cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): April" : 6 Documents clear
Kombinasi Tepung Wortel (Daucus carota L.) Dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata D.) Terhadap Kecerahan Warna Ikan Komet (Carassius auratus) Mariani Pangulu; Wellem H. Muskita; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.642 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i2.14839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung wortel dan tepung labu kuning dalam pakan terhadap kecerahan warna ikan komet (Carassius auratus). Tiga pakan formulasi mengandung kombinasi tepung wortel (TW) dan tepung labu kuning (TLK) yakni 10%TW:0% TLK (Pakan A) , 0% TW:10% TLK (Pakan B) dan 5% TW:5%TLK (Pakan C) dan pakan komersil (Pakan D) diberikan pada ikan komet sampai kenyang sebanyak dua kali sehari selama 40 hari.  Parameter yang diukur adalah kecerahan warna ikan komet, pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup. Kecerahan warna ikan diamati setiap 20 hari sekali menggunakan Toca Colour Finder dan 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna orange tertinggi pada akhir penelitian didapatkan pada ikan komet yang diberi pakan B dengan nilai 5.14 dan diikuti oleh ikan yang diberi pakan A 10% TW, pakan C 5% TW+5%TLK dan pakan D komersil dengan nilai masing-masing sebesar 4.80, 4.71 dan 3.26. Kecerahan warna putih tertinggi pada akhir penelitian didapatkan pada ikan komet yang diberi pakan A dengan nilai 4.08 dan diikuti oleh ikan yang diberi pakan C, pakan B dan pakan D dengan nilai masing-masing sebesar 3.85, 3.71 dan 3.05.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung wortel dan tepung labu kuning dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna orange dan putih pada ikan komet.Kata kunci: tepung wortel, tepung labu kuning, ikan komet, pewarnaan ikan.
Pengaruh Sumber protein berbeda pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (Portunus pelagicus) Jarfin Jarfin; Agus Kurnia; Muhaimin Hamzah; Wellem H. Muskita; Oce Astuti
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.16186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung limbah ikan cakalang (TLI), tepung ikan (TI) dan tepung keong bakau (TKB)  dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (P. pelagicus) yang dipelihara pada keramba jaring apung. Tiga jenis pakan yaitu pakan A (26% TLI + 20 TI + 20% TKB), pakan B (20% TLI + 26 % TI + 20% TKB), dan pakan C (20% TLI + 20% TI + 26% TKB) diberikan pada benih rajungan selama 60 hari pemeliharaan. Sebanyak 60 ekor benih rajungan (bobot awal : 58,02±4,23 g) dipelihara dalam 12 wadah (3 ekor per wadah) dan diberi pakan dua kali sehari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM) ,panjang dan lebar karapaks,  laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup rajungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi sumber protein yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap PM, panjang karapaks, LPS dan kelangsungan hidup rajungan. PM rajungan berkisar 7,67-10,02 g, panjang karapaks berkisar 0,31-0,41 cm, lebar karapaks berkisar 0,31-0,39 cm, LPS berkisar 0,19-0,64% dan kelangsungan hidupnya 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung ikan, tepung limbah ikan cakalang dan tepung keong bakau dengan komposisi yang berbeda dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (Portunus pelagicus)Kata kunci: Pakan formulasi, pertumbuhan, sumber protein berbeda, rajungan, Portunus pelagicus
Efek Pakan Tepung Limbah Ikan Cakalang, Kepala Udang Dan Keong Bakau Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Rajungan (Portunus pelagicus) Armin Armin; Agus Kurnia; Oce Astuti
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.15252

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah ikan cakalang (TLIC), tepung kepala udang (TKU) dan tepung keong bakau (TKB) dalam pakan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan di karamba jaring apung.  Pakan yang di buat terdiri dari tiga jenis yaitu:  26% TLIC + 20% TKU + 20% TKB (Pakan A), 20% TLIC + 26% TKU + 20% TKB (Pakan B) dan 20% TLIC + 20% TKU + 26% TKB (Pakan C) diberikan dua kali sehari selama 60 hari pemeliharaan. Sebanyak 24 ekor rajungan (bobot awal : 19,33 ± 4,29 g) ditempatkan kedalam 12 waring (dua ekor setiap waring) berukuran 45 cm × 45 cm × 100cm. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS), panjang dan lebar karapaks dan tingkat kelangsungan hidup. PM rajungan tertinggi didapatkan pada kelompok rajungan yang diberi pakan yang mengandung 20% TLIC + 20% TKU + 26% TKB sebesar 32,93 g. LPS rajungan uji berkisar antara 0,20 – 1,45%, lebar dan panjang karapaks masing masing berkisar antara 0,28 – 0,32 cm dan 0,20 – 0,30 cm, dan tingkat kelangsungan hidup rajungan mencapai 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa  20% TLIC + 20% TKU + 26% TKB dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan yang dipelihara dalam karamba jaring apung.Kata Kunci: Tepung kepala ikan cakalang, tepung kepala udang, tepung keong bakau, Rajungan.
Studi Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Yang Diberi Pakan Keong Bakau Dan Keong Mas Segar Yang Dipeliharan Pada Sistem Sirkulasi Jumarlin, Jumarlin; Kurnia, Agus; Astuti, Oce; Yusnaini, Yusnaini; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.15245

