cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2016): Desember 2016" : 5 Documents clear
IbM BAGI KADER POSYANDU (MITRA KADER POSYANDU DUSUN WAIMITAL DAN DUSUN WAESELANG) Epi Dusra Epi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i4.49

Abstract

ABSTRAK Program IbM ini memiliki target utnuk membantu meningkatkan kemampuan keluargadan kader posyandu dalam mengukur dan menstimulasi tumbuh kembang balita. Tujuanprogram IbM ini adalah membantu kemandirian keluarga dan kader posyandu dalammengukur dan menstimulasi tumbuh kembang balita. Mitra yang dilibatkan dalam programini adalah keluarga yang mempunyai balita dan kader posyandu di dua Dusun yaitu DusunWaeselang dan Dusun Waimital. Kegiatan IbM meliputi penyuluhan tentang tumbuhkembang balita, pelatihan tentang cara mengukur tumbuh kembang balita, dan pelatihan tentang cara menstimulasi tumbuh kembang balita.Luran yang dihasilkan dari program ini adalah produk berupa booklet health education tentang tumbuh kembang balita, buku panduan cara mengukur tumbuh kembang balita bagi keluarga dan kader, dan buku panduan cara menstimulasi tumbuh kembang balita bagi keluarga, kader atau masyarakat. Kata Kunci: kader, Posyandu, Pertumbuhan, Perkembangan
Kandungan Kadmium Dalam Darah Pada Konsumen Ikan Hasil Tambak Dengan Pencemaran Lindi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) moch irfan hadi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i4.54

Abstract

Lindi yang berasal dari penampungan sampah dapat berdampak pada semakin tingginya tingkat pencemaran air tambak di sekitar TPA sampah dengan bahan pencemar salah satunya adalah kadmium. Ikan yang hidup di tempat tersebut sangat mudah mengalami biakumulasi kadmium dan akibatnya kadmium akan ikut dikonsumsi oleh manusia yang pada akhirnya akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari hubungan dari pencemaran lindi dan konsumsi ikan hasil tambak dengan kadar kadmium dalam darah. Penelitian ini berlokasi di Dukuh Jawar Kelurahan Tambakdono Kecamatan Pakal Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional yang analisis datanya dilakukan secara analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang mengkonsumsi ikan hasil tambak dari sekitar TPA Benowo. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 33 responden untuk kelompok terpapar, yaitu responden yang mengkonsumsi ikan hasil tambak di sekitar TPA Benowo. Sedangkan responden kelompok pembanding sejumlah 19 responden. Diketahui bahwa kadar kadmium dalam outlet IPAL TPA sampah telah melampaui nilai baku mutu kadmium dalam air limbah industri untuk dibuang ke saluran irigasi yaitu sebesar 0,1 mg/l. Pada tambak di sekitar TPA Benowo kadar kadmium dalam airnya telah melampaui baku mutu, dimana nilai seharusnya adalah dibawah 0,01 mg/l. Diketahui juga faktor jarak menjadi penentu dari kadar kadmium yang ada dalam air tambak di sekitar TPA Benowo. Pada ikan hasil tambak diketahui bahwa kandungan kadmiumnya masih dibawah ambang batas yang ditetapkan, meskipun demikian perlu kewaspadaan karena kadmium merupakan logam yang akumulatif. Diketahui juga bahwa rata-rata kadar cadmium darah pada kelompok terpapar sebesar 3,27 µg/L sedangkan rata-rata cadmium darah pada kelompok pembanding sebesar 0,56 µg/L. Dengan menggunakan uji regresi ganda diketahui hubungan antara konsumsi ikan hasil tambak dengan kadar kadmium dalam darah responden adalah sangat kuat, ini ditunjukkan dengan nilai R sebesar 0,820. Kata kunci: kadar kadmium dalam lindi, kadar kadmium dalam ikan, kadar kadmium dalam air tambak dan kadar kadmium darah.
MODEL KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA RSUD dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA rosihan ismail
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.907 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i4.55

