Bali Dental Journal
The topics covered by the Bali Dental Journal include all fields of basic and clinical dentistry. Some manuscripts focusing on the study of certain endemic diseases such as dental caries and periodontal diseases in particular regions of any country as well as oral pre-cancers, oral cancers, and oral submucous fibrosis related to betel nut chewing habit are also considered for publication. Besides, the Bali Dental Journal also publishes articles about the efficacy of a new treatment modality on oral verrucous hyperplasia or early oral squamous cell carcinoma. In addition, we also publish the scientific researches evaluating the use of new biomaterials, new drugs and new methods for treatment of patients with different kinds of oral and maxillofacial diseases or defects, the diagnosis of oral and maxillofacial diseases with new methods, etc. Moreover, researches on the quality of life, psychological interventions, improving disease treatment outcomes, the prevention, diagnosis and management of cancer therapeutic complications, rehabilitation, palliative and end of life care, and support teamwork for cancer care and oral health care for old patients are also welcome, due to remarkable increase of elder patients above 60 years old in the north-east region of Asia. In short, the Bali Dental Journal publishes the scientific dental articles that bring new knowledge, new observations, new techniques, new diagnosis and treatment modalities, and new clinical trials to all the readers of this journal. The target audience of the Bali Dental Journal includes researchers, dental practitioners or clinicians, oral and dental policy-makers, dental educators, hard-tissue scientists, dental students, and other health professionals. The Bali Dental Journal accepts Perspectives, Review articles, Original articles, Case reports, Short communications, Research letters, Correspondence and Letters to the Editor.
Articles
5 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 1 (2017): January 2017"
:
5 Documents
clear
Pemberian Topikal Ekstrak Etanol Buah Adas (Foeniculum vulgare Mill.) Konsentrasi 50% Lebih Menurunkan Makrofag Dan Neutrofil Daripada Povidone Iodine Untuk Penyembuhan Radang Mukosa Mulut Tikus Putih Jantan
Putu Lestari Sudirman;
Ni Kd. Fiora Rena Pertiwi;
I G.A. Sri Pradnyani
Bali Dental Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January 2017
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/bdj.v1i1.1
Dental procedure sometimes can cause injury to the oral mucosa either intentionally or unintentionally. Inflammation on mucosa of the mouth / stomatitis is an inflammation that occurs in the oral mucosa, usually form of a yellowish white spots. These patches can be single or multiple. Inflammation on the mucosa of the mouth can affect the mucous membranes of the inner cheek, inner lip, tongue, gums and palate in the oral cavity. This study uses an Experimental Randomized Post Test Only Control Group Design on 32 male rats that had been induced by H2O2, causing inflammation of the lower labial mucosa, Sample were divided into two treatment groups, each group of 16 rats. Control group get Povidone Iodine for 3 days, and the treatment group was given ethanol extract 50 % of fennel fruit for 3 days. On day 7 rats euthanized for taking the oral mucosal tissue and then made histology preparations with HE staining. Data were analyzed, with Shapiro-Wilk normality test and followed by independent T-test.The mean macrophages and neutrophils significantly different (p <0.05). It can be concluded that the ethanol extract of 50% fennel fruit, can reduce macrophages and neutrophils than Povidone Iodine, so the inflammatory process can be shorter and healing process more quickly.
Penggunaan Dental Laser Pada Eksisi Irritation Fibroma
I Gusti Ayu Ari Widiastuti
Bali Dental Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January 2017
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/bdj.v1i1.2
The utilization of laser technology is now very numerous and widespread in human life. Laser is an electromagnetic wave that can interact with biological tissue with side effects depend on the power and the exposure received by the biological tissue. Lasers are typically used in the field of dentistry known as the dental laser. According to the use of dental lasers can be used for hard tissue, soft tissue and low-level light (LLLT). The use of dental laser indicated for many surgical procedures, such as surgical procedures endodontics, periodontics, surgery to bone for implant placement. Lasers can also be used to carry out the preparation, incision, excision, and Contouring until excision of soft tissue irritation fibroma. Irritation fibroma is a benign lesion that is most often found in the oral cavity. Bites on the buccal mucosa and lips as well as irritation from the use of denture is a common cause of this lesion. The purpose of this paper is to add information about the various dental lasers and how dental laser for excision of irritation fibroma and benefits for patients.
