cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Potensi Penerimaan Pajak Hotel Dan Restoran Di Kabupaten Ketapang B61110052, Hairol Saleh
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 7, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.157 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan mengetahui potensi riil pajak hotel dan restoran di Kabupaten Ketapang, serta untuk menghitung tingkat efektifitas, kapasitas dan upaya pajak hotel dan restoran. Pajak hotel dan restoran sebagai salah satu sumber penerimaan pendapatan daerah di Kabupaten Ketapang selama kurun waktu 5 tahun belum memberikan hasil yang signifikan. Dikaitkan dengan perkembangan variable ekonomi dan social seperti tingkat perkembangan PDRB, pendapatan perkapita dan nilai tambah sub sektoral hatel dan restoran, semestinya kontribusi tersebut dapat ditingkatkan. Penentuan target pajak hotel dan restoran yang belum realistis, menjadi salah satu faktor  penyebabnya, sebab target penerimaan yang seharusnya berdasarkan potensi atau kapasitasnya pada umumnya hanya didasarkan perkiraan sehingga penerimaan pajak hotel dan restoran belum optimal. Melalui system dan prosedur pemungutan pajak hotel dan restoran oleh kantor Dinas Pendapatan, pengelolaan Keuangan dan asset daerah akan memiliki pedoman yang objektif dalam penentuan target, dan apabila terjadi kesenjangan antara realisasi dengan target dapat dibuat strategi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak hotel dan restoran.Pendekatan yang dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian tesis ini, terutama untuk mengetahui besarnya potensi riil pajak hotel dan restoran pada tahun tertentu, diproleh dengan cara mengalikan pajak hotel dengan jumlah kamar yang terjual. Tingkat efektifitas dapat dihitung dengan cara membuat perbandingan antara hasil penerimaan dengan target penerimaan serta potensi riil pajak hotel dan restoran sehingga rasio kapasitas pajak (tax-capacity) dan upaya pajak (tax-effort).Berdasarkan hasil hitungan dapat diketahui bahwa potensi riil pajak hotel dan restoran di Kabupaten Ketapang tahun 2010 sebesar Rp. 800 juta lebih dengan tingkat efektifitas berdasarkan target atau tax-capacity-nya rata-rata 104,99 % pertahun. Namun tingkat efektifitas berdasarkan potensi atau tax-effort-nya sebesar 20,11% sehingga masih belum mendorong peningkatan penerimaan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Ketapang. Rendahnya tax-effort disebabkan potensi dan kualitas Sumber Daya Manusia pengambil kebijakan, tidak tranparannya pengelola hotel dan restoran melaporkan hasil perolehannya. Dan masih kurangnya control serta pengawasan terhadap petugas, sebaiknya diberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran Perda pemungutan pajak hotel dan restoran. Dalam pada itu dalam upaya mengoptimalkan penerimaan hotel dan restoran, penentuan target harus disesuaikan dengan besarnya potensi.
