cover
Contact Name
Mastariyanto Perdana
Contact Email
jurnalteknikmesin.itp@gmail.com
Phone
+6285263327529
Journal Mail Official
jurnalteknikmesin.itp@gmail.com
Editorial Address
https://jtm.itp.ac.id/index.php/jtm/about/editorialTeam
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20894880     EISSN : 25988263     DOI : https://doi.org/10.21063/jtm
JTM is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on mechanical engineering and other related topics. All papers are peer-reviewed. JTM is managed to be issued twice in every volume (April and October). The Scope of JTM is: Energy Science and Engineering Applied Mechanics and Materials Design, Manufacturing and Product Development Control, Instrumentation and Robotics
Articles 247 Documents
LAJU PENGERINGAN KAPULAGA MENGGUNAKAN ALAT PENGERING EFEK RUMAH KACA DENGAN BANTUAN TUNGKU BIOMASSA Syafrul Hadi
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.1 April 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i1.49-58

Abstract

Pengolahan Kapulaga masih dilakukan secara tradisional. Pengeringan secara tradisional memiliki beberapa kelemahan dan membutuhkan lahan terbuka luas dan terjadinya kontaminasi dengan debu, kotoran sehingga kapulaga kurang higienis dan bermutu rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dirancanglah sebuah Alat Pengering Efek Rumah Kaca, dengan bantuan Energi Biomassa (Pengering Hybrid). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pengeringan Kapulaga dengan menggunakan alat pengering Hybrid. Alat pengering dengan memanfaatkan energi Matahari, Energi Biomassa dari pembakaran sekam padi. Pada penelitian ini, Kapulaga yang akan dikeringkan sebanyak 26 kg dengan kadar air awal 78%. Hasil penelitian diperoleh Laju pengeringan Kapulaga dengan menggunakan alat pengering Hybrid ini adalah sebesar 0.00062 kg/s. Proses pengeringan menggunakan alat pengering Efek Rumah Kaca dengan bantuan Tungku Biomassa ini mampu mengeringkan Kapulaga hingga kadar air 9.88% selama 12 jam (dua hari) pengeringan.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS BAJA AISI 1029 DENGAN METODA QUENCHING DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN MAKRO STRUKTUR Nofriady. H; Sudarisman
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.1 April 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i1.59-64

Abstract

Perkembangan teknologi terutama dalam pengerasan logam mengalamai kemajuan yang sangat pesat. Proses perlakuan panas adalah kombinasi dari operasi pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam atau paduan dalam keadaan padat, sebagai suatu upaya untuk memperoleh sifat-sifat tertentu. Proses perlakuan panas pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dengan pemanasan sampai ke temperatur tertentu, lalu diikuti dengan penahanan selama beberapa saat, baru kemudian dilakukan pendinginan dengan kecepatan tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui morfologi permukaan patah yang terjadi pada metoda perlakuan panas dengan media pendinginan air dan oli terhadap makro struktur logam. Hasil pengujian kekuatan bahan memperlihatkan bahwa nilai kekuatan tertingi terdapat pada spesimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 8200C dengan nilai kekuatan 972 MPa dan nilai kekuatan terkecil pada spesimen dengan media pendingin oli 563 MPa. Kekerasan bahan tertinggi terdapat pada spesimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 8200C dengan media pendingin air yaitu 299 VHN. Secara makro struktur permukaan patah menunjukkan patah ulet adalah sampel dengan media pendingin oli dan sebaliknya patah getas pada media air.
KAJIAN KARAKTERISTIK PENGERING FLUIDISASI TERINTEGRASI DENGAN TUNGKU BIOMASSA UNTUK PENGERINGAN PADI M. Yahya
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.65-71

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji karakteristik sebuah alat pengering fluidisasi terintegrasi dengan tungku biomassa untuk mengeringkan padi. Pengering ini terdiri dari beberapa komponen utama yaitu tungku biomassa, kolom pengering (fluidized bed), siklon dan blower. Karaktersitik pengering diindikasikan dengan laju pengeringan, konsumsi energi termal spesifik (STEC), konsumsi energi listrik spesifik (SEEC), konsumsi energi spesifik (SEC) dan efisiensi termal pengering. Padi dikeringkan sebanyak 12 kg dengan kadar air awal 23% pada temperatur dan kelembapan relatif udara 70oC dan 13,6%, dan laju aliran massa udara 0,01256 kg/s hingga kadar air akhir 14% (SNI) memerlukan waktu 1007 detik dan bahan bakar 1.12 kg. Laju pengeringan rata-rata dicapai sebesar 0.335 kg setiap 300 detik, konsumsi energi termal spesifik rata-rata 1,61 kWh/kg, konsumsi energi listrik spesifik rata-rata 1,25 kWh/kg, dan konsumsi energi spesifik rata-rata 2,85 kWh/kg. Efisiensi termal pengering dicapai sebesar 24.93%
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK SILIKA PADA MATRIK ALUMINIUM TERHADAP FRACTURE TUOGHNESS Hendriwan Fahmi; Angga Prima Syokti
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.78-82

