FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA PRA SEJAHTERA DI KECAMATAN SENGAH TEMILA, KABUPATEN LANDAK Oleh : Pebrianto Reki ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di desa-desa Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, ini memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana faktor tingkat pendidikan, curahan jam kerja, dan partisipasi anggota keluarga yang bekerja di desa-desa Kecamatan sengah Temila. Sumber data dalam penelitian ini ada 2 (dua) macam yaitu data primer dan data sekunder, dan beberapa hasil penelitian literatur lainnya. Tehnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 keluarga pra sejahtera di Kecamatan Sengah Temila. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa: (1) Hasil penelitian Tingkat Pendidikan (X1), berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai koefisien tingkat pendidikan sebesar -0,143 menunjukkan bahwa apabila tingkat pendidikan mengalami peningkatan 1 tingkat, maka pendapatan turun sebesar -0,143 %. (2) Hasil penelitian Curahan Jam Kerja (X2), berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai koefisien curahan jam kerja sebesar 0,388 menunjukkan bahwa apabila curahan jam kerja bertambah 1%, maka pendapatan naik sebesar 0,388 %. (3) Hasil penelitian Partisipasi Anggota Keluarga yang Ikut Bekerja (X3), berdasarkan hasil regresi yang diperoleh nilai koefisien partisipasi anggota keluarga yang ikut bekerja sebesar 0,219 menunjukkan bahwa apabila partisipasi anggota keluarga yang ikut bekerja bertambah 1%, maka pendapatan naik sebesar 0,219 %. (4) Diketahui bahwa nilai R square sebesar 0,408. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen tingkat pendidikan, curahan jam kerja dan partisipasi anggota keluarga yang bekerja menjelaskan varian sebesar 40,8 % dan sebesar 59,2 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk kedalam model penelitian. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sebesar 40,8 % yang dipengaruhi oleh tiga variabel tersebut dan selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain.                                                            Kata kunci: Pendapatan, Tingkat Pendidikan, Curahan Jam Kerja, Partisipasi Anggota Keluarga Yang Bekerja 1.     Latar BelakangKeluarga sejahtera adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materi yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang maha Esa, memiliki hubungan yang selaras, serasi, dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungan. (BKKBN, 2016).Keluarga pra sejahtera terbanyak terdapat di kecamatan Sengah Temila yaitu sebanyak 2.626. Keluarga sejahtera kelompok 1 terbanyak terdapat di kecamatan ngabang yaitu sebanyak 8901 keluarga dan terendah terdapat di kecamatan Banyuke Hulu sebanyak 780 keluarga. Jumlah keluarga sejahtera kelompok 2 terbanyak terdapat di kecamatan Ngabang yaitu sebanyak 6506 keluarga, dan terendah terdapat di kecamatan Menjalin sebanyak 511 keluarga. Keluarga sejahtera kelompok 3 terbanyak terdapat di kecamatan Sengah Temila sebanyak 2276 keluarga, dan terendah terdapat di kecamatan Jelimpo sebanyak 78 keluarga, dan keluarga sejahtera kelompok 3 plus terbanyak terdapat di kecamatan Sengah Temila yaitu sebanyak 1051 keluarga dan terendah terdapat di kecamatan Jelimpo 25 keluarga.2.     PermasalahanBerdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:Apakah tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan keluarga pra sejahtera?Apakah curahan jam kerja berpengaruh terhadap pendapatan keluarga pra sejahtera?Apakah partisipasi anggota keluaga yang ikut bekerja berpengaruh terhadap pendapatan keluarga pra sejahtera? 3.     Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah ada pengaruh tingkat pendidikan, curahan jam kerja dan partisipasi anggota keluarga yang ikut bekerja, terhadap pendapatan keluarga pra sejahtera di kecamatan Sengah Temila, kabupaten Landak.4.     Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriftif kuantitatif dan juga menggunakan metode survey penjelasan (Explanatory Survey). Metode uji yang digunakan adalah uji validitas, uji realibilitas, uji normalitas, uji multikolineritas, uji linaritas, uji heterokadisitas, dan uji regresi linear berganda yang didalamnya terdapat uji t,uji f, dan uji R2.                                   5.     Hasil dan PembahasanAnalisis Pengaruh tingkat pendidikan (X1) Terhadap Pendapatan Keluarga Pra Sejahtera di Kecamatan Sengah TemilaBerdasarkan dengan hasil uji hipotesis yang dilakukan peneliti dengan menggunakn SPSS 24 diketahui bahwa, variabel tingkat pendidikan berpengaruh negatif terhadap variabel pendapatan dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa variabel tingkat pendidikan berpengaruh siginifikan terhadap pendapatan keluarga pra sejahtera di kecamatan Sengah Temila terbukti.Analisis Pengaruh Curahan Jam Kerja (X2) Terhadap Pendapatan Keluarga Pra Sejahtera di Kecamatan Sengah Temila            Berdasarkan dengan hasil uji hipotesis yang dilakukan peneliti dengan menggunakn SPSS 24 diketahui bahwa, variabel curahan jam kerja berpengaruh positif terhadap variabel pendapatan dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa variabel tingkat curahan jam kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan keluarga pra sejahtera di kecamatan Sengah Temila terbukti.Analisis Pengaruh Partisipasi Anggota Keluarga yang Bekerja (X3) Terhadap Pendapatan Keluarga Pra Sejahtera di Kecamatan Sengah TemilaBerdasarkan dengan hasil uji hipotesis yang dilakukan peneliti dengan menggunakn SPSS 24 diketahui bahwa, variabel Partisipasi anggota keluarga yang ikut bekerja berpengaruh positif terhadap variabel pendapatan dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa variabel anggota keluarga yang bekerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan keluarga pra sejahtera di kecamatan Sengah Temila terbukti.   6.   Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:Secara simultan semua variabel, yaitu tingkat pendidikan, curahan jam kerja dan partisipasi keluarga yang bekerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel pendapatan keluarga pra sejahtera di kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.Tingkat pendidikan keluarga pra sejahtera di Kecamatan Sengah Temila, memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan keluarga hal ini membuktikan, semakin tinggi pendidikan semakin rendah pendapatan.Curahan jam kerja keluarga pra sejahtera di Kecamatan Sengah Temila, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan keluarga hal ini membuktikan, semakin tinggi curahan jam kerja semakin tinggi pula pendapatan.Partisipasi anggota keluarga yang ikut bekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan keluarga pra sejahtera di Kecamatan Sengah Temila. Hal ini membuktikan, semakin banyak anggota keluarga yang ikut bekerja, semakin tinggi pula pendapatan.Diketahui bahwa nilai R square sebesar 0,408. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen tingkat pendidikan, curahan jam kerja dan partisipasi anggota keluarga yang ikut bekerja menjelaskan varian sebesar 40,8 % dan sebesar 59,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk kedalam model penelitian. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sebesar 40,8 % yang dipengaruhi oleh tiga variabel tersebut dan selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain.7.   Saran      Dari analisis dan kesimpulan yang diperoleh, maka dirasakan perlu untuk mengajukan rekomendasi yang relevan, antara lain :.Diharapkan bagi keluarga pra sejahtera dapat mengelola pendapatannya, agar semua kebutuhan pangan maupun non pangan dapat terpenuhi dengan merata. Karena, dengan pengelolaan keuangan yang baik maka akan dapat menghindari pengeluaran yang tidak sesuai dengan pendapatan.Dari segi pendidikan keluarga pra sejahtera juga diharapkan mampu menaikkan tingkat pendidikan dan kualitas SDM, baik bagi orang tua maupun anak-anaknya.Dari data survei yang telah dilakukan peneliti, keluarga pra sejahtera di Kecamatan Sengah Temila masih banyak keluarga yang bekerja diatas 10 