cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Curvanomic
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 868 Documents
ANALISIS PENGARUH PDRB PER KAPITA, PENDIDIKAN, DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT B01112049, LOLYTA ELRIA
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Provinsi Kalimantan Barat memiliki tingkat kemiskinan cukup tinggi yaitu rata-rata sebesar 8,51 persen. Masalah kemiskinan merupakan masalah yang kompleks karena menyangkut kesejhteraan masyarakat. Sebagian besar tingkat kemiskinan 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat berada di atas batas maksimal yaitu diatas 10 persen. Kemiskinan yang tinggi akan menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pembangunan ekonomi menjadi besar, sehingga secara tidak langsung akan menghambat pembangunan ekonomi. PDRB per kapita atau pendapatan rata-rata rill masyarakat merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menurunkan tingkat kemiskinan, selain itu kemiskinan juga perlu dilihat dari pendidikan dan pengangguran yang merupakan peranan penting proses pembangunan karena berkaitan dengan SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDRB Per Kapita, Pendidikan, dan Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/ Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Jenis data dalam penelitian ini merupakan data panel (time series dan cross section). Observasi data sebanyak 70, selama periode 2009-2013 dan 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel PDRB per kapita mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, artinya setiap kenaikan Rp 1.000 PDRB Per Kapita akan menurukan tingkat kemiskinan sebesar 0,0000197 persen. Variabel pendidikan mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, artinya setiap kenaikan satu tahun pendidikan akan menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0.783035 persen. Sedangkan variabel tingkat pengangguran mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, artinya jika Tingkat Pengangguran mengalami penurunan satu persen, maka tingkat kemiskinan mengalami kenaikan sebesar 0.023685 persen. Kata Kunci : PDRB Per Kapita, Pendidikan, Tingkat Pengangguran, dan Tingkat  Kemiskinan.
TRANSFORMASI STRUKTUR EKONOMI DI PROVINSI DI PULAU JAWA B01111107, Vika Oktaviani Siboro
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi Struktur Ekonomi merupakan perubahan Struktur ekonomi dari sektor tradisional ke sektor yang lebih modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya aliran Produk Domestik Regional Bruto antar sektor ekonomi agar terjadi transformasi struktur ekonomi dan untuk menganalisis besarnya aliran tenaga kerja antar sektor ekonomi agar terjadi transformasi struktur ekonomi di Pulau Jawa selama 10 (sepuluh) tahun dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2013 menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis terhadap perubahan struktur ekonomi di Provinsi di Pulau Jawa tahun 2004 sampai dengan 2013 menggunakan perhitungan Marginal Rate of Substitution (MRS), shift share, Location Quotient (LQ), dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi transformasi struktur ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan sektor tersier di Pulau Jawa selama periode penelitian. Kata Kunci      :Produk Domestik Regional Bruto, Penyerapan Tenaga Kerja, Marginal Rate of Substitution, shift share, Location Quotient (LQ), dan Tipologi Klassen.
ANALISIS PENGEMBANGAN SUB SEKTOR POTENSIAL PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN LANDAK TAHUN 2011-2015 B1011131075, Sri Riskiyanti
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebijakan Desentralisasi dan otonomi daerah memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat di daerah untuk membangun daerahnya secara mandiri. Sektor-sektor ekonomi daerah perlu dikembangkan sebagai sektor potensial. Kabupaten Landak sebagai daerah yang agraris mempunyai peluang yang cukup besar dalam mengembangkan potensi pertanian  yang dimiliki, dengan melihat sub sektor-sub sektor pertanian untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Kabupaten Landak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sub sektor pertanian yang merupakan sub sektor basis dan potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Ladak, dan untuk mengetahui prospek sub sektor-sub sektor pertanian di Kabupaten LandakPenelitian ini menggunakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan, laju pertumbuhan dan Kontribusi sub sektor pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotients (LQ), Klassen Tipologi, Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Overlay dan Trend. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa perkembangan sub sektor Kehutanan dan Penebangan Kayu dan sub sektor Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian di Kabupaten Landak tahun 2011-2015 merupakan sub sektor yang masuk dalam klasifikasi sub sektor cepat maju dan memiliki nilai LQ diatas satu yang menunjukkan bahwa sub sektor tersebut sub sektor basis .jika dilihat dari analisis Model Rasio Pertumbuhan sub sektor Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian sub bagian jasa pertanian dan perburuan bernotasi positif yang artinya kriteria pertumbuhan perekonomian Kabupaten Landak tinggi sedangkan untuk  Sub sektor perikanan merupakan sub sektor yang non basis dan memiliki trend yang negatif. Kata Kunci: PDRB, Sektor Potensial, dan pembangunan ekonomi daerah
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PDRB TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN KABUPATEN / KOTA DI KALIMANTAN BARAT B21111042, Muhammad Dony
