cover
Contact Name
Mastariyanto Perdana
Contact Email
jurnalteknikmesin.itp@gmail.com
Phone
+6285263327529
Journal Mail Official
jurnalteknikmesin.itp@gmail.com
Editorial Address
https://jtm.itp.ac.id/index.php/jtm/about/editorialTeam
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20894880     EISSN : 25988263     DOI : https://doi.org/10.21063/jtm
JTM is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on mechanical engineering and other related topics. All papers are peer-reviewed. JTM is managed to be issued twice in every volume (April and October). The Scope of JTM is: Energy Science and Engineering Applied Mechanics and Materials Design, Manufacturing and Product Development Control, Instrumentation and Robotics
Articles 247 Documents
PENGARUH VARIASI LAMA PENGERINGAN PAVING BLOK DENGAN PENAMBAHAN 5% FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN (BINDER PT.X) Nurzal; Adriansyah
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.127-132

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi lama pengeringan dengan penambahan 5% berat fly ash pada pembuatan paving block melalui pengujian kuat tekan. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash untuk campuran dan meningkatkan kualitas paving block (bata beton). Komposisi yang digunakan untuk membuat paving block yaitu 100% paving block (semen + pasir + air) dan 95% paving block (semen + pasir + air) ditambah 5% fly ash dengan variasi pengeringan 7, 14, 21, 28 dan 35 hari. Hasil penelitian didapatkan paving block dengan komposisi 5% berat fly ash mempunyai kuat tekan lebih tinggi dari 0% berat fly ash (100% paving block). Kondisi optimal didapat pada komposisi 5% berat fly ash dengan lama pengeringan 35 hari rata – rata kuat tekan 18,8 MPa Menurut SNI 03-0691-1996 dapat digolongkan pada mutu B untuk pelataran parkir.
PENGOPERASIAN KEMBALI RIBUAN KINCIR AIR DI SUMATERA BARAT MELALUI PENGEMBANGAN SISTEM KINCIR TEKNOLOGI CROSS FLOW (KATCF) Asep Neris Bachtiar; Gamindra Jauhar; Hendri Sawir
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i1.1-7

Abstract

Not water wheel operation of thousands of them in West Sumatra caused by many conditions that have an old windmill and broken while the quality of wood raw material to rebuild the water wheel increasingly difficult to obtain even if there are very expensive. In an effort to facilitate community rebuild water wheel plant, researchers had the idea to make modifications to the system of wheel revolution. In the process of this research turbine modification will replace the wood material into a material such as steel plate steel, U steel, steel elbow, steel shaft and are easily available in the market at affordable prices. Besides, in this modification process will adopt a touch of cross flow turbine technology to be applied to the wheel under study. From the results of testing the efficiency of prime movers KATCF known trend of relatively constant efficiency for each of the percentage change in discharge initiated discharge 25% to 100%. The percentage of discharge 100% or 100 liters/s obtained an efficiency of 51%. Thus, the quality of prime movers KATCF built quite satisfactory and can be proud of.
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN SWATANTRA SEBAGAI LANGKAH AWAL PENERAPAN MAINTENANCE TOTAL SOLUTION PADA MESIN PERKAKAS DI LABORATORIUM TEKNOLOGI PRODUKSI UNIVERSITAS Hendri Van Hoten
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i1.8-11

