cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (STUDI KASUS DI DESA SAYANG SEDAYU KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2016) B1032131033, Purnama Sari
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa di desa Sayang Sedayu yaitu dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan per-tanggungjawaban. Tujuan dari penelitian ini pertama, untuk mendeskripsikan mengenai akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Desa tahun 2016. Kedua untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menjadi pendukung dan penghambat pengelolaan Alokasi Dana Desa oleh Pemerintah Desa Sayang Sedayu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dokumentasi, serta studi kepustakaan.Hasil penelitian yang pertama menunjukkan tahap perencanaan dan pelaksanaan, pertanggungjawaban sudah menerapkan prinsip akuntabilitas dengan baik yaitu sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, adanya partisipatif dan transparansi dari Pemerintah Desa. Namun tahap pertanggungjawaban secara administratif belum sempurna karena keterlambatan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepada Bupati. Kedua, peneliti menemukan faktor peng-hambat pengelolaan Alokasi Dana Desa yaitu perubahan peraturan dan kebijakan, dana yang lama terserap ke desa. Dan faktor pendukungnya adalah tingginya partisipasi masyarakat, pelatihan untuk aparat desa dalam pengelolaan keuangan desa, dan kemampuan sumber daya aparatur desa dalam mengelola ADD sesuai dengan peraturan yang berlaku.Kata Kunci: Akuntabilitas, Alokasi Dana Desa
ANALISIS PENENTUAN TARIF SEWA KAMAR DAN TARIF SPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM PADA GARDENIA RESORT AND SPA PONTIANAK B1031131016, RIZKY YULIANDA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The objective of this study is to determining the amount of rental rates per room and spa rates at Gardenia Resort And Spa Pontianak by using Activity Based Costing System method and investigate the difference between the rental rates per room set and spa rates by Gardenia Resort And Spa Pontianak with the ones that is calculated by Activity Based Costing System method.The method of analysis used in this research is descriptive quantitative analysis method that is based on the decision on the objective assessment based on the mathematical model created. The data studied are data on costs incurred on the unit of the room and each type of spa during 2015.The result of research shows that from the calculation of hotel room rate by using activity based costing system method, when compared with room rate used by hotel then activity based costing system method gives bigger result for all room type is Premier Room room Rp 270,074.42., Suite Terrace room for Rp 270,668.89., Family Suite room Rp 349,003., Gardenia Suite room for Rp 403,172.59., Then for spa tariff result, activity based costing system method give bigger result for all spa type, that is Aruna Favorite Spa Signature type Rp 201,104., Traditional Massage Gardenia type Rp 184,198., Rejuvenating Facial type Rp 160,439.The conclusion of the researcher suggesting that Gardenia Resort And Spa Pontianak should consider the calculation of hotel room tariff and spa tariff based on activity based costing system method and still consider other external factors such as competitor's price and paying ability Affect pricing. Keywords: Activity Based Costing System, Price, Cost Driver ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya tarif sewa per kamar dan tarif per jenis Spa yang berlaku di Gardenia Resort and Spa Pontianak, untuk mengetahui besarnya tarif sewa per kamar hotel dan tarif per jenis spa menggunakan perhitungan metode activity based costing system, dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara tarif yang ditetapkan Gardenia Resort and Spa Pontianak dengan tarif sewa tarif sewa per kamar dan tarif per jenis spa dengan menggunakan metode activity based costing system.Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu analisis yang berdasarkan keputusan pada penilaian obyektif yang didasarkan pada model matematika yang dibuat. Data yang diteliti adalah data mengenai biaya yang terjadi pada unit kamar dan tiap jenis spa selama tahun 2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan tarif kamar hotel dengan menggunakan metode activity based costing system, apabila dibandingkan dengan tarif kamar yang digunakan pihak hotel maka metode activity based costing system memberikan hasil yang lebih besar untuk semua tipe kamar, yaitu kamar Premier Room sebesar Rp 270.074,42, kamar Terrace Suite sebesar Rp 270.668,89, kamar Family Suite sebesar Rp 349.003,02, kamar Gardenia Suite sebesar Rp 403.172,59. Kemudian untuk hasil tarif spa, metode activity based costing system memberikan hasil yang lebih besar untuk semua jenis spa, yaitu tipe Aruna Favorite Spa Signature sebesar Rp 201.104, tipe Traditional Massage Gardenia sebesar Rp 184.198, tipe Rejuvenating Facial sebesar Rp 160.439.Dari kesimpulan yang ada peneliti memberikan saran agar Gardenia Resort And Spa Pontianak sebaiknya mempertimbangkan perhitungan harga pokok tarif kamar hotel dan tarif spa berdasarkan metode activity based costing system dan tetap mempertimbangkan faktor eksternal lainnya, seperti harga tarif pesaing dan kemampuan membayar (dayabeli) tamu hotel yang mempengaruhi penetapan harga.Kata kunci: Activity Based Costing System, Harga, Cost Driver
IMPLEMENTASI PSA NO 45 TENTANG ORGANISASI NIRLABA PADA SDIT AL-MUMTAZ PONTIANAK B41111168, Abdullah Hasan Alifudin hasan
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABDULLAH HASAN ALIFUDDINUNIVERSITAS TANJUNGPURA AbstraksiSekolah Dasar Islam Terpadu Al-Mumtaz Pontianak merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan. Laporan keuangan sebelumnya belum sesuai standar yang hanya menuliskan penerimaan dan pengeluaran. Dengan demikian penulis tertarik untuk menyusun laporan keuangan SDIT Al-Mumtaz Pontianak berbasis PSAK No. 45. PSAK No 45 merupakan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang menjelaskan terkait entitas nirlaba. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yaitu menggunakan PSAK No 45 dalam menyusun laporan keuangan dan kuesioner untuk mengetahui keadaan SDIT Al-Mumtaz Pontianak periode 2013-2014. Kuesioner diberikan kepada bagian keuangan untuk mengetahui keadaan keuangan secara khusus. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah SDIT Al-mumtaz Pontianak dapat menerapkan PSAK No 45 dalam pembuatan laporan keuangan meskipun sederhana. Laporan keuangan yang terdapat dalam PSAK No 45 adalah laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Proses penyusunan laporan keuangan dijelaskan dalam pembahasan.Kata kunci: Entitas nirlaba, PSAK No 45, Laporan Keuangan, SDIT Al-Mumtaz
PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PROFESIONALISME TERHADAP KINERJA AUDITOR (STUDI PADA KANTOR AGRO MANDIRI SEMESTA INDONESIA) B1031141080, LAMTIUR KRISTI OLIVIA
