cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
PENERAPAN SAK EMKM (STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL DAN MENENGAH) DI SILENT RESTO & COFFEE SHOP B1032131052, ODI MEIZAR
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan keuangan berfungsi sebagai alat untuk menganalisis kinerja keuangan yang dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar membuat keputusan-keputusan ekonomi. Penelitian ditujukan pada SILENT RESTO & COFFEE SHOP yang belum memiliki laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dalam penyusunan laporan keuangan pada SILENT RESTO & COFFEE SHOP dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi UMKM dalam menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa SILENT RESTO & COFFEE SHOPbelum membuatlaporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM). Kendala-kendala yang dihadapi oleh UMKM dalam penerapan laporan keuangan yaitu karena kurangnya pengetahuan secara teknis dalam menyusun laporan keuangan, tidak adanya sosialisasi dan penyuluhan mengenai bagaimana cara penerapan SAK EMKM terhadap laporan keuangan UMKM.Kata Kunci : Laporan Keuangan, SAK EMKM, UMKM
ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA KPRI KOPSTA BPS KABUPATEN PONTIANAK DI MEMPAWAH (STUDI KASUS TAHUN 2010-2015) B1031131130, Selvy Dayanti
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS RASIO KEUANGANPADA KPRI KOPSTABPS KABUPATEN PONTIANAKDI MEMPAWAH(STUDI KASUS TAHUN 2010-2015) Oleh:Selvy Dayanti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan AkuntansiUniversitas Tanjungpura Pontianak  ABSTRAK Kinerja keuangan perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan yang dianalisis dengan alat analisis rasio keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja keuangan KPRI KOPSTA berdasarkan analisis rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Lokasi penelitian ini terletak di Koperasi Pegawai Republik Indonesia KOPSTA BPS Kabupaten Pontianak di Mempawah. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara menjelaskan  data-data yang telah ada kemudian diolah dan menghasilkan angka dalam bentuk persentase. Keseluruhan analisis yang dilakukan menghasilkan angka rasio yang cukup baik kecuali pada analisis Cash Ratio. Analisis tersebut diperoleh hasil dibawah standar yang telah ditetapkan, hal ini disebabkan karena peningkatan kas dan surat berharga lebih kecil dibandingkan dengan peningkatan utang lancar. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari analisis dan pembahasan di atas adalah bahwa secara keseluruhan rasio-rasio yang dianalisis sudah menghasilkan angka rasio yang cukup baik dan telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Hal yang perlu diperbaiki dalam analisis di atas yaitu bahwa meskipun secara keseluruhan menghasilkan angka yang cukup baik, tetapi lebih baik lagi jika diimbangi dengan keseimbangan harta yang tidak hanya berasal dari piutang, karena akun piutang juga memiliki kemungkinan adanya piutang yang tidak tertagih juga. Kata Kunci : Analisis Rasio, Rasio Keuangan, Kinerja Keuangan       FINANCIAL RATIO ANALYSISON KPRI KOPSTABPS REGENCY PONTIANAKIN MEMPAWAH(CASE STUDY YEAR 2010-2015) Oleh:Selvy Dayanti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan AkuntansiUniversitas Tanjungpura Pontianak  ABSTRACT Company?s financial performance is a description of a company?s financial condition were analyzed with the tools of financial analysis, so that can know about the good and bad condition that reflects a company?s financial performance within a certain period. The purpose of this research is to determine the financial performance of the KPRI KOPSTA based on financial ratio analysis of liquidity ratio, solvency, and profitability. The location of this research is located in Cooperative Employees of the Republic of Indonesia KOPSTA BPS Pontianak in Mempawah. The analytical method used is descriptive qualitative method, that is by explaining the data that has been there and then processed and generate numbers in the form of percentage. The overall analysis performed yielded a reasonably good ratio except in the Cash Ratio analysis. The analysis obtained results under the predefined standards, this is because the increase in cash and securities is smaller than the increase in current debt. The conclusion that can be obtained from the analysis and discussion above is that the overall ratios analyzed has yielded a good enough ratio and has been in accordance with predetermined standards. The thing that needs to be improved in the above analysis is that although overall it produces a good enough number, but it is better offset by the balance of assets not only from receivables, since accounts receivable accounts also have the possibility of uncollectible receivables as well. Keywords: Ratio Analysis, Financial Ratio, Financial Performance
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PADA PERSEDIAAN BARANG DAGANG MINIMARKET HAPPYMART DI KOTA PONTIANAK B51111132, Gema Khatulistiwa