Abstract

Penelitian ini berhubungan dengan Pelaksanaan Pemeliharaan Swatantra Sebagai Langkah Awal Penerapan Maintenance Total Solution. Misi departemen produksi adalah untuk memproduksi barang- barang produksi yang bagus dengan harga yang murah dan cycle time secepat mungkin. Salah satu tugas pentingnya adalah mendeteksi dan mengatasi kelainan peralatan secara ketat dan tepat, dimana ini merupakan sasaran dari pemeliharaan yang baik. Pemeliharaan swatantra mencakup beberapa aktifitas yang dilakukan oleh departemen produksi yang memiliki suatu fungsi pemeliharaan dan bermaksud untuk menjaga operasi pabrik secara efisien dan stabil untuk memenuhi perencanaan dalam produksi. Gangguan kegiatan proses produksi dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor, yaitu faktor manusia (operator), mesin itu sendiri dan lingkungan sekitarnya. Kondisi mesin merupakan faktor penting dalam rangka menjaga performance mesin ketika beroperasi. Keterbatasan pegawai maintenance dalam suatu perusahaan untuk menjaga kondisi mesin merupakan kendala dalam melakukan kegiatan pemeliharaan. Sehingga kondisi ini bisa diatasi dengan penerapan pemeliharaan swatantra yang merupakan salah satu bagian dari penerapan Maintenance Total Solution. Penelitian ini merupakan sebuah studi literatur.
ANALISA KONDUKTIVITAS PANAS KOMPOSIT SABUT KELAPA DAN RESIN POLYESTER DENGAN VARIASI TEKANAN DAN WAKTU UJI Asfarizal Saad
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i1.12-14

Abstract

Di Sumatera Barat sabut kelapa jumlahnya tersedia melimpah dan belum dimanfaatkan maksimal, hanya sebagian kecil digunakan untuk memasak. Sabut kelapa memiliki serat yang cukup kuat dengan ukuran yang beragam, penambahan resin polyester menjadikan sabut kelapa sebagai komposit alam. Pencetakan komposit dilakukan dengan tekanan yang berbeda yaitu 30 kg/m2 , 40 kg/m2 , dan 50 kg/m2 . Tebal yang dihasilkan : 9 mm, 11 mm, dan 12 mm. selanjutnya komposit dipanaskan dengan daya 300 watt dan temperatur komposit diukur dengan menggunakan termokopel. Tebal elemen pemanas 3 mm dan luas permukaan 130 cm2 . Hasil percobaan menunjukan kepadatan komposit sabut kelapa resin berpengaruh terhadap harga konduktivitas panas dan pada waktu awal pengukuran komposit yang kepadatannya tinggi, konduktivitas juga tinggi (28 w/m oC). Pada waktu pengukuran berikutnya, komposit dengan kepadatan tinggi turun drastis dan secara keseluruhan komposit sabut kelapa dan resin kurang stabil konduktivitasnya.
PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK Nurzal; Zepriady Zakir
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i1.15-21

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi fly ash terhadap kuat tekan pada pembuatan paving block. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash untuk campuran paving block. Komposisi fly ash pada pembuatan paving block yaitu sebesar : 0 %, 5 %, 10 %, 15% berat fly ash + material paving block (semen dan pasir). Bentuk spesimen uji berdasarkan SNI 03-0691-1996 dengan ukuran paving block 20 cm x 10 cm x 6 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan optimal diperoleh pada komposisi 5% berat fly ash, yaitu sebesar 21,346 MPa, diikuti oleh komposisi 10 % dan jika diberikan komposisi lebih dari 10 % berat fly ash, maka kuat tekan akan turun lebih kecil dari jika kita hanya menggunakan 0 % berat fly ash. Berdasarkan nilai kuat tekan yang dihasilkan menurut SNI 03-0691-1996, paving block dengan komposisi 0 %, 5%, 10 % berat fly ash termasuk dalam mutu B yang digunakan untuk pelataran parkir kecuali 15 % berat fly ash termasuk dalam mutu C yang digunakan untuk pejalan kaki.
ANALISA EFEKTIVITAS ALAT PENUKAR PANAS Sulaeman; Nofitra Satria
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i1.22-24

