PENGARUH RASIO CAMEL DAN UKURAN BANK, KEPEMILIKAN MANAJERIAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTARDI BEI PERIODE 2012-2014 TUKIMIN UNIVERSITAS TANJUNGPURA Abstraksi  EdaranBankIndonesia No.6/23/DPNPtanggal31Mei2004,tentangSistem PenilaianTingkat Kesehatan Bank Umum dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang bank Indonesia bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiapakah rasio CAMEL, dan ukuran bank, kepemilikan manajerialsebagaivariabelmoderatingberpengaruh secara parsial dansecara simultan terhadappertumbuhanlaba pada perusahaanperbankan yangterdaftar di BEI(Bursa EfekIndonesia). Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 dengan teknik pengambilan sampling menggunakan purpossive sampling pada bank yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2012-2014. Analisis univariat menggunakan staistik deskriftif, analisis bivariat menggunakan binary logistic dan analisis multivarial menggunakan binary logistic. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel rasio CAMEL, dan ukuran bank, kepemilikan manajerial secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba bank dan secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba.  Kata Kunci: Rasio CAMEL, Ukuran Bank, Kepemilikan Manajerial, Pertumbuhan Laba Latar Belakang Berdasarkan SuratEdaranBankIndonesia No.6/23/DPNPtanggal31Mei2004,tentangSistem PenilaianTingkat Kesehatan Bank Umum, dimana bank diwajibkan menyampaikan keterangandanpenjelasanyangberkaitandengankegiatanusahabankkepada publik dan Bank Indonesia secara tahunan serta bank wajib melakukan penilaian tingkat kesehatan bank. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yaitu: upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan agar tidak menyebabkan kesulitan pendanaan jangka pendek bagi Bank karena ketidaksesuaian antara arus dana masuk yang lebih kecil dibandingkan dengan arus dana keluar adalah dengan merubah kriteria agunan yang dijaminkan oleh Bank untuk memperoleh kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dari Bank Indonesia. Landasan Teori Pengertian Bank Berdasarkan UU Negara Republik Indonesia No. 10/1998 pasal 1 ayat 2 tentangPengertianBank menjelaskan bahwa: Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.  Asas, Fungsi, dan Tujuan Bank Berikut ini adalah penjelasan dari asas, fungsi, dan tujuan bank, sebagai berikut : 1. Asas Bank a. Asas demokrasi ekonomi b. Asas kepercayaan (fiduciary principle) c. Asas kerahasiaan (Confidential Principle) d. Asas kehati-hatian (Prudential Principle) 2. Fungsi Bank Susilo, dkk (2008) menyatakan bahwa fungsi bank secara umum adalah sebagai berikut : a) Agent of Trust b) Agent of Development c) Agent of Services 3. Tujuan Bank Adapun tujuan bank sebagaimana yang diamanatkan oleh UU No.10 Tahun 1998 tentang perbankan adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Kegiatan Usaha Bank Kegiatan usaha yang dapat dilakukan oleh bank umum menurut UU No.10 Tahun 1998 tentang perbankan meliputi : 1. Penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan bentuk lainnya yang dapat disamakan ataupun yang setara. 2. Pemberian kredit. 3. Penerbitan surat pengakuan hutang. 4. Pembeli, penjual, atau menjamin atas risiko sendiri maupun kepentingan dan atas perintah nasabahnya. 5. Pemindahan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun nasabah. 6. Penempatan dana pada, meminjamkan dana dari atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk, cheque, atau sarana lainnya. 7. Penerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga. 8. Penyediaan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. 9. Pelaku kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak. 10. Pelaku penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek. Jenis-Jenis Bank Jenis-jenis perbankan dapat ditinjau dari berbagai segi antara lain Kasmir (2012). Berdasarkan fungsinya bank dapat dibedakan menjadi 4 yaitu 1. Bank Sentral 2. Bank Umum. 3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 4. Bank Syariah Laporan Keuangan Bank Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK): Laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.   Tujuan Laporan Keuangan Tujuan Laporan Keuangan menurut Fahmi (2013), memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang kondisi suatu perusahaan dari sudut angka-angka dalam satuan moneter. Jenis Laporan Keuangan Menurut Kasmir (2012), ada lima jenis laporan keuangan, yaitu: Balance Sheet (Neraca) Income Statement (Laporan Laba Rugi)Laporan Perubahan Modal Laporan Arus KasLaporan Catatan atas Laporan Keuangan Pemakai Laporan Keuangan Menurut Syafri (2008) Pemakai laporan keuangan antara lain adalah Kreditur atau Banker: Menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.Menilai kualitas jaminan kredit / investasi untuk menopang kredit yang akan diberikan.Melihat dan memprediksi prospek keuntungan yang mungkin diperoleh dari perusahaan atau menilai rate of return perusahaan. Menilai kemampuan likuiditas, solvabilitas, rentabilitas perusahaan sebagai dasar dalam pertimbangan keputusan kredit. Menilai sejauh mana perusahaan mengikuti perjanjian kredit yang sudah disepakati. Pertumbuhan Laba Perbankan Laba merupakan indikator bagi suatu usaha dalam menilai kinerja usaha tersebut selama periode tertentu. Semakin tinggi laba yang diperoleh menunjukan semakin baik kinerja dari manajemen perusahaan khususnya adalah perbankan. Komponen-Komponen Rasio CAMEL Pendekatan ini dilakukan dengan menilai faktor CAMEL dan Menurut Siamat (2005) komponen rasio CAMEL sebagai berikut : 1. Permodalan (Capital) Capital Adequancy Ratio (CAR) CAR adalah rasio yang memperlihatkan seberapa besar jumlah seluruh aktiva bank yang mengandung risiko ( kredit, penyertaan, surat berharga, dantagihan pada bank lain) ikut dibiayai dari modal sendiri disamping memperoleh dana-dana dari sumber- sumber di luar bank. 2. Kualitas Aktiva Produktif (Asset Quality) a) Aktiva Produktif Bermasalah (APB) Rasio ini menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktif bermasalah terhadap total aktiva produktif. b) Non Performing Loan (NPL) Rasio ini menunjukkan bahwa kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh bank. 3. Rentabilitas (Earnings) a) Return On Assets (ROA) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba sebelum pajak) yang dihasilkan dari rata-rata total aset bank bersangkutan. b) Return On Equity(ROE) Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja manajemen bank dalam mengelola modal tersedia untuk menghasilkan laba setelah pajak. c) Net Interest Margin (NIM) Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja manajemen dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih dan melihat seberapa besar keuntungan bersih yang diperoleh. d) Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. 4. Likuiditas (Liquidity) a) Loan to Deposit Ratio (LDR) Rasio ini digunakan untuk menilai likuiditas suatu bank, dengan cara membagi jumlah kredit yang diberikan oleh bank terhadap dana pihak ketiga. Ukuran (Size) Bank Size yang dimaksud adalah total asset yang dimiliki oleh bank, dimana total asset ini dapat dilihat pada total aktiva yang terdapat pada laporan keuangan bank tersebut pada bagian neraca. Kepemilikan Manajerial Kepemilikan manajerial adalah persentase saham yang dimiliki oleh manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan (komisaris dan direksi). . Kerangka Teoritis  Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Rasio CAMEL : 1.Permodalan (CAR,) 2.Aktiva Produktif (APB, NPL) 3.Rentabilitas (ROA, ROE,NIM, BOPO) 4.Likuiditas (LDR)  Gambar 1. Kerangka Teoritis : Analisis Pengaruh Rasio CAMEL serta Ukuran Bank (Size) dan Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Moderating Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.    