cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
INFLUENCE WORK DISCIPLINE ON EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA PONTIANAK B11108081, Tri Febriantoro B11108081 trio
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Work discipline can be seen as something big benefits , good for the organization and for the employee . For the organization the discipline will guarantee the maintenance of order and performance of duties , and obtain the optimal results. While for the employee will get work environment that please them and will increase their passion to do their job . Therefore the employee get to do the job with passion and full awareness and can develop their mind and energy as much as they can to reach the goal of the organization or the company . Employee performance one of the success indicator operational a company to reach a goal . Motive from this research is to know influence factor – factor work discipline at employee performance on PT . DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak . In this research use by primary data that obtained in the questionnaire , and then analyze the data with SPSS program version 16.0 . From the research that has been done that goal and the ability factor is influence performance work , fringe benefits factor is not influence to the performance work , justice factor is not influence to the performance work , decisive factor is not influence to the performance work  and human relation factor is not influence to the performance work . Key Word : Goal and The Ability Factor , Fringe Benefits Factor , Justice Factor , Decisive Factor , Human    Relation Factor   BAB 1 PENDAHULUAN   1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam perkembangan sumber daya manusia yang modern, maka menjadi tugas manajemen untuk mempelajari dan mengembangkan berbagai upaya-upaya agar diintegrasikan secara efektif ke dalam organisasi yang dipimpinnya. Pengawasan terhadap aparatur negara menuju pada administrasi yang sempurna sangat tergantung pada kualitas dan profesionalisme karyawan negeri itu sendiri. Selain dari profesionalisme yang harus dimiliki, hal-hal yang lebih hakiki adalah bagaimana mengusahakan agar sumber daya manusia ( SDM ) memiliki citra yang baik, mempunyai jati diri, dan  mempunyai persepsi atau visi yang sama terhadap pekerjaannya dimanapun dia berada. Selain itu kinerja juga dapat diartikan suatu hasil dan usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. Untuk itu seorang atasan perlu mempunyai ukuran kinerja para karyawan, sehingga tidak timbul suatu masalah. Informasi tentang kinerja karyawan juga diperlukan bila atasan ingin mengubah sistem yang ada.Faktor penyebab ini tergantung orangnya sendiri dan lingkungan kerjanya. Tidak sesuainya kinerja karyawan dengan kecakapan itu bagi seorang karyawan mungkin karena tidak menyukai pimpinannya atau dapat juga karena kekurangan energi dan lain sebagainya. Untuk mengetahui perkembangan jumlah karyawan yang ada pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak dapat dilihat pada Tabel 1.1 di bawah ini. Tabel 1.1 Perkembangan Jumlah Karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak Tahun 2010 – 2012   1.2 Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang penelitian, dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah : Bagaimana pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak? 1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. 1.4 Kegunaan Penelitian Bagi penulis Dengan penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti serta merupakan salah satu cara untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura khususnya Jurusan Manajemen. Bagi instansi Hasil penelitian ini merupakan bahan masukan bagi Instansi atau PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak, terutama unsur pimpinan yang terkait dengan disiplin kerja karyawan, sehingga disiplin kerja yang baik akan mendorong semangat dan kegairahan kerja yang baik, dan pada akhirnya akan menghasilkan kinerja karyawan dan  produktifitas kerja yang baik pula.   BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 1) Pengertian Disiplin Kerja Kedisiplinan merupakan unsur yang sangat berperan penting dalam manajemen sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya suatu organisasi atau perusahaan. Tanpa adanya disiplin kerja yang baik maka tujuan dari organisasi akan terhambat. Maka dari itu disiplin kerja merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan pihak organisasi. Berikut pengertian disiplin kerja menurut Hasibuan (2002:193), yang dimaksud dengan kedisiplinan yang baik adalah “Kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kesadaran adalah sikap seseorang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Jadi dia akan mematuhi/mengerjakan semua tugasnya dengan baik, bukan paksaan. Kesediaan adalah suatu sikap tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik yang tertulis maupun tidak tertulis”. Menurut Edy Sutrisno (2009 : 93), “Disiplin kerja merupakan suatu sikap atau tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik tertulis maupun tidak tertulis”. Menurut Teguh dan Rosidah (2003:236), “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan dan prosedur“. Dari pernyataan yang telah dikemukakan diatas bahwa, semakin tinggi disiplin seorang karyawan maka akan mempengaruhi tingkat dan kualitas kerjanya. Untuk itu perhatian terhadap disiplin kerja harus sangat dan perlu diperhatikan dengan seksama. Dengan disiplin yang tinggi akan mempengaruhi mutu dan kualitas pekerjaan pada diri seorang karyawan, untuk itu pemimpin dituntut untuk semaksimal mungkin menanamkan rasa disiplin yang tinggi pada semua karyawannya. 2)   Jenis-Jenis Disiplin Kerja Setiap Instansi masing-masing menerapkan disiplin kerja yang berbeda-beda didasarkan pada kebutuhan dan tindakan yang dilakukan pimpinan. Menurut Handoko ( 2001:208-211 ), terdapat 3 jenis disiplin, yaitu sebagai berikut: a. Disiplin Preventif Disiplin Preventif merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk mendorong karyawan mentaati peraturan sehingga tidak terjadi pelanggaran. Tujuannya adalah agar karyawan berusaha untuk menegakkan disiplin diri ketimbang paksaan dari atasan. b. Disiplin Korektif Disiplin Korektif merupakan suatu tindakan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran yang lebih lanjut dan meluas. Tindakan Korektif biasanya diambil bertujuan agar:Perilaku pelanggar menjadi lebih baik, Mencegah karyawan lain melakukan tindakan serupa, dan Mempertahankan standard kelompok yang konsisten dan efektif. c. Disiplin Progresif Merupakan kebijakan yang berarti bahwa terhadap pengulangan pelanggaran akan dijatuhkan hukuman yang lebih berat tujuannya memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memperbaiki diri sebelum dikenai hukuman yang lebih serius. Dengan cara ini akan memberikan waktu bagi pimpinan untuk bekerja sama dengan karyawan guna memperbaiki kesalahan yang dilakukan. 3) Faktor-Faktor Yang Mendorong Disiplin Kerja Menurut Moenir (2002:182) terdapat tiga faktor yang mendorong atau berfungsi menumbuhkan dan memelihara disiplin, diantaranya: KesadaranKeteladananKetaatan Pengaturan Kesadaran jelas merupakan faktor utama sedangkan keteladanan dan ketaatan pengaturan merupakan faktor penyerta. Keteladanan dan ketaatan pengaturan tidak akan mampu tanpa dilandasi oleh kesadaran, sebaliknya jika ada kesadaran maka keteladanan dan ketaatan pengaturan akan memperkuat sikap disiplin seseorang. Tujuan dari disiplin yang sebenarnya adalah untuk menjuruskan atau mengarahkan perilaku pada realisasi yang harmonis dari tujuan-tujuan yang diinginkan. 4) Pengertian Kinerja Karyawan Kinerjakaryawan merupakan output atau hasil dari pekerjaan yang telah dilakukan oleh seseorang karyawan, atau dapat pula dikatakan sebagai tolak ukur keberhasilan dari pekerjaan yang telah dilakukan. Setiap organisasi baik itu instansi pemerintah ataupun swasta, selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawan. Keberhasilan mengelola karyawan yang baik dan benar dapat dilihat dari kinerja karyawannya. Jika kinerja karyawan meningkat, maka instansi akan memperoleh citra yang baik. Dengan meningkatnya kinerja, maka pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan juga lebih baik. Kinerjakaryawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi antara lain kuantitas, kualitas, ketepatan waktu, efektifitas biaya, pengawasan dan dampak antar pribadi (Mathis dan Jackson 2002:78-79). 5) Pengukuran kinerja karyawan Kinerja karyawan yang satu dengan kinerja karyawan yang lain tidak sama, karena masing-masing pegawai mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Tetapi secara umum dapat dikatakan kinerja karyawan dikatakan baik apabila dengan kinerja karyawannya tersebut dapat memenuhi apa yang diinginkan oleh perusahaan yang bersangkutan untuk mencapai tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang diperoleh dan diberikan karyawan kepada perusahaan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Menurut Bernadin dan Russel dalam Ruky (2002:15), mengajukan enam kriteria primer yang dapat digunakan unluk mengukur kinerja: 1)   Quality, merupakan tingkat sejauh mana proses atau hasil pelaksanaan kegiatan mendekati kesempurnaan atau mendekati tujuan yang diharapkan. 