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PROFESIONALISME TERHADAP KINERJA AUDITOR INTERNAL(STUDI PADA KANTOR AGRO MANDIRI SEMESTA INDONESIA)ABSTRAKKinerja auditor merupakan indikator keberhasilan seorang pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kinerja auditor diantaranya adalah Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Profesionalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Profesionalisme Terhadap Kinerja Auditor Internal. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah sensus. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 24.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Profesionalisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja auditor internal. Berdasarkan uji F diketahui bahwa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Profesionalisme secara simultan berpengaruh terhadap kinerja auditor internal.Kata kunci: Pemanfaatan Teknologi Informasi, Profesionalisme, dan Kinerja Auditor Internal.DAFTAR PUSTAKAAAA Financial Accounting Standard Committee, 2000. “Comentary: SEC Auditor Independence Requirements”, Accounting Horizons, Vol. 15, No. 4Alfianto, Sandy dan Suryandari Dhini 2015. Pengaruh Profesionalisme, Komitmen Organisasi dan Struktur Audit terhadap Kinerja Auditor. Accounting Analysis Journal. ISSN 2252-6765. Hal 1-9.Arens, A dan James K. L, 1995. Auditing : Suatu Pendekatan Terpadu Edisi Keempat, PT. Gelora Aksara Pratama.Arens, A and James K. L, 2000. Auditing : “Auditing an assurance”, Eleventh Edition, Prentice-Hall of South East Asia.Arumsari, Adelia Lukyta dan Budiartha I Ketut 2016. Pengaruh Profesionalisme Auditor, Independensi Auditor, Etika Profesi, Budaya Organisasi, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Auditor Pada Kantor Akuntan Publik di Bali. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Vol. 5 (8): 2297-2304. Asih. (2006). Pengaruh Pengalaman Terhadap Peningkatkan Keahlian Auditor dalam Bidang Auditing. Skripsi. Tidak dipublikasikan.Bodnar H George and Hopwood S.1995. William. Accounting Information System, edisi bahasa Indonesia, oleh Amir Abadi Jusuf dan Rudi M Tambunan, buku satu edisi keenam, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.Chin, W dan Todd P. 1995. “On The Use,  Usefullness, and Ease of Use of Sructural Equation Modeling in MIS Research : A note of Caution”. Journal of  Management Information System Quarterly, Vol 9. No. 5Davis,F.D. 1989. “Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology”. MIS Quarterly.Vol. 13 No. 5: pp319-339Destrianita. 2017. BPS: Sektor Informasi Komunikasi Penyumbang Ekonomi Tertinggi. Tempo.coDuy, Dan M, C. Wayne Alderman. Alan J. Winters. 2003. Auditing, Edisi ke-5, Jilid ke-2. Jakarta. Penerbit Erlangga.Fanani, Zaenal. 2008. Pengaruh Struktur Audit, Konflik Peran dan Ketidakjelasan Peran Terhadap Kinerja Auditor. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia Volume 5 (2).Futri, Putu Septiani dan Juliarsa, Gede. 2015. Pengaruh Independensi, Profesionalisme, Tingkat Pendidikan, Etika Profesi, Pengalaman, dan Kepuasan Kerja Auditor Terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik di Bali. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 8.1. ISSN: 2302-8556Gautama, Ibnu dan Arfan Muhammad 2010. Pengaruh Kepuasan Kerja, Profesionalisme, dan Penerapan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Auditor (Studi Pada Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Aceh). Jurnal Telaah & Riset Akuntansi Vol. 3. No. 2. Hal. 195-205Guy, Alderman dan  Alan . 2003, Auditing, Jilid II, Jakarta : Erlangga.Haag dan Keen. 1996. Information Technology: Tomorrow’s Advantage Today. Hammond: Mcgraw-Hill College.Hasibuan, Melayu S. P. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta: Bumi AksaraIkatan Akuntan Publik Indonesia, 2007, Standar Profesional Akuntan Publik, Jakarta : Salemba Empat.Irawan, Soehartono, 2008. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Remaja RosdakaryaMangkunegara, Anwar Prabu, 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja RosdakaryaMartin, E. Wainright, et.al., 1999. Managing Information Technology What Managers Need To Know”, 3th edition, New Jersey, Pearson Eduction International.Mathis, R.L. & J.H. Jackson. 2006. Human Resource Management: Manajemen Sumber Daya Manusia. Terjemahan Dian Angelia. Jakarta: Salemba Empat.Mulyadi dan Kanaka Puradireja. 1998. Auditing I, edisi ke-5, cetakan ke-1. Jakarta. Penerbit Salemba Empat.Murhada dan Giap Yo Ceng, 2011. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta : Mitra Wacana Media.Pratiwi, Suci Anjar, 2009. Pengaruh Teknlogi Informasi Terhadap Kinerja Auditor (Studi Empiris di Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta). Skripsi: Universitas Muhammadyah Surakarta.Putri, Kompiang Martina Diana dan Saputra I. D. G. Dharma, 2013. Pengaruh Independensi, Profesionalisme, dan Etika Profesi Terhadap Kinerja Auditor Pada Kantor Akuntan Publik di Bali. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 4.1. hal. 39-53Rengganis, Fany Dewi dan Isgiyarta Jaka, 2015. Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Auditor (Studi Empiris Pada Auditor KAP di Kota Semarang). Jurnal . Volume  4,  Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 1-12. ISSN (Online): 2337-3806Ramadhanty, Rezki Wulan 2013. Pengaruh Pengalaman, Otonomi, Profesionalisme dan Ambiguitas Peran terhadap Kinerja Auditor Pada KAP di DIY. Jurnal Nominal, Vol-II no. 2. Hal. 61-75.Riani, Asri Laksmi, 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia Masa Kini. Yogyakarta: Graha Ilmu Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung. AlfabetaSugiyono, 2013. Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung. AlfabetaSugiyono, 2014. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantatif, Kualitatif dan R&D). Bandung. Alfabeta.Sumirat, Gunawan Cahya, 2006. Pengaruh Profesionalisme Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Internal Auditor, Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Internal Auditor PT> Bank ABC). Tesis :  Universitas DipenogoroSuyanto, 2005. Pengantar Teknologi Informasi Untuk Bisnis. Yogyakarta : Andi.Thompson, Ronald L, Haggings, Christoper A., dan Howell, Jane M. (1991), “Personal Computing: Toward a Conceptual Model of Utilization”, Mis Quarterly, pp.125-143.Trisnaningsih, Sri 2007. Independensi Auditor dan Komitmen Organisasi Sebagai Mediasi Pengaruh Pemahaman Good Governance, gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Auditor. Prosiding Simposium Nasional Akuntansi X.Tugiman, Hiro. 1997. Standar Profesional Audit Internal. Penerbit PT Kanisius (Anggota IKAPI). Yogyakarta.Venkatesh, V., & Davis, F.D. (2000). A Theoretical Extension of The Technology Acceptance Model: Four longitudinal field studies. Management Science, 46(2), 186-204.Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., dan Davis, F. D. 2003. User Acceptance of Information Technology: Toward A Unified View. Mis Quarterly, 425-478.William, Brian K., Sawyer, Stacy C, 2003. Using Information Technology A Pratical Introduction to Computers & Communications, McGraw-Hill.  