Variabel Dependen Ukuran bank dan kepemilikan manajerial Variabel moderating VARIABEL INDEPENDEN        Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah rasio CAMEL, dan ukuran bank, kepemilikan manajerial berpengaruh secara parsial terhadap pertumbuhan laba bank yang terdaftar di BEI. Dijelaskan dalam landasan teori beberapa indikator pengukuran tingkat profitabilitas dimana beberapa indikator tersebut merupakan bagian dari komponen rasio CAMEL. Serta berdasarkan juga beberapa penelitian terdahulu yang menjelaskan pengaruh analisis rasio CAMEL terhadap pertumbuhan laba, maka hipotesis yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah :H0 : Rasio CAMEL, dan Ukuran Bank, Kepemilikan Manajerial sebagai variabel moderating tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Rasio CAMEL, dan Ukuran Bank, Kepemilikan Manajerial sebagai variabel moderating tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. H1 : Rasio CAMEL, dan Ukuran Bank, Kepemilikan Manajerial sebagaivariabel moderating berpengaruh secara parsial terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.Pengaruh rasio CAMEL secara parsial terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Pengaruh rasio CAMEL dan Ukuran Bank sebagai variabel moderating secara parsial terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.Pengaruh rasio CAMEL dan Kepemilikan Manajerial sebagai variabel moderating secara parsial terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.H2 : Rasio CAMEL, dan Ukuran Bank, Kepemilikan Manajerial sebagai variabel moderating secara simultan berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.Pengaruh rasio CAMEL secara simultan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan. Pengaruh rasio CAMEL dan Ukuran Bank sebagai variabel moderating secara simultan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan.Pengaruh rasio CAMEL dan Kepemilikan Manajerial sebagai variabel moderating secara simultan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perbankan.  Metode Penelitian JenisPenelitian Sugiyono (2012) menyebutkanbahwajenis penelitianmerupakansuaturencanadanstrukturpenyidikanyang dibuat sedemikian rupa agar diperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.Dengankata lainbahwa dalamrencana penelitiantersebut mencakuphal-halyang dilakukan peneliti. Sedangkan struktur adalah kerangkaataususunandarihubungan - hubunganantar variabel-variabel dalam penelitian. Penelitianini bersifat kuantitatif dengan metode penelitian merupakan penjelasan(explanatory research)yang bertujuanuntukmengujihipotesisyang diajukanyang menyorotipengaruh antara variabelindependendenganvariabeldependendalampenelitian Populasi danSampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang teridri dari atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulanya. Identifikasi dan Pengukuran Variabel Datayang ditelitidalam penelitian inidapatdikelompokkan menjaditiga variabel yaitu variabel independen, variabel dependen dan variabel moderating. SumberData Penelitianinimenggunakan1(satu)jenissumber data,yaitu:Data sekunderadalahdatayang diperolehdaritangan keduaataupihaklain.Dalam penelitianini,data sekunder diperolehdariAnnualReportBank-bank listingdiBEI padatahun2012-2014,IndonesianCapitalMarketDirectory (ICMD). MetodePengumpulanData Metode pengumpulandatapada penelitianiniadalahdenganberdasarkan padadatayangtelahadapadasumberdatasekunder. Datatersebutdapat diperoleh dariAnnualReportBank-bank