Abstract

Fracture toughness is one of the process to determine the resistance of a material to the loading and distributing crack on the specimen. Testing was conducted at the Laboratory Padang Institute of Technology, which this process can be done in several stages - stages that have been planned based on the work steps as follows: aluminum smelting process, followed by the screening process so as to get the size of 200 mesh powder, then the process burning rice husks, followed by filtration to become the size of 200 mesh which is also known as silica powder. From the above steps followed by a mixing process which is used as a means of stirring the materials we create. By using three temperature is 420 ° C, 480 ° C, 540 ° C by using some variation of the volume of 100% aluminum, 90% of the volume of aluminum silica + 10% volume, 80% by volume of aluminum silica + 20% volume, 70% by volume of aluminum + 30% of the volume of silica, 60% by volume of aluminum silica + 40% volume, the added alcohol content of 5% to 70%, then after we did the mixing, then we go with the process of compacting the printing process specimen with a predetermined size and with pressure of 140 MPa, of some of the process then we do the sintering process by using a furnace with a temperature of 420 ºC, 480 ºC, 540 ºC, and then we go to the last process that Fracture toughness testing to determine toughness. So from this test found the best composition is the composition of 80% by volume of aluminum silica + 20% volume with the lowest temperature of 420 ºC and is a composition of 60% by volume of aluminum silica + 40% volume with temperature 480 ºC. of the above results, we can see that the price K1C dependent on energy absorption in the event of breach of the specimen.
KARAKTERISTIK PELAPISAN KROM TERHADAP PRODUK LOGAM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU DI SUMATERA BARAT Asfarizal Saad; Aguswendho
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.83-87

Abstract

Produk logam berbahan dari kuningan dan baja yang dihasilkan oleh industri rumah tangga di Sumatera Barat belum tersentuh oleh teknologi pelapisan logam pada permukaannya, karena itu nilai ekonominya rendah. krom(Cr) merupakan logam yang memiliki nilai estetika tinggi dan tahan terhadap serangan korosi, sangat baik digunakan untuk pelapisan. Metoda pelapisan krompada produk logam mampu memberikan nilai tambah dan estetika yang tinggi, beberapa parameter penentu penting dicari ketepatannya. Percobaan pelapisan krommenggunakan dua metoda yaitu celup dan pancaran, setelah percobaan dilakukan uji komposisi dan pengamatan permukaan lapisan dengan EMAX. Hasilnya menunjukan pada permukaan lapisan kromsistem celup terdapat retak-retak halus dan jumlah unsur Cr 95,44 %wt, Ni 4,56 %wt, sedangkan lapisan kromsistem pancaran permukaannya mengkilap, terdapat retak-retak halus dan jumlah unsur Cr 82,12 %wt, Fe 13,3 %wt dan Cu 4,58 %wt. Nilai kekerasan pelapisan krom sistem celup lebih baik dibandingkan dengan pelapisan krom sistem pancaran. Nilai kekerasan lapisan krom sistem celup yaitu lapisan krom kuning (57,4 HRc), lapisan krom putih (30,7 HRc) dan sistem pancaran 29 HRc.
RANCANG BANGUN KINCIR AIR SISTEM KNOCK DOWN UNTUK PEMENUHAN ENERGI LISTRIK BAGI MASYARAKAT TERISOLIR DI SUMATERA BARAT Asep Neris Bachtiar; Gamindra Jauhari
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.88-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan gagasan revolusi terhadap sistem kincir air yaitu kincir air yang dapat diurai menjadi beberapa komponen sehingga akan memudahkan pada proses pengangkutan, perakitan dan pemasangan di lapangan. Disamping itu perawatan kincir air akan menjadi relatif lebih mudah karena jika ada salah satu komponen yang rusak maka komponen tersebut dapat mudah dilepas dari roda kincir induk dan dapat segera dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. Sistem kincir yang telah dibangun ini dikenal dengan nama Kincir Air Sistem Knock Down disingkat KASKD yang mampu membangkitkan daya lebih besar dibanding kincir kayu yang dioperasikan masyarakat selama ini. Penelitian tahun pertama ini berhasil membangun sistem KASKD sebagai penggerak generator listrik dan akan menjadi salah satu solusi selama ini tentang masalah tidak beroperasinya ribuan kincir air di pedesaan Sumatera Barat. Keberhasilan pembangunan KASKD ini akan menjadi proyek percontohan untuk desa-desa di sekitarnya. Tahapan yang telah dilakukan dalam penelitian eksperimen ini ialah survey ke lokasi pengujian, perencanaan sistem dan komponen KASKD, proses pembuatan komponen dan perakitan KASKD. Tahap selanjutnya adalah pengujian yang merupakan tahapan terakhir untuk mengetahui prestasi KASKD sebagai luaran dari penelitian ini. Diketahui efisiensi optimal diperoleh pada debit maksimal 150 lt/det yaitu efisiensi penggerak mula KASKD 77,5%, efisiensi transmisi 93%, dan efisiensi sistem KASKD 75%. Direncanakan pada penelitian tahun ke dua nanti KASKD dirancang untuk dua fungsi yaitu pada siang hari difungsikan untuk menggerakkan rice milling dan pada malam hari KASKD difungsikan untuk menggerakkan generator listrik.
PERBAIKAN PENURUNAN DAYA MAMPU DAN PEMELIHARAAN MESIN DIESEL KAPASITAS 1000 KW DI PLTD KOTO LOLO Sulaeman
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.97-101