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap tingkat pengangguran di Kalimantan Barat dan pengaruh PDRB terhadap tingkat pengangguran di Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Model yang digunakan dalam penelitian adalah model regresi linier berganda dan uji statistik. Dari hasil analisis yang telah dilakukan oleh penulis diperoleh nilai konstanta sebesar 8.020562. Nilai koefisien Adjusted R-Square (R2) sebesar 0.632881 atau 63,28% yang menunjukkan bahwa kemampuan kontribusi atau sumbangan pengeluaran pemerintah dan PDRB terhadap pengangguran di Kalimantan Barat, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel ini.Hasil perhitungan dan analisis data, maka dapat di jelaskan bahwa 1) Pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran di Kalimantan barat, artinya semakin berkurang pengeluaran pemerintah, pengangguran semakin meningkat. Berkurangnya pengeluaran pemerintah menyebabkan tingkat pengangguran terbuka menjadi naik. Nilai koefisien paramater masing-masing pengeluaran ini bersifat inelastis, di mana persentase penurunan dalam tingkat pengangguran lebih kecil dari pada persentase peningkatan dalam pengeluaran pemerintah. Dengan demikian kinerja pemerintah dalam mengalokasikan pengeluaran tersebut belum baik dan 2) PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran di Kalimantan barat, artinya semakin berkurang PDRB, maka pengangguran semakin meningkat, hal ini disebabkan karena sumbangan PDRB tertinggi pada aspek pertanian, aspek pertanian tidak dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga walaupun PDRB naik, tidak diikuti oleh penurunan pengangguran.   Kata Kunci: Pengeluaran Pemerintah, PDRB, Pengangguran
PENYERAPAN TENAGA KERJA DI SEKTOR PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN BARAT B21111054, SAHLIATI
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah tenaga kerja merupakan masalah yang sangat kompleks dan besar. Ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan penciptaan lapangan kerja akan mengakibatkan tingginya angka pengangguran serta mengakibatkan pemborosan sumber daya dan potensi Tenaga kerja.Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena bahwa sektor perdagangan, hotel dan restoran ini memiliki peningkatan disetiap tahunnya tetapi penyerapan tenaga kerjanya masih berada di bawah sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh penyerapan tenaga kerja sektor perdagangan, hotel dan restoran terhadap pertumbuhan ekonomi  kabupaten/kota di Kalimantan Barat periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data panel (cross section dan time series) melalui metode regresi data panel dengan model fixed effects menggunakan alat bantu program Eviews. Observasi data sebanyak 70 pada 14 Kabupaten/kota di Kalimantan Barat selama periode 2010-2014. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyerapan tenaga kerja sektor perdagangan, hotel dan restoran berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota di Kalimantan Barat .   Kata kunci: Tenaga Kerja, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan  pertumbuhan ekonomi.
ANALISIS KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SANGGAU TAHUN 2008-2012 B01108107, Ade Irma Gustica Nasution
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul dari penelitian ini adalah “Analisis Kontribusi Sektor Pertanian Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Sanggau Tahun 2008-2012”.  Tujuan dari penelitian ini adalah  Untuk mengetahui sub sektor pertanian unggulan di Kabupaten Sanggau tahun 2008-2012 dan Untuk menganalisis perkembangan sub sektor unggulan sektor pertanian dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sanggau  tahun 2008-2012. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dan kualitatif yang menggunakan data berupa data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Sanggau. Penelitian ini penulis menggunakan analisis  Location Quotient (LQ) dan Tipologi klassen untuk menjawab permasalahan skripsi ini. Dari penelitian ini didapat hasil bahwa sektor pertanian merupakan sektor basis dan memiliki kontribusi yang besar daripada sektor lainya. Sedangkan sub sektor yang menjadi sub sektor unggulan sektor pertanian selama 2008-2012 adalah sub sektor tanaman perkebunan. Sub sektor perkebunan mempunyai prospek yang baik untuk di kembangkan lebih lanjut, karena hasil produksi dari beberapa tanaman perkebunan merupakan bahan baku industry. Sektor pertanian terutama sub sektor perkebunan berperan besar dalam meningkatkan kehidupan masyarakat khususnya para petani, menciptakan lapangan pekerjaan yang besar, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita di kabupaten Sanggau. Kata Kunci: Kontribusi,Sub Sektor Unggulan dan Pertumbuhan Ekonomi
ANALISIS SISTEM BAGI HASIL PEMELIHARAAN SAPI DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA DI TINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM B1011131050, Nur Hayati
