisien inflasi sebesar -0,806587. Dapat disimpulkan persamaan regresi sebagai berikut: Dari persamaan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :Konstaanta (β0)Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai konstanta (β0)sebesar 5,980151. Nilai tersebut memiliki arti apabila PDRB per kapita, suku bunga dan inflasi tetap maka jumlah tabungan masyarakat di Indonesia akan meningkat dari tahun ke tahun sebesar 5,980151 persen.PDRB per Kapita (Incit)Berdasarkan hasil regresi diperoleh koefisien PDRB per kapita diperoleh nilai sebesar 0,072728. Nilai tersebut berarti apabila PDRB per kapita bertambah sebesar 1 persen maka jumlah tabungan masyrakat akan meningkat 0,072728 persen, ceteris paribus.Suku Bunga (IRit)Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai koefisien suku bunga sebesar -1,014360, dapat diartikan variabel suku bunga berpengaruh negatif terhadap tabungan masyarakat. Nilai koefisien menunjukkan bahwa apabila suku bunga mengalami kenaikan 1 persen, maka tabungan masyarakat akaberkurang/turun sebesar 1,014360 persen, ceteris paribus.Inflasi (Infit)Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai koefisien inflasi sebesar -0,806587, dapat diartikan variabel inflasi berpengaruh negatif terhadap tabungan masyarakat. Nilai koefisien menunjukkan bahwa apabila inflasi mengalami kenaikan 1 persen maka tabungan masyarakat akan berkurang/turun sebesar 0,806587 persen, ceteris paribus. PENUTUP Kesimpulan     Kesimpulan dari penelitian ini adalah PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien sebesar 0,072728dan nilai probabilitas sebesar 0,0012 atau lebih kecil dari taraf signifikan 0,05. Suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien sebesar -1,014360 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000 atau lebih kecil dari taraf signifikan 0,05. Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tabungan masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien sebesar -0,806587 dan nilai probabilitas sebesar 0,0103 atau lebih kecil dari taraf signifikan 0,05. Rekomendasi dari penelitian ini adalah dalam peningkatan tabungan, pemerintah harus mengupayakan pendapatan tetap meningkat, dan inflasi tetap rendah serta menjalankan program unggulan untuk menekan jumlah penduduk Saran     Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis memberikan saran kepada pihak pihak bersangkutan untung menjadi bahan pertimbangan serta masukan antara lain sebagai berikut.Bagi pihak perbankan, khususnya Bank Umum dan Bank BPR agar dapat lebih merencanakan kebijakan untuk meningkatkan jumlah tabungan masyarakat. salah satu faktor yang harus diperhatikan ialah bank harus lebih aktif dalam memperbanyak variasi produk baik fasilitas ataupun jasa yang ditawarkan untuk menarik nasabah yang diberikan dana untuk ditabung.Bagi pemerintah, agar terus berusaha membuat kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan yang dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan masyarakat menabung jika diikuti dengan upaya pemerintah dalam menekan jumlah penduduk, dan mengontrol inflasi agar selalu rendah, karena saat ini suku bunga bukan lagi menjadi motivasi masyarakat untuk menabung. DAFTAR PUSTAKAAfrizal. (2010) “Analisis Investasi Di Indonesia: Suatu Pendekatan Model Dinamik. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Kewirausahaan”. Vol. 1 No 1. Universitas Tanjungpura.Badan Pusat Statistik (2008). Laju Pertumbuhan PDB/PDRB. Jakarta : Badan Pusat StatistikBank Indonesia. Direktori Perbankan Indonesia, Bank Pembangunan Daerah. Diakses dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/dpi/bpd/Default.aspxBoediono (1985). Ekonomi Makro. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 2 Edisi 4. Yogyakarta : BPFE YOGYAKARTA.Databoks Katadata.(2018). Data PDRB per kapita Indonesia. Diakses melalui https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/07/25/berapa-pdb-perkapita-indonesiaDragon, (2007) . Pembiayaan Pembangunan Ekonomi dari Investasi dan Tabungan. Diakses melalui Http://nasional.kompas.com/read/2017/05/27/15570021/tantangan.pembiayaan.pembangunan?pagelHidayat, A. (2012). Pengertian dan Penjelasan Penelitian Kuantitatif – Lengkap. Diakses dari https://www.statistikian.com/2012/10/penelitian-kuantitatif.html/ampGhozali , I.  (2013)  . Analisis Multivariat dan Ekonometrika : Teori, Konsep, dan Aplikasi dengan EVIEWS 8 . Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Kasiang, Pricilia I. Dkk. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Masyarakat di Kecamatan Tahuna Barat Kabupaten Kepulauan Sangehe. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Kasiang Pricilia I., dkk. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Masyarakat Di Kecamatan Tahuna Barat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 114-123.Kasmir. (2008) . Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. PT Raja Grafindo Persada.Kasmir. (2014). Dasar Dasar Perbankan, Edisi Revisi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Pesada.Kasmir. (2008). Manajemen Perbankan edisi revisi 2008. Jakarta : Rajawali PersKlasjok, K. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Masyarakat Pada Bank Umum di Papua Barat. Jurnal Berkala Ilmiah efisiensi, 58-67.Kuncoro, M. dan Suhardjono (2003). Manajemen perbankan : teori dan aplikasi. BPFE, yogyakarta.Kuncoro, M. (2011). Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi Edisi Keempat. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.Lumempo, R. dkk. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Masyarakat Pada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Tatelu. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 36-43.Muchtolifah. (2007). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Tabungan Masyarakat Pada Bank Umum Tahun 1991-2005.Rahmawati, N. (2013). Pengaruh Pendapatan Terhadap Tabungan Pada Masyarakat Nelayan Di Desa Kuala Secapah Kecamatan Mempawah Hilir.Rochmad, A. (2008). Teori Tabungan. Diakses melalui https://www.academia.edu/10367428/Teori_TabunganSimorangkir, O. P. (2000) Pengantar Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank. Bogor : Ghalia IndonesiaSugiyono  (2001), Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Penerbit Alfabeta.Sukirno, S. (2004). Teori Pengantar Makro Ekonomi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Supranto,  J . (1983). Ekonometrika Buku Satu. Jakarta : Penerbit Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPFE-UI).Subagyo. (1999). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Yogyakarta : Penerbit STIE-YKPN.Wibisono, Y. (2005). Metode Statistika , Yogyakarta : BPFE. UGM.Widarjono, A. (2006). Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi & Keuangan. Jakarta : UIWidodo. (2018). Metodologi Penelitian : Populer & Praktis. Depok : PT Raja Grafindo Persada.Waringin, (2017). Keadaan Pembangunan Ekonomi. Diakses melalui http://www.radarplanologi.com/2015/10/cara-menganalisis-kondisi-ekonomi wilayah.html 
THE EFFECT OF GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT, TOTAL OF LABOR, AND LOCAL GOVERMENT EXPENDITURE TOWARDS POVERTY LEVEL OF DISTRICT/TOWN IN WEST KALIMANTAN PROVINCE YEAR 2011-2015 Prasetya, Zulfachri Adjie Prasetya B1011131093
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine and analyze the effect of GRDP (gross regional domestic product), total of labor, and local government expenditure on district/town poverty level in West Kalimantan Province with independent variable (X) that is gross regional domestic product, total of labor, and local government expenditure on the dependent variable (Y) which is the level of poverty. This type of research is quantitative data collecting using literature books, journals or sources related to the problem under study. Analysis of thisresearch data using multiple linear analysis technique. The results of this study indicate the hypothesis that the gross regional domestic product has a negative and insignificant effect on the level of poverty of districts/town in West Kalimantan Province, total of labor has a negative and significant effect on the level of poverty of districts in West Kalimantan Province, and local government expenditure has a positive effect and insignificant to district level poverty in West Kalimantan Province.Keywords : Gross Regional Domestic Product, Total of Labor, Local GovernmentExpenditure and Poverty Level
PENGARUH PRODUKSI KARET TERHADAP PERTUBUHAN EKONOMI DAN KESEMPATAN KERJA SEKTOR PERTANIAN DI KALIMANTAN BARAT B01110100, ARI SUJARWO SUJARWO
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study uses time series data ( time series ) through multiple linear regression model ( multiple regression ) using tools eviews program . Observation data is as much as 30 years in West borneo during the period 1984 to 2013Results from this study showed that the production of rubber and no significant negative effect on the pace of development in West borneo , rubber production and no significant positive effect on employment in West borneo .Keywords : rubber production , economic growth and employment
Pengaruh Jumlah Penduduk, Investasi Dalam Negeri, dan PDRB Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Periode 2011 - 2016 B1011141048, Rhut Sahana Sihombing
Jurnal Curvanomic Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Jurnal Curvanomic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, INVESTASI DALAM NEGERI DAN PDRB TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERIODE 2011 – 2016Rhut Sahana Sihombing Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar yang salah satu sebabnya adalah karena kurangnya pendapatan dan aset. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jumlah penduduk, investasi dalam negeri, dan PDRB terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat.Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif/hubungan yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode analisis dalam penelitian adalah metode analisis regresi linear berganda yang menggunakan model Random Effect dengan metode Pooled EGLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, variabel investasi dalam negeri berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dan variabel PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Berdasarkan nilai F Statistik variabel jumlah penduduk, investasi dalam negeri, dan PDRB secara bersama – sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Kata kunci : jumlah penduduk, investasi dalam negeri, PDRB, tingkat kemiskinan. DAFTAR PUSTAKA Amalia, F. (2012). Jurnal Ilmiah Econosains. Pengaruh Pendidikan, Pengangguran dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) Periode 2001-2010,10 (2), 160.Badan Pusat Statistik. (2011).Kalimantan Barat dalam Angka 2011. Pontianak: BPS_________________. (2012).Kalimantan Barat dalam Angka 2012. Pontianak: BPS_________________. (2013).Kalimantan Barat dalam Angka 2013. Pontianak: BPS._________________. (2014).Kalimantan Barat dalam Angka 2014. Pontianak: BPS._________________. (2015).Kalimantan Barat dalam Angka 2015. Pontianak: BPS.Febdianti, L.A. (2017). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi PDRB di Jawa Tengah (Tahun 1985 – 2015), (Skripsi) ) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Irhamni. (2017).  Pengaruh Jumlah Penduduk, Pengangguran, Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Kemiskinan Di Indonesia Tahun 1986-2015 (Skripsi). Universitas Negeri Yogyakarta.Jhingan. 2004. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan.Jakarta :Rajawali PressKadji, Y. (2013). UNG Repository. Kemiskinan dan Konsep Teotirisnya.Kuncoro, M. (2010). Ekonomi Pembangunan, Teori, Masalah, dan Kebijakan, Edisi Ketiga.  Yogyakarta : UPP AMP YKPN._________________ (2011). Ekonomi Pembangunan, Teori, Masalah, dan Kebijakan, Edisi Ketiga. Yogyakarta : UPP AMP YKPNMahsunah, D. (2013). Jurnal Pendidikan Ekonomi. Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, Pendidikan dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan di Jawa Timur,1 (3), 4.Momongan, J.E. (2013). Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi. Investasi PMA dan PMDN Pengaruhnya Terhadap Perkembangan PDRB Dan Penyerapan Tenaga Kerja Serta Penaggulangan Kemiskinan di Sulawesi Utara,1 (3), 531.Mulyadi. 2008. Ekonomi Sumber Daya manusia Dalam Perspektif Pembangunan. Jakarta : Rajawali Pers.Mutiasari, D. (2018). Prihatin Kondisi Infrastruktur, Mahasiswa Asal Melawi Ini Harap Sentuhan Pemerintah. Website : http://pontianak.tribunnews.com/2018/01/28/prihatin-kondisi-infrastruktur-mahasiswa-asal-melawi-ini-harap-sentuhan-pemerintahNizar, C., Hamzah, A., & Syahnur, S. (2013). Jurnal Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Hubungannya Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia,1 (2), 3.Ocaya, B., Charles R.,& William K. (2012). World Journal of Education Makerere University, Urganda. Dynamic Relationship between Gross Domestic Product and Domestic Investment in Rwanda., 2(6).Permana, A.Y. (2012).Analisis Pengaruh PDRB, Pengangguran, Pendidikan, Dan Kesehatan Terhadap Kemiskinan Di Jawa Tengah Tahun 2004-2009, (Skripsi) Universitas Diponegoro.Saragih, J.P. (2014). Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan. Faktor Penyebab Dan Kebijakan Pemerintah ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta Menghapus Kemiskinan, 6 (2), 144.Septajaya, F. (2014). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Inflasi Dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Bengkulu(Skripsi) Universitas Bengkulu.Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif : Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenamedia Group. Sukirno, S. (2001). Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada_________. (2002). Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada_________. (2004). Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo PersadaSumodiningrat, G. (1999). Pemberdayaan Masyarakat, Jaring Pengaman Sosial.Jakarta: PT Gramedia Pustaka UtamaSuryani, A. D. (2017). Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, Pengangguran, Pendidikan Dan Indeks Pembangunan Manusia (Ipm) Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (Studi Kasus Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat Periode 2010-2014), (Skripsi) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Todaro, M. P., & Stephen, C. S. (2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi Ketujuh. Jakarta: Erlangga_________________________________(2006). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi Ketujuh. Jakarta: ErlanggaWongdesmiwati, 2009. Jurnal Online . Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia: Analisis Ekonometrika :(http://wongdesmiwati.files.wordpress.com/2009/10/pertumbuhan-ekonomi-danpengentasan-kemiskinan-di-indonesia-_analisis-ekonometri_.pdf.)Yessica. (2018) Angka Kemiskinan Kalbar Tinggi. Website : (http://ruai.tv/2018/04/13/angka-kemiskinan-kalbar-tinggi/)
ANALISIS SEKTOR EKONOMI UNGGULAN DI KABUPATEN LANDAK B21109019, Kristian Taedo
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems of this research are: 1). What are sectors of the economy into excellent and base sectors in Landak District when viewed through the approach of PDRB in 2010-2014? 2). What is the dominant economic sector at Landak District in 2014, and could be developed in the future? 3). What are the obstacles faced by the government of Landak District in the development of the excelent economic sectors? The data used were secondary data obtained from the Central Bureau of Statistics and the Landak District of West Kalimantan Province. The analysis in this study were using descriptive and qualitative analysis. To assess the economic sectors featured in this area, use location analysis model question (LQ) and analysis model shift Share. Based on the results of data analysis were using the models mentioned above, it is known that the agriculture and plantation sector has a high growth and contribute even more evident in the economic development of Landak District. The Landak district government policies are carried out correctly, as well as taking consideration of the excellent sector or sub sector of the economy that has grown and developed in this area, are expected to further promote regional economic growth so as to realize the higher welfare in Landak District. Keywords: Excelent economic sector, Location Question, Shift Share

Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue