cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016" : 5 Documents clear
FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI RUANGAN PENYAKIT DALAM RSUD Dr. M. HAULUSSY AMBON Bellytra Talarima
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.116 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.32

Abstract

Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Pasien di Ruangan Penyakit Dalam RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2014. Hipertensi merupakan suatu kondisi medis dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal untuk tekanan darah sistolik dan diastolik yang diukur dalam mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar risiko kejadian hipertensi pada pasien di Ruangan Penyakit Dalam RSUD Dr. M. Haulussy tahun 2014. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian observasional desain analitik case control dengan jenis hospital based case control study. Adapun besar sampel yaitu 108 orang yang terdiri dari 54 kasus dan 54 kontrol. Data dianalisis dengan univariat, bivariat (OR) dan multivriat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa riwayat keluarga OR = 5,20 (CI 2,28 – 11,82), merokok OR = 3,25 (CI 1,45 – 7,24), konsumsi alkohol OR = 3,94 (CI 1,73 – 8,97), aktivitas fisik OR = 2,67 (CI 1,22 – 5,81), obesitas sentral OR = 3,07 (CI 1,39 – 6,91), dan tipe kepribadian OR = 5,26 (CI 2,30 – 12,02) merupakan faktor risiko hipertensi. Riwayat keluarga merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian hipertensi p = 0,003, tetapi bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensi karena nilai OR < 1. Disarankan kepada responden yang berisiko agar dan menjalani pola hidup yang sehat, seperti menghentikan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol, menjaga berat badan ideal, lakukan aktivitas fisik secara teratur serta menghindari stress. Kata Kunci : Hipertensi, riwayat keluarga, merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, obesitas sentral dan tipe kepribadian
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETRAMPILAN PETUGAS LABORATORIUM DALAM PENEGAKAN DIAGNOSIS PENYAKIT TB MELALUI HASIL CROSS CHECK PADA PUSKESMAS Bellytra Talarima
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.31

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis), yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat bahkan menjadi komitmen global dalam penanggulangannya. Tahun (2010) Indonesia berada pada ranking kelima dengan beban TB tertinggi di dunia. Tingginya masalah TB dikarenakan ketepatan mendiagnosis penyakit kurang akurat sehingga pemberian pengobatan juga tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, lama kerja dan pelatihan dengan ketrampilan petugas laboratorium dalam penegakan diagnosis penyakit TB melalui hasil cross check pada puskesmas di Kota Ambon. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan Cross Sectional Study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap ketrampilan petugas laboratorium adalah pendidikan (p=0,017), dan lama kerja (p=0,010). Variabel yang tidak memiliki pengaruh adalah umur (p=1,000) dan pelatihan (p=0,129), Saran penelitian ini bagi petugas laboratorium meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan-pelatihan. Kata kunci : Penegakan diagnosis penyakit TB, cross check
FUNGSI MANAJEMEN PUSKESMAS DALAM PROGRAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF (STUDI KUALITATIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS “S”) Maria Retno Ambarwati; Teta Puji Rahayu; Tutiek Herlina
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.033 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran fungsi manajemen Puskesmas dalam program pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas “S” sehingga dapat menjelaskan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam mengatasi kegagalan pemberian ASI Eksklusif terutama dari segi manajemen pelayanan kesehatan. Penelitian ini dengan studi kualitatif fenomenologi. Pengambilan subjek menggunakan metode purposive sampling, digunakan dalam penelitian ini adalah 7 subyek penelitian yaitu Kepala Puskesmas, Pemegang Program Gizi, Bidan Koordinator, 4 orang bidan pelaksana. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Alat yang digunakan catatan, alat perekam suara. Analisis data dengan analisa kualitatif dan dalam penyajiannya berdasarkan dari data yang terkumpul kemudian disimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ketenagaan yang melaksanakan kegiatan program pemberian ASI Eksklusif kurang, belum maksimalnya kegiatan operasional Program ASI Eksklusif kemungkinan disebabkan tersedianya dana yang kurang, sarana dan prasarana pelaksanaan program ASI eksklusif di Puskesmas belum lengkap, perencanaan khusus tentang ASI tidak ada, program ASI belum dianggap prioritas, belum mempunyai tim konselor ASI, belum melaksanakan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui secara lengkap, pelaksanaan pemantauan, kontrol, komunikasi dan motivasi masih kurang. Secara keseluruhan evaluasi program dilaksanakan di lokakarya mini untuk melihat standar pelayanan minimalnya tercapai atau tidak serta ada sistem pelaporan. Disarankan untuk membentuk tim konselor ASI yang telah mendapatkan pelatihan, mengembangkan perencanaan terkait Program ASI Eksklusif secara terperinci, mengembangkan sarana dan prasarana pelaksanaan program ASI eksklusif di Puskesmas, dan memanfaatkan bantuan alat yang sudah diterima. Peningkatan fungsi pemantauan, kontrol, komunikasi dan motivasi yang masih kurang.
DETERMINAN PEMANFAATAN POS KESEHATAN DESA (POSKESDES) PADA KELUARGA Zuhrina Zuhrina Aidha
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.968 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.18

Abstract

Poskesdes (Rural Health Care) is a Community-Based Health Effort established to optimalize the potentials existing in the community to improve the health status and the utilization of health services. The purpose of this quantitative study was to analyze the utilization determinant of rural health post by the families in Kutalimbaru Subdistrict, Deli Serdang District. The data for this study were obtained through questionnaire-based interview with 80 respondents comprising the mothers with babies/children under five years old.The data obtained were analyzed through path analysis method. The result of this study showed that 50% of the respondents were of 20-30 years old and 28.8% had negative relationship with the utilization (-0.288). Majority of the respondents (48.7%) were SMA (High School) graduates and 18.6% had relationship with the utilization (0.186). The knowledge of the respondents (85%) about Poskesdes was good and 22.2% had relationship with the utilization (0.222). The attitude of the respondents (67.5%) towards Poskesdes was good and 49.4% had relationship with the utilization (0.494). 55% of the respondents had high income and 27% had negative relationship with the utilization (-0.270). 62.5% of the respondents had poor family support in utilizing the Poskesdes and 26.6% had negative relationship with the utilization (-0.266). The houses of the majority (55%) of the respondents were not far from the Poskesdes and 24.6% had relationship with the utilization of Poskesdes (0.246). 66.3% of the respondents had a high need to the Poskesdes and 4% had relationship with the utilization of Poskesdes (0.040). It is suggested to improve the role of community members in health activities and the provision of information that the community members would prefer visiting the Poskesdes to have their health checked, to provide more extension and to hold more meetings with the community members that the community members are willing to optimalize the utilization of Poskesdes. Keywords: Utilization, Poskesdes, Utilization Determinant, Community-Based Health Effort
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS hamka sangkala hamka
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.968 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i2.30

Abstract

ABSTRAK Penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara berkala, perlu disusun indeks kepuasan masyarakat sebagai tolak ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu pelayanan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Amahai dan mengetahui tingkat kinerja pelayanan di puskesmas Amahai. Jumlah responden (sampel) dalam penelitian ini adalah sebanyak 150 responden dengan teknik Accidental Sampling (sampling kebetulan). Sedangkan Accidental Sampling pada penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Amahai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Customer Satifaction Index (CSI). Hasil penelitian berdasarkan nilai IKM setelah dikonversi sebesar 68.75 yang berarti mutu pelayanan di Puskesmas Kecamatan AMAHAI bernilai “B”Tingkat kinerja pelayanan di puskesmas Amahai bernilai “B” dengan demikinan tingkat pelayanan baik. Kata Kunci : Puskesmas, Kepuasan, Pelayanan Publik

Page 1 of 1 | Total Record : 5