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minimarket merupakan salah satu bentuk pasar modern (pasar swalayan) dengan menggunakan konsep Store Environment, yaitu pengembangan konsep place yang terfokus pada penjualan retail (eceran) dan langsung ke konsumen akhir (pemakai). Secara umum minimarket dapat dikatakan sebagai perusahaan dagang yang kegiatan usahanya melakukan pembelian barang dagang atau persediaan dari pemasok lalu dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk aslinya. Persediaan merupakan aset penentu dalam perusahaan dagang karena modal yang tertanam dalam persediaan seringkali merupakan yang paling besar dalam aktiva perusahaan. Maka perlu adanya pengendalian intern yang efektif dan efisien untuk menjaga persediaan dari hal-hal yang dapat merugikan perusahaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai bagaimana aplikasi sistem pengendalian intern pada persediaan dagang yang diterapkan perusahaan, Kedua, untuk mengetahui efektif atau tidaknya pengendalian intern pada perusahaan dan Ketiga, untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persediaaan barang dagang perusahaan. Dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang diperlukan maka penulis menggunakan teknik atau alat pengumpul data berupa observasi, interview, dokumentasi, studi kearsipan, dan kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Struktur Organisasi, Analisis Internal Control Questionnaire (ICQ), Analisis Flowchart dan Analisis Compliance Test atau Uji Kepatuhan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sistem pengendalian intern  persediaan barang dagang pada Minimarket Happymart sudah cukup efektif. Hal ini berdasarkan hasil dari analisis menggunakan Struktur Organisasi, Internal Control Questionnaire (ICQ) dengan persentase sebesar 89%, Flowchart dan Compliance test dengan persentase sebesar 97% serta dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan barang dagang perusahaan.   Kata kunci : Sistem Pengendalian Internal, Persediaan, Analisis
ANALISIS PERBEDAAN LABA AKUNTANSI DANA LABA FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2014 B41112114, melia Riana Putri melia
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PERBEDAAN LABA AKUNTANSI DANA LABA FISKAL TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2014     Melia Riana Putri Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tajungpura Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi Pontianak 78124 Email: mmelia436@gmail.com   ABSTRACT This study aims to find empirical evidence about the influence of book-tax differences on the earnings growth. Independent variables used in this study are temporary differences and permanent differences while the dependent variable is earnings growth. Population of this research otomitif companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2010-2014. Sampling is done by using purposive sampling method. Sample of this study is composed of 6 companies during the five years observation. This study used multiple linear regression analysis for testing the influence of independent variables on dependent variable. The results showed that permanent difference and temporary differences has significant effect on the earnings growth.   Key Word : temporary differences, permanent differences, earnings growth ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh book-tax differences terhadap pertumbuhan laba. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbedaan permanen dan perbedaan temporer dan untuk variabel dependennya adalah pertumbuhan laba. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan metode purposive sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 6 perusahaan. Metode analisis yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan permanen dan perbedaan temporer berpengaruh secara positif signifikan terhadap pertumbuhan laba.   Kata kunci: book-tax differences, perbedaan permanen, perbedaan temporer, pertumbuhan laba        
PENGARUH DEWAN KOMISARIS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PADA PERUSAHAAN SEKTOR KERTAS DAN PULP YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA B51111168, Dwi Novita Sari
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine of commisioners, company size, and profitability on the disclosure of social responsibility of paper and pulp sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). To determine the degree of effect of commisioners, it is assessed from the number of commisioners, while the size of company is based on the total assets of the company. Profitability ratios use are return on assets (ROA). The populations in this research were the paper and pulp sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2012, 2013, and 2014, with a sample of criteria, listed on Indonesia Stock Exchange from 2012to 2014, revealed the full annual report from 2012 to 2014, each year the companies revealed the social respomsibilty activies, and had data related to the variable used in this research. The sample in this research were as many as seven companies. The analys model used in this research was multiple linier regression model which performed with SPSS version 17. The result show that commisioners had a significant effect on the disclosure of coporate social responsibility, but the size company, and profitability had no significant effect. Meanwhile, the board of commisioners, company size and profitability simultaneously had an effect on the disclosure of corporate social responsibility. Keywords : Disclosure of Social Responsibilty, Board of Commisioners, Company Size, Profitability