KINERJA PEREKONOMIAN KABUPATEN PONTIANAK B61111033, IDA RUSTIANTI
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 2, No 2 (2014): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study has the following objectives: 1) to determine the occurrence of regional economic growth in Pontianak district by using the Shift-Share analysis. 2) To determine the role of economic sectors in Pontianak regency on the economy of West Kalimantan my by using the LQ analysis. 3) To determine whether the optimum of the performance of the economy in Pontianak regency has been able to run optimally or not based on the Klassen typology criteria. This study uses secondary data derived from Sectored Product Domestic Regional Bruto (PDRB)  of West Kalimantan Province and Pontianak District from 2007-2011. This study used a descriptive quantitative approach and explorative study. As to determine what sectors are identified as the leading sectors and to map and formulate the development strategy of the regions’ potential economic sector, the following analytical methods may be used: 1) Klassen typology Analysis, 2) Shift-Share Analysis (SSA) and 3) Analysis of Location Quotient (LQ). The research results which were drawn as a synthesis of this study are as follows: 1) The economic growth in west Kalimantan province experienced the largest increase from 2007 to 2008 which was able to reach at 15.67%. This shows that in the period of 2007-2008 there had been maximization in the sectors sought by West Kalimantan province, especially in agricultural sector, typically in the export and import activities consisting of the sub sectors of food crops, plantation and fisheries. While the economic growth of Pontianak district experienced the largest increase from 2007 to 2008 that was capable of achieving at 14.61%. 2) based on the shift share analysis component, it is found that the economic sector components considered to be competitive in Pontianak regency in the period of 2007 to 2011 are agriculture and electricity, gas, and water. 3) based on the results of the Klassen Typology Analysis, it is found  that if viewed from the economic sector contribution in terms of economic growth in the economic sector, especially in Pontianak regency, it can be seen that the Agricultural sector and the electricity, gas, and water are the primary sectors. 4) based on the analysis of LQ on economic sectors in Pontianak regency, the potential sectors in the district are agriculture and the service sectors. keywords: optimal, sectored performance, the sectored role, industrial competitiveness, Product Domestic regional Bruto (PDRB)
DAMPAK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) TERHADAP KEGIATAN EKONOMISOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT DI DESA PANTOK KECAMATAN NANGA TAMAN KABUPATEN SEKADAU B2052171011, ROBERTHUS ROBBY
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 8, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.538 KB)

Abstract

Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman adalah salah satu desa dari total delapan puluh tujuh (87) Desa di Kabupaten Sekadau. Pada tahun 2015 telah dibangun satu (1) unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)  oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau khususnya di dusun Pantok Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman, yang merupakan pusat Desa. Pembangunan PLTMH dilaksanakan tepatnya di lokasi Riam Batu Jato yang juga merupakan salah satu obyek wisata favorit di Desa Pantok Kecamatan Naga Taman.PLTMH adalah  suatu pembangkit energi listrik yang menggunakan tenaga air dengan kapasitas dibawah 200 KW. PLTMH ini dapat dibangun dari saluran irigasi, air sungai atau air terjun alam, dengan cara memanfaatkan tinggi terjun (head) dan debit air. Keberadaan PLTMH ini, disamping sebagai sumber penerangan  bagi seluruh rumah tangga penduduk di lokasi tersebut, dan juga mendukung tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi dipedesaan, sehingga akan dapat mendorong peningkatan produktivitas penduduk di pedesaan. Oleh