yanglistingdiBEIpadatahun 2012-2014,IndonesianCapitalMarketDirectory(ICMD). MetodeAnalisis Data Langkahselanjutnyasetelah semuavariabeldiukur adalahmenganalisis data, uji univariat, bivariat, dan multivariat untuk menjelaskan pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba Metode penelitian merupakan penjelasan(explanatory research)yang bertujuanuntukmengujihipotesisyang diajukanyang menyorotipengaruh antara variabelindependendenganvariabeldependendalampenelitian Hasil dan pembahasan Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui rasio CAMEL, dan UkuranBank,Kepemilikanmanajerialsebagaivariabelmoderating berpengaruh secara parsial terhadappertumbuhanlabapadaperusahaanperbankanyangterdaftardi BEI. Pengujian tingkat parsial Berdasarkan uji hipotesisyang dilakukan pada penelitian ini dengan menggunakan ujiparsial binary logistic, dapat disimpulkanbahwa variabel rasio CAMEL (CAR, APB, NPL ,ROA,ROE, NIM, BOPO,LDR) secaraparsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan lababank yang terdaftar di BEI. Dan variabel rasio CAMEL (CAR, APB, NPL ,ROA,ROE, NIM, BOPO,LDR) dan ukuran bank sebagai variabel moderating secaraparsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan lababank bank yang terdaftar di BEI. Dan juga variabel rasio CAMEL (CAR, APB, NPL ,ROA,ROE, NIM, BOPO,LDR) dan kepemilikan manajerial sebagai variabel moderating secaraparsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan lababank bank yang terdaftar di BEI. Pengujian tingkat simultan Uji hipotesis kedua Pengujian hipotesisdilakukan untuk mengetahui rasio CAMEL, dan UkuranBank,Kepemilikanmanajerialsebagaivariabelmoderating berpengaruh secara simultan terhadappertumbuhanlaba padaperusahaanperbankanyangterdaftardi BEI. Berdasarkan uji hipotesis kedua yang dilakukan pada penelitian ini dapat dengan menggunakan uji regresibinary logistic,menunjukandapat disimpulkanbahwavariabelindependen(CAR,APB,NPL,ROA, ROE, NIM, BOPO, LDR) secara bersama-sama tidak berpengaruh secarasignifikan terhadap pertumbuhan laba. Dan variabelindependen(CAR,APB,NPL,ROA, ROE, NIM, BOPO, LDR) danukuran banksebagai variabel moderating secara bersama-sama tidak berpengaruh secarasignifikan terhadap pertumbuhan laba. Dan juga variabelindependen(CAR,APB,NPL,ROA, ROE, NIM, BOPO, LDR) dan Kepemilikan Manajerial sebagai variabel moderating secara bersama-sama tidak berpengaruh secarasignifikan terhadap pertumbuhan laba. Kesimpulan dan saran Kesimpulan Berdasarkanhasilanalisis,pembuktianhipotesis, danpembahasanseperti yangtelahdiuraikansebelumnya,maka dalampenelitianinikesimpulanyang dapat diambil adalah sebagai berikut: Hasildari penelitiansecaraparsialrasioCAMEL (CAR, APB, NPL,ROA,ROE, NIM, BOPO,LDR)secara parsial tidakberpengaruh signifikanterhadappertumbuhanlaba bank yang terdaftar di BEI.Hasildari penelitiansecaraparsialrasio CAMEL (CAR, APB, NPL,ROA,ROE, NIM, BOPO,LDR) dan ukuran bank sebagai variabel moderating secara parsial tidakberpengaruh signifikanterhadappertumbuhanlaba bank yang terdaftar di BEI.Hasildari penelitiansecaraparsialrasio CAMEL (CAR, APB, NPL,ROA,ROE, NIM, BOPO,LDR) dan kepemilikan manajerial sebagai variabel moderating secara parsial tidakberpengaruh signifikanterhadappertumbuhanlaba bank yang terdaftar di BEI.Hasildari penelitiansecarasimultanvariabelCAMEL(CAR,APB,NPL,ROA,ROE,NIM,BOPO,LDR)secarabersama-sama tidakberpengaruh signifikanterhadap pertumbuhan laba.Hasildari penelitiansecarasimultanvariabelCAMEL(CAR,APB,NPL,ROA,ROE,NIM,BOPO,LDR) dan ukuran bank sebagai variabel moderating secarabersama-sama tidakberpengaruh signifikanterhadap pertumbuhan laba.Hasildari penelitiansecarasimultanvariabelCAMEL(CAR,APB,NPL,ROA,ROE,NIM,BOPO,LDR) dan kepemilikan manajerial sebagai variabel moderating