2)   Quantity, merupakan jumlah yang dihasilkan, misalnya jumlah rupiah, jumlah unit, jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan. 3)   Timeliness, adalah tingkat sejauh mana suatu kegiatan diselesaikan pada waktu yang dikehendaki, dengan memperhatikan koordinasi output lain serta waktu yang tersedia untuk kegiatan lain. 4)   Cost-effectiveness, adalah tingkat sejauh mana penggunaan daya organisasi (manusia, keuangan, teknologi, material) dimaksimalkan untuk mencapai hasil tertinggi, atau pengurangan kerugian dari setiap unit penggunaan sumber daya. 5)   Need for supervison, merupakan tingkat sejauh mana seorang pejabat dapat melaksanakan suatu fungsi pekerjaan tanpa memerlukan pengawasan seorang supervisor untuk mencegah tindakan yang kurang diinginkan. 6)   Interpersonal impact, merupakan tingkat sejauh mana karyawan/pegawai memelihara harga diri, nama baik dan kerja sama diantara rekan kerja dan bawahan. 6)   Kajian Empiris. Penelitian yang dilakukan oleh Melisa (2007), yang berjudul “Analisis Disiplin Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa disisplin kerja pegawai pada Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian survei pada Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan 65 orang sebagai responden. Penelitian ini didukung teori manajemen sumber daya manusia dan uraian teoritis lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor – faktor yang ada berhubungan dalam pembentukan Kedisiplinan dari para pegawai Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat. 2.2 Kerangka Pemikiran Berikut ini adalah gambar kerangka pemikiran dari penelitian ini   BAB 3 METODE  PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif dan kausal asosiatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari gejala tertentu sehingga ditemukan kejadian-kejadian relative, distribusi, dan hubungan-hubungan antara variabel  sosiologis dengan tingkat eksplanasi berdasarkan penelitian kausal asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Umar, 2000:81). Jenis Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini, terdiri dari beberapa jenis diantaranya : Data Primer Data primer yaitu suatu data yang langsung penulis kumpulkan dari responden yang diperoleh dengan cara wawancara langsung kelapangan dengan cara menyebarkan kuesioner. Data Sekunder Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer maupun pihak lain (Umar, 2005:130). Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka dengan mempelajari literatur dan penelitian pihak lain yang berkaitan dengan motivasi kerja dan kinerja karyawan dari instansi terkait. 3.2. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel dalam penelitian ini adalah variabel disiplin kerja dan kinerja karyawan.Disiplin kerja merupakan suatu sikap atau tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik tertulis maupun tidak tertulis”, sedangkan kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan selama kurun waktu tertentu. Untuk lebih jelasnya variabel, indikator, dan item pertanyaan tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.1 dan Tabel 3.2.   Pengukuran variabel penelitian dengan menggunakan skala likert, dimana responden menyatakan tingkat setuju atau tidak setuju mengenai berbagai pernyataan.Skala yang diajukan terdiri atas 5 titik. Skala-skala ini nantinya dijumlahkan untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku berikut ini: (1) Sangat Tidak Setuju setara dengan Sangat Tidak Baik. (2) Tidak Setuju setara dengan Tidak Baik. (3) Kurang Setuju setara dengan Kurang Baik. (4) Setuju setara dengan Baik dan, (5) Sangat Setuju setara dengan Sangat Baik. 3.3. Sumber Data 1. Teknik Pengumpulan Dataa. Wawancara Wawancara yaitu mengajukan suatu pertanyaan kepada pimpinan dan karyawan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Kuesioner Kuesioner yaitu cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada atasan dan karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Studi Dokumenter Studi dokumenter yaitu data yang dikumpulkan dari laporan – laporan atau dokumen – dokumen yang perusahaan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. 2.Populasi dan Sampel Populasi Adapun pengertian dari populasi menurut Umar (2000 : 77) adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang  mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel”. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang berjumlah 83 orang (tidak termasuk kepala kantor) pada PT.DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Sampel Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 83 sampel (tidak termasuk kepala kantor). 3.3 Tahapan Penelitian Setelah semua data dan keterangan dari hasil penelitian dengan kuesioner akan dianalisis secara : Analisis kualitatif Analisis kualitatif yaitu dengan menganalisis hasil jawaban dari kuesioner yang kemudian diolah, dipersentasekan, dan disajikan dalam bentuk tabel, sehingga dapat ditarik kesimpulan. Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif adalah metode yang bertujuan untuk menganalisis ketergantungan/asosiasi variabel independent/bebas (X) terhadap variabel dependent/terikat (Y) dengan menggunakan regresi berganda, namun terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari : uji Validitas dan Uji Reliabilitas kemudian dilakukan uji Multikolinearitas, uji Heteroskedastisitas, uji Autokorelasi, dan Uji Normalitas. Model regresi berganda yang digunakan adalah   Keterangan : Y= Kinerja A= Intersep atau Konstanta   B1,B2,B3,B4,B5 =Koefisien Regresi X1 = Tujuan dan Kemampuan X2                   = Balas Jasa X3 = Keadilan X4                               = Ketegasan X5  = Hubungan Kemanusiaan E    = Error Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0, selanjutnya dari hasil regresi yang diperoleh, dilakukan pengambilan keputusan untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak dengan cara : Uji Koefisien Regresi Secara Parsial(Uji t) dengan  = 5% Hipotesis : Ho: Diduga Disiplin Kerja secara parsial tidak ada berpengaruh dengan kinerja karyawan. Ha:Diduga Disiplin Kerja secara parsial ada berpengaruh dengankinerja karyawan. Kriteria Pengujian: Ho diterima jika –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel. Ha ditolak jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel. Uji Koefisien Regresi Secara Simultan (Uji F) dengan  = 5% Hipotesis: Ho: Diduga tidak ada pengaruh antara Tujuan dan Kemampuan, Balas Jasa, Keadilan, Ketegasan, Hubungan Kemanusiaansecara simultan terhadap kinerja karyawan. Ha: Diduga ada pengaruh yang signifikan antara Tujuan dan Kemampuan, Balas Jasa, Keadilan, Ketegasan, Hubungan Kemanusiaan secara simultan terhadap kinerja karyawan. Kriteria Pengujian : Ho diterima bila F hitung ≤ F tabel. Ha ditolak bila F hitung > F tabel. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN   A. Karakteristik Responden Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, diketahui bahwa yang menjadi objek penelitian dalam penulisan ini adalah karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Dari kuesioner yang telah disebarkan kepada 83 responden (karyawan), dapat diperoleh informasi yang diperlukan untuk analisis, diantaranya karakteristik responden mengenai: 1. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak sebanyak 83karyawan. Berikut ini gambaran responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.1.   Dari Tabel 4.1 menunjukan bahwa sebagian besar responden adalah laki-laki sebanyak 89.16%(74 orang) sedangkan perempuan sebanyak 10.84% (9 orang) pada karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan tingkat displin dan kinerja laki-laki dan perempuan, karena pada karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianaktidakada pembedaan antara laki-laki dan perempuan.Semuakaryawan mendapat perlakuan dan kesempatan kerja yang sama. 2. Karakteristik responden berdasarkan usia Usia responden dalam penelitian ini dibagi dalam 4 kelompok usia yaitu usia 20 tahun – 29 tahun, 30 tahun – 39 tahun, 40 tahun – 49 tahun dan usia ≥ 50 tahun. Berikut ini gambaran responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 4.2.   Dari Tabel 4.2 terlihat dari keseluruhan jumlah responden, bahwa karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak yang berusia antara 20 tahun - 29 tahun yaitu sebanyak 51 orang atau sebesar 61.45%, yang berusia antara 30 tahun - 39 tahun sebanyak 21 orang atau 25.30%, yang berusia antara 40 tahun- 49 tahun sebanyak 6 orang atau sebesar 7.23%, dan berusia ≥ 50 tahun sebanyak 5 orang atau sebesar 6.02%. Jadi, mayoritas usia karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak berusia di atas 20-29 tahun. Karena pada golongan usia ini karyawan lebih banyak skill dan dikarenakan usia yang produktif didalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab mereka.   3. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir Tingkat pendidikan terakhir mempunyai peranan yang sangat penting dalam hubungannya dengan tingkat produktivitas seorang karyawan. Melalui pendidikan terakhir seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung dibentuk dan dikembangkan sikap mental, kepribadian, keterampilan dan kreativitasnya.Berikut ini gambaran responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada Tabel 4.3   Dari Tabel 4.3 terlihat dari keseluruhan jumlah responden, bahwa karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak yang lulusan SD sebanyak 9 orang atau 10.84%, SMP sebanyak 16 orang atau sebesar 19.28%, SMA sebanyak 52 orangatau 62.65%, S1 sebanyak 7 orang atau 7.23%. Jadi, mayoritas karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak lulusan SMA.   