karena itu, untuk menggerakan tumbuh kembangnya aktivitas ekonomi, sosial dan budaya masyarakat di daerah pedesaan maka pembangunan PLTMH ini memang perlu mendapat perhatian yang serius dari semua pihak.Dampak dari dibangunnya PLTMH di desa Pantok mendorong masyarakat setempat untuk melakukan berbagai aktivitas di bidang ekonomi, bidang sosial dan budaya. Kegiatan-kegiatan ini disesuaikan dengan kapasitas atau kemampuan masing-masing orang. Disamping itu, semakin tumbuh dan berkembangnya kegiatan-kegiatan tersebut, juga bisa menyerap tenaga kerja yang disesuaikan dengan besar kecil dan kemampuan usahanya untuk membayar upah tenaga kerja yang dipekerjakan pada usahanya tersebut. Dengan demikian, pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga hidro mikro di lokasi air terjun Batu Jato ini, berdampak terhadap aktivitas-aktivitas di bidang ekonomi, bidang sosial, dan bidang budaya masyarakat di desa Pantok. Kondisi ini dapat dilihat dari kegiatan atau aktivitas masyarakat di bidang ekonomi berupa tumbuh dan berkembangnya industri rumah tangga, di bidang sosial berupa aktivitas-aktivitas sosial kemasyarakatan, dan bidang budaya berupa makin panjangnya waktu belajar bagi anak-anak sekolah di rumah pada malam hari, dan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi dari luar. Kata Kunci : PLTMH, Aktivitas Ekonomi, Sosial dan Budaya.DAFTAR PUSTAKA Abdullah. 1992. Ekonomi ketiga dan teori pembangunan. Jakarta: PT. Gramedia pustaka UtamaAfifah Luthfiyah, 2017. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Indonesia.             https://www.kompasiana.com/afifahluthfiya/59a03523516995501a4b5fd4 /pembangkit-   listrik-tenaga-mikrohidrodi- indonesi a. URL (accessed 2.3.18). Ahmadi, A. H. dan Uhbiyati, N. (2001). Ilmu Pendidikan. Jakarta. PT. Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi, 1991, Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis, Bina Aksara, Jakarta. Ahmad Fauzi, 2004, Ekonomi sumber daya alam dan lingkungan: teori dan aplikasi, Gramedia Pustaka Utama Anfridus Andjioe, 2013, Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Hidro Mikro Dalam Upaya Pembangunan Ekonomi Daerah Pedesaan Di Kabupaten Landak, Universitas Tanjung Pura, Pontianak. Andilala, 2018,  Pro-Bisnis Antara Kalbar, Pemakaian BBM di Kalbar "over" kuota,             antaranews.com/berita/367410/pemakaian-bbm-di-kalbar-over-kuota#, 14 November        2018. Arsyad, Lincolin, 2010, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta: Unit Penerbit Dan Percetakan STIM YKPN. BPS Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sekadau Dalam Angka 2018. BPS Kabupaten Sekadau, [Seri 2010] PDRB Kabupaten Sekadau Atas Dasar Harga Konstan      Menurut Lapangan Usaha (Juta Rupiah), 2013-2017, https://sekadaukab.bps.go.id/dynamictable/2018/08/09/56/-seri-2010-pdrb-kabupaten- sekadau-atas-dasar-harga-konstan-menurut-lapangan-usaha-juta-rupiah-2010-            2017.html , diakses pada 08 Juni 2019.BPS Kabupaten Sekadau, Kecamatan Nanga Taman Dalam Angka 2018, 1102001.6109020        Nomor Publikasi : 61090.180,  Tanggal Rilis 26 September 2018,            https://sekadaukab.bps.go.id/publication/2018/09/26/53f10e96897c2d4cd66d7784/kecam   atan-nanga-taman-dalam-angka-2018.html.Badan Penelitian Dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum, 2011, Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Tehnologi Mikro Hidro Berbasis Masyarakat, Jakarta: Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum.Blakley & Bradshaw. 2002. Planning local econo-mic development, theory and practice. Califor-Blair, John P, Local Economic Development Analysis and Practice, Sage Publication Inc. California 1995.Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS), konsumsi BBM Nasional pertahun, http://www.bphmigas.go.id/konsumsi-bbm-nasional, 15218. Bratakusumah, D. S., Solihin, D. (2002 Otonomi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Jakarta: PT. Gramedia Utama Pustaka Utama. Budiharsono, Sugeng. 2001. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Jakarta: Pradnya Pramita. Christiawan, Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia, Nomor 6, Juni 1994, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, 1994. Cooper, David, R. dan Donal Emory, 1996. Metode Penelitian Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT.Erlangga. David, Fred R. (2004). Manajemen Strategis: Konsep-konsep (Edisi Kesembilan). PT Indeks Kelompok Gramedia. Dian Lorinsa, 2018, PLTMH Silangkitang Tambiski, Terbesar di Tapanuli Selatan Wujud Energi             Berkeadilan,http://ebtke.esdm.go.id/post/2018/02/25/1892/pltmh.silangkitang.tambiski.               terbesar.di.tapanuli.selatan.wujud.energi.berkeadilan. Emil Salim, 1990, Konsep Pembangunan Berkelanjutan, Gramedia, Jakarta. Fitrin D.W, 2010, Desa Mandiri Energi, Solusi Perekonomian Indonesia di Abad 21. (Terhubung Berkala), http://www.kamase.org/?p=954. 29 Juni 2012. Hardjomuljadi, Sarwono dan Siswoyo, Sriyono D, 2008, Development of Mini/ Microhidro Power Plan for Rural Electricity in Indonesia. Helming, A.H.J. 2003. Local Economic Development New Generations of Actors, Policies, and Instruments for Africa.Public Administration and Development. http://www.slideshare.net/visualbeeNetwork/konseppengembangan-ekonomi-lokal-10175987 Nov 15, 2011. https://akuntanonline.com/contoh-kegiatan-ekonomi// Diakses 19 April 2018.Jhingan, M.L. 2000. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Cetakan Kedelapan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Laporan Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia 1990, Jakarta. Koentjaraningrat, 1974, Kebudayaan, Mentalitet, Dan Pembangunan. Jakarta, Gramedia. Kuncoro,  Mudrajad, 2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Jakarta: PT. Erlangga. ILO Kantor Perburuhan Internasional, 2005, “Pembangunan Ekonomi Lokal dalam Situasi Pasca Krisis”, Panduan Operasional”. Mairi, Kristian; Tira, Laode Asir dan Iwanuddin, 2010, Penelitian Pengembangan Mikro Hidro Elektrik  Dengan Pemanfaatan Hasil Air DAS di Sulawesi Utara, Menado: Universitas Sam Ratulangi. Mikael Agustinus, 2017, Mengintip Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Pelosok NTB,        detik finance energy, https://finance.detik.com/energi/d-3487859/desa-di-pelosok-ntb-ini- tak-lagi-gelap-gulita-di-malam-hari.Muhammad, Nasir. 1993. Metodologi Penelitian. Jakarta : PT Rosda Karya. Muhammad, Nasir. 1999. Metode Penelitian. Jakarta : PT Ghalia Indonesia. Nathan Raman and Ibrahim Hussein, 2010, Reconnaissance Study to Identify Micro Hydro Potential Sites in Malaysia, European Journal of Scientific Research ISSN 1450-216X Vol.41 No.3 (2010), pp.354-372. Novianti, Dwi Lestari, 2008, Evaluasi pada Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Wangan Aji di Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah, Semarang: Universitas Diponegoro. Nugroho, Hunggul YSH & M Kudeng Sallata, 2015, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Panduan Lengkap Membuat Sumber Energi Terbarukan Secara Swadaya, Yogyakarta, Andi. Pemerintah Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau, 2019, Profil Desa Pantok 2019. Permadi A. 2011. Sistem kelembagaan dan nilai kebersediaan membayar masyarakat terhadap keberlanjutan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Cisalamar (studi kasus Desa Cipeteuy, Kabupaten Sukabumi) [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Pezzey, J. 1992, Sustainable development concepts : an economic analysis, World Bank environment paper ; no. 2. Washington, DC.  Porter, Michael. 1996. What is Strategy?. Harvard Business Review hal .61-79 Prasetyo. 2006. Pengelolaan Hutan System Masyarakat http://adhiprasetyo. blogspot.com/2006/ 04/ .html. Purwaningtyas, Erna Safitri, 2008, Studi Gender dalam Program Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) bagi Rumah Tangga Miskin, Semarang: Universitas Diponegoro Purwanto, 2011. Analisis Finansial dan Ekonomi Pembangkit Listrik Mikrohidro Pada Beberapa Lokasi di Provinsi Jawa Tengah Indonesia, Semarang: Universitas Diponegoro Rustiadi, Ernan; Saefulhakim, Sunsun; dan Panuju, Dyah R, 2011, Perencanaan Dan Pengembangan Wilayah, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor. Samulson, PA. (1985). Ekonomi . Jakarta: Erlangga Singarimbun, Masri dan Effendi, Sofyan, 1997, Metode Penelitian Survey, LP3ES, Jogyakarta. Schumacher, E. F, 1973, Smaal is Beautiful, London: Blond & Briggs. Silalahi, TB, et.al., 1995.  