Abstract

Studi Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Yang Diberi Pakan Keong Bakau (Telescopiumtelescopium) Dan Keong Mas (Pomaceacanaliculata) Segar Yang Dipeliharan Pada Sistem Sirkulasi.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi pertumbuhan kepiting bakau (scylla serrata) yang diberi pakan keong bakau dan keong mas segar yang dipelihara pada sistem sirkulasi. Penelitian ini menggunakan 3 jenis pakan segar yakni keong bakau (Pakan A), perlakuan B keong mas (Pakan B) dan campuran antara keduannya (keong bakau dan keong mas) sebagai pakan C. Sebanyak 18 ekor kepiting bakau (bobot awal 60-90 gram) ditempatkan ke dalam 18 bua wadah plastik dan dipelihara menggunakan sistem resirkulasi. Kepiting bakau diberi pakan sebanyak 2 kali sehari ( jam 8.00 dan 17.00) sebanyak 10% dari bobot tubuh selama 60 hari pemeliharaan. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik (LPS), panjang dan lebar karapaks, serta tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis pakan segar yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan panjang dan lebar karapaks serta tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak kepiting uji berkisar antara 14,83-29,33 gram, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,26-0,49%, panjang karapaks berkisar 0,37-0,52 cm, lebar karapaks 0,27-0,55 cm dan tingkat kelangsungan hidup berkisar 83,33-100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian pakan keong bakau segar, keong mas segar dan campuran keduanya dapat meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau (S. Serrata) yang dipelihara pada sistem sirkulasi.Kata Kunci : Kepiting Bakau, Pertumbuhan, Sintasan, Keong Bakau Dan Keong Mas.
Pengaruh Lama Pemberokan yang Berbeda Sebelum Transportasi Terhadap Kelulushidupan dan Glukosa Darah Ikan Capungan Banggai (Pteropogon kauderni Walter Kaudern) Harmin, Harmin; Nur, Indriyani; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.17029

Abstract

Tingkat mortalitas yang cukup tinggi masih menjadi masalah dalam pengangkutan ikan hias hidup.  Salah satu faktor yang mempengaruhi stress dan mortalitas ikan adalah pemberokan sebelum transportasi dilakukan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemberokan yang berbeda sebelum transportasi terhadap kelulushidupan dan glukosa darah ikan capungan (P. kauderni). Penelitian ini menggunakan empat perlakuan pemberokan yakni 0, 12 , 24 dan 36 jam dengan 2 ulangan untuk setiap perlakuan.  Hewan uji yang digunakan adalah ikan dengan panjang rata-rata 4.0 ± 1.0 cm dan berat rata-rata  4.0 ± 1.0 g. Total hewan uji yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah 64 ekor (5 ekor/akuarium). Setelah pemberokan ikan diangkut selama 3 jam dengan jarak tempuh 76 km.  Parameter yang diamati yaitu glukosa darah dan tingkat kelangsungan hidup setelah transportasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa lama pemberokan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap glukosa darah ikan capungan banggai setelah transportasi namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup. Glukosa darah terendah ditemukan pada ikan dengan lama pemberokan 12-24 jam. Tingkat kelangsungan hidup pada semua perlakuan yang diberikan yakni 100%.  Penelitian ini menunjukkan bahwa masa pemberokan terbaik yakni 12-24 jam untuk jarak transportasi pendek sampai dengan 76 km. Kata kunci: stress, pemberokan, capungan Banggai, transportasi
Perbandingan Laju Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii yang Dipelihara dengan Longnet dan Wallnet di Pantai Lakeba, Kota Bau-Bau Husain, La Ode Kadir; Ruslaini, Ruslaini; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.15570

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu jenis komoditas unggulan perikanan budidaya Indonesia dengan nilai ekonomi  yang kompetitif baik di pasar domestik maupun pasar luar negeri. Salah satu jenis rumput laut yang banyak dikembangkan masyarakat pesisir adalah spesies Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju pertumbuhan rumput laut K. alvarezii yang dipelihara dengan media longnet dan wallnet. Penelitin ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2019 yang bertempat di perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Berat bibit awal rumput laut yaitu 20 g dengan 20 ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t (Independent sample t-test) Hasil penelitian menunjukan laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii pada perlakuan longnet memiliki laju pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata 6,37%/hari, 5,20%/hari, 4,58%/hari, 4,14%/hari, 3,80%/hari, 3,52%/hari sedangkan pada perlakuan wallnet memiliki laju pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata, yaitu 7,43%/hari, 5,73%/hari, 4,77%/hari, 4,02%/hari, 3,63%/hari, 3,31%/hari. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukan bahwa perlakuan yang digunakan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik rumput laut K. alvarezii antara media longnet dan media wallnet.Kata Kunci: Kappaphycus alvarezii, metode longnet, metode wallnet, laju pertumbuhan spesifik, pantai Lakeba

Page 1 of 1 | Total Record : 6