D. Analisis Data 1. Uji Validitas. Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang diukur. Uji validitas sering digunakan untuk mengukur ketepatan suatu item dalam koesioner atau skala, apakah item-item pada kuesioner tersebut sudah tepat dalam mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas yang digunakan adalah uji validitas item. Pada tabel 4.4 menunjukkan hasil pengujian validitas, dimana dari hasil diatas dapat diketahui nilai korelasi antara skore disemua variabel dengan skore total. Nilai ini kemudian kita bandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikansi 0.05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 83, maka didapat nilai r tabel sebesar 0.216. Dapat dilihat bahwa semua item memiliki nilai korelasi lebih dari 0.216, artinya untuk semua item dinyatakan valid.   2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang (Priyatno 2010:97-100). Berikut ini hasil pengujian reliabilitas terhadap semua variabel dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.5.     Dalam pengujian reliabilitas menggunakan batasan tertentu seperti 0.6. Menurut Sekaran (1992), reliabilitas kurang dari 0.6 adalah kurang baik. Hasil uji reliabilitas diatas menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alpha untuk semua variabel lebih dari 0.6, artinya semua variabel dinyatakan Reliabel. E. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. 1. Uji Asumsi Klasik 1.1 Uji Multikolinearitas Multikolinearitas pada satu model dapat dilihat dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) pada model regresi tidak lebih dari 10 dan nilai tolerance tidak kurang dari 0,1 maka model dapat dikatakan terbebas dari multikolineariatas. Berikut ini adalah Tabel 4.17 hasil dari uji multikolinearitas dengan menggunakan software SPSS 17:   Pada Tabel 4.17 menunjukkan hasil pengujian multikolinearitas, pada kolom VIF dapat diketahui bahwa nilai VIF untuk tujuan dan kemampuan sebesar 6.230, balas jasa sebesar 6.109, keadilan sebesar 2.053, ketegasan sebesar 1.141 dan hubungan kemanusiaan sebesar 1.967, karena nilai VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak ditemukan adanya masalah multikolinearitas. 1.2  Uji Linearitas Variabel dikatakanmempunyai hubungan yang linear bila signifikansi kurang dari 0.05.Berikut ini adalah Tabel 4.18 hasil dari uji linearitasdengan menggunakan software SPSS 17,0. Berdasarkan tabel 4.18 dapat diketahui bahwa variabel tujuan dan kemampuan (X1) terhadap kinerja (Y) bahwa tingkat signifikansi pada baris linearity sebesar 0.000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel tujuan dan kemampuan (X1) dan kinerja (Y) memiliki hubungan yang linear.   Berdasarkan tabel 4.19 dapat diketahui bahwa variabel balas jasa (X2) terhadap kinerja (Y) bahwa tingkat signifikansi pada baris linearity sebesar 0.000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel tujuan dan kemampuan (X2) dan kinerja (Y) memiliki hubungan yang linear.   Berdasarkan tabel 4.20 dapat diketahui bahwa variabel keadilan (X3) terhadap kinerja (Y) bahwa tingkat signifikansi pada baris linearity sebesar 0.067. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel tujuan dan kemampuan (X3) dan kinerja (Y) tidak memiliki hubungan yang linear.   Berdasarkan tabel 4.21 dapat diketahui bahwa variabel ketegasan (X2) terhadap kinerja (Y) bahwa tingkat signifikansi pada baris linearity sebesar 0.03. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0.05, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel tujuan dan kemampuan (X1) dan kinerja (Y) memiliki hubungan yang linear.   Berdasarkan tabel 4.22 dapat diketahui bahwa variabel hubungan kemanusiaan (X5) terhadap kinerja (Y) bahwa tingkat signifikansi pada baris linearity sebesar 0.154. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari 0.05, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel tujuan dan kemampuan (X1) dan kinerja (Y) tidak memiliki hubungan yang linear. 1.3 UjiHeteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah keadaan dimana terjadi ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Pada pembahasan ini akan dilakukan Uji Heteroskedastisitas dengan menggunakan Uji Spearman’s rho, yaitu mengkorelasikan nilai residual (Unstandardized residual) dengan masing-masing variabel independen. Jika signifikansi korelasi kurang dari 0.05 maka pada model regresi terjadi masalah Heteroskedastisitas (Priyatno 2010:83-86). Berikut ini adalah Tabel 4.23 hasil dari uji heteroskedastisitas dengan menggunakan software SPSS 17,00.   Pada Tabel 4.23 diatas menunjukkan hasil pengujian Heteroskedastisitas, pada kolom Unstandardized Residual dapat dilihat bahwa nilai signifikansi Sig.(2-tailed)) masing- masing variabel independen, dapat diketahui korelasi antara tujuan dan kemampuan dengan Unstandardized Residual menghasilkan nilai signifikansi 0.614 , korelasi antara Balas jasa dengan Unstandardized Residual menghasilkan nilai signifikansi 0.443, Keadilan dengan Unstandardized Residual menghasilkan nilai signifikansi 0,999, Ketegasan dengan Unstandardized Residual menghasilkan nilai signifikansi 0,599, Hubungan kemanusiaan dengan Unstandardized Residual menghasilkan nilai signifikansi 0,888. Karena nilai signifikansi korelasi lebih dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak ditemukan adanya masalah heteroskedastisitas. 1.4 Uji Normalitas. Normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi variable pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi datanya normal atau mendekati normal. Berikut ini adalah Tabel 4.24 hasil dari uji normalitas dengan menggunakan software SPSS 17.00.   Dari output hasil uji di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari variabel kinerja adalah sebesar 0,030, tujuan dan kemampuan sebesar 0,010, balas jasa sebesar 0,051, keadilan sebesar 0,002, ketegasan sebesar 0,048, hubungan kemanusiaan sebesar 0,000. Karena signifikansi untuk semua variabel kurang dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa populasi data semua variabel belum berdistribusi normal. Untuk mengubah nilai signifikansi agar berdistribusi normal maka penulis melakukan uji normalitas dengan menggunakan residual. Hasil dari uji normalitas data tersebut dapat dilihat pada tabel 4.25 di bawah ini.     a. Test distribution is Normal. Sumber: Data olahan SPSS (2014). Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa setelah dilakukan residual  maka untuk hasil yang didapat menjadi normal atau nilai signifikansinya lebih dari 0,05.   2. Uji Regresi Linier Berganda Berikut ini hasil pengujian regresi linear berganda terhadap semua variabel dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.26   Y =   a  + b1 .X1 + b2.X2 + b3.X3 + b4.X4 + b5.X5 Y =  43.373 + (2.055).X1 + (-0.839).X2 + (-3.675).X3 + (0.567).X4 + (-3.973).X5 Y =  43.373 + 2.055X1 - 0.839X2 - 3.675X3 + 0.567X4 - 3.973X5 Keterangan : Y           =    Kinerja a            =    Konstanta b1,b2     =   Koefisien Regresi X1         =   Tujuan dan Kemampuan X2         =   Balas Jasa X3         =   Keadilan X4         =   Ketegasan X5         =   Hubungan Kemanusiaan 3.         Pengujian Hipotesis 3.1 Uji Statistik t (Parsial) Digunakan untuk menguji koefisiean regresi secara individual. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah secara parsial masing- masing variabel bebas mempunyai pengaruh signifikansi atau tidak terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil pengolahan data dari Tabel 4.26, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Tujuan dan Kemampuan (X1) a.1 Menentukan Hipotesis. Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh antara Tujuan dan Kemampuan   (X1) dengan Kinerja. Ha : Secara parsial ada pengaruh antara Tujuan dan Kemampuan (X1) dengan Kinerja. 2 Menentukan Tingkat Signifikansi. Tingkat signifikansi menggunakan 0.05 (α = 5%). a.3 Menentukan nilai signifikan. Berdasarkan output / hasil diperoleh nilai signifikan sebesar 0.010 a.4 Kriteria Pengujian. Ho diterima jika nilai siqnifikan   0,05 Ha diterima jika nilai siqnifikan   0,05 a.5 Membandingkan Nilai Signifikan dengan Tingkat Signifikan nilai signifikan   tingkat signifikan ( 0.010 ≤ 0.05 ), maka Ha diterima. a.6 Kesimpulan. Oleh karena nilai signifikan    tingkat signifikan ( 0.010 ≤ 0.05 ), maka Ha diterima. Artinya secara parsial tujuan dan kemampuan (X1) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Adapun dalam kondisi yang sebenarnya tujuan dan kemampuan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan karena antara tujuan dari perusahaan dan kemampuan karyawan yang seimbang. Antara lain SDM yang bekerja di perusahaan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA adalah orang yang mempunyai keahlian di bidangnya masing masing. b. Balas Jasa (X2) b.1 Menentukan Hipotesis. Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh antara balas jasa (X2) dengan Kinerja. Ha  : Secara parsial ada pengaruh antara balas jasa (X2) dengan Kinerja. b.2 Menentukan Tingkat Signifikansi. Tingkat signifikansi menggunakan 0.05 (α = 5%). b.3 Menentukan nilai siqnifikan. Berdasarkan output / hasil diperoleh nilai siqnifikan sebesar 0.385 b.4 Kriteria Pengujian. Ho diterima jika nilai siqnifikan   0,05 Ha diterima jika nilai siqnifikan   0,05 b.5 Membandingkan Nilai Signifikan dengan Tingkat Signifikan nilai signifikan > tingkat signifikan ( 0.385 > 0.05 ), maka Ho diterima. b.6 Kesimpulan. Oleh karena nilai signifikan > tingkat signifikan ( 0.385 > 0.05 ), maka Ho diterima. Artinya secara parsial balas jasa (X2) tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Adapun dalam kondisi yang sebenarnya balas jasa tidak berpengaruh terhadap kinerja karywan karena tidak adanya timbal balik dengan karyawan, seperti tidak adanya penghargaan yang diberikan kepada karyawan. c.         Keadilan (X3) c.1 Menentukan Hipotesis. Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh antara Keadilan (X3) dengan Kinerja. Ha : Secara parsial ada pengaruh antara Keadilan (X3) dengan Kinerja.   c.2 Menentukan Tingkat Signifikansi. Tingkat signifikansi menggunakan 0.05 (α = 5%). c.3 Menentukan nilai siqnifikan. Berdasarkan output / hasil diperoleh nilai siqnifikan sebesar 0.134 c.4 Kriteria Pengujian. Ho diterima jika nilai siqnifikan   0,05 Ha diterima jika nilai siqnifikan   0,05 c.5 Membandingkan Nilai Signifikan dengan Tingkat Signifikan nilai signifikan > tingkat signifikan ( 0.538 > 0.05 ), maka Ho diterima. c.6 Kesimpulan. Oleh karena nilai signifikan > tingkat signifikan ( 0.538 > 0.05 ), maka Ho diterima. Artinya secara parsial keadilan (X3) tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Adapun dalam kondisi yang sebenarnya keadilan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan mungkin karena belum adanya keadilan yang tercipta di area pabrik. d.   Ketegasan (X4) d.1 Menentukan Hipotesis. Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh antara Ketegasan (X4) dengan Kinerja. Ha  : Secara parsial ada pengaruh antara Ketegasan (X4) dengan Kinerja. d.2 Menentukan Tingkat Signifikansi. Tingkat signifikansi menggunakan 0.05 (α = 5%). d.3 Menentukan nilai siqnifikan. Berdasarkan output / hasil diperoleh nilai siqnifikan sebesar 0.073 d.4 Kriteria Pengujian. Ho diterima jika nilai siqnifikan   0,05 Ha diterima jika nilai siqnifikan   0,05 d.5 Membandingkan Nilai Signifikan dengan Tingkat Signifikan nilai signifikan    tingkat signifikan ( 0.073  0.05 ), maka Ha diterima. d.6 Kesimpulan. Oleh karena nilai signifikan    tingkat signifikan ( 0.073  0.05 ), maka Ho diterima. Artinya secara parsial Ketegasan (X4) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan  Pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Adapun dalam kondisi yang sebenarnya ketegasan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena kurang tegasnya pimpinan terhadap aturan yang berlaku. e.    Hubungan Kemanusiaan (X5) e.1 Menentukan Hipotesis. Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh antara Hubungan Kemanusiaan (X5) dengan Kinerja. Ha  : Secara parsial ada pengaruh antara Hubungan Kemanusiaan (X5) dengan Kinerja. e.2 Menentukan Tingkat Signifikansi. Tingkat signifikansi menggunakan 0.05 (α = 5%). e.3 Menentukan nilai siqnifikan. Berdasarkan output / hasil diperoleh nilai siqnifikan sebesar 0.878 e.4 Kriteria Pengujian. Ho diterima jika nilai siqnifikan   0,05 Ha diterima jika nilai siqnifikan   0,05 e.5 Membandingkan Nilai Signifikan dengan Tingkat Signifikan nilai signifikan > tingkat signifikan ( 0.878 > 0.05 ), maka Ho diterima. e.6 Kesimpulan. Oleh karena nilai signifikan > tingkat signifikan ( 0.878 > 0.05 ), maka Ho diterima. Artinya secara parsial Hubungan Kemanusiaan (X5) tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Adapun dalam kondisi yang sebenarnya hubungan kemanusiaan tidak berpengaruh terhadap kinerja karywan karena belum terciptanya hubungan yang harmonis baik.   3.2 Uji Statistik F (Simultan). Uji statistik F dilakukan untuk megetahui apakah variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. hasil uji statistik F dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 4.27.   Berdasarkan hasil pengolahan data dari Tabel 4.27, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Merumuskan Hipotesis. Ho : Tidak ada pengaruh antara tujuan dan kemampuan, balas jasa, keadilan, ketegasan dan hubungan kemanusiaan terhadap Kinerja. Ha :  Ada pengaruh antara tujuan dan kemampuan, balas jasa, keadilan, ketegasan dan hubungan kemanusiaan terhadap Kinerja b. Menentukan Tingkat Signifikansi. Tingkat signifikansi menggunakan 0.05 (α = 5%). c. Menentukan nilai siqnifikan. Berdasarkan tabel diperoleh F hitung sebesar 0.000 e. Kriteria Pengujian. Ho diterima jika nilai siqnifikan   0,05 Ha diterima jika nilai siqnifikan   0,05 f. Membandingkan Nilai Signifikan dengan Tingkat Signifikan nilai signifikan    tingkat signifikan ( 0.000   0.05 ), maka Ha diterima. g. Kesimpulan. Karena nilai signifikan    tingkat signifikan ( 0.000   0.05 ), maka Ha diterima, artinya tujuan dan kemampuan (X1), balas jasa (X2), keadilan (X3), ketegasan (X4), hubungan kemanusiaan (X5), secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak.   BAB V PENUTUP   5.1  Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang berkaitan dengan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak, maka dapat ditarik kesimpulan : Berdasarkan pengujian secara parsial atau uji t, ditemukan bahwa nilai signifikan t ≤ tingkat signifikan (0,010 ≤ 0,005) artinya tujuan dan kemampuan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Berdasarkan pengujian secara parsial atau uji t, ditemukan bahwa nilai signifikan t > tingkat signifikan (0,385 > 0,005) artinya balas jasa tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Berdasarkan pengujian secara parsial atau uji t, ditemukan bahwa nilai siginifikan t > tingkat signifikan (0,538 > 0,005) artinya keadilan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Berdasarkan pengujian secara parsial atau uji t, ditemukan bahwa nilai signifikan t > tingkat signifikan (0,073 > 0,005) artinya ketegasan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Berdasarkan pengujian secara parsial atau uji t, ditemukan bahwa nilai signifikan t > tingkat signifikan (0,878 > 0,005) artinya hubungan kemanusiaan tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Berdasarkan pengujian secara simultan atau uji F, nilai signifikan    tingkat signifikan ( 0.000   0.05 ), maka Ha diterima, artinya tujuan dan kemampuan (X1), balas jasa (X2), keadilan (X3), ketegasan (X4), hubungan kemanusiaan (X5), secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Implikasi dan Rekomendasi Pengaruh Faktor Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak Kalimantan Barat Implikasi teoritis memberikan gambaran sebuah perbandingan mengenai rujukan-rujukan yang dipergunakan dalam penelitian ini. Perbandingan ini dapat ditunjukkan dari rujukan penelitian terdahulu dengan temuan penelitian yang saat ini di analisis. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tentang disiplin, dapat disimpulkan bahwa displin adalah ketaatan yang sifatnya impersonal, tidak memakai perasaan dan tidak memakai perhitungan pamrih atau kepentigan pribadi. Dari hasil penelitian yang dilakukan terbukti bahwa faktor tujuan dan kemampuan, ketegasan paling berpengaruh, ini dikarenakan pada PT.DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak lebih memperhitungkan kemampuan untuk mencapai tujuan  mencapai hasil yang maksimal. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Melisa (2007), yang berjudul “Analisis Disiplin Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa disisplin kerja pegawai pada Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Kalimantan Barat. Sehubungan dengan dilakukannya penelitian ini, mengenai “Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak”, maka dapat disampaikan  rekomendasi atau saran sebagai berikut : Hasil penelitian ini menghasilkan analisis faktor tujuan dan kemampuan, berpengaruh signifikan dan balas jasa, hubungan kemanusiaan, keadilan faktor ketegasan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, walaupun faktor keadilan, balas jasa, dan hubungan kemanusiaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan diharapkan atasan untuk tetap memberikan arahan kepada seluruh karyawannya dengan cara memberikan wewenang dan tanggungjawab penuh dalam menangani pekerjaan yang menjadi beban tugasnya agar PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak kedepannya dapat berjalan sesuai dengan visi dan misinya. Perusahaan memberikan balas jasa seperti gaji ataupun tunjangan-tunjangan dan juga penghargaan lainnya yang sesuai dengan pekerjaan karyawan tersebut agar karyawan dapat meningkatkan disiplin kerjanya. Perusahaan memperlakukan secara adil semua karyawannya agar masing-masing karyawan merasa diperlakukan sama sehingga tidak ada kecemburuan antar karyawan. Perusahaan berlaku tegas kepada semua karyawan yang tidak disiplin dengan memberikan sanksi atau hukuman. Perusahaan harus memperhatikan hubungan kemanusiaan yang terjadi di dalam lingkungan perusahaan seperti hubungan antara pimpinan dan bawahan atupun sesama karyawan.  