Otonomi Daerah Peluang dan Tantangan,  PT Sinar Agape Press, Jakarta. Sinaga, Jorfri B, 2009, Perancangan Turbin Air Untuk System pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (Studi Kasus Desa Way Gison Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat). Soegiyono, 2007, Metode Penelitian Bisnis, Jakarta, PT. Elex Media Komputindo. Sugiyono, Agus, 2009, Pemberdayaan pada Masyarakat dalam  Mengelola Potensi Sumberdaya Air melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mini/Mikro Hidro Sukirno, Sadono, 1981, Beberapa Aspek Dalam Persoalan Pembangunan Daerah, Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI Suparno, A.Suhaenah. 2001. Membangun Kompetensi Belajar. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi : Departemen Pendidikan Nasional. Suparmoko, 1997, Ekonomi Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, Suatu Pendekatan Teoritis, Yogyakarta: Balai Penerbit FE, UGM Supianto, Silvester Ansel Urep, Windhu Putra, 2014, Pengembangan Sektor Ekonomi Daerah      Tertinggal di Provinsi Kalimantan Barat, Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan       2017, Vol. 6, No. 3.  Sutamihardja, 2004 Perubahan Lingkungan Global, Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan  Sekolah Pascasarjana; IPB Wahyu Putri Pranotoningtyas, PLTMH, Solusi Kebutuhan Listrik di Daerah Terpencil, https://pranotoningtyas.wordpress.com/2017/08/20/pltmh-solusi-kebutuhan-listrikdidaerah-terpencil/, 20 Agustus 2017.  Wikepedia, “ Pertumbuhan Ekonomi “ensiklopedia bebas, diakses pada tanggal 14 Juni 2019. http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi.
PEMILIHAN PUSAT KEGIATAN LOKAL DI KABUPATEN KETAPANG PROPINSI KALIMANTAN BARAT B61110057, RULLY OKTARIADHY
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 3, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to select the territories District in Ketapang that should be used as centers of local economic growth and establishing zones Local Activities Center (PKL) in Ketapang in West Kalimantan. Ketapang is one district that were taken into account in the system of national and regional spatial layout system in West Kalimantan and has several important positions in the status Ketapang district in regional. Centers of economic growth in Ketapang expected impact on improving equity in the welfare of the people through development. To achieve these goals one in the travel path is to choose the centers of economic growth in Ketapang that will accelerate the growth of the surrounding areas. The analytical tool used in the study is Scalogram Analysis, Analysis of Interaction or Gravity, Focus Group Discussion (FGD) and Approach Advantages Agglomeration. The results showed that in Ketapang has a center of economic growth in the District Delta Pawan as a Regional Activity Center (PKW) and the District Kendawangan, District Manis Mata, District Simpang Sandai and Hulu as the Local Activity Center (PKL). Where the dynamics of the economy in Ketapang increasingly shifted to the Agribusiness sector. This happens due to the area and natural resources owned by the Ketapang District is very diverse.
ANALISIS SEKTOR BASIS DAN PERGESERAN STRUKTUR PEREKONOMIAN KABUPATEN SEKADAU HARSONO, BAYU DWI