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DAERAH DI SMPN 8 KOTA PONTIANAK TAHUN 2016 Abda, Syafaati B1031131055
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem akuntabilitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan bagaimana bentuk pertanggungjawaban berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 8 tahun 2016 di SMPN 8 Kota Pontianak. Analisis penerapan pengelolaan dan pertanggungjawaban yang dilakukan adalah mengenai penggunaan dana, pembukuan, pelaporan yang ada di SMPN 8 Kota Pontianak.Metode pengumpulan data yang digunakan dengan melakukan wawancara dengan Bendahara BOSDA. Pengumpulan data juga menggunakan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan, struktur organisasi, flowchart dan serta dilakukan observasi langsung ke lokasi sekolah.Hasil dari analisis yang dilakukan, dapat diketahui bahwa performa pengelolaan dan pertanggungjawaban dana BOSDA belum berjalan cukup baik. Ada beberapa kesalahan dalam pelaporan yang masih dilakukan oleh pengurus sekolah. Akan tetapi, akuntabilitas dan transparansi sudah dilaksanakan dengan cukup baik oleh SMPN 8 Kota Pontianak. Kata Kunci: Dana BOSDA, Pengelolaan Dana, Akuntabilitas.  ABSTRACT This research aims to determine the implementation of accountability system management of School Operational Assistance Funds (BOSDA) and how the form responsibility based on Regulation of Mayor Number 8 year 2016 in SMPN 8 Pontianak. Analysis of  implementation of management and accountability conducted is about the use funds, bookkeeping, reporting at SMPN 8 in Pontianak.Data collection methods used by conducting interviews with BOSDA Treasurer. The data collection also uses Financial Accountability Report, the organizational structure, of the flowchart and direct observation to the school location.The results of the analysis conducted, it can be seen that the performance of management and accountability BOSDA funds have not run well enough. The are some errors in reporting that are still being done by school administrators. However, accountability and transparency have been implemented well enough by SMPN 8 in Pontianak. Keywords: BOSDA Fund, Fund Management, Accountablity.
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN LAPORAN ARUS KAS (CASH FLOW STATEMENT) PADA PERUSAHAAN KOSMETIK YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA (STUDI KASUS TAHUN 2010-2015) SINAGA, PARASIFICA B1031131102
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini seringkali terjadi perbincangan dikalangan investor mengenai beberapa perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang buruk sehingga menyebabkan perusahaan tersebut di delisting ataupun di suspend untuk sementara waktu. Hal ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian dalam mengukur kinerja keuangan dan membandingkan dengan perusahaan sejenisnya di sektor kosmetik yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara pasti bagaimana kinerja keuangan perusahaan kosmetik  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan Lapora Arus Kas perusahaan tersebut untuk tahun 2010-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif analitis dengan sumber data sekunder yang didapat dari laporan keuangan perusahaan yang menjadi objek penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik adalah PT. Martina Berto Tbk, PT. Mustika Ratu Tbk, dan PT. Akasha Wira International Tbk. Sementara perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang kurang baik adalah PT. Mandom Indonesia Tbk dan PT. Unilever Indonesia Tbk. Kata Kunci : Laporan Arus Kas, Rasio Arus Kas, Perusahaan Kosmetik
COMPARISON ANALYSIS OF ACCOUNTING-BASED BANKRUPTCY PREDICTION MODELS OF ALTMAN, SPRINGATE, ZMIJEWSKI AND GROVER IN PULP, PAPER AND WOOD FIRMS LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) admin, Gousantya Riustopo B42112002
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a number of well-established and worldwide-known reliable method that could be used to detect bankruptcy. These prediction models could predict bankruptcy ahead of time, therefore, the firm might take actions to minimize possible risks and loss. This study compared some accounting-based prediction models which are Altman’s Z-score, Springate, Zmijewski and Grover model in pulp, paper and wood firms and analyzed the most significant accounting ratio of each model. The result shows that the most accurate prediction model is Grover (79,56%). Then, it is followed by Altman (74,49%), Zmijewski (73,05%) and Springate (55,92%). In addition, the significant accounting-ratio of each model is found by using pearson product moment correlation. Those significant ratio for Grover, Altman, Zmijewski and Springate respectively are working capital / total assets, market value of equity / book value of total liabilities, current assets / current liabilities and earning before tax / current liabilities. Key words: bankruptcy prediction model, accounting-based prediction model, Altman’s Z-score, Springate, Zmijewski, Grover.