ABSTRACT   Work discipline can be seen as something big benefits , good for the organization and for the employee . For the organization the discipline will guarantee the maintenance of order and performance of duties , and obtain the optimal results. While for the employee will get work environment that please them and will increase their passion to do their job . Therefore the employee get to do the job with passion and full awareness and can develop their mind and energy as much as they can to reach the goal of the organization or the company . Employee performance one of the success indicator operational a company to reach a goal . Motive from this research is to know influence factor – factor work discipline at employee performance on PT . DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak . In this research use by primary data that obtained in the questionnaire , and then analyze the data with SPSS program version 16.0 . From the research that has been done that goal and the ability factor is influence performance work , fringe benefits factor is not influence to the performance work , justice factor is not influence to the performance work , decisive factor is not influence to the performance work  and human relation factor is not influence to the performance work . Key Word : Goal and The Ability Factor , Fringe Benefits Factor , Justice Factor , Decisive Factor , Human    Relation Factor   BAB 1 PENDAHULUAN   1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam perkembangan sumber daya manusia yang modern, maka menjadi tugas manajemen untuk mempelajari dan mengembangkan berbagai upaya-upaya agar diintegrasikan secara efektif ke dalam organisasi yang dipimpinnya. Pengawasan terhadap aparatur negara menuju pada administrasi yang sempurna sangat tergantung pada kualitas dan profesionalisme karyawan negeri itu sendiri. Selain dari profesionalisme yang harus dimiliki, hal-hal yang lebih hakiki adalah bagaimana mengusahakan agar sumber daya manusia ( SDM ) memiliki citra yang baik, mempunyai jati diri, dan  mempunyai persepsi atau visi yang sama terhadap pekerjaannya dimanapun dia berada. Selain itu kinerja juga dapat diartikan suatu hasil dan usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. Untuk itu seorang atasan perlu mempunyai ukuran kinerja para karyawan, sehingga tidak timbul suatu masalah. Informasi tentang kinerja karyawan juga diperlukan bila atasan ingin mengubah sistem yang ada.Faktor penyebab ini tergantung orangnya sendiri dan lingkungan kerjanya. Tidak sesuainya kinerja karyawan dengan kecakapan itu bagi seorang karyawan mungkin karena tidak menyukai pimpinannya atau dapat juga karena kekurangan energi dan lain sebagainya. Untuk mengetahui perkembangan jumlah karyawan yang ada pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak dapat dilihat pada Tabel 1.1 di bawah ini. Tabel 1.1 Perkembangan Jumlah Karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak Tahun 2010 – 2012   1.2 Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang penelitian, dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah : Bagaimana pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak? 1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. 1.4 Kegunaan Penelitian Bagi penulis Dengan penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti serta merupakan salah satu cara untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura khususnya Jurusan Manajemen. Bagi instansi Hasil penelitian ini merupakan bahan masukan bagi Instansi atau PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak, terutama unsur pimpinan yang terkait dengan disiplin kerja karyawan, sehingga disiplin kerja yang baik akan mendorong semangat dan kegairahan kerja yang baik, dan pada akhirnya akan menghasilkan kinerja karyawan dan  produktifitas kerja yang baik pula.   BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 1) Pengertian Disiplin Kerja Kedisiplinan merupakan unsur yang sangat berperan penting dalam manajemen sumber daya manusia yang dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya suatu organisasi atau perusahaan. Tanpa adanya disiplin kerja yang baik maka tujuan dari organisasi akan terhambat. Maka dari itu disiplin kerja merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan pihak organisasi. Berikut pengertian disiplin kerja menurut Hasibuan (2002:193), yang dimaksud dengan kedisiplinan yang baik adalah “Kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kesadaran adalah sikap seseorang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Jadi dia akan mematuhi/mengerjakan semua tugasnya dengan baik, bukan paksaan. Kesediaan adalah suatu sikap tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik yang tertulis maupun tidak tertulis”. Menurut Edy Sutrisno (2009 : 93), “Disiplin kerja merupakan suatu sikap atau tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik tertulis maupun tidak tertulis”. Menurut Teguh dan Rosidah (2003:236), “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan dan prosedur“. Dari pernyataan yang telah dikemukakan diatas bahwa, semakin tinggi disiplin seorang karyawan maka akan mempengaruhi tingkat dan kualitas kerjanya. Untuk itu perhatian terhadap disiplin kerja harus sangat dan perlu diperhatikan dengan seksama. Dengan disiplin yang tinggi akan mempengaruhi mutu dan kualitas pekerjaan pada diri seorang karyawan, untuk itu pemimpin dituntut untuk semaksimal mungkin menanamkan rasa disiplin yang tinggi pada semua karyawannya. 2)   Jenis-Jenis Disiplin Kerja Setiap Instansi masing-masing menerapkan disiplin kerja yang berbeda-beda didasarkan pada kebutuhan dan tindakan yang dilakukan pimpinan. Menurut Handoko ( 2001:208-211 ), terdapat 3 jenis disiplin, yaitu sebagai berikut: a. Disiplin Preventif Disiplin Preventif merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk mendorong karyawan mentaati peraturan sehingga tidak terjadi pelanggaran. Tujuannya adalah agar karyawan berusaha untuk menegakkan disiplin diri ketimbang paksaan dari atasan. b. Disiplin Korektif Disiplin Korektif merupakan suatu tindakan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan dan mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran yang lebih lanjut dan meluas. Tindakan Korektif biasanya diambil bertujuan agar:Perilaku pelanggar menjadi lebih baik, Mencegah karyawan lain melakukan tindakan serupa, dan Mempertahankan standard kelompok yang konsisten dan efektif. c. Disiplin Progresif Merupakan kebijakan yang berarti bahwa terhadap pengulangan pelanggaran akan dijatuhkan hukuman yang lebih berat tujuannya memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memperbaiki diri sebelum dikenai hukuman yang lebih serius. Dengan cara ini akan memberikan waktu bagi pimpinan untuk bekerja sama dengan karyawan guna memperbaiki kesalahan yang dilakukan. 3) Faktor-Faktor Yang Mendorong Disiplin Kerja Menurut Moenir (2002:182) terdapat tiga faktor yang mendorong atau berfungsi menumbuhkan dan memelihara disiplin, diantaranya: KesadaranKeteladananKetaatan Pengaturan Kesadaran jelas merupakan faktor utama sedangkan keteladanan dan ketaatan pengaturan merupakan faktor penyerta. Keteladanan dan ketaatan pengaturan tidak akan mampu tanpa dilandasi oleh kesadaran, sebaliknya jika ada kesadaran maka keteladanan dan ketaatan pengaturan akan memperkuat sikap disiplin seseorang. Tujuan dari disiplin yang sebenarnya adalah untuk menjuruskan atau mengarahkan perilaku pada realisasi yang harmonis dari tujuan-tujuan yang diinginkan. 4) Pengertian Kinerja Karyawan Kinerjakaryawan merupakan output atau hasil dari pekerjaan yang telah dilakukan oleh seseorang karyawan, atau dapat pula dikatakan sebagai tolak ukur keberhasilan dari pekerjaan yang telah dilakukan. Setiap organisasi baik itu instansi pemerintah ataupun swasta, selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja karyawan. Keberhasilan mengelola karyawan yang baik dan benar dapat dilihat dari kinerja karyawannya. Jika kinerja karyawan meningkat, maka instansi akan memperoleh citra yang baik. Dengan meningkatnya kinerja, maka pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan juga lebih baik. Kinerjakaryawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi antara lain kuantitas, kualitas, ketepatan waktu, efektifitas biaya, pengawasan dan dampak antar pribadi (Mathis dan Jackson 2002:78-79). 5) Pengukuran kinerja karyawan Kinerja karyawan yang satu dengan kinerja karyawan yang lain tidak sama, karena masing-masing pegawai mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Tetapi secara umum dapat dikatakan kinerja karyawan dikatakan baik apabila dengan kinerja karyawannya tersebut dapat memenuhi apa yang diinginkan oleh perusahaan yang bersangkutan untuk mencapai tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang diperoleh dan diberikan karyawan kepada perusahaan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Menurut Bernadin dan Russel dalam Ruky (2002:15), mengajukan enam kriteria primer yang dapat digunakan unluk mengukur kinerja: 1)   Quality, merupakan tingkat sejauh mana proses atau hasil pelaksanaan kegiatan mendekati kesempurnaan atau mendekati tujuan yang diharapkan. 2)   Quantity, merupakan jumlah yang dihasilkan, misalnya jumlah rupiah, jumlah unit, jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan. 3)   Timeliness, adalah tingkat sejauh mana suatu kegiatan diselesaikan pada waktu yang dikehendaki, dengan memperhatikan koordinasi output lain serta waktu yang tersedia untuk kegiatan lain. 4)   Cost-effectiveness, adalah tingkat sejauh mana penggunaan daya organisasi (manusia, keuangan, teknologi, material) dimaksimalkan untuk mencapai hasil tertinggi, atau pengurangan kerugian dari setiap unit penggunaan sumber daya. 5)   Need for supervison, merupakan tingkat sejauh mana seorang pejabat dapat melaksanakan suatu fungsi pekerjaan tanpa memerlukan pengawasan seorang supervisor untuk mencegah tindakan yang kurang diinginkan. 