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 1, No 1 (2013): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The title of this research is the analysis of the basis sector and the shift in economic structure Sekadau District. District Sekadau born with the issuance of the Constitution Act number 34 in 2003 about the formation of the Sekadau District and Melawi District in West Kalimantan. Successful development Sekadau district can be seen from the growth of the economy itself that can be known through Gross Domestic Product growth in time series from year to year. Through GDP seen what sectors are the basis of the economy in Sekadau District . District Government to take appropriate steps in the process of further development. The analysis tools are Locations quotients (LQ) analysis. The shift in economic structure Sekadau District to determine the extent of the growth of regions, economic sectors which are growing faster than similar sectors in the higher areas and which sectors have a higher competitiveness than similar sectors in West Kalimantan . analysis tools is Shift-share analysis Then to know which sectors are a priority to be developed and where the potential for more developed, which sectors are advanced but depressed and left.The analysis tools are Quotients Klassen analysis. Based on the results of the analysis of the base economic sectors in the District Sekadau is agriculture and mining and quarrying.While the sectors are growing faster than similar sectors in the province of West Kalimantan were mining and quarrying; building sector; transport and communications; finance, leasing and service companies as well as sector services. Sectors that have a higher competitiveness than similar sectors in West Kalimantan is the agricultural sector; electricity, gas and water supply; construction sector, as well as trade, hotels and restaurants.While the economic sector is a priority to develop the agricultural sector; electricity, gas and water supply; sectors of construction and trade, hotels and restaurants. Keywords: Base sector, shifting the economic structure as well as the priority economic sectors
ANALYSIS OF LAND AND BUIDING TAX COLLECTION IN PONTIANAK CITY (CASE STUDY IN KOTA BARU VILLAGE, SOUTH PONTIANAK SUB-DISTRICT) B61111019, MUTIA SARI TILAWANI
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 4, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is entitled “Analysis of Land and building tax collection in Pontianak city (Case Study In Kota Baru Village, South Pontianak Sub-district)’’. The problembs formulated in this research come from the fact that target of Land Building tax (PBB) set by the Pontianak City Government especially Kota Baru Village, South Pontianak Sub-district, has  not been archived. This the result of the fee collection system applied by Kota Baru Village. This research seeks to examine a number of Aspectsthat are closely related with it, namely: tax collection counducted with the Principle of ease of Administration that discusses certainty, efficiency, convenience and simplicity. Data were obtained using snow ball samplingof key informants who provided detailed information. The collection of research materials was conducted thro in-depth interviews, observations and documentation. The research findings show that the tax collection system still relies on the presence of taxpayers to process of their own administration at the tax and Revenue office with regard to tax subject, tax object, and PBB payers. This reduced the efficiency of tax collection. Tax collection can run wellwith a network development system related to Land and Building tax (PBB) which is connected to BPN, The Agency for licensing Servisces and Investment.
ANALISIS PENGARUH PDRB, SUKU BUNGA, TINGKAT INFLASI DAN KURS VALUTA ASING TERHADAP SIMPANAN MASYARAKAT PADA BANK UMUM DI KALIMANTAN BARAT ME, YENNY HENDRA
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 1, No 1 (2013): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research intent to know PDRB'S influence, rate of interest, inflationrate and foreign currency rate to society trove (DPK) on public banks at WestKalimantan. Data type that is utilized as time series's data, taken from byStatistical Write-up Data of Bank Indonesia, namely of Write-up Quarterly up to 8years, of year 2004 2011, with data amount 32 moons. Analisis's tool that isutilized is analisis correlation and Multiple Regression, with OLS'S method, andClassical Assumsi Analisis. The Result observationaling to point out that: 1 ) PDRB (X1) havingpositive influence to DPK, pointed out by X1's regression coefficient as big as3.063. 