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem bagi hasil dalam usaha pemeliharaan sapi dan sistem bagi hasil yang diterapkan masyarakat Jalan Kebangkitan Nasional Kecamatan Pontianak Utara sesuai dengan konsep bagi hasil dalam perekonomian Islam.Data yang digunakan dalam ini adalah data primer dan skunder yang dihimpun dari jumlah penduduk Jalan Kebangkitan Nasional yang melakukan sistem bagi hasil pemeliharaan sapi.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dengan pendekatan kualitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode purposive sampling. Purposive sampling adalah suatu cara menentukan suatu subjek ataupun objek sesuai dengan tujuan yang akan diteliti, teknik ini biasanya digunakan dalam penelitian yang mempunyai tujuan yang akan dituju yang ditinjau dengan suatu pemikiran serta pertimbangan pribadi, sehingga sesuai dengan tujuan topik yang akan diteliti dalam suatu penelitian.Hasil dari penelitian ini adalah: sistem perjanjian bagi hasil dalam usaha pemeliharaan sapi di Jalan Kebangkitan Nasional terjadi karna dua hal yaitu sistem bagi hasil yang di lakukan secara tertulis dan sistem bagi hasil yang dilakukan dengan cara tidak tertulis. Dan sistem bagi hasil yang diterapkan masyarakat jalan kebangkitan nasional terjadi karena dua factor yaitu, apabila sapi jantan yang dipelihara maka, maka sistem bagi hasil dengan menentukan besar persentase yang diterima kedua belah pihak. Sedangkan jika sapi betina keuntungannya dengan membagi anak sapi, dan pelaksanaan kerjasama pemelihara ternak sapi tersebut syah, karena rukun dan syarat ketentuannya sudah terpenuhi,seperti adanya pemilik modal dan pelaksana modal, modal yang diketahui bersama, usaha yang jelas dan halal karena adanya kesepakatan dalam menentukan persentase hasilnya, akan tetapi ada sebagian kerjasama pemeliharaan sapi tersebut mempunyai kelemahan dari segi hukum, karena dalam perjanjiannya tidak tertulis yang memungkinkan terjadi kecurangan dari salah satu pihak.Kata Kunci: Sistem bagi hasil pemeliharaan sapi, Perspektif Islam
DAMPAK KREDIT PEGADAIAN TERHADAP PENINGKATAN PERKEMBANGAN USAHA PEDAGANG KECIL DIKABUPATEN KETAPANG B01107081, Rachmat Hary Akbar
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study entitled "The Impact of Credit Pawnshop Business Development Toward Improved Small Traders In Ketapang". The problem in this research is how the "Impact Ketapang Pawnshop loans to increase business development for small traders Ketapang", while the purpose of this study to determine the impact of the credit given to the improvement of business development for small traders in the district Ketapang. This research used descriptive method, a method that describes the circumstances that actually occurred. Retrieval of data by using the kueosioner, interviews and observations. Sampling technique with a simple random sample of the total respondents 10% or 46 respondents as a small trader by profession pawnshop customers. The results of the study most of the respondents felt the real impact of the loans granted by the pawnshop, the visible impact of increased income business, assets increased efforts to make their business volume has increased so that the operating profit increased. Key word: Credit, Pawnshop Business, Small Traders
PENGARUH PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KALIMANTAN BARAT B21110026, Muhammad Fajarudin
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kalimantan Barat, masalah ketenagakerjaan merupakan permasalahan yang sangat kompleks dimana pertumbuhan angkatan kerja yang tidak disertai dengan penciptaan lapangan kerja akan mengakibatkan sumber daya dan potensi tenaga kerja menjadi tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa pengaruh penanaman modal dalam negeri dan produk domestik regional bruto terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatori menggunakan data panel (cross section dan time series) melalui metode regresi linier berganda dengan model fixed effect menggunakan alat bantu program Eviews. Observasi data sebanyak 70 pada 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat tahun 2010 sampai 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Barat dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kalimantan Barat. Kata Kunci: Penanaman Modal Dalam Negeri, Produk Domestik Regional Bruto, Penyerapan Tenaga Kerja dan Kalimantan Barat
ANALISIS PERKEMBANGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) SEBELUM DAN SESUDAH DESENTRALISASI FISKAL DI KALIMANTAN BARAT B01106074, Neni Kurniawati
Jurnal Pembangunan dan Pemerataan Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnin Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penyelenggaraan Otonomi Daerah di maksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pembangunan perekonomian di Kalimantan Barat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase PAD terhadap APBD Kalimantan Barat dilihat dari struktur komponen PAD sebelum dan sesudah Desentralisasi Fiskal. Pendapatan asli daerah memiliki komponen PAD yaitu Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Bagian Laba BUMD, Pendapatan Lain-Lain yang Sah. Penelitian ini adalah penelitian berbentuk deskriptif yaitu merupakan suatu bentuk penggambaran fenomena yang terjadi dari subjek penelitian, Model analisis yang digunakan adalah rumus persentase dan rumus kontribusi. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data realisasi penerimaan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota diKalimantan Barat. Dari hasil penelitian di peroleh nilai untuk kontribusi PAD terhadap APBD selama kurun waktu 9 tahun sebelum Desentralisasi Fiskal dalam 7 Kabupaten/Kota yaitu sebesar 4,67% kemudian untuk kontribusi PAD terhadap APBD sesudah Desentralisasi fiskal selama 10 tahun dalam 7 Kabupaten Kota adalah 5,23% yang bearti mengalami peningkatan sebesar 0,56% yang menujukkan meningkatnya atau semakin besar kontribusi PAD terhadap APBD semakin kecil ketergantugan Pemerintah Daerah di Kalimantan Barat terhadap Pemerintah Pusat.

Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Ilmu Ekonomi More Issue