6)   Interpersonal impact, merupakan tingkat sejauh mana karyawan/pegawai memelihara harga diri, nama baik dan kerja sama diantara rekan kerja dan bawahan. 6)   Kajian Empiris. Penelitian yang dilakukan oleh Melisa (2007), yang berjudul “Analisis Disiplin Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa disisplin kerja pegawai pada Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian survei pada Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan 65 orang sebagai responden. Penelitian ini didukung teori manajemen sumber daya manusia dan uraian teoritis lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor – faktor yang ada berhubungan dalam pembentukan Kedisiplinan dari para pegawai Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat. 2.2 Kerangka Pemikiran Berikut ini adalah gambar kerangka pemikiran dari penelitian ini   BAB 3 METODE  PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif dan kausal asosiatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari gejala tertentu sehingga ditemukan kejadian-kejadian relative, distribusi, dan hubungan-hubungan antara variabel  sosiologis dengan tingkat eksplanasi berdasarkan penelitian kausal asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Umar, 2000:81). Jenis Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini, terdiri dari beberapa jenis diantaranya : Data Primer Data primer yaitu suatu data yang langsung penulis kumpulkan dari responden yang diperoleh dengan cara wawancara langsung kelapangan dengan cara menyebarkan kuesioner. Data Sekunder Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer maupun pihak lain (Umar, 2005:130). Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh melalui studi pustaka dengan mempelajari literatur dan penelitian pihak lain yang berkaitan dengan motivasi kerja dan kinerja karyawan dari instansi terkait. 3.2. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel dalam penelitian ini adalah variabel disiplin kerja dan kinerja karyawan.Disiplin kerja merupakan suatu sikap atau tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik tertulis maupun tidak tertulis”, sedangkan kinerja adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan selama kurun waktu tertentu. Untuk lebih jelasnya variabel, indikator, dan item pertanyaan tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.1 dan Tabel 3.2.   Pengukuran variabel penelitian dengan menggunakan skala likert, dimana responden menyatakan tingkat setuju atau tidak setuju mengenai berbagai pernyataan.Skala yang diajukan terdiri atas 5 titik. Skala-skala ini nantinya dijumlahkan untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku berikut ini: (1) Sangat Tidak Setuju setara dengan Sangat Tidak Baik. (2) Tidak Setuju setara dengan Tidak Baik. (3) Kurang Setuju setara dengan Kurang Baik. (4) Setuju setara dengan Baik dan, (5) Sangat Setuju setara dengan Sangat Baik. 3.3. Sumber Data 1. Teknik Pengumpulan Dataa. Wawancara Wawancara yaitu mengajukan suatu pertanyaan kepada pimpinan dan karyawan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Kuesioner Kuesioner yaitu cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada atasan dan karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Studi Dokumenter Studi dokumenter yaitu data yang dikumpulkan dari laporan – laporan atau dokumen – dokumen yang perusahaan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. 2.Populasi dan Sampel Populasi Adapun pengertian dari populasi menurut Umar (2000 : 77) adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang  mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel”. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang berjumlah 83 orang (tidak termasuk kepala kantor) pada PT.DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Sampel Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 83 sampel (tidak termasuk kepala kantor). 3.3 Tahapan Penelitian Setelah semua data dan keterangan dari hasil penelitian dengan kuesioner akan dianalisis secara : Analisis kualitatif Analisis kualitatif yaitu dengan menganalisis hasil jawaban dari kuesioner yang kemudian diolah, dipersentasekan, dan disajikan dalam bentuk tabel, sehingga dapat ditarik kesimpulan. Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif adalah metode yang bertujuan untuk menganalisis ketergantungan/asosiasi variabel independent/bebas (X) terhadap variabel dependent/terikat (Y) dengan menggunakan regresi berganda, namun terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari : uji Validitas dan Uji Reliabilitas kemudian dilakukan uji Multikolinearitas, uji Heteroskedastisitas, uji Autokorelasi, dan Uji Normalitas. Model regresi berganda yang digunakan adalah   Keterangan : Y= Kinerja A= Intersep atau Konstanta   B1,B2,B3,B4,B5 =Koefisien Regresi X1 = Tujuan dan Kemampuan X2                   = Balas Jasa X3 = Keadilan X4                               = Ketegasan X5  = Hubungan Kemanusiaan E    = Error Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS versi 16.0, selanjutnya dari hasil regresi yang diperoleh, dilakukan pengambilan keputusan untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak dengan cara : Uji Koefisien Regresi Secara Parsial(Uji t) dengan  = 5% Hipotesis : Ho: Diduga Disiplin Kerja secara parsial tidak ada berpengaruh dengan kinerja karyawan. Ha:Diduga Disiplin Kerja secara parsial ada berpengaruh dengankinerja karyawan. Kriteria Pengujian: Ho diterima jika –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel. Ha ditolak jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel. Uji Koefisien Regresi Secara Simultan (Uji F) dengan  = 5% Hipotesis: Ho: Diduga tidak ada pengaruh antara Tujuan dan Kemampuan, Balas Jasa, Keadilan, Ketegasan, Hubungan Kemanusiaansecara simultan terhadap kinerja karyawan. Ha: Diduga ada pengaruh yang signifikan antara Tujuan dan Kemampuan, Balas Jasa, Keadilan, Ketegasan, Hubungan Kemanusiaan secara simultan terhadap kinerja karyawan. Kriteria Pengujian : Ho diterima bila F hitung ≤ F tabel. Ha ditolak bila F hitung > F tabel. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN   A. Karakteristik Responden Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, diketahui bahwa yang menjadi objek penelitian dalam penulisan ini adalah karyawan PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Pontianak. Dari kuesioner yang telah disebarkan kepada 83 responden (karyawan), dapat diperoleh informasi yang diperlukan u
PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, PENGETAHUAN PAJAK, AKUNTABILITAS PELAYANAN PUBLIK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (Studi Kasus Di Kantor SAMSAT Kabupaten Sambas) Putri B1031151015, Tania Kusuma
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah penerimaan dari sektor pajak. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu pajak daerah yang berkontribusi cukup besar dalam  membiayai pembangunan daerah provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran wajib pajak, pengetahuan pajak, akuntabilitas pelayanan publik dan sanksi terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor di Kantor SAMSAT Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan data primer dengan jumlah sampel  sebanyak 100 sampel. Penentuan sampel dilakukan dengan metode penentuan sampel accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti. .Pengumpulan data dilakukan melalui metode kuesioner. Teknik analisis  data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variable kesadaran wajib pajak, akuntabilitas pelayanan publik dan sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Sedangkan untuk variabel pengetahuan pajak  tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Kabupaten Sambas. Kata kunci: kesadaran, pengetahuan, akuntabilitas  pelayanan  publik, sanksi,  kepatuhan, pajak DAFTAR PUSTAKAAjzen, I. (2006). Behavioral Interventions Based on The Theory of Planned Behavior. Milton Keynes : Open University Press. Arum, Puspa Harjanti. 2012. Pengaruh  KesadaranWajib Pajak,  Pelayanan Fiskus, Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Kegiatan Usaha Dan Pekerjaan Bebas (Studi di Wilayah KPP Pratam aCilacap). Skripsi Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.Aswati, Wa Ode ,Mas’ud, Arifuddin & Nudi, T. N.. (2018). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan  Pajak, Dan Akuntabilitas Pelayanan Publik Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume III:2503-1635.Cahyadi, I. M. W. &Jati, I Ketut. (2016) .Pengaruh Kesadaran, Sosialisasi, Akuntabilitas Pelayanan Publik Dan Sanksi Perpajakan Pada Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol.16 : 2342-2373.Carolina, Veronica. (2009). Pengetahuan Pajak. Jakarta : Salemba Empat.Dharma, G.P.E. & Suardana, Ketut Alit. (2014). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Sosialisasi Perpajakan, Kualitas Pelayanan Pada Kepatuhan Wajib Pajak .E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 6: 340-353.Doran, Michael. (2009). Tax Pinalties and Tax Compliance. Harvad Journal on Legislation (www.ssrn.com), Vol 46, pp: 111-116.Dudy, Wahyudi. (2016). Pengaruh Tarif  Pajak Dan Probabilitas Audit Terhadap Kepatuhan Pajak Penghasilan. Jurnal Perpajakan Indonesia. Volume 4 : 345-353.Febriyanti, A.A.I.I. & Setiawan, Putu Ery. (2017). Analisis Aspek-Aspek Wajib Pajak Sebagai Anteseden Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Gianyar. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana , Vol.21 : 996-1025.Ghozali, Imam. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Yogyakarta : Universitas Diponegoro.Husein, Umar. (2008). Desain Penelitian Akuntansi Keperilakuan. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.Ilhamsyah, Randi. (2016). Pengaruh Pemahaman dan Pengetahuan Wajib Pajak Tentang Peraturan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan dan Sanksi  Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. Jurnal Perpajakan (JEJAK). Vol. 8.Indriantoro, Nur & Soepomo, Bambang. (2011). Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta : Penerbit Erlangga.Jatmiko, A.N. (2006). Pengaruh Sikap Wajib Pajak Pada Pelaksanaan Sanksi Denda, Pelayanan Fiskus Dan Kesadaran Perpajakan Tehadap Kepatuhan WAjib Pajak (Studi Empiris WPOP Semarang). Jurnal Universitas Diponegoro.Kurnia, Siti Rahayu. (2010) .Perpajakan Indonesia – Konsep dan Aspek Formal. Yogyakarta : Graha IlmuLuthans, Fred. (2011). PerilakuOrganisasi.. Yogayakarta : PT AndiMahaputri, Ni Nyoman T. & Noviari. (2016). Pengaruh Pemahaman Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak Dan Akuntabilitas Pelayanan Publik Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol. 17 : 2321-2351.Mahmudi. (2010). Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta : Penerbit Erlangga.Manuaba, I.A.C.A & Gayatri. (2017). Pengaruh Pengetahuan Pemahaman Peraturan Pajak, Pelayanan Fiskus, Persepsi Efektivitas Sistem Perpajakan Terhadap Kemauan Membayar Pajak. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol.19 : 1259-1289Mardiasmo. (2011). Perpajakan :Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi.Murdliatin, Nur. (2015). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Sosialisasi Perpajakan Dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Malang Kota). Jurnal Mahasiswa Perpajakan, 5(2), h: 25-49Pancawati Hardiningsih dan Nila Yulianawati. (2000). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membayar Pajak. Dalam Dinamika Keuangan dan Perbankan, 3(1):h:126-142.Rajif, Mohamad. (2012).  Pengaruh Pemahaman, Kualitas Pelayanan dan Ketegasan Sanksi Perpajakan terhadap Kepatuhan Pajak UKM di Cirebon. Ejournal Universitas Gunadarma.Resmi, Siti. (2017) .Perpajakan Teori & Kasus. Edisi Kesepuluh Buku 1. Jakarta :Salemba Empat.Robbins, Stephen. P. (1996). Perilaku Organisasi. Edisi 16.  PT. Salemba Empat.Rusmayani, N.M.L. & Supadmi, Niluh. (2017). Pengaruh Sosialisasi, Pengetahuan, Sanksi Dan Kualitas Pelayanan Pada Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana , Vol.20: 173-201Samudra, Azhari Aziz. (2016). Perpajakan Di Indonesia (Keuangan, Pajak dan Retribusi Daerah).  Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Sasongko, Hari Ajun. (2008). Pengaruh Akuntabilitas Pelayanan Publik Terhadap Pencapaian Target Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Pada Kantor Bersama SAMSAT UPTD Kabupaten Tangerang Propinsi Banten. Skripsi Sarjana Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran.Siahaan, Marihot Pahala. (2010) .Pajak Daerah & Retribusi Daerah .Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Suandy, Erly. (2011). Perencanaan Pajak. Edisi ke 5. Jakarta: Salemba EmpatSugiyono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Penerbit AlfabetaSugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif  dan R&D. Bandung : Penerbit Alfabeta.Suseno, Deky Aji & Sunarto. (2016). Analisis Perencanaan Pembangunan Desa Berbasis Undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014 Di Kecamatan Gunungpati Semarang. Jurnal STIE Semarang. Volume 8.Susilawati, Ketut Evi & Budiartha, Ketut. (2013). Pengaruh Kesadaran wajib Pajak, Pengetahuan Pajak, Sanksi Perpajakan, dan Akuntabilitas Pelayanan Publik pada Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana,42: 345-357.Undang-Undang Republik Indonesia ,Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umumdan   Tata Cara Perpajakan.Undang-Undang Republik Indonesia ,Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.Wardani, Dewi Kusuma & Rumiyatun. (2017). Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak, Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor, Dan Sistem SAMSAT Drive Thru Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. Jurnal Akuntansi Vol. 5.Webley, P., H. Robben., H. Elffers dan D. Hessing. (1991). Tax Evasion: An Experimental Approach. United Kingdom: Cambridge University Press.Widnyani, I. D. W.  &  Suardana, Ketut Alit. (2016) .PengaruhSosialisasi, Sanksi Dan Persepsi Akuntabilitas Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor.. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol.16: 2176-2203.Winerungan, Oktaviane Lidya. (2013). Sosialisasi Perpajakan, Pelayanan Fiskus dan  Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan WPOP Di KPP Manado dan KPP Bitung. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(3), h: 23-45.Witte, A.D dan D.F. Woodbury. (1995). The Effect of Tax Laws and Tax Administration on Tax Compliance: The Case of the U.S Individual Income Tax. National Tax Journal, 38(1):p:1-13.
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PROSEDUR PENERIMAAN DAN PENGELUARAN BARANG PADA MINI MARKET HARUM IKIP-PGRI PONTIANAK B51112065, Okti Dewi Wulandari
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem akuntansi yang baik perlu didukung usaha yang mengharuskan setiap perusahaan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang ada antara lain peraturan-peraturan pemerintah yang baru, perubahan dalam prinsip akuntansi, kebijakan manajemen dan lain sebagainya. Sejalan dengan perkembangan perusahaan, maka akan timbul masalah yang disebabkan karena meluasnya ruang lingkup dan kegiatan operasi perusahaan. Oleh karena itu diperlukan sistem akuntansi untuk menunjang pencapaian tujuan perusahaan, diperlukan adanya prosedur yang tepat dalam mengelola sistem informasi akuntansi agar dapat sesuai dengan arah dan tujuan perusahaan. Berdasarkan permasalahan diatas, maka peneliti melakukan penelitian tentang “Analisis Sistem Pengendalian Intern terhadap Prosedur Penerimaan dan Pengeluaran Barang pada Mini Market Harum IKIP-PGRI Pontianak“.   Hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini adalah adanya perangkapan fungsi yang dilakukan oleh bagian penerimaan barang dengan bagian penyimpanan barang (gudang) disebabkan tidak adanya pemisahan fungsi secara jelas dalam bagian ini. Adanya kesalahan dalam hal permintaan, penerimaan dan pengeluaran barang disebabkan karena masih banyak permintaan atau perintah yang dilakukan secara lisan serta kurangnya formulir dan pendistribusian atas formulir tersebut kepada bagian-bagian yang bersangkutan. Selain itu terdapat suatu kesulitan dalam melakukan pengendalian atas persediaan yang ada di dalam perusahaan.  
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ATAS SIKLUS PENGGAJIAN PADA PERUSAHAAN EKSPEDISI PT. HADI WIRAWIJAYA UTAMA CABANG KETAPANG B51111052, HERI ANTONIUS GULTOM
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accounting payroll information system are function, organization, forms, notes, and report on payroll to employees who are paid monthly, which is coordinated in such a way to provide the financial information needed by management in order to simplify the management of the company. This research aimed to analyze the payroll accounting information system that imposed at PT. HADI WIRAWIJAYA UTAMA Ketapang. The subject used in this research is PT. HADI WIRAWIJAYA UTAMA Ketapang located in Kecamatan Delta Pawan by analyzing the information system on the payroll cycle and internal control of the company on that accounting payroll information system. The results showed that payroll information system that imposed at PT. HADI WIRAWIJAYA UTAMA Ketapang has been running well, but there are still parts that doubled on the other sections that are considered less efficient within the system. Key Word: Payroll, Internal Control, Accounting Information Systems
Analisis Prosedur Pengendalian Pencegahan Fraud Pada Bank Perkreditan Rakyat Berbasis Fraud Triangle B1031141025, Sri Yuni Nadapdap
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.017 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis segitiga fraud dalam pengendalian pencegahan kecurangan laporan keuangan pada Bank Perkreditan Rakyat. Fraud Triangle terdiri atas tekanan, peluang, dan rasionalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana dalam pengumpulan datanya menggunakan kuesioner terbuka. Kuesioner tersebut dibagikan kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu manajer dan akuntan (staff keuangan di setiap BPR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraud triangle memiliki peranan penting dalam pencegahan pengendalian fraud. Untuk tekanan, masih ada BPR yang tidak memiliki prosedur pengendalian pencegahan fraud. Sementara untuk peluang dan rasionalisasi, semua BPR telah memiliki prosedur pengendalian pencegahan fraud.