secarabersama-sama tidakberpengaruh signifikanterhadap pertumbuhan laba. saran Berdasarkanketerbatasan-keterbatasantadi,makaadabeberapasaranbagi peneliti selanjutnyaantaralain sebagai berikut : 1. Penelitianhanyaberdasarkanpadalaporanyang dipublikasikandanbelum seluruhnyamenggambarkankondisiperbankansecara utuh. Disarankanuntukpenelitiselanjutnyamelakukanpenelitianyang lebih baik. 2. Menggunakanindikatoryangberbedadarivariabelyangdigunakanpada penelitianini misalnya untukUkuranBank(SIZE) tidakhanya menggunakan jumlah      DAFTARPUSTAKA  Almilia,Luciana SpicadanWinnyHerdiningtyas (2005).AnalisisRasio CAMEL Terhadap PrediksiKondisiBermasalahPada Lembaga Perbankan Periode 2000-2002Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No.2 November2005. Bank Indonesia No. 6/ 23/ DPNP, (2004). Sistem Penilaian TingkatKesehatanBank Umum. www.bi.go.id. Fahmi, Irham (2012). Analisis Laporan Keuangan. Cetakan ke-2. Bandung: Alfabeta Fahmi, Irham. (2013). Pengantar Manajemen Keuangan. Bandung : Alfabeta. Ghozali, Imam (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Lanjutan dengan Program SPSS. Universitas Diponegoro Semarang. Ghozali, Imam dan A. Chariri (2011). Teori Akuntansi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Harahap, Sofyan Syafri (2011). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: RajaGrafindo Persada Harjono, Desy Natalia (2006). Pengaruh Analisis Rasio CAMEL dan Besaran (Size)Terhadap ertumbuhan Laba Pada Bank Pembangunan Daerah di Indonesia Periode Tahun 2002-2004. Ikatan Akuntan Indonesia (2015). Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Ismail, Solihin (2012). manajemen strategik. jakarta :erlangga Kasmir (2012). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : Raja Grafindo persada Leoni Widi Harsari (2008). Analisis Rasio keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Asuransi yang Terdaftar di BEJ Periode 2001-2005. Almilia, Luciana Spica (2005). Analisis Rasio CAMEL Terhadap Prediksi Kondisi Bermasalah Pada Lembaga Perbankan Periode 2000-2002. Malayu, Hasibuan S.P., 2011. Dasar – dasar perbankkan. Bumi Aksara, Jakarta Novarina, Kristiani (2004). Analisis Rasio Aktiva Produktif dan Rentabilitas Untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba Pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa dan Non Devisa Periode Tahun 2002-2004. Panduan skripsi fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura 2015 Peraturan BankIndonesia. SistemPenilaianTingkatKesehatanBank Umum. www.bankindonesia.co.id.. Prasetyo, Wahyu(2006).PengaruhRasioCAMELTerhadapKinerjaKeuanganPadaBankPeriode tahun 2001-2005. Santoso, Lukman. (2011). Hak dan Kewajiban Hukum Nasabah Bank. Yogyakarta. Pustaka Yustisia. Siamat, Dahlan (2013).PerbankandanLembaga-LembagaKeuangan.JavaPustakaMediaUtama. Surabaya. Sitorus, Maurin (2005). Peranan Rasio Keuangan Sebagai Salah Satu Alat Dalam Memprediksi Laba Perusahaan Pada Bisnis Jasa dan Manufaktur Periode Tahun 2002-2003. Sugiyono (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta Sugiyono (2012). Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta. Susilo, Y. Sri., Sigit Trindaru dan A. Totok Budi Santoso (2012). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta. Salemba Empat. Jakarta. Tarjo dan Jogiyanto, (2013). Analisis Free Cash Flow dan KepemilikanManajerial terhadap Kebijakan Utang pada Perusahaan Publik di Indonesia.Simposium Nasional Akuntansi VI, Surabaya. UUNo.10/1998. PengertianBank. www.bankindonesia.co.id. Wibowo, Beni Nugroho Tri (2007). Analisis Pengaruh Rasio-rasio Keuangan Terhadap Prediksi Pertumbuhan Laba Perbankan Syariah di Indonesia Periode Tahun 2000-2005. Zainudin dan Jogiyanto, Hartono (2009). Manfaat Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Pertumbuhan Lab