2) Kurs of Dollar Rate point (X2) having positive influence to DPK, withX2's regression coefficient as big as 0.201. 3) Inflation Rates (X3) having positiveinfluence to DPK, with X3's regression coefficient as big as 0.001. 4) DepositosRate Zooms (X4) having negative influence to DPK, with regression coefficientas big as 0.002. Its mean each depositos rate ascension as big as 1% thereforesociety trove amount (Y ) experience decrease as big as 0.002 percent. The result count of simultan correlation, known by determinant coefficientpoint (R2) = 0,958. Its mean as a whole variation which happens on independentvariable (PDRB, Rate Of Interest zoom, Inflation rate) word or regarding oravailable simultan's relationship to dependen's variable (DPK) as big as 96%,meanwhile, its rest (4%) worded by other variable. Meanwhile of yieldingsignifikansi's quiz partial, known just PDRB that influential signifikan to DPK, ontrusty zoom 95%(? 5%). Its mean just PDRB that significant for developing tofoot up DPK on public banks at Time former Western. Meanwhile of yieldingsignifikansi simultan's quiz (Quiz f) conclude that variable fourth free (rDeposito,rTabungan, Rate, PDRB, Inflation) influential together signifikan to Dependent Variable (DPK).Key word : DPK, PDRB, Kurs Valuta Asing, Inflasi, Suku Bunga
VALUASI EKONOMI EKOSISTEM MANGROVE DI KABUPATEN MEMPAWAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT: PENENTUAN LUAS OPTIMAL KEGIATAN BUDIDAYA TAMBAK UDANG VANNAMEI INTENSIF B2052151001, MUHAMMAD HUSNUL AINI
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 5, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.711 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem penyangga wilayah pesisir yang harus dijaga dan dilestarikan, namun demikian ekosistem mangrove di wilayah pesisir juga dapat dimanfaatkan guna kepentingan pembangunan. Untuk itu perlu dilakukan valuasi ekonomi yang komprehensip terhadap ekosistem mangrove dan pemanfaatannya ditinjau dari aspek finansial, lingkungan dan sosial ekonomi dengan menggunakan konsep asuransi.Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui dan menganalisis berapa besar nilai manfaat bersih kegiatan budidaya Tambak udang di Kabupaten Mempawah, jika dilakukan dengan mengkonversi kawasan hutan mangrove, apabila valuasinya dilakukan berdasarkan konsep nilai asuransi dengan pendekatan HHCA. 2) Mengetahui dan menganalisis berapa besar nilai manfaat bersih mempertahankan ekosistem hutan mangrove di Kabupaten Mempawah jika tidak dikonversi menjadi tambak udang, apabila valuasinya dilakukan berdasarkan konsep nilai asuransi dengan pendekatan HHCA.3) Mengetahui dan menganalisis kelayakan luas kawasan budidaya tambak udang di Kabupaten Mempawah apabila kegiatan tersebut dilakukan dengan mengkonversi kawasan hutan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan budidaya tambak udang vannamei intensif tidak layak untuk dilakukan dengan jalan mengkonversi ekosistem mangrove. Jika hal ini dilakukan, maka kan menimbulkan kerugian terhadap lingkungan dan sosial ekonomi dengan Net Present Value (NPV) sebesar Rp. (350,761,634,627)/Ha selama 10 tahun. Sementara jika mempertahankan ekosistem mangrove maka akan diperoleh manfaat bersih sebesar Rp. 68,893,201,352 /Ha selama 10 tahun.Konversi ekosistem mangrove menjadi tambak udang vannamei masih dimungkinkan dengan batas luasan tertentu. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan pendekatan Social Economi Environtment Indeks (SEECI) maka total luas ekosistem mangrove yang dapat dimanfaatkan sebagai tambak udang di Kabupaten Mempawah adalah seluas 109.09 Ha dan luas ekosistem yang harus di pertahankan adalah seluas 555.42 Ha. Dengan menggunakan komposisi luasan ini, dampak kerusakan lingkungan dapat diimbangi dengan luasan ekosistem mangrove yang dipertahankan, sehingga pembangunan dapat dijalankan dengan tetap memperhatikan asas sustainabilitas bagi lingkungan dan sosial.Kata Kunci: Ekosistem mangrove, Valuasi ekonomi, Pembangunan, Konsep asuransi, Tambak udang, Wilayah pesisir, Keberlanjutan.
PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KETAPANG B61110065, FAINI RASYIDA
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 2, No 2 (2014): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The  proposition  of  work  plans  and budgets of Health Departemen in  allocating cost based on the amount  of  budget in the  current or previous year added with certain percentage is not  based  on  the standart expenditure and standart costs and it still has a program which overlaps resulting in waste costs.. This study aims to determine the process of performance-based budgeting at Health Departemen of Ketapang Regency This a qualitative study using case design. The staudy was conducted at analysis unit of Health Departemen of Ketapang regency. The variables of this study are service planning team,,executive and legislative budget team, the compentence of budget planners, the duties and function, the strategic plan, the annual working plan,public policy, interim budget priorities and funding ceilings of local government budget or PPAS APBD , standart analysis of expenditure, and work plans and budget or RKA/ Budget implementation document or DPA . This stady used in – depeth interview, open questioner and triangulation techniques for collecting data The  proposition  of  plan and budgets has  not  involved the entire    budget planners yet due to lack of the competence of human resources,particularly in terms of technical matter. The compostion of work plans and budget in relation to determining the amount of costs has not been based on standard expenditure analysis resulting in the remains of 2007 budget. The component of duties and function are not entirely included in annual strategic plans/work plans. The program/actinities in strategic plans/ work plans are not in accordance with RKA/DPA of 2008. The quality of public policy and PPAS APBD is consistent to  program/acivities in RKA/DPA of year 2008. The time realization of the use of 2008 budget is accurate and it is accordance with the regulation of home affair minister or Permandagri number 13 year 2006 The proposition of RKA has not involved the entire budget planners. There is lack of competence of human resources, particularly in terms of technical side. The component of the duties and functions has not entirely been included in annual strategic plans/ work plans are not in accordance with RKA/ DPA year 2008. The qualityof public policy and PPAS APBD in health is accordance with RKA/DPA year 2008. The time reazlization of the use of 2008 budget is accurate and it is accordance with the regulation of home affair minister or permendagri Number 13 year 2006
EFEKTIFITAS KEGIATAN SARANA/PRASARANA DAN SIMPAN PINJAM KELOMPOK PEREMPUAN (SPP) PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM MPd) DALAM PEMBANGUNAN DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA B61112009, NURHAYATI
Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol 7, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA MAGISTER ILMU EKONOMI
Publisher : Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Kegiatan Sarana/Prasarana dan SPP PNPM MPd di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sangat perlu dikaji secara rinci terlebih mengenai ketepatan program PNPM MPd dalam upaya memberikan kontribusi pembangunaan desa agar masyarakat dapat memperoleh fasilitas yang memadai agar roda usaha dari segala sektor dapat berjalan dengan mudah, sehingga sangat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif. Dengan variable penelitian : 1. Untuk kegiatan sarana/prasarana menggunanakan indicator tepat waktu, tepat biaya, dan tepat jumlah (unit). 2. Untuk kegiatan Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) menggunakan indicator Tepat jumlah Pengembalian Dana Bergulir. Perhitungan kegiatan sarana/prasarana dari tahun 2011-2015 berdasarkan indicator dengan membandingkan Realisasi dengan Target. Hasil rekapitulasi dapat dikelompokkan menjadi lima (5) kriteria  yaitu  sangat  efektif, efektif,  cukup  efektif,  kurang  efektif,  dan  tidak  efektif. Perhitungan kegiatan SPP dari tahun 2011-2015 berdasarkan indicator dengan membandingkan Realisasi dengan Target. Hasil perbandingan dapat dilihat rasio keberhasilan, semakin besar rasio keberhasilan akan semakin efektif, standar minimal rasio keberhasilan adalah seratus persen. Dan untuk mengetahui efektivitas PNPM MPd dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menggunakan tanggapan responden sebanyak 77 orang sebagai sampel dari populasi sebanyak 337 orang.Berdasarkan analisis efektifitas dalam penelitian ini, untuk kegiatan sarana/prasarana dimana indicator ketepatan waktu yang memenuhi syarat ada sebanyak 98%, indikator ketepatan biaya yang memenuhi syarat ada sebanyak 100%, indikator ketepatan dimensi yang memenuhi syarat ada sebanyak 100 %, ketepatan jumlah yang memenuhi syarat ada sebanyak 100%. Sehingga PNPM MPd pada kegiatan sarana/prasarana berdasarkan indicator ketepatan waktu, indikator ketepatan biaya, ketepatan dimensi, indikator ketepatan jumlah sudah efektif. Untuk kegiatan SPP berdasarkan indikator jumlah pengembalian dana bergulir maka dihasilkan rekapitulasi 100,6 % atau rasio keberhasilan adalah lebih seratus persen adalah kegiatan ini berjalan sangat efektif. Sedangkan tanggapan responden PNPM MPd dalam pembangunan lebih dari 60% atau baik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga lebih dari 60% atau baik.