The Implementation of Revenue Recognition According to PSAK No. 34 (Revised 2014) on Construction Company CV. M Soraya, Meidina Siti
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted on CV. M is one of the construction companie located in Pontianak. The purpose of this research is to know the method of revenue and expense recognition applied by company based on PSAK No. 34 Revision 2014 (Contract of Construction). The analysis includes the calculation, the frsamework of financial statement presentation and the factors that affect the nonconformity. The method used in this research is qualitative method. Data supporting the research consist of pimary and secondary data.In this research, the writer cannot conclude whether CV. M has or not been in accordance with PSAK No. 34 (Revised 2014). Therefore, the authors provide an explanation of the factors and obstacles in this study. Factors such as data that support this research are not complete so there are some obstacles to research CV. M
Flypaper Effect Pada Dana Alokasi Umum(DAU), Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak dan Pendapatan Asli Daerah(PAD) Terhadap Belanja Daerah pada Kabupaten/Kota Kaya dan Miskin di Provinsi Kalimantan Barat admin, Aprilia Anggriyani B41112008
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main objective of this study was to observe the phenomenon or an event where the local government respond its regional expenditure more from unconditional transfers (unconditional grants) rather than its locally generated revenue so that it can be a waste in the regional expenditure called flypaper effect This research was conducted in West Kalimantan with 12 districts and 2 cities. The results of this study showed that there was flypaper effect in districts / cities in West Kalimantan. West Kalimantan local government respond more of its regional expenditure based on how much transfer was granted routinely. In addition, this study also wanted to see the flypaper effect phenomenon that occurred in the ​rich and poor regions. the Grouping of rich and poor regions used the Degree of Fiscal Autonomy (DOF) approach. The research proves that the phenomenon of flypaper effect on rich and poor district / city did not possess any difference. Keywords: DAU, DBH, PAD, regional expenditure, flypaper effect, rich and poor Regions
PENGARUH INDEPENDENSI AUDITOR, PROFESIONALISME AUDITOR DAN ETIKA PROFESI TERHADAP KINERJA AUDITOR Apriyana Sinaga, Dwi
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari independensi auditor, profesionalisme auditor dan etika profesi terhadap kinerja auditor di Kantor Akuntan Publik. Penelitian ini menggunakan data primer yang berasal dari para responden langsung dengan kuesioner dan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 auditor. Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel independen yang diuji yaitu independensi auditor, profesionalisme auditor dan etika profesi terhadap satu variabel dependen yaitu kinerja auditor. Data diuji dengan pengujian asumsi klasik dan pengujian hipotesis dilakukan dengan metode analisis regresi berganda menggunakan program SPSS 24. Hasil uji parsial menyatakan bahwa independensi auditor tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor, profesionalisme auditor berpengaruh terhadap kinerja auditor dan etika profesi tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor. Sehingga hasil uji simultan menyatakan bahwa independensi auditor, profesionalisme auditor dan etika profesi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor.Kata kunci : independensi auditor, profesionalisme auditor, etika profesi, kinerja auditor.DAFTAR PUSTAKAA.A Sayu Gita Wulandari dan I Dewa Gde Dharma Saputra. 2018. Pengaruh Profesionalisme Auditor Komitmen Organisasi dan Etika Profesi Terhadap Kinerja Auditor KAP Provinsi Bali. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. Vol 22 No. 1. Hal 23-30.Al-Khaddash, Husam, et al. 2013. Factors Affecting The Quality Of Auditing: The Case Of Jordanian Commercial Banks. International Journal Of Business and Social Science. Vol 4. Nomor 11. Hal 6-15.Anis Choiriah. 2013. Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Spiritual, dan Etika Profesi Terhadap Kinerja Auditor dalam Kantor Akuntan Publik (Studi Empiris pada Auditor dalam Kantor Akuntan Publik di Kota Padang dan Pekanbaru). Skripsi. Padang: Universitas  NegeriPadang.Arens, et al. 2012. Auditing and Assurance Service, An Integrated Approach. Fourteen Edition. England: Pearson Education Limited.Curtis, Mary B., Teresa L. Conover, Lawrence C. Chui. 2012. A Cross-Cultural Study of the Influence of Country of Origin, Justice, Power Distance, and Gender on Ethical Decision Making. Journal Of Internasional Accounting Research Volume 11. Hal 53-60.Dharma, A. 2003. Manajemen supervisi: Petunjuk praktis bagi para supervisor. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Fanani, Zaenal, Rhenny Afriana Hanif dan Bambang Subroto. 2008. Pengaruh Struktur Audit, Konflik Peran Dan Ketidakjelasan Peran Terhadap Kinerja Auditor. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. Vol 5 No. 2. Hal 11-22.Fembriani, Astrid dan I Ketut Budiartha. 2016. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. E-jurnal Akuntansi Universitas Udayana.Friska, Novanda. 2012. Pengaruh Profesionalisme Auditor, Etika Profesi Dan Pengalaman Auditor Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.Halim, Abdul. 2008. Auditing (Dasar-dasar Audit Laporan Keuangan).Jilid 1. Edisi Keempat. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Hall, R. .1968. Professionalism And Bureaucratization.America Sosiologi Review.Heru Kurniawan. 2016. Pengaruh Pengalaman, Otonomi dan Etika Profesi Terhadap Kinerja Auditor Pada KAP Wilayah Surakarta dan Semarang. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.Ikhsan, Arfan dan Ishak, Muhammad. 2005. Akuntansi Keperilakuan. Jakarta: Salemba Empat.Irma Istiariani. 2018.Pengaruh Independensi, Profesionalisme dan Kompetensi Terhadap Kinerja Auditor BPKP Jateng. Jurnal Pemikiran Islam (ISLAMADINA). Vol 19, No 1. Hal 63-68.Imam Ghozali. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponogoro.Indriantoro, Nur., Bambang Supomo, 2009. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.Kadek Candra D. C, Gusti Ayu dan Nyoman T. Herawati. 2015. Pengaruh Etika Profesi Auditor, Profesionalisme, Motivasi, Budaya Kerja dan Tingkat Pendidikan Terhadap Kinerja Auditor KAP Bali. E-Jurnal Universitas Pendidikan Ganesha. Vol 3 No. 1. Hal 1-12Luthans, Fred. 2006. Perilaku Organisasi. Edisi Kesepuluh. Yogyakarta: Andi.Mulyadi. 2011. Auditing. Jakarta: Salemba Empat.Nova Dwi Hernanik dan Ayu Kemala Putri. 2018. Profesionalisme, Independensi dan Etika Profesi Terhadap Kinerja Auditor Wilayah Kota Malang. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wisnuwardhana Malang.Novanda, B. A. K. 2012. Pengaruh Profesionalisme Auditor, Etika Profesi, Dan Pengalaman Auditor Terhadap Tingkat Materialitas. Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi tidak dipublikasikan.Rahma, Ferdigita. 2012. Pengaruh Profesionalisme, Etika Proefsi, Tingkat Pendidikan, Independensi auditor, Pengalaman Kerja dan Budaya Kerja Auditor Pada Kantor Akuntan Publik Di Bali.Skripsi.Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.Robbins, S. P., dan Timothy, A. J. 2008. Perilaku organisasi (Molan dan Benyamin, Penerjemah). Cet. ke-tiga. Jakarta: PT. Indeks.Sangadji, M. E., dan Sopiah. 2011. Metodologi Penelitian-Pendekatan Praktis dalam Penelitian Edisi I. Yogyakarta: Andi.Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alpha Beta.Sukrisno Agoes. 2004. Auditing Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan Oleh Akuntan PublikJilid 1. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat.Syahrir. 2002. Analisis Hubungan Antara Profesionalisme Akuntan Publik Dengan Kinerja, Kepuasan Kerja, Komitmen Dan Keinginan Berpindah. Tesis. Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada.Trianingsih, Sri. 2007. Independensi Auditor Dan Komitmen Organisasi Sebagai Mediasi Pengaruh Pemahaman Good Governance, Gaya Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Auditor. Jurnal Akuntansi Volume 2. Hal 1-13.Yanhari. 2007. Analisis Profesionalisme Dan Etika Profesi Auditor Terhadap Kinerja Auditor Pada BPK di Jakarta. Fakultas Ekonomi Universitas Mercubuana Jakarta. Skripsi tidak dipublikasikan.
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN SAK EMKM PADA PETERNAKAN LELE (STUDI KASUS PADA PETERNAKAN LELE FAJAR) B51112013, Fransiskus Damian
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aset biologis merupakan tanaman dan hewan yang mengalai transformasi biologis. Transformasi biologis terdiri dari proses pertumbuhan, degenerasi, produksi dan prokreasi yang menyebabkan perubahan secara kualitatif dan kuantitatif dalam kehidupan hewan dan tumbuhan. Penelitian ini dilakukan pada Peternakan Lele Fajar yang bergerak dalam bidang peternakan hewan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan akuntansi aset biologis dan penyajiannya didalam laporan keuangan, serta bagaimana penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung kepada pemilik peternakan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa aset biologis hewan ternak berupa lele diakui sebagai persediaan dengan akun Lele Sangkuriang dan diukur berdasarkan harga pasar serta disajikan pada laporan neraca. Hasil penyusunan laporan keuangan yang dilakukan diantaranya adalah laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan neraca dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan SAK EMKM dan sesuai dengan siklus akuntansi. Kata kunci: Aset Biologis, Laporan Keuangan, SAK EMKM
ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA CV. BORNEO GRAFISINDO PONTIANAK B10311301015, Gusti Ayu Debrina
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.76 KB)

Abstract

ABSTRACT Information needed by management to reduce uncertainty in decision making. One of the important information for planning and decision-making is about the differential cost analysis information. The purpose of this study is to investigate the application of differential cost analysis in order to accept or reject a special order on the company CV. Borneo Grafisindo Pontianak can be used as a decision-making tool for the management of the company increase profit. This study used a descriptive research methods. Differential cost analysis using a comparison between alternatives with other alternatives that produce differential cost, differential revenue, and differential earnings. The results using the differential costing information the decision maker decides to accept the special order because the income differential is greater than the differential costs and increase profits. Keywords: differential cost, decision making, special order

Page 9 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 4 (2021): Vol 4 Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 11, No 1 (2021): KIAFE Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa AK Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi More Issue