Abstract

Abstrak: Rumah sakit memegang peranan penting dalam kesiapsiagaan penanganan korban gawat darurat sehari-hari dan bencana sehingga fasilitas kesehatan tersebut harus selalu siap menerima korban gawat darurat sehari-hari dan bencana yang membutuhkan pertolongan cepat dan tepat. Sebagai Rumah Sakit terkemuka di Provinsi Maluku Utara dan juga menjadi pusat rujukan tingkat provinsi, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate harusnya memiliki sistim pelayanan yang maksimal. Dalam kodisi bencana dan kegawatdaruratan tertentu dimana RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate juga mengalami dampak dari bencana. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan model kesiapsiagaan bencana di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, dan secara khusus untuk mengetahui pengaruh pengetahuan petugas RS, sikap petugas RS, keterampilan petugas RS, kebijakan, manajemen rumah sakit, pengetahuan masyarakat, sikap masyarakat terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Jenis penelitian ini adalah penelitian metode survey analitik non exsperiment. Sampel penelitian ini berjumlah 240 orang terdiri dari petugas rumah sakit 120 dan masyarakat dilingkungan rumah sakit 120 orang. Pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner. Analisis statistik dilakukan dengan uji Partial Least Square (PLS) menggunakan Sofware Smart PLS versi 2.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan petugas RS dan sikap petugas RS terhadap keterampilan petugas RS, keterampilan petugas RS dan kebijakan manajemen RS berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapsiagaan bencana di RS. Model struktural akhir dapat disimpulkan bahwa kesiapsiagaan bencana RS bencana RS dipengaruhi secara langsung oleh kebijakan manajemen RS dan keterampilan petugas RS. Sedangkan keterampilan petugas RS dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap petugas RS. Kata Kunci: Model Kesiapsiagaan, Bencana, Rumah Sakit
Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Perawat Dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Tulehu Abdul Rivai Dunggio
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.849 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i4.56

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan suatu dokumen yang berisi data yang lengkap, nyata, dan tercatat yang memuat seluruh data dari proses keperawatan, meliputi pengkajian, perumusan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan yang disusun secara sistematis, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Tulehu. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, yaitu suatu metode dimana penelitian melakukan pengukuran variabel pada tiap-tiap subyek hanya satu kali pengukuran dilakukan pada pemeriksaan tersebut dengan cara sampel diberikan kuesioner (pengukur). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden. Hasilnya diuji dengan menggunakan uji Chi-quare dengan derajat kebenaran 1% dan didapat bahwa ada hubungan pengetahuan dan motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Tulehu (Ho ditolak) Saran: untuk meningkatkan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan, perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan pengetahuan perawat mengenai dokumentsai asuhan keperawatan. Kata Kunci : pengetahuan, motivasi, dokumentasi asuhan keperawatan.
STUDI TUMBUH KEMBANG BALITA PADA DAERAH PESISIR PANTAI (STUDI KASUS di DUSUN WAESELAN KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT) Epi Dusra epi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i4.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tumbuh kembang bayi balita pada daerah pesisir pantai meliputi berat badan, tinggi badan, LILA, lingkar kepala, motorik kasar, motorik halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain studi potong lintang (Cross Sectional Study) yang merupakan salah satu jenis penelitian observasional. Desain ini dimaksudkan untuk mempelajari dinamika dan variasi variabel yang termuat dalam judul penelitian. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 4 bulan yaitu, dimulai dengan melakukan obeservasi terhadap responden. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Dusun Waeselang Kabupaten Seram Bagian Barat. Instrumen penelitian yaitu kuesioner, sedangkan alat-alat yang digunakan untuk pemeriksaan pertumbuhan adalah, timbangan bayi, dacing, microtoice, pita LILA, dan meter, sedangkan untuk mengukur perkembangan menggunakan lembar DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang) balita. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah informasi tentang tumbuh kembang balita daerah pesisir pantai, hasil peneltian ini akan diterbitkan dalam jurnal yang berlesensi ISN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 23, 2% balita mengalami gangguan pertumbuhan, 23,2% balita mengalami gangguan perkembangan motorik kasar, 17,9% balita mengalami gangguan perkembangan motorik halus, 19,6% balita mengalami gangguan mengamatan, 17,9% balita mengalami gangguan perkembangan bahasa dan 21,4 % balita mengalami gangguan perkembangan sosial. Kata Kunci : Perkembangan, pertumbuhan, motorik kasar, motorik halus, sosial, bahasa, pengamatan

Page 1 of 1 | Total Record : 5