Abstract

Heat Exchanger is a device that is used to transfer heat from one medium to another. At Environment ITP there are many kinds of dryers, but they are still depend on the intensity of sunlight. The Heat exchanger is an alternative to the drying process in rainy season. Base on the direction of fluid flow, heat exchanger is includes a heat exchanger types of cross flow. Then the air entering the dryer chamber does not mix with the smoke produced by burning sawdust on the furnace fuel. Air enters through the input with the of a blower and continue towards the composition of the pipe as a heat transfer, hot air continues to flow towards the output. In this tool comes two heat transfer process of heat transfer is natural convection and forced convection heat transfer. To determine the effectiveness of this tool, is influenced by several variables such as : speed, burnbing time, the mass of sawdust, pipe surface temperature, the temperature of the cold air and out, the temperature of hot air inside and outside.
PENGOLAHAN AIR LAUT MENJADI AIR BERSIH DAN GARAM DENGAN DESTILASI TENAGA SURYA Mulyanef; Burmawi; Muslimin K.
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i1.25-29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas alat destilasi tenaga surya jenis kolektor plat datar dalam menghasilkan air bersih dan garam. Indonesia yang terletak ditengah kepungan air laut, kekurangan air bersih dan garam banyak menimpa masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Oleh karena itu diperlukan teknologi untuk mengolah air laut menjadi air bersih dan garam. Energi surya yang tersedia sepanjang hari di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang gratis untuk destilasi air laut. Destilasi surya merupakan salah satu cara untuk mengolah air laut dalam menghasilkan air bersih dan garam dengan cara pemanasan dan penguapan pada kolektor surya. Prinsip kerja alat yaitu radiasi surya masuk ke dalam kolektor melalui kaca penutup transparan menuju plat penyerap, pada plat penyerap radiasi surya dirubah menjadi panas. Air laut pada basin akan menjadi panas, air menguap dan menempel pada kaca penutup bagian dalam. Akibat adanya perbedaan temperatur antara di dalam basin dengan lingkungan terjadi kondensasi yang menempel pada kaca penutup akan mengalir ke bawah mengikuti kemiringan kaca penutup. Pengujian dilakukan secara terus menerus dari pagi hingga sore setiap hari sampai air laut dalam basin menguap atau menjadi kering. Hasil pengujian menunjukkan dengan luas kolektor 1,6 m2 , volume air laut dalam basin 10.000 ml dan intesitas surya rata-rata 542 W/ 2 m diperoleh air bersih rata-rata 1360 ml/hari serta garam sebanyak 642 gram pada hari ketujuh.
STUDI ANALISA PEMASANGAN KAPASITOR PADA JARINGAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 KV TERHADAP DROP TEGANGAN (APLIKASI PADA FEEDER 7 PINANG GI MUARO BUNGO) Sepanur Bandri; Topan Danial
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i1.30-36

Abstract

Dalam penyaluran energi listrik ada beberapa masalah yang dihadapi antara lain drop tegangan, factor daya yang rendah dan rugi – rugi daya. Beban pada jaringan distribusi bisa berupa beban kapasitif maupun pada umumnya merupakan beban induktif. Apabila beban reaktif induktif semakin tinggi maka akan berakibatmemperbesar jatuh tegangan , memperbesar rugi – rugi daya , menurunkan kapasitas penyaluran daya. Untuk mengurangi beban daya reaktif induktif diperlukan sumber daya reaktif kapasitif , salah satu diantaranya adaah dengan kapasitor yang dipasang secara pararel pada penghantar penyulang jaringan tegangan menengah 20 KV.Untuk mengurangi drop tegangan pada feeder 7 Pinang Gardu Induk Muaro Bungo dilakukan Pemasangan Kapasitor Bank 3 x 300 KVAR sehingga mengurangi drop tegangan sebesar 2, 748 KV sebelum pemasangan kapsitor dan drop tegangan setelah pemasangan kapasitor adalah sebesar 2,348 KV. Perhitungan Drop Tegangan dengan menggunakan simulasi ETAP 7.0
PENGARUH WAKTU TEKAN DAN HASIL GUMPALAN TERHADAP KEKUATAN GESER PADA LAS TITIK Nofriady Handra
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i1.37-42