Pengungkapan Human Capital Di Bank Jawa Timur Berdasarkan Resource Based Theory Cindy, Claresta
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan Human Capital di Bank Jawa Timur berdasarkan Resource Based Theory (RBT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis konten. Laporan tahunan Bank Jatim selama tahun 2008 hingga tahun 2017 sebagai sumber utama data penelitian dianalisis dan dikoding dengan menggunakan kerangka IC yang digunakan Guthrie et al. (2004).Hasil penelitian menunjukkan bahwa HCD di Bank Jatim dari tahun 2008-2017 menunjukkan tren meningkat. Komponen HC yang paling banyak diungkap adalah employee. HCD pada Bank Jatim pada tahun 2008-2010 hanya memenuhi tiga kriteria RBT dan di tahun 2012-2017 telah memenuhi empat kriteria RBT yaitu VRIN (Valuable, Rare, Immitable, dan Non-substitutable). Berdasarkan perspektif RBT, hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa Bank Jatim berusaha untuk mencapai keunggulan kompetitif dengan mengungkapkan kegiatan mengelola, mengendalikan, dan memanfaatkan HC yang dimiliki kepada para stakeholder. Kata kunci: pengungkapan, human capital,  resource based theory DAFTAR PUSTAKAAbdifatah Ahmed Haji, Sanni Mubaraq. (2012). The trends of intellectual capital disclosures: evidence from the Nigerian banking sector. Journal of Human Resource Costing & Accounting, Vol. 16 Issue: 3, pp.184-209.Abeysekera, I & Guthrie, J. (2005). An empirical investigation of annual reporting trends of intellectual capital in Sri Lanka. Critical Perspectives on Accounting. 16(3), 2005, 151-163.Abeysekera, Indra. (2008). Intellectual capital disclosure trends: Singapore and Sri Lanka. Journal of Intellectual Capital, Vol. 9 No: 4, pp.723-737.Abhayawansa, Subhash & Indra Abeysekera. (2008). An explanation of human capital disclosure from the resource-based perspective. Journal of Human Resource Costing & Accounting, Vol. 12 Iss 1 pp. 51 – 64.April, Kurt A.,  Paul Bosma, Dave A. Deglon. (2003). IC measurement and reporting: establishing a practice in SA mining. Journal of Intellectual Capital, Vol. 4 Issue: 2, pp.165-180.Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17 (1), 99–120.Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188.Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188.Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188.Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188Barney, J. B. and A. M. Arikan (2001). “The resource- based view: origins and implications,”in M. A. Hitt, R. E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbook of Strategic Management.Oxford: Blackwell Publishing, pp. 124–188Barney, J.B. and AM. Arikan. (2001). The resource-based view: origins and implications. In M.A.Hitt, R.E. Freeman and J.S. Harrison (eds), Handbokk od Strategic Management, Oford: Blackwell Publishing, pp. 124-188.Beattie, Vivien & Sarah Jane Smith. (2010). Human capital, value creation and disclosure.  Journal of Human Resource Costing & Accounting, Vol. 14 Issue: 4, pp.262-285.Bontis, Nick (1998). Intellectual capital: an exploratory study that develops measures and models. Management Decision, Vol. 36 Issue: 2, pp.63-76.Bontis, Nick (2003). Intellectual Capital Disclosure in Canadian Corporations.  Journal of Human Resource Costing & Accounting, Vol. 7 Issue: 1, pp.9-20. Bozzolan, S., Favotto, F. and Ricceri, F. (2003). Italian annual intellectual capital disclosure: an empirical analysis. Journal of Intellectual Capital, Vol. 4 No. 4, p. 543. Brennan, N. (2001). Reporting intellectual capital in annual reports: evidence from Ireland. Accounting, Auditing & Accountability Journal, Vol. 14 No. 4, p. 423.Brummet, R.L., Flamholtz, E.G. and Pyle, W.C. (1968). Human resource measurement–a challenge for accountants. The Accounting Review, Vol. XLIII No. 2, pp. 217-24.Bukh, P.N.D., Larsen, H.T. and Mouritsen, J. (2001). Constructing intellectual capital statements. Scandinavian Journal of Management, Vol. 17, pp. 87-108.Bukh, P. N. (2003). Commentary, the relevance of intellectual capital disclosure: a paradox?. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 16 (1): 49-56.Cresswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousands Oak: Sage Publications, Inc.Davis, Paul J.  (2017). How HR can create competitive advantage for the firm Applying the principles of resource-based theory. Human Resource Management International Digest, Vol. 25 Iss 2 pp. 4 – 6.Galbreath, J. (2005). Which resources matter the most to firm success? An exploratory study of resource-based theory. Technovation, 25, 979–987.Gamerschlag, Ramin. (2013). Value relevance of human capital information. Journal of Intellectual Capital, Vol. 14 Issue: 2, pp.325-345Goh, Pek Chen & Kwee Pheng Lim. (2004) Disclosing intellectual capital in company annual reports: Evidence from Malaysia", Journal of Intellectual Capital, Vol. 5 Issue: 3, pp.500-510.Gray, R.H., Kouchy, R. and Lavers, S. (1995). Constructing a research database of social and environmental reporting by UK companies: a methodological note. Accounting, Auditing & Accountability Journal, Vol. 8 No. 2, pp. 78-101.Guthrie, J. and Mathews, M.R. (1985). Corporate social accounting in Australasia. Research in Corporate Social Performance and Policy, Vol. 7, pp. 251-77.Guthrie, J., Petty, R., Ferrier, F. and Wells, R. (1999), There is no accounting for intellectual capital in Australia: a review of annual reporting practices and the internal measurement of intangibles, paper presented at International Symposium for Measuring and Reporting Intellectual Capital: Experience, Issues, and Prospects, OECD, Amsterdam, 9-10 June.Guthrie, J. and Petty, R. (2000). Are companies thinking smart?. Australian CPA, July, pp. 62-5.Guthrie, J. and Petty, R. (2004). Using Content Analysis as a Research Method to Inquire into Intellectual Capital Reporting. Australian CPA, Vol 5 No 2, pp.282-293.Hasudung dan Didin. (2008). Analisis Faktor yang mempengaruhi Luas Pengungkapan Sukarela (Voluntary Disclosure) Pada Pelaporan Tahunan Perusahaan yang Termasuk Perusahaan LQ45. Jurnal Akuntansi fakultas ekonomi. Universitas Gunadharma.Holsti, O.R. (1969). Content Analysis for the Social Sciences and Humanities, Addison-Wesley, Reading, MA.Hsu, AW.H and Y.L. Chang. (2005). Can the disclosure of intellectual capital reduce information risk. Evidence from the high tech industry in Taiwan?. Ph.D Thesis, College of Management, National Taiwan University, Taipei, Taiwan.Huang Ching Choo, Robert Luther, Michael Tayles, Roszaini Haniffa. (2013). Human capital disclosures in developing countries: figureheads and value creators. Journal of Applied Accounting Research, Vol. 14 Issue: 2, pp.180-196.IAI. 2011. Standar Akuntansi dan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.ICAEW. (2000). Human Capital and Corporate Reputation: Setting the Boardroom Agenda. Institute of Chartered Accountants in England and Wales, London.Ikatan Akuntansi Indonesia. (2000). Aktiva Tidak Berwujud (Revisi 2000). PSAKNo. 19Joshi, Mahesh, Dharminder Singh Ubha, Jasvinder Sidhu. (2012). Intellectual capital disclosures by Indian and Australian information technology companies: A comparative analysis. Journal of Intellectual Capital, Vol. 13 Iss: 4 pp. 582 – 598.Kania Nurcholisah and Hj. Winwin Yadiati. (2017). Intellectual Capital Disclosure and Information Asymmetry in General Banking Listed in Indonesia Stock Exchange. International Business Management. 11: 972-983.Kartika, Andi (2010). Pengaruh Komitmen Organisasi dan Ketidakpastian Lingkungan dalam Hubungan antara Partisipasi Anggaran dengan Senjangan Anggaran. Kajian Akuntansi, Vol. 2 No. 1.Khan, Md Habib‐Uz‐Zaman & Md Rashidozzaman Khan. (2010). Human capital disclosure practices of top Bangladeshi companies. Journal of Human Resource Costing & Accounting, Vol. 14 Issue: 4, pp.329-349.Krippendorff, K. (2013), Content Analysis: An Introduction to Its Methodology, The Sage CommText Series, Sage, Beverly Hills, CA.Kriyantono. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai contoh praktis riset media, public relations, komunikasi organisasi & pemasaran. Penerbit Prenada Media Group, Jakarta.Lin, Long‐Sheng, Ing‐Chung Huang, Pey‐Lan Du, Tsai‐Fei Lin. (2012). Human capital disclosure and organizational performance: The moderating effects of knowledge intensity and organizational size. Management Decision, Vol. 50 Issue: 10, pp.1790-1799.Lonnqvist, Antti and Paula Mettanett. (2011). Criteria of Sound Intellectual Capital Measures. Finland: Institute of Industrial Management, Tampere University of Technology.Low, J. (2000). The value creation index. Journal of Intellectual Capital, Volume 1 (Issue 3), 252-263.Marr, B. and G. Schiuma. (2001). Measuring and managing intellectual capital and knowledge assets in new economy organisation, in Bourne, M. Handbook of Performance Measurement, Gee, London.Mention, A., & Bontis, N. (2013). Performance within the banking sector of Luxembourg intellectual capital and Belgium. Journal of Intellectual Capital, 14(2), 286-309.Mouritsen, J., H. T. Larsen, dan P. N. Bukh. (2001). Intellectual capital and the capable firm: narrating, visualising and numbering for managing knowledge. Accounting, Organizations and Society 26: 735-762.Mouritsen, J., Bukh, P. N., & Marr, B. (2004). Reporting on intellectual capital: why, what and how?. Measuring Business Excellence, 8(1), 46-54.Mulyana, Deddy. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja.Nielsen, Christian and Mona Toft Madsen. (2009). Discourses of transparency in the Intellectual Capital reporting debate: Moving from generic reporting models to management defined information. Critical Perspectives on Accounting. Vol 20(7). 847-854.Oliveira, Lídia, Lúcia Lima Rodrigues, Russell Craig. (2006). Firm‐specific determinants of intangibles reporting: evidence from the Portuguese stock market. Journal of Human Resource Costing & Accounting, Vol. 10 Issue: 1, pp.11-33.Oliveras, E. and Kasperskaya, Y. (2005), “Reporting intellectual capital in Spain”, Economics and Business Working Papers Series 781, Departament d’Economia i Empresa, Universitat Pompeu Fabra, Barcelona.Olsson, B. (2001). Annual reporting practices: information about human resources in corporate annual reports in major Swedish companies. Journal of Human Resource Costing and Accounting, Vol. 6 No. 1, pp. 39-52.Penrose, E. T. (1959). The Theory of the Growth of the Firm. New York:Wiley.Perera. (2015). Human Capital in the banking sector: An Exploratory Study of Sri Lanka and New Zealand. (Unpublished Thesis). Lincoln University, New Zealand.Peteraf, Margaret and Barney, Jay. (2003). Unraveling The Resource-Based Tangle. Managerial and Decision Economics, Vol. 24, 309-323.Pfeffer, J. (2005). Producing sustainable competitive advantage through the effective management of people. Academy of Management Executive, 19(4).Pulic, Ante (1998). Measuring the Performance of Intellectual Potential in Knowledge Economy (presented in 1998 at the 2nd McMaster World Congress on Measuring and Managing Intellectual Capital by the Austrian Team for Intellectual Potential).Pulic, A, & Kolakovic, M. (2003). Value creation efficiency in the new economy. Global Business and Economics Review, 5(1), 111.Smedlund, Anssi and Aino Poynonen. (2005). Intellectual Capital Creation in Regions: A Knowledge System Approach. Dalam Bounfour and Edvinsson.Smolnik, S., Kremer, S., & Kolbe, L. (2005). Continum of context explication: Knowledge discovery through process-oriented portals. International Journal of Knowledge Management (IJKM), (1), 27-46.Solikhah, B. (2015). How is the practice of Intellectual capital report in Indonesia?. Int. Manafe Business Study, 2: 263-266.Soebyakto, B.B and M. Agustina. (2015). Analysis of Intellectual Capital Disclosure practices. Empirical study on services company listed on Indonesia Stock Exchange. GSTF. Bus. Rev. GBR, 4: 80-96.Sugeng, ND. Imam. (2002). Mengukur dan Mengelola Intellectual capital. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia (JEBI) Fakultas Ekonomi UGM. Vol. 15. No. 2. Pp. 479-488.Sugiyono, Rosdakarya. (2013). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sujan, A. dan Abeysekera, I. (2007). Intellectual Capital reporting practices of the top Australian firms. Australian Accounting Review. Vol. 17, No. 2, hlm. 71-83.Suwardjono. (2008). Theory Of Accounting, Financial Reporting Engineering. Ketiga BPFE: Yogyakarta.Sveiby, K.E. (Ed.). (1989). Invisible Balance Sheet: Key Indicators for Accounting, Control and Valuation of Know-how Companies, The Konrad Group, Stokholm.Sveiby, K.E. (1997). The New Organisational Wealth: Managing and Measuring Knowledge Based Assets, Berrett-Koehler, San Francisco, CA.Tseng, C., & Goo, Y. J. (2005). Intellectual capital and corporate value in an emerging economy: Empirical study of Taiwanese manufacturers. R & D Management, 35(2), 187-201.Ulum, Ihyaul. (2009). Intellectual Capital: Konsep dan Kajian Empiris, Edisi 1, Graha Ilmu.Ulum, Ihyaul (2016), Intellectual Capital: Model Pengukuran, Frmaework pengungkapan, dan Kinerja Organisasi, Edisi 1, Malang: UMM Press.Weick K. (1979). The Social Psychology oj Organizing, 2nd ed. McGraw Hill.Wernerfelt, B. (1984). A resource-based view of the firm. Strategic Management Journal. 5, 171–80.Whiting, Rosalind H. & James Woodcock. (2011). Firm characteristics and intellectual capital disclosure by Australian companies. Journal of Human Resource Costing & Accounting, Vol. 15 Issue: 2, pp.102-126.Williams.  (2001).  Is  Intellectual  Capital  Performance  and  Disclosure  Practices  Related. Journal of Intellectual Capital  Vol. 2 No. 3.Wright, P.M. & McMahan, G.C. (1992). Theoretical Perspectives for Strategic Human Resource Management. Journal of Management, Vol. 18 No. 2, pp. 295-320.Wright, P. M., & Snell, S. A. (2005). Partner or guardian? HR's Challenge inbalancing value and values. Human Resource Management, 44(2), 177-182.www.bankjatim.co.idwww.emeraldinsight.comwww.detik.comwww.researchgate.net 
Analisis Penerapan SAP No.7 Aset Tetap Terhadap Kendaraan Pada Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat B51109089, HAFIZH RAYHAN PRADIPTA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia memiliki kewajiban untuk secara terus-menerus berpartisipasi dalam mewujudkan Pemerintahan yang baik (good governance). Pemerintahan yang baik ditandai dengan adanya dua elemen yaitu transparansi dan akuntabilitas, Penyusunan laporan keuangan yang berpedoman pada standar akuntansi pemerintah sesungguhnya adalah dalam rangka peningkatan kualitas laporan keuangan, sehingga laporan keuangan yang dimaksud dapat meningkatkan kredibilitasnya dan pada gilirannya akan dapat mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Sehingga, good governance dapat tercapai. Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tanggal 13 Juni 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (PP SAP). Dinas Kehutanan  yang bersifat nirlaba pengelolaan aset nya harus mengikuti Standar Akutansi Pemerintahan, dalam hal aktiva tetap ini telah diatur dalam Standar Akutansi Pemerintahan No. 07 tentang Akutansi Aktiva tetap.Dengan demikian Perlakuan terhadap aset ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui bagaimana Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat melindungi aset tetap berupa kendaraan yang mereka miliki. Dari penjabaran tersebut maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah Dinas Kehutanan sudah menerapkan SAP no. 07 pada kendaraan yang dimiliki? Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, penulis membatasi permasalah pada kendaraan yang dimiliki oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerapan standar akuntansi pemerintah no.07 pada Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan barat penerapan standar akuntansi pemerintah No.07 dan bultek No.09 tidak ada yang menyimpang.Namun dalam penerapannya masih perlu disesuaikan terutama dalam penghapusan asset. Kata kunci : Aset tetap, Pemerintahan, Standart Akuntansi,  Penerapan, kendaraan, nilai aset.

Page 13 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 4 (2021): Vol 4 Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 11, No 1 (2021): KIAFE Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa AK Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi More Issue