jam, diharapkan bagi keluarga pra sejahtera untuk bisa mengelola waktu agar tidak memotong waktu istrahat dan diharapkan lebih mementingkan kesehatan.Dalam partisipasi anggota keluarga yang ikut bekerja, masih ada terdapat anggota keluarga yang masih bekerja pada umur diatas 70 tahun. Diharapkan keluarga yang bekerja pada umur diatas 70 tahun untuk berhenti bekerja dan lebih mementingkan kesehatan, dan bagi anggota keluarganya harus bertanggungjawab kepada anggota keluarganya yang sudah lanjut usia.Diharapkan peneliti selanjutnya melakukan studi terhadap pendapatan keluarga pra sejahtera di Kecamatan Sengah Temila, kabupaten Landak secara lebih luas lagi dengan mempertimbangkan faktor-faktor atau variabel lain yang mempengaruhi pendapatan keluarga pra sejahtera selain variabel, tingkat pendidikan, curahan jam kerja dan partisipasi anggota keluarga yang ikut bekerja. Sehingga mendapat nilai tambah bagi bobot penelitian tersebut.  DAFTAR PUSTAKAAdisasmita. (2005). Dasar-Dasar Ekonomi Wilayah. Yogyakarta: Graha Ilmu.Ayna'Ul Fauziyah. (2015). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Keluarga Miskin Di Kota Batu. Malang: Universitas Muhamadiyah Malang.BKKBN. (2016). Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional. Jakarta: BKKBN.BPS. (2017). Indikator Keluarga Sejahtera. Landak: BPS .Burhanudin. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Keluarga Di Kecamatan Banyuwangi. Jember: Universitas Jember.Dimas. (2010). Analisis Efisiensi Belanja Kesehatan Pemerintah Daerah Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2007. Semarang: Universitas Diponogero.Dwi. (2013). Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan. Jakarta: Universitas Indonesia.Ehrenberg, R. G. (2003). Modern Labor Economics: Theorand Public Policy, Eight Edition. New York: Pearson Education.Gilarso. (2001). Pengantar Ekonomi. Yogyakarta: Kanisius.Jogiyanto. (2014). Pedoman Survei Kuisioner: Mengembangkan Kuisioner, Mengatasi Bias Dan Meningkatkan Respon. Yogyakarta: BPFE.Juanita. (2002). Kesehatan Dan Pembangunan Nasional. Medan: AKK FKM USU.Kaufman, B. E. (1999). The Economics of Labor Markets, fifth Edition. . jerman: The Dryden Press.Lubis. (2009). Ekonomi Kesehatan. Medan: USU Press.Mantra. (2003). Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Belajar.Murti, D. (2017). Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Keluarga Miskin Di Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso. Jember: Univrsitas Jember.Ndraha, Taliziduhu. (1997). Budaya Organisasi. Jakarta: Rineka Cipta.Ni Luh Karmini. (2012). Pengaruh Pendapatan Jumlah Anggota Keluarga, Dan Pendidikan Terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga Miskin Di Kecamatan Gianyar . Bali: Universitas Udayana.Prasojo. (2017). Manajemen Strategi Human Capital Dalam Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.Prayitno. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tekanan Darah Di Puskesmas Telaga Murni Cikarang Barat. Jakarta: Stikes Mh. Thamrin.Riduwan. (2010). Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.Rustanti. (2015). Buku Ajar Ekonomi Pangan Dan Gizi. Yogyakarta: Deepublish.Seena. (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan Di Thailand. Yogyakarta: State Islamic University Sunan Kalijaga YogyakartaSPSS 24. (2018)                                       Sri Wianggraini. (2014). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Keluarga Miskin Di Desa Lambengan Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Jember: Universitas Jember.Statistik, B. P. (2017). Kecamatan Sengah Temila Dalam Angka. Landak: BPS.Siswanta. (2011). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Perajin Genteng (Studi Kasus Pada Industri Kerajinan Genteng Di Ceper Klaten). Klaten: Universitas Widya Dharma Klaten.Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfbeta.Sukirno, S. (2014). Mikro Ekonomi. Jakarta: Grafindo Persada.Sukmadinata. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.Todaro. (2000). Ekonomi untuk Negara Berkembang. Jakarta: Bumi Aksara.