Abstract

Spot welding is actually used for body of car manufacture on automobile industry. The purpose of this research was to know the good time of pressure and the current of welding, especially for 1,5 mm sheet metal welding. The methods that were used in this study were, first of all, making of experiment of the strenght of the welding result, processing dat, analyzing data and making conclusion and report. After doing the research and getting the result, the good time of pressure and current used on 1,5 mm sheet metal was 10, 20 and 30 seconds and 70 Amp. Is was proven that after the shear tested for the pressure time 10 second and current 70 Amp. The result of treatment gotten was 488,658 N/mm2 , and for the pressure time 30 seconds and Amp, the shear strenght gotten was 510,593 N/mm2. . The data analysis the writer concluded that time of pressure and current were very insfluenntial on the result of the strenght of welding by using spot welding machine. It was because of the electrode pressure time of welding on the material would cause heat that making nugget. The heat processing will influence the result of welding extension.
PELAPISAN LISTRIK KHROM PADA PRODUK KUNINGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA DI SUMATERA BARAT DENGAN SUMBER ENERGI BATEREI 60 A/12 V Asfarizal Saad; Nurzal
Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.2 October 2014
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2014.v4.i2.43-48

Abstract

In West Sumatra, the creation of domestic industrial metal copper, steel, chromium-coated products do not coated by chrome yet, so it is less interested in the community. Electroplating chrome with a simplified method is expected to increase the added value. Electroplating of copper (Cu) and nickel (Ni) to the steel plate is needed before chromium (Cr) coating. It aims to improve the adhesive of steel plate and to brighten the coating. A solution system used is copper sulfate (CuSO4), i = 6.68 A / dm 2 and t = 2 min, nickel sulfate (NiSO4), i = 3.5 A / dm 2 and t = 2 minutes and chromium acid (HCrO3), i = 5.1 A / dm 2 and t = 20 min. The energy source is a 12 volt 60 Ampere battery. The result shows that: a) the average layer thickness is; Cu 8.54 µm, Ni: 6.65 µm, and Cr: 3.23 µm. b) the adhesive of both layers are good, since there’s no cracks when bending 90 o and 180 o C) coating to some products which are made of brass with chrome anode showed a white color and shiny chrome.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Teknik Mesin Vol.15 No.2 October 2025 Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Teknik Mesin Vol.15 No.1 April 2025 Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknik Mesin Vol.14 No.2 October 2024 Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Teknik Mesin Vol.14 No.1 April 2024 Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin Vol.13 No.2 October 2023 Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin Vol.13 No.1 April 2023 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknik Mesin Vol.12 No.2 October 2022 Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Vol.12 No.1 April 2022 Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknik Mesin Vol.11 No.2 October 2021 Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Teknik Mesin Vol.11 No.1 April 2021 Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknik Mesin Vol.10 No.2 October 2020 Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin Vol.10 No.1 April 2020 Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Teknik Mesin Vol.9 No.2 October 2019 Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Teknik Mesin Vol.9 No.1 April 2019 Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin Vol.8 No.2 October 2018 Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin Vol.8 No.1 April 2018 Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Teknik Mesin Vol.7 No.2 October 2017 Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Vol.7 No.1 April 2017 Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Teknik Mesin Vol.6 No.2 October 2016 Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Teknik Mesin Vol.6 No.1 April 2016 Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015 Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.1 April 2015 Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.2 October 2014 Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014 Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Teknik Mesin Vol.3 No.2 October 2013 Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Teknik Mesin Vol.3 No.1 April 2013 Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Teknik Mesin Vol.2 No.1 Oktober 2012 Vol 1 No 2 (2012): Jurnal Teknik Mesin Vol.1 No.2 April 201`2 Vol 1 No 1 (2011): Jurnal Teknik Mesin Vol.1 No.1 October 2011 More Issue