Abstract

One of the most important power plant system is the diesel engine, where are the diesel engine include a conversion of energy that can be converted into the energy to change into the thermal that canbe burn in the combution chamber that will be mechanical energy. In this case, it has maximal power 1000 kW it will be able 500 until 600 kW. To evaluation that problem can use the maintenance at PLTD Koto Lolo PT PLN (Persero) Ranting Sungai Penuh will do the result of maintenance to do best.
PENGARUH WAKTU TAHAN PROSES PACK CARBURIZING PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN CALCIUM CARBONAT DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA, DI TINJAU DARI KEKERASAN Hafni
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.108-112

Abstract

Karena sifatnya yang lunak, liat dan mudah dibuat, baja banyak digunakan sebagai bahan dalam pembuatan suatu produk. Untuk mendapatkan sifat yang keras pada permukaan dan tetap lunak pada intinya maka dilakukan proses pengerasan permukaan (face hardening), sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesusai dengan tujuan desainnya. Salah satu cara untuk melakukan pengerasan permukaan ini adalah dengan media carbon padat atau pack carburizing. Untuk melakukan proses carburizing ini, diperlukan sebuah tungku pembakar yang dirancang tahan panas serta mudah dioperasikan. aman dengan bahan bakar batu bara . untuk penguji tungku yang telah dirancang dilakukan pengujian pada baja rabon rendah dengan mengunakan media karburisasi campuran 500 gram arang tempurung kelapa dan 50 gram calsium carbonat ( CaCo3), temperature pemanasan 950 0C dan variasi waktu tahan; 3jam 4 jam dan 5 jam. Kemudian dilanjukan dengan proses quenching. Dari hasil pengujian kekerasan di peroleh data kekerasan 34 hrc pada waktu tahan 5 jam. Ini menunjukan bahan uji telah terjadi pengerasan permukaan dengan bertambahnya unsur karbon pada permukaan bahan uji.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGOLAHAN AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR DAN GARAMDENGAN DESTILASI SURYA MENGGUNAKAN COVER KOLEKTOR DUA KEMIRINGAN Mulyanef; Kaidir; Rio Ade Saputra; Duskiardi
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.113-116

Abstract

Air bersih merupakan keperluan sehari-hari masyarakat terutama untuk minum dan memasak terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir pantai dan kepulauan. Sedangkan garam merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Kebutuhan akan garam dan air tawar masih belum dapat terpenuhi oleh pemerintah. Untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri saja Indonesia masih harus mengimpor garam. Hal ini sangatlah tidak wajar bagi Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki laut dan pantai terpanjang nomor dua di dunia. Air laut yang tersedia sangat banyak dapat diolah menjadi air tawar dan garam. Ada beberapa cara untuk mengolah air laut menjadi air bersih dan garam, salah satunya dengan cara destilasi. Proses destilasi air laut memerlukan energi panas untuk menguapkan air laut sebelum diembunkan dan menghasilkan air tawar. Energi panas untuk proses destilasi dapat berasal dari matahari yang dikenal dengan energi surya. Sebenarnya energi surya merupakan sumber energi yang sangat potensial, murah dan gratis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui unjuk kerja yang dihasilkan alat destilasi surya yang menggunakan penutup kolektor dua kemiringan. Hasil pengujian menunjukkan alat destilasi surya dapat menghasilkan garam sebanyak 2.600 gram dan air tawar sebanyak 2.012 mili liter per hari dengan intensitas rata-rata 451 W/m2
METODE SEDERHANA UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK DINAMIK MODEL STRUKTUR PADA SKALA LABORATORIUM Asmara Yanto
Jurnal Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) - ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jtm.2015.v5.i2.117-126