ANALISIS PENERAPAN PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS (PSAK NO.2) PADA PT GALA JAYA MANDIRI PONTIANAK B51111048, Falen Setiawi
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The title of this thesis is Analysis of Application Preparation of Cash Flow Statements ( PSAK No. 2 ) at PT Gala Jaya PT Mandiri Pontianak . The method used is descriptive method kualitaitf which describes the state of the object under study based on those facts and data , with data collection through interviews , questionnaires , observation and study of literature . Data analysis tool used is the cash flow statement using the direct method adapted to PSAK 2 and questionnaires . Based on the analysis that has been done , it can be deduced that the PT Gala Jaya Mandiri Pontianak in the preparation of the statement of cash flows (cash flow statement) using the indirect method (indirect method) but not perfect or not in accordance with PSAK No. 2 concerning the presentation and preparation of a cash flow statement . While in decision making at the management company PT Gala Jaya Mandiri Pontianak less effective Keywords : Direct Method Cash Flow Statement  
PENERAPAN SAK ETAP DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA UMKM KING BATAKO JAYA B51112021, Roberto Luis
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

King Enterprises brick Jaya is a Micro, Small and Medium Enterprises selling brick. Financial Statements recorded by very simple brick Enterprises notes out of money and the income statement that are not routinely made every month. Business Owners brick still not implementing SAK ETAP. The purpose of this study is the researchers wanted to know SAK ETAP implementation on King Enterprises brick Jaya and obstacles that make the effort brick Jaya King could not prepare financial statements. Based on the existing problems, researchers devise Financial Statements in the form of Income Statement, Statement of changes in capital, balance sheet and cash flow statement. This is to assist businesses in understanding the financial statements based on the Financial Accounting Standards Entities Without Public Accountability (SAK ETAP) in particular manager brick Jaya King Enterprises. In this study, researchers used qualitative research methods descriptive. Descriptive research focuses on the explanation of the facts obtained sistemasis time of the study. Ie analyzing existing data and conduct an interview with Business Owners brick to get good information and correct. Keywords: SAK ETAP, Preparation of Financial Statements, SMEs
ANALISIS PROSES RESTATEMENT DALAM RANGKA PENERAPAN PP NOMOR 71 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH BERBASIS AKRUAL PADA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI KABUPATEN SEKADAU TAHUN 2014. B41112029, Siska Andriyani B41112029 siska
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SISKA ANDRIYANI B41112029 Changes in financial governance of the Republic of Indonesia has always been done to increase financial accountability and transparency of the government. This is evidenced by the issuance of Government Regulation 71 of 2010 on the application of accrual-based government accounting standards.  The implementation of this regulation must be made by each government at the latest by 2015. The first step that must be taken is to restate their financial statement (Balance Sheet) in 2014. Data analysis methods used in this study is a qualitative method. From analyzing data and after restatement process has been done, there is a significant changes of the financial condition of Sekadau Regency, that is stated at the decline in the number of assets listed on the balance sheet. This is because there are a few adjustments to the balance sheet accounts in accordance with full accrual basis ruled in Government Regulation No. 71 of 2010. In addition, also found that the Sekadau Regency do not have data on the results of the investments made over the last few years yet, thus affecting the restatement process of financial statement.  Of the existing conclusions , the researchers advise that the data related to the results of these investments could completed soon, so that the process of restatement made ??to its financial statements  can be fully implemented. In addition, sustainability upgrades to human resources of Sekadau Regency also must be done  to produce financial statements that relevant and transparent based on Government Regulation  71 of 2010.  Keywords: Government Accounting, Restatement, Accrual
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Risiko dalam Laporan Tahunan Perusahaan Perbankan di Indonesia Tahun 2017 kiafe, Siti Fathia B1031141050
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective for this study is to examine the factors that influencing the level of risk disclosure such as audit committee, independence board of comissioners, managerial ownership, institusional ownership, company size, external auditor quality and financial performance. Content analysis is used to collect and analyze data of forty two annual reports from Indonesian Banking Companies in year 2017. The results indicates that audit committee, independence board of comissioners, managerial ownership, company size and financial performance didn’t have relationship with the level of risk disclosure. Nevertheless, institusional ownership and external auditor quality have positively affect the level of companies risk disclosure. Achmad, T., Faisal , F., & Oktarina, M. (2017). Factors Influencing Voluntary Corporate Risk Disclosure Practices by Indonesian Companies. Corporate Ownership & Control, 14(3).Adamu , M. U. (2013). Risk Reporting: A Study of Risk Disclosures in the Annual Reports of Listed Companies in Nigeria. Research Journal of Finance and Accounting, 4(16), 140-147.Aljifri, K., & Hussainey, K. (2007). The Determinants of Forward-looking Information in Annual Reports of UAE Companies. Managerial Auditing Journal, 22(9), 881-894.Al-Maghzom, A., Hussainey, K., & Aly, D. (2016). Corporate Governance and Risk Disclosure Evidence from Saudi Arabia. Corporate Ownership and Control Journal, 13(2), 145-166.Al-Maghzom, A., Hussainey, K., & Aly, D. (2016). The Level of Risk Disclosure in Listed Banks Evidence from Saudi Arabia. Corporate Ownership & Control, 14(1), 175-194.Al-Moataz, E., & Hussainey, K. (2013). Determinants of Corporate Governance Disclosure in Saudi Companies. Journal of King Abdulaziz University: Economics and Administration, 27(2), 411-430.Al-Shammari, B. (2014). Kuwait Corporate Characteristics and Level of Risk Disclosure: A Content Analysis Approach. Journal of Contemporary Issues in Business Research, 3(3), 128-153.Amran, A., & Che Haat, M. H. (2009). Risk reporting: An exploratory study on risk management disclosure in Malaysian annual reports. Managerial Auditing Journal, 24(1), 39-57.Anisa, W. G., & Prastiwi, A. (2012). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Manajemen Risiko. Dipetik Agustus 14, 2018, dari Diponegoro University Institusional Repository: http://eprints.undip.ac.id/35288/Ansah, S. O. (1998). The Impact of Corporate Attributes on the Extent of Mandatory Disclosure and Reporting by Listed Companies in Zimbabwe. The International Journal of Accounting, 33(5), 605-631.Aryani, D. N. (2016, Februari). The Determinants and Value Relevance of Risk Disclosure in The Indonesian Banking Sector. Disertasi. United Kingdom: University of Gloucestershire. Dipetik Agustus 26, 2018, dari http://eprints.glos.ac.uk/3429/ Ashfaq, K., Zhang, R., Munaim, A., & Razzaq, N. (2016). An Investigation into the Determinants of Risk Disclosure in Banks: Evidence from Financial Sector of Pakistan. International Journal of Economics and Financial Issues, 6(3), 1049-1058.Atanasovski, A., Serafimoska, M., Jovanovski, K., & Jovevski, D. (2015). Risk Disclosure Practices in Annual Reports of Listed Companies: Evidence from a Developing Country. Research Journal of Finance and Accounting, 6(1), 184-192.Barakat, A., & Hussainey, K. (2013). Bank governance, regulation, supervision, and risk reporting: Evidence from operational risk disclosures in European banks. International Review of Financial Analysis, 30, 254–273.Barako, D. G., Hancock, P., & Izan, H. Y. (2006). Factors Influencing Voluntary Corporate Disclosure by Kenyan Companies. Journal compilation, 4(2), 107-125.Beretta, S., & Bozzolan, S. (2004). A framework for the analysis of firm risk communication. The International Journal of Accounting, 39, 265– 288.Brown, A. (2015). Financial Risk Management For Dummies. John Wiley & Sons.Darmadi, S. (2013). Corporate governance disclosure in the annual report: An exploratory study on Indonesian Islamic banks. Humanomics, 29(1), 4-23.Elshandidy, T., & Neri, L. (2014). Corporate Governance, Risk Disclosure Practices, and Market Liquidity: Comparative Evidence from the UK and Italy. Corporate Governance: An International Review, 23(4).Elshandidy, T., Fraser, I., & Hussainey, K. (2013). Aggregated, voluntary and mandatory risk disclosure incentives: Evidence from UK FTSE all share companies. International Review of Financial Analysis, 30, 320-333.Elzahar, H., & Hussainey, K. (2012). Determinants of Narrative Risk Disclosures in UK Interim Reports. THE JOURNAL OF RISK FINANCE, 13(2), 133-147.Fathi, J. (2013). Corporate Governance and the Level of Financial Disclosure by Tunisian Firm. Journal of Business Studies Quarterly, 4(3).Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 (Vol. 7). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Habtoor, O. S., Ahmad, N., Mohamad, R. N., & Che Haat, M. H. (2017). Linking Corporate Risk Disclosure Practices with Firm-Specific Characteristics in Saudi Arabia. Gadjah Mada International Journal of Business, 19(3), 247-266.Hassan, M. K. (2008). The level of corporate risk disclosure in UAE. Proceedings of the British Accounting Association conference. Blackpool.Hassan, M. K. (2009). UAE corporations-specific characteristics and level of risk disclosure. Managerial Auditing Journal, 24(7), 668-687.Hassan, O. G., Giorgioni, G., & Romilly, P. (2006). The extent of financial disclosure and its determinants in an emerging capital market: the case of Egypt. International Journal Accounting, Auditing and Performance Evaluation, 3(1), 41-67.Healy, P. M., & Palepu, K. G. (2001). A review of the empirical disclosure literature: discussion. Dalam J. E. Core (Penyunt.), JAE Conference. 31, hal. 441-456. ScienceDirect.Hossain, M. (2008). The Extent of Disclosure in Annual Reports of Banking Companies The Case of India. European Journal of Scientific Research, 23(4), 659-680.Iatridis, G. (2008). Accounting disclosure and firms' financial attributes: Evidence from the UK stock market. International Review of Financial Analysis, 17, 219–241.ICAEW.  No surprises: Working for better risk reporting. Dipetik September 18, 2018, dari The Institute of Chartered Accountants in England & Wales: https://www.icaew.com/-/media/corporate/files/technical/research-and-academics/publications-and-projects/financial-reporting-publications/briefing-06-02-no-surprises.ashxJensen, M. C., & Meckling, W. H. (1998). Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305-360.Kasmir. (2017). Analisis Laporan Keuangan (Vol. 10). Jakarta: Raja Grafindo Persada.Khlif, H., & Hussainey, K. (2016). The association between risk disclosure and firm characteristics: a meta-analysis. Journal of Risk Research, 19(2), 181-211.Korczak, A. (2004). Managerial Ownership and Informativeness of Accounting Numbers in a European Emerging Market. Dipetik September 12, 2018, dari SSRN: https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=495123Kusumaningrum, R. A., & Chariri, A. (2013). Pengaruh Kepemilikan Institusional dan Karakteristik Dewan Komisaris Terhadap Pengungkapan Manajemen Risiko. Diponegoro Journal Of Accounting, 2(4), 1-15.Linsley, P. M., & Shrives, P. J. (2000). Risk management and reporting risk in the UK. Dipetik September 3, 2018, dari Research Gate: https://www.researchgate.net/profile/Philip_Linsley/publication/266016884_Risk_management_and_reporting_risk_in_the_UK/links/55af71be08ae1bc0454ab812/Risk-management-and-reporting-risk-in-the-UK.pdfLinsley, P. M., & Shrives, P. J. (2005). Examining Risk Reporting in UK. The Journal of Risk Finance, 6(4), 292-305.Mgammal, M. H. (2017). The Effect of Ownership Structure on Voluntary Disclosure: Evidence from Saudi Arabia. Journal of Advanced Management Science, 5(2), 138-151.Miihkinen, A. (2012). What Drives Quality of Firm Risk Disclosure? The Impact of a National Disclosure Standard and Reporting Incentives under IFRS. The International Journal of Accounting, 47(4), 437-468.Mokhtar, E. S., & Mellet, H. (2013). Competition, corporate governance, ownership structure and risk reporting. Managerial Auditing Journal, 28(9), 838-865.Nahar, S. (2015, Juni). Risk disclosure practices: their determinants and association with bank performance. Disertasi. Australia: Swinburne University of Technology. Dipetik September 8, 2018, dari https://researchbank.swinburne.edu.au/items/5329fa96-76b9-4dfa-8408-d1a53667458d/1/Nahar, S., Azim , M., & Jubb, C. (2016). The determinants of risk disclosure by banking institutions Evidence from Bangladesh. Asian Review of Accounting, 24(4), 426-444.Naveed, F., Khurshid, M. K., & Shakeel, M. (2015). Factors Affecting the Corporate Governance Disclosure: An Analysis of Manufacturing Firms of Pakistan. European Journal of Business and Management, 7(22), 12-20.Ntim, C. G., Lindop, S., & Thomas, D. A. (2013). Corporate Governance and Risk Reporting in South Africa: A Study of Corporate Risk Disclosures in the Pre- and Post-2007/2008 Global Financial Crisis Period. International Review of Financial Analysis, 30, 363-383.Oktarina, M. (2015). Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Risiko pada Perusahaan-Perusahaan yang Listing di Bei Tahun 2013. Skripsi. Dipetik September 19, 2018, dari Diponegoro University Institutional Repository: http://eprints.undip.ac.id/46154/Oliveira, J., Rodrigues, L. L., & Craig, R. (2011). Risk-related disclosure practices in the annual reports of Portuguese credit institutions: an exploratory study. Journal of Banking Regulation, 12(2), 100–118.Oliveira, J., Rodrigues, L. L., & Craig, R. (2011). Risk‐related disclosures by non‐finance companies: Portuguese practices and disclosure characteristics. Managerial Auditing Journal, 26(9), 817-839.Otoritas Jasa Keuangan. (2018, September 4). Diambil kembali dari Otoritas Jasa Keuangan: https://www.ojk.go.id/id/Default.aspxPedoman Penerapan Manajemen Risiko Berbasis Governance. (2012). Dipetik September 4, 2018, dari Komite Nasional Kebijakan Governance: http://www.knkg-indonesia.org/dokumen/Pedoman-Manajemen-Risiko-Berbasis-GCG.pdfProbohudono, A. N. (2012, September). A Comparative Analysis of Voluntary Risk Disclosures. Disertasi. Perth, Australia: Curtin University. Dipetik September 5, 2018, dari http://hdl.handle.net/20.500.11937/2132Probohudono, A. N., Tower, G., & Rusmin, R. (2013). Diversity in Risk Communication. Australasian Accounting, Business and Finance, 7(1), 41-58.Puspitaningrum, D., & Atmini, S. (2012). Corporate governance mechanism and the level of internet financial reporting: Evidence from Indonesian companies. Procedia Economics and Finance, 2, 157 – 166.Solomon, J. F., Solomon, A., Norton, S. D., & Joseph, N. L. (2000). A Conceptual Framework for Corporate Risk Disclosure Emerging from The Agenda for Corporate Governance Reform. British Accounting Review, 32, 447-478. doi:doi:10.1006/bare.2000.0145Suhardjanto, D., Dewi, A., Rahmawati, E., & M, F. (2012). Peran Corporate Governance dalam Praktik Risk Disclosure pada Perbankan Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Auditing, 9(1), 16-30.Sulistyaningsih, & Gunawan, B. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Risk Management Disclosure. Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 1.Wachira, M. (2018). Determinants of risk disclosures in Kenyan. African Journal of Business Management, 12(10), 267-273. 
ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PENGGILINGAN PADI B41109021, Fatwa B41109021 fatwa
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PENGGILINGAN PADI Fatwa Program Studi S-1 Jurusan Akuntansi Universitas Tanjung Pura Email.fatwa27@yahoo.co.id Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui penyusunan laporan keuangan UKM Penggilingan Padi, 2) Untuk mengetahui UMKM Penggilingan Padi sudah menerapkan PSAK ETAP?, 3) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu untuk mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana UKM Penggilingan Padi menyajikan laporan keuangannya, diikuti dengan mempelajari buku-buku literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian. Analisis yang digunakan adalah SAK ETAP. Penelitian menyimpulkan sebagai berikut: 1) Dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan, serta uraian-uraian yang telah dikemukakan bahwa UKM Penggilingan Padi belum menerapkan SAK ETAP, laporan-laporan yang disajikan oleh UKM Penggilingan Padi hanya berupa Neraca dan Laporan Laba/Rugi saja, jelas kurang sesuai karena dalam prosedural pelaporan keuangan yang berdasarkan SAK ETAP  yaitu  Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas, Catatan Atas Laporan Keuangan. Maka dari itu penulis melakukan implementasi laporan keuangan sesuai dengan SAK ETAP agar UKM Penggilingan Padi dapat menerapkannya, 2) Keberadaan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) yang diperuntukan untuk usaha kecil dan menengah, keberadaannya belum banyak diketahui oleh para pemilik UKM dan masih rendahnya pemahaman  SAK ini, 3) Kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam menyusun laporan keuangan. Serta tidak pernah mengikuti pelatihan tentang pelaporan keuangan akuntansi, 4) Tidak  adanya  pembagian  tugas  yang  jelas  antar  bidang  karena  pemilik  sekaligus menjadi  pengelola  usaha.  Pemilik  mengelola  usaha  sendiri, sehinga waktu  yang dimiliki  difokuskan  untuk  mengembangkan  usahanya dan 5) Tidak adanya keharusan penggunaan SAK ETAP dari pemerintah   Kata Kunci: SAK ETAP, UKM   A. Latar Belakang Setiap usaha diharapkan mempunyai laporan keuangan untuk menganalisis kinerja keuangan sehingga dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Namun praktek akuntansi keuangan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih rendah dan memiliki banyak kelemahan (Suhairi, 2014). Kurangnya kemampuan pelaku UKM dalam bidang pengelolaan usaha juga termasuk kendala yang dihadapi UKM, antara lain rendahnya pendidikan dan kurangnya pemahaman pelaku UKM tersebut dalam bidang akuntansi (Benjamin, 1990). Biasanya pembukuan UKM dilakukan dengan cara-cara sederhana dan tidak detail (Krisdiartiwi, 2011). Semakin berkembangnya usaha, menuntut UKM untuk berhubungan dengan pihak eksternal perusahaan. Misalnya untuk meningkatkan pendanaan UKM akan berhubungan dengan pihak bank/ lembaga keuangan lainnya. Pihak bank/ lembaga keuangan tersebut biasanya akan mensyaratkan laporan keuangan untuk menilai kelayakan kredit dari UKM. Demikian juga ketika UKM akan mengikuti lelang pengadaan barang maupun jasa yang diadakan oleh pihak rekanan, pihak rekanan biasanya akan meminta laporan keuangan sebagai syarat kelengkapan administratif. Dengan demikian semakin berkembangnya usaha, menuntut UKM untuk menyediakan laporan keuangannya dengan baik sesuai standar yang berlaku. Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada tanggal 17 Juli 2014 dan berlaku efektif 1 Januari 2011. Diterbitkannya SAK ETAP bertujuan untuk diimplementasikan pada entitas tanpa akuntabilitas publik. Pada umumnya, UKM adalah entitas tanpa akuntabilitas publik karena UKM pada umumnya belum memiliki akuntabilitas publik signifikan dan tidak menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial stetment). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi UKM dalam menyusun laporan keuangan berbasis SAK ETAP serta untuk merancang sistem akuntansi sederhana yang dapat membantu dan memudahkan para pemilik UKM dalam membuat laporan keuanganberbasis SAK ETAP. Dengan laporan keuangan tersebut diharapkan pemilik UKM dapat mengevaluasi usahanya serta dapat menggunakan informasi dalam laporan keuangan tersebut sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Besarnya potensi UKM yang ada saat ini ternyata belum sebanding dengan tingkat kemajuan UKM. Dalam melakukan kegiatan UKM masih menghadapi beberapa masalah. Masalah yang mempunyai bagian yang cukup besar yaitu masalah modal, teknologi, dan keahlian manajerial (Soetrisno,2015). Salah satu masalah UKM adalah pengelolaan keuangan dan permodalan dimana UKM masih menghadapi kendala yang cukup serius. Fenomena yang terjadi adalah UKM menghadapi kendala permodalan dan sedikitnya para investor yang bersedia meminjamkan atau menanamkan modalnya pada UKM walaupun menghasilkan laba yang cukup besar. Alasan mendasar adalah UKM tersebut tidak dapat menunjukkan bukti operasional dan keuntungan perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Menurut Krisdiartiwi (2011:1) selama ini pembukuan sering dianggap sebagai sesuatu yang rumit dan "kurang begitu penting" dalam membangun bisnis. Padahal, bagi sebuah perusahaan, pembukuan sangat diperlukan untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Tak hanya bagi perusahaan besar, pembukuan juga mutlak diperlukan bagi usaha kecil menengah atau UKM. Adanya laporan keuangan membuat pihak luar dapat menganalisis kelayakan pemberian kredit atas permohonan yang diajukan. Laporan keuangan yang menggambarkan kondisi yang sebenarnya akan sangat membantu proses evaluasi kelayakan kredit. Namun sebagian besar UKM belum mampu menyediakan informasi keuangan dengan benar dan teratur sehingga mereka mengalami kendala dalam mengajukan kredit pada lembaga formal seperti pihak perbankan. Semua pihak menyadari pentingnya akuntansi dalam sebuah bisnis, tetapi UKM di Indonesia belum secara baik mempraktikkannya. Sehingga UKM tidak dapat mengetahui prestasi kerja dan kesulitan dalam pengajuan kredit ke lembaga formal. Kita tidak bisa menyalahkan UKM yang selalu enggan melakukan pembukuan transaksi dan bervariasinya pelaporan keuangan UKM, karena PSAK umum yang terlalu rumit untuk usaha sektor kecil. SAK ETAP ini akan membantu perusahaan kecil menengah dalam menyediakan pelaporan keuangan yang tetap relevan dan andal. SAK ETAP memberikan banyak kemudahan untuk UKM dibandingkan dengan PSAK umum, perbedaan secara kasat mata dapat dilihat dari ketebalan SAK ETAP yang hanya sekitar seratus halaman dengan menyajikan 30 bab. Kehadiran SAK ETAP dengan prinsip kesederhanaan dapat memberikan kemudahan UKM dalam menyajikan laporan keuangan. Standar ETAP diharapkan memberi kebebasan berbisnis, kebebasan berinvestasi dan membangun ekonomi kerakyatan berbasis UKM bagi Indonesia. Dengan aplikasi SAK ETAP dalam dunia UKM membuat tumbuh suburnya UKM. Selain itu SAK ETAP juga memberi kemudahan untuk perusahaan dibandingkan dengan PSAK dengan ketentuan pelaporan yang lebih kompleks. Namun pada kenyataannya SAK ETAP belum banyak diterapkan para pelaku UKM dalam menyusun laporan keuangan.di Indonesia khususnya yang ada di Kota Pontianak dalam menyusun laporan keuangan. Pada penelitian awal UKM Penggilingan Padi yang dilakukan oleh pengusaha penggilingan padi belum sepenuhnya menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan SAK ETAP. Hal ini dapat dilihat tidak adanya perhitungan laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan untuk UKM ini. UKM ini hanya menyusun laporan laba rugi dan neraca secara sederhana. Berikut laporan laba rugi dan neraca pada UKM Penggilingan Padi. Laporan keuangan yang ditampilkan hanyalah pencatatan transaksi bulanan yang diikuti laporan laba rugi, neraca diakhir periode. Artinya penyusunan yang sesuai dengan standar SAK ETAP belum diimplementasikan secara penuh. Sedangkan laporan dalam SAK ETAP (2014:3.12) meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan laporan keuangan Tabel 1.1 Penggilingan Padi Laporan Laba Rugi Periode Januari - Desember 2015 Sumber: Data Primer Laporan keuangan Penggilingan Padi 2016 Berdasarkan laporan keuangan yang dibuat untuk Penggilingan Padi yang masih sangat sederhana dan belum menunjukan penerapan standar akuntansi apapun maka penulis tertarik untuk membuat penelitian yang berjudul ?ANALISIS PENERAPAN SAK ETAP PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) PENGGILINGAN PADI?. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: Bagaimana penerapan SAK ETAP dalam penyusunan laporan keuangan UKM Penggilingan Padi?Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UMKM Penggilingan Padi?C. Tujuan Penilitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : Untuk mengetahui penerapan SAK ETAP dalam penyusunan laporan keuangan UKM Penggilingan Padi.Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UMKM.D. Kegunaan Penelitian Kegunaan dalam penelitian ini adalah:   UMKM Penggilingan Padi Dapat memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya untuk membenahi laporan keuangan yang sesuai dengan SAK ETAP. Akademisi Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pengembangan ilmu akuntansi dan menjadi salah satu tambahan referensi bagi rekan mahasiswa dan pihak-pihak lain yang berminat dan ingin melakukan penelitian lebih lanjut. Pihak lain atau pelaku UMKM Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukan yang bermanfaat dan mendorong pelaku UKM membuat laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi dan menjalankan usaha yang lebih profesional.   TINJAUAN PUSTAKA A. Akuntansi dan Laporan Keuangan1. Pengertian Akuntansi dan Laporan Keuangan Menurut Harahap (2011:5) mengatakan bahwa, ?Akuntansi adalah menyangkut angka-angka yang akan dijadikan dasar dalam proses pengambilan keputusan, angka itu menyangkut uang atau nilai moneter yang menggambarkan catatan dari transaksi perusahaan?. Menurut Prawironegoro dan Purwanti (2014:2-3) informasi akuntansi itu memiliki tiga tujuan yaitu memberi pelaporan kepada manajemen untuk: Membuat keputusan-keputusan rutin bisnis (kegiatan operasi) dan keputusan-keputusan khusus (investasi jangka panjang).Memberikan pelaporan kepada pihak luar perusahaan yaitu pemegang saham, jawatan pajak, lembaga keuangan dan lain-lain.Memberi informasi kepada pihak dalam perusahaan yaitu kepada berbagai level manajemen. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa akuntansi merupakan aktivitas jasa penyedia informasi tentang bisnis dan transaksi keuangan yang disajikan dalam bentuk laporan yang berguna bagi pengambil kebujakan ekonomi. Agar laporan keuangan yang dibuat memenuhi syarat ketentuan akuntansi maka diperlukan adanya standar akuntansi yang menjadi pedoman dalam menyusun laporan keuangan. Mulya (2010:14) mengatakan, tujuan standar akuntansi keuangan yaitu ? menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan untuk tuuan umum, yang selanjutnya disebut laporan keuangan agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan perusahaan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan perusahaan lain??. Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi keuangan sebuah organisasi. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan hasil proses akuntansi yang dimaksudkan sebagai sarana mengkomunikasikan informasi keuangan terutama kepada pihak eksternal. Menurut Soemarsono (2014: 34) ?Laporan keuangan adalah laporan yang dirancang untuk para pembuat keputusan, terutama pihak diluar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan?. Menurut PSAK No.1 Paragraf ke 7 (Revisi 2014), ? Laporan Keuangan adalah suatu penyajian terstuktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas?. SAK ETAP (2014:2.1) menyatakan bahwa, tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonimi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporak keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Dari definisi di atas, dapat diketahui bahwa laporan keuangan merupakan produk akhir yang penting dari proses pelaporan keuangan dan alat utama para manajer untuk menunjukan efektifitas pencapaian tujuan dan untuk melaksanakan fungsi pertanggung jawaban dalam organisasi. Laporan keuangan pada dasarnya memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan perusahaan yang dapat digunakan untuk membuat proyeksi pada masa mendatang, sehingga informasi ini dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadap lapran tersebut. 2. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik merupakan standar yang dapt menjadi pedoman bagi usaha kecil dan menengah dalam membuat laporan keuangan. Entitas tanpa akuntabilitas publik yang dimaksud adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlihat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit. Menurut SAK ETAP (2014:1.1) tentang standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik, Entitas tanpa akuntabilitas publik adalah entitas yang: Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; danMenerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Entitas memiliki akuntabilitas publik jika: Entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal;atauEntitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.   3. Penyajian Laporan Keuangan Penyajian wajar dalam laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP (2014:3,2) ialah: Laporan keuangan menyajikan dengan wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas. Penyajian wajar mensyaratkan penyajian jujur atas pengaruh transaksi, peristiwa dan kondisi lain yang sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset, kewajiban, penghasilan dan beban. Penerapan SAK ETAP, dengan pengungkapan tambahan jika diperlukan, menghasilkan laporan keuangan yang wajar atas posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas. Pengungkapan tambahan diperlukan ketika kepatuhan atas persyaratan tertentu dalam SAK ETAP tidak memadai bagi pemakai untuk memahami pengaruh dari transaksi tertentu, peristiwa dan kondisi lain atas posisi keuangan dan kinerja entitas. Laporan keuangan entitas dalam SAK ETAP (2014:3.12) meliputi: NeracaLaporan laba rugi Kieso (2011:140) mengatakan, bahwa laporan laba rugi  adalah ?laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu??. Sedangkan menurut Rudianto (2014:15) laporan laba rugi adalah ?suatu laporan yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam suatu periode akuntansi atau satu tahun?. Berdasarkan SAK ETAP (2014:5.1) laporan laba rugi menyajikan penghasilan dan beban entitas untuk suatu periode. Dalam penyajiannya laporan laba rugi memasukan semua pos penghasilan dan beban dalam satu periode kecuali SAK ETAP mensyaratkan lain. Menurut SAK ETAP (2014:5.3) informasi dalam laporan laba rugi meliputi pos pos sebagai berikut: a)    Pendapatan b)   Beban keuangan c)    Bagian laba atau rugi dari investasi d)   Metode ekuitas e)    Beban pajak f)    Laba atau rugi neto. Laporan perubahan ekuitas Menurut SAK ETAP (2014:6.2) laporan perubahan ekuitas bertujuan menyajikan laba atau rugi entitas untuk suatu periode pos pendapatan dan beban yang diakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut, pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui dalam periode tersebut, dan (tergantung pada format laporan keuangan perubahan ekuitas yang dipilih oleh entitas) jumlah investasi oleh, dan dividen distribusi lain ke pemilik ekuitas selama periode tersebut. Laporan arus kas Berdasarkan SAK ETAP (2014:8) Laporan arus kas menyajikan informasi perubahan historis atas kas dan setara kas entitas, yang menunjukan secara terpisah perubahan yang terjadi selama satu periode dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Menurut Rudianto (2014:17) laporan arus kas ialah??suatu laporan yang menunjukan aliran uang yang diterima dan digunakan perusahaan didalam satu periode akuntansi, beserta sumber-sumbernya?. Selanjutnya Kieso (2011:306) menyatakan, bahwa tujuan utama dari laporan arus kas adalah ?untuk memberikan informasi tentang penerimaan kas dan pengeluaran kas entitas selama satu periode. Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan informasi tentang kegiatan operasi, investasi dan pembiayaan entitas tersebut atas dasar kas?. Informasi yang dihasilkan dalam laporan arus kas menurut SAK ETAP (2014:7.3) ialah informasi tentang aktifitas operasi, aktifitas invetasi,dan aktifitas pendanaan. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan berisi informasi sebagai tambahan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.   METODE A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode yang berusaha memberikan gambaran mengenai data berdasarkan fakta-fakta yang didapat peneliti, proses penelitian yang dilakukan melalui pengukuran dengan alat yang baku, menguraikan karakteristik tentang keadaan dan sifat-sifat yang sebenarnya dari objek penelitian (Patilima: 2013). dan dalam penelitian ini tidak dilakukan manipulasi, hanya menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana UKM Penggilingan Padi menyajikan laporan keuangannya, diikuti dengan mempelajari buku-buku literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian. B. Teknik pengumpulan data 1. Studi Dokumentasi Studi dokumentasi yaitu melakukan pengumpulan data yang diperoleh dari UKM Penggilingan Padi serta mempelajari teori-teori yang ada dalam literatur dan bahan-bahan tulisan lainnya yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. 2. Penelitian Kepustakan (Library Research) Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Dalam penelitian ini penulis akan memfokuskan pada Standar Akuntansi Keuangan Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). 3. Alat Analisis yang Digunakan Dalam melakukan teknik analisis data maka penulis melakukan dengan metode kualitatif. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mengetahui pengolahan transaksi keuangan pada UKM Penggilingan Padi hingga menjadi laporan keuangan. Adapun bentuk alat analisis yang digunakan adalah : C. Analisis SAK ETAP SAK ETAP merupakan standar yang dapat menjadi pedoman bagi usaha kecil dan menengah dalam membuat laporan keuangan. Entitas tanpa akuntabilitas publik yang dimaksud adalah entitas yang tidak memiliki akuntabilitas signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Laporan keuangan entitas dalam SAK ETAP  meliputi: NeracaLaporan laba rugiLaporan perubahan ekuitas Laporan arus kasCatatan atas laporan keuangan yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi   yang signifikan dan informasi. Dimulai dengan analisa awal untuk mengetahui bagaimana penerapan standar pelaporan keuangan untuk UKM dilaksanakan, serta apakah UKM Penggilingan Padi sudah menerapkannya atau belum, kemudian dilanjutkan dengan membandingkan unsur-unsur laporan keuangan menurut SAK ETAP. Langkah akhir adalah menerapkannya dalam penyajian laporan keuangan yang seharusnya.   HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan SAK ETAP dalam penyusunan laporan keuangan UKM Penggilingan Padi Kemampuan pengetahuan dasar akuntansi adalah responden yang menjawab Ya hanya 40%, sedangkan yang menjawab Tidak sebesar 60%. Hal ini menunjukan bahwa masih banyak pelaku UKM yang tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan dasar tentang akuntansi. Sehingga mereka sulit untuk mengetahui kondisi keuangan dari usaha yang dikelolaPengumpulan Bukti Transaksi dilakukan oleh pelaku UKM memiliki hasil persentase 100% atas jawaban Ya, dan 0% untuk jawaban Tidak. Hal ini menunjukan bahwa pengumpulan bukti transaksi dilakukan oleh pelaku UKMDalam hal membuat catatan tentang kegiatan usaha, responden yang menjawan Ya lebih mendominasi dengan persentase 75%, sedangkan yang menjawab Tidak sebesar 0%. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas pelaku UKM membuat catatan atas usahanya, dikarekan untuk mengetahui kegiatan selama melakukan proses jual-beliDalam hal membuat pencatatan usaha dalam bentuk jurnal akuntansi di dominasi dengan jawaban Tidak sebesar 90 %, dibandingkan dengan jawaban Ya sebesar 10%. Hal tersebut menunjukan bahwa pelaku UKM masihbanyaknya pelaku UKM yang membuat jurnal atas transaksi yang terjadi, dan komentar mereka mengenai tersebut , terlalu rumit dan tidak punya waktu yang cukup sehingga mereka tidak membuat jurnal akuntansiDalam hal membuat buku besar, dari jawaban responden, yang membuat buku besar hanya sebesar 10%, sedangkan yang menjawab Tidak membuat sebesar 90%.Hal tersebut menunjukan bahwa masih banyaknya pelaku UKM untuk melakukan ppencatatan akuntansi yang sesuai dengan siklus, karena kurangnya pengetahuan dari pelaku usahaMembedakan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan usaha, yang menjawab Ya sebesar 80% hal tersebut karena pelaku menghindari terjadinya kesalahan dalam mencatat keungan mereka, sedangkan 20% menjawab Tidak, karena mereka beranggapan terlalu rumit, sehingga mereka menganggap uang perusahaan itu termasuk uang mereka juga, sehingga tidak ada pengendalian pada kas UKMKomponen laporan keuangan yang disajikan selama ini, secara dominan di responden masih melakukan laporan laba rugi karena 100% menjawab Ya, sedangkan untuk komponen neraca dan laporan perubahan modal hanya sedikit yangg menyajikan. Hal tersebut dikarenakan pelaku UKM hanya ingin mengetahi laba/omset dari usaha yang dijalankanPenggunaan software akuntansi pada UKM didominasi oleh jawaban Tidak sebesar 85%, sedangkan 15% menjawab Ya. Hal tersebut menunjukan perkembangan teknologi yang digunakan sebagai penunjang kegiatan pencatatan keuangan masih kurang dikalangan UKM, sehingga pelaku UKM masih melakukan pencatatan secara manual dan sederhana.Sedangkan yang telah memakai software, pelaku UKM menggunakan MS ExcelMembuat laporan keuangan, responden menjawab 40% pada keperluan internal dan keperluan eksternal, sedangkan untuk pelaporan ke Bank hanya 20%. Hal tersebut menunjukan bahwa pelaku UKM menggunakan laporan keuangan utnuk mengetahui keadaan dari usaha yang dijalankan, sedangkan keperluan eksternal digunakan untuk memudahkan para Investor dan Bank untuk membaca laporan keuangan, sehingga dapat membantu dalam penambahan modal untuk pengembangan usahaSecara dominan para pelaadanya kendala ku UKM masih banyak yang terkendala mengenai penerapan akuntansi yang baik dan benar, hal tersebut dikarenakan krangnya pengetahuan mereka mengenai akuntansiLaporan keuangan di dalam usaha mereka berpengaruh dalam menjalankan usaha meskipun mereka hanya membuat pencatatan laporan secara sederhanaPengetahuan pelaku UKM terhadap SAK ETAP, pada jawaban responden yang menjawab Ya sebesar 35%, sedangkan yang menjawab tidak sebesar 65%. Hal tersebut menujukan bahwa pelaku UKM masih terbatas mengenai pengetahuan tentang SAK ETAPMasih kurangnya pengetahuan dari respoden terhadap informasi SAK ETAP, karena hanya 35% yang mengetahui tentang informasi SAK ETAP untuk UKM. Sedangkan 65% tidak mengetahui informasi darimanapunTidak adanya pelaku UKM yang mendapatkan sosialisasi/seminar mengenai SAK ETAP, sehingga membuat mereka terbatas pada pengetahuan akuntansi yang sederhana, tanpa mengikuti standar yang adaPemahaman pelaku UKM mengenai isi dari SAK ETAP. Dari jawaban responden tidak ada yang memahami mengenai isi dari SAK ETAP, karena responden hanya sebatas mengetahui informasi mengenai SAK ETAP, sehingga tidak ada yang memahami mengenai isi dari SAK ETAPPenerapan akuntansi yang sesuai dengan SAK ETAP, dari jawaban Responden yang menjawab Belum sebesar 100%, sedangkan yang menjawab sudah 0%. Hal tersebut menunjukan bahwa pelaku UKM belum pelakukan penerapan akuntansi sesuai dengan Standar yang ada yaitu SAK ETAP, karena pelaku masih terbatas pengetahuan mengenai informasi mengenai SAK ETAP yang membuat mereka terkendala dalam menyajikan lapoeran keuangan yang sesuai dengan standar yang adaFaktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UMKMFaktor Internal Penyebab Gagalnya Penerapan SAK ETAP UKM penggilingan padi berusaha membuat laporan keuangan sesimpel mungkin agar bisa di pahami oleh anggota koperasi dan pengguna laporan keuangan lainnya tanp harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jadi latar belakang pendidikan pemakai laporan keuangan memiliki pengaruh yang bersar terhadap bentuk penyusunan pencatatan keuangan yang diterapkan oleh UKM penggilingan padi Faktor Eksternal Penyebab Gagalnya Penerapan SAK ETAP Salah satu penyebab dari Penggilingan padi tidak melakukan pencatatan akuntansi berbasis SAK ETAP disebabkan pula karena tidak adanya pengawasan dari pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan UKM terutama dari pihak pemerintah, lembaga-lembaga terkait dan regulator. Padahal kepedulian terhadap pengembangan UKM sudah semestinya menjadi tanggung jawab semua pihak sesuai dengan bidang yang digelutinya. Sejalan dengan hal tersebut, Raharjo (1993) dalam Auliyah (2014) menyatakan tidak adanya regulasi yang mewajibkan penyunan laporan keuangan bagi UKM mengakibatkan rendahnya penyusunan laporan keuangan. Jadi perhatian dari pihak regulator terkait dengan peraturan yang mewajibkan penyusunan laporan keuangan bagi UKM sangat diperlukan.           SIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan: Dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan, serta uraian-uraian yang telah dikemukakan bahwa UKM Penggilingan Padi belum menerapkan SAK ETAP, laporan-laporan yang disajikan oleh UKM Penggilingan Padi hanya berupa Neraca dan Laporan Laba/Rugi saja, jelas kurang sesuai karena dalam prosedural pelaporan keuangan yang berdasarkan SAK ETAP  yaitu  Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca, Laporan Arus Kas, Catatan Atas Laporan Keuangan. Maka dari itu penulis melakukan implementasi laporan keuangan sesuai dengan SAK ETAP agar UKM Penggilingan Padi dapat menerapkannya.Faktor-faktor yang menyebabkan tidak terlaksananya pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP pada UKM Penggilingan Padi:Keberadaan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) yang diperuntukan untuk usaha kecil dan menengah, keberadaannya belum banyak diketahui oleh para pemilik UKM dan masih rendahnya pemahaman  SAK ini. Kurangnya sosialisasi menjadi faktor utama kurang dikenalnya SAK ETAP dilingkungan UKM. Kurangnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam menyusun laporan keuangan. Serta tidak pernah mengikuti pelatihan tentang pelaporan keuangan akuntansi.Tidak  adanya  pembagian  tugas  yang  jelas  antar  bidang  karena  pemilik  sekaligus menjadi  pengelola  usaha.  Pemilik  mengelola  usaha  sendiri, sehinga waktu  yang dimiliki  difokuskan  untuk  mengembangkan  usahanya.  Karyawan  hanya  diberikan otoritas  untuk  mengatasi  proses  produksi  dan  pencatatan  biaya.  Untuk  penyediaan proses  produksi dilakukan  langsung oleh  pemilik.Tidak adanya keharusan penggunaan SAK ETAP dari pemerintah.B. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka kami selaku penulis memberikan beberapa saran. Mengingat besarnya manfaat yang bisa diperoleh dari penerapan akuntansi, kepada para pelaku UMKM yang belum menerapkan akuntansi agar mulai menerapkan akuntansi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Bagi stakeholder untuk ikut serta dalam mendukung dan mengawasi implementasikan SAK ETAP. Dukungan dan pengawasan ini tentunya akan membantu mendisiplinkan UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan serta membantu pihak perbankan dalam menganalisis kelayakan usaha dan pihak fiskus dalam memenuhi administrasi perpajakan. Selain itu perlu adanya suatu badan pengawas yang khusus untuk mengawasi dan mengevaluasi implementasi dari SAK ETAP. Sehingga dengan adanya badan pengawas ini ke depannya seluruh UMKM yang ada di Indonesia dapat memnerapkan pencatatan keuangan berbasis SAK ETAP.   DAFTAR PUSTAKA Benjamin, 1990. Laporan Keuangan (Ikhtisar Akuntansi) Perusahaan Kecil. Dalam. Dalam Prosiding. Seminar Akuntan Nasional. Surabaya. Kieso, Donald. E.. and Weygandt. Jerry. J (terjemahan Herman Wibowo). 2011. Akuntansi Intermediate. Jakarta: Erlangga. Krisdiartiwi. 2011. Pembukuan Sedarhana Untuk UMKM. Yogyakarta: Media Pressindo. Mulya. 2010. Memahami Akuntansi Dasar. Mitra Wacana Media : Jakarta. Patilima, Hamid, 2013. Metode Penelitian Kualitatif. cetakan kedua. Bandung. Penerbit Alfabeta. Rudianto, 2014. Akuntansi Pengantar. Jakarta : Penerbit Erlangga. Soemarsono. 2014. Akuntansi: Suatu Pengantar. Edisi Kelima. Buku 1. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. Sutrisno, Joko dan Sri. 2006. Jurnal Pengkajian Koperasi Dan Ukm Nomor 2 Pengkajian Koperasi Dan Ukm Nomor 2 Tahun I? - 2006 and Management Consultant Tahun 2014. Nusa Tenggara Barat. Suhairi. 2014. Personality. Accounting Knowledge. Accounting Information Usage And Performance: A Research On Entrepreneurship Of Indonesia Medium Industries. Disertasi. USM. Malaysia.              
PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI DAN NILAI PERUSAHAAN TERHADAP MINAT INVESTASI MASYARAKAT PADA SAHAM SYARIAH (Studi Kasus Pada Saham Tercatat Di Jakarta Islamic Index) Daryola, Rivanna Cantika B1031131064
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Informasi akuntansi dan nilai perusahaan adalah salah satu acuan seorang investor ketika ingin menganalisa kinerja suatu perusahaan sebelum berinvestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh informasi akuntansi  maupun nilai perusahaan terhadap minat investor pada saham syariah yang tercatat di Jakarta Islamic Index. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data primer dari kuesioner dan sekunder dari idx.co.id. Sampel penelitian adalah 25 perusahaan yang telah memenuhi kriteria peneliti dengan periode penelitian 3 periode pelaporan JII dan 4 periode 6 bulanan laporan keuangan di idx.co.id yaitu desember 2014 – juni 2016. Hasil penelitian menunjukkan EPS, ROA, ROE, dan harga saham hanya mempengaruhi 14% dari minat investasi. Seluruh variabel independen juga memiliki nilai koefisien standar yang negatif sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh antar variabel kurang signifikan meskipun kinerja perusahaan yang ditampilkan cukup baik. Kemudian responden yang paling banyak paham dan berminat untuk berinvestasi berasal dari kalangan mahasiswa dikarenakan maraknya sosialisasi pasar modal. Pengetahuan akan pasar modal tidak mempengaruhi secara signifikan minat investasi, meskipun hal itu juga diperlukan sebelum memulai investasi.   Kata kunci : Informasi Akuntansi, EPS, ROA, ROE, Harga Saham, Nilai Perusahaan, Saham Syariah, Jakarta Islamic Index, Minat Investasi   ABSTRACT   Accounting information and the company value is one of the references for an investor when they wants to analyze the performance of a company before investing. This study aims to determine how the influence of accounting information and company value toward investor interest in Islamic stocks listed in Jakarta Islamic Index. This research is quantitative research by using primary data from questionnaire and secondary from idx.co.id. The research sample is 25 companies selected from researcher criteria with the 3 period of JII reporting or 4 period of 6 months financial statement in idx.co.id since desember 2014 until june 2016. The results show EPS, ROA, ROE, and share prices affect only 14% of investment interest. All of independent variable also have a negative standard coefficient value so that it can be concluded that the influence between variables is less significant although the performance of the company displayed quite well. Then, most of respondents who understand and interested to investing comes from the student due to the rampant socialization of capital markets. The capital market knowledge does not significantly affected investment interest although it’s also necessary before starting investment.   Keywords : Accounting Information, EPS, ROA, ROE, Share Price, Company Value, Sharia Share, Jakarta Islamic Index, Investment Interest

Page 26 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 4 (2021): Vol 4 Vol 11, No 1 (2021): KIAFE Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Mahasiswa AK Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Akutansi Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Akuntansi More Issue