Abstract

Informasi karakteristik dinamik struktur atau parameter modal diperoleh dengan prosedur modal (theoretical modal analysis atau TMA, experimental modal analysis atau EMA dan operational modal analysis atau OMA). Pada penelitian ini dilakukan suatu cara sederhana yang dapat mendeskripsikan TMA dan EMA terhadap model sistem getaran struktur. Tujuan penelitian ini adalah menentukan salah satu karakteristik dinamik struktur berupa frekuensi pribadi secara teoritis dan eksperimental terhadap sebuah model sistem getaran struktur, yang mana sistem ini tereksitasi oleh gaya dinamik dari ketidakseimbangan massa yang berfrekuensi sebesar frekuensi putaran motor pada sistem. Sistem yang dirancang terdiri dari 3 (tiga) buah massa yaitu massa pada bagian struktur bawah (Massa-1), massa pada bagian struktur tengah (Massa-2) dan massa pada bagian struktur atas (Massa-3). Massa-1 dengan Massa-2 dihubungkan oleh 4 (empat) buah batang penghubung. Begitupun halnya Massa-2 dengan Massa-3. Khusus Massa-1 ditumpu dengan 4 (empat) buah bantalan dan dikondisikan hanya dapat bergetar secara horizontal (searah sumbu-x). Getaran Massa-1 ini dibatasi oleh 2 (dua) buah pegas yang masing-masingnya menghubungkan Massa-1 dengan tumpuan sebelah kanan dan kiri. Pada struktur ini ditempatkan sebuah motor yang dikondisikan mempunyai sistem dengan massa tak seimbang (disk dengan unbalance mass) dengan 3 (tiga) variasi penempatan motor, yaitu penempatan pada Massa-1, Massa-2 dan Massa-3. Penentuan harga frekuensi pribadi secara teoritis dari alat uji model sistem getaran struktur menggunakan metode simulasi numerik dengan perangkat lunak MATLAB. Secara eksperimen, harga frekuensi pribasi ditentukan dengan melakukan pengujian struktur. Pada pengujian ini, putaran motor dikontrol dari putaran ± 100 RPM hingga ± 1800 RPM. Dari simulasi numerik dan eksperimen yang telah dilakukan diperoleh 3 (tiga) buah frekuensi pribadi sistem untuk masing-masing variasi penempatan sistem motor pada sistem. Jika hasil simulasi numerik dibandingkan terhadap eksperimen diperoleh kesalahan yang berkisar antara 4% hingga 18%. Perbedaan hasil simulasi numerik terhadap eksperimen disebabkan karena pada simulasi numerik tidak memperhitungkan gaya gesekan bantalan yang menumpu struktur terhadap tumpuan sistem

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Teknik Mesin Vol.15 No.2 October 2025 Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Teknik Mesin Vol.15 No.1 April 2025 Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknik Mesin Vol.14 No.2 October 2024 Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Teknik Mesin Vol.14 No.1 April 2024 Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Teknik Mesin Vol.13 No.2 October 2023 Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Teknik Mesin Vol.13 No.1 April 2023 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Teknik Mesin Vol.12 No.2 October 2022 Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Teknik Mesin Vol.12 No.1 April 2022 Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Teknik Mesin Vol.11 No.2 October 2021 Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Teknik Mesin Vol.11 No.1 April 2021 Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Teknik Mesin Vol.10 No.2 October 2020 Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin Vol.10 No.1 April 2020 Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Teknik Mesin Vol.9 No.2 October 2019 Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Teknik Mesin Vol.9 No.1 April 2019 Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Teknik Mesin Vol.8 No.2 October 2018 Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Teknik Mesin Vol.8 No.1 April 2018 Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Teknik Mesin Vol.7 No.2 October 2017 Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Teknik Mesin Vol.7 No.1 April 2017 Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Teknik Mesin Vol.6 No.2 October 2016 Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Teknik Mesin Vol.6 No.1 April 2016 Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.2 October 2015 Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Teknik Mesin Vol.5 No.1 April 2015 Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.2 October 2014 Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknik Mesin Vol.4 No.1 April 2014 Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Teknik Mesin Vol.3 No.2 October 2013 Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Teknik Mesin Vol.3 No.1 April 2013 Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Teknik Mesin Vol.2 No.1 Oktober 2012 Vol 1 No 2 (2012): Jurnal Teknik Mesin Vol.1 No.2 April 201`2 Vol 1 No 1 (2011): Jurnal Teknik Mesin Vol.1 No.1 October 2011 More Issue