Gambaran Kejadian Karies Gigi Berdasarkan Body Mass Index pada Anak-anak Usia 48-60 Bulan di TK Negeri Pembina Denpasar
Dylan Dharmalaksana;
L W Ayu Rahaswanti;
Luh Seri Ani
Bali Dental Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January 2017
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/bdj.v1i1.6
Karies gigi merupakan masalah gigi yang utama khususnya pada kelompok anak usia sekolah. Karies pada anak akan berdampak pada pola makan, tumbuh kembang anak, dan konsentrasi belajar. Salah satu faktor yang berhubungan terjadinya karies adalah Body Mass Index (BMI). BMI telah menjadi standar di dunia medis untuk mendefinisikan obesitas. Tujuan : untuk mengetahui gambaran kejadian karies gigi berdasarkan BMI, usia dan jenis kelamin pada anak usia 48-60 bulan di TK Negeri Pembina Denpasar. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik sampling menggunakan total sampling pada 42 orang anak umur 48-60 bulan di TK Negeri Pembina Denpasar. Data diperoleh dengan pemeriksaan klinis untuk mengetahui kejadian karies dan pengukuran tinggi serta berat badan untuk menghitung Body Mass index (BMI). Hasil: hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata indeks def-t (decayed, extracted, filled tooth) pada anak usia 48-60 bulan di TK Negeri Pembina Denpasar sebesar 6,26 (kategori tinggi). Dari kategori BMI 2 anak yang masuk dalam kategori sangat kurus, 3 orang yang masuk kategori kurus,30 orang yang masuk ketegori normal, dan 7 orang yang masuk kategori gemuk. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah angka kejadian karies pada anak-anak umur 48-60 bulan di TK Negeri Pembina Denpasar tergolong tinggi, dan anak yang termasuk kategori kurus memiliki presentase kejadian karies paling tinggi
Persepsi Mahasiswa PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Udayana terhadap Senyum dan Estetika Gigi
I Gst AA Wulandari;
Putu Ratna Kusumadewi;
Giri Adijanti Marheni
Bali Dental Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January 2017
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/bdj.v1i1.8
: Estetika merupakan sebuah konsep yang subjektif. Setiap orang memiliki cara tertentu untuk menilai penampilannya sendiri. Estetika sering menjadi keluhan utama di praktik dokter gigi dan berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Kebanyakan pasien pergi ke praktik dokter gigi untuk memperoleh senyum yang estetik, karena senyum yang estetik berkaitan dengan kesuksesan seseorang dalam lingkungan sosial. Persepsi dan sikap mengenai estetika senyum bervariasi dari satu orang ke orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Udayana terhadap senyum dan estetika gigi. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan cross-sectional. Pengambilan sampel sebagai subjek penelitian dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa PSPDG semester awal dan semester akhir sebanyak 97 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keinginan memiliki warna gigi yang lebih putih lebih banyak ditunjukkan pada mahasiswa semester awal, yaitu 23,7% dan pada mahasiswa semester akhir hanya 18,6%. Didapatkan sebanyak 79,9% mahasiswa perempuan tidak puas dengan senyum dan estetika gigi dan pada laki-laki hanya 23,1%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut pada mahasiswa semester awal lebih tidak puas dengan senyum dan estetika gigi mereka, dan lebih berkeinginan untuk mendapatkan gigi yang lebih putih dibandingkan dengan mahasiswa semester akhir. Mahasiswa dengan jenis kelamin perempuan lebih sensitif dan lebih sadar akan penampilan diri mereka masing-masing dibandingkan dengan laki-laki.
Hubungan Antara Gigi Impaksi Molar Ketiga Dengan Kejadian Karies Molar Kedua Berdasarkan Jenis Kelamin Dan Usia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Komang Ngurah Arya Arisetiadi;
Louise Cinthia Hutomo;
Ni Wayan Septarini
Bali Dental Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January 2017
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51559/bdj.v1i1.9
Impaksi merupakan suatu keadaan patologis di mana gigi tidak dapat erupsi karena pertumbuhannya terhalang hingga mengakibatkan gigi tidak dapat keluar atau tumbuh secara normal. Kondisi ini dapat terjadi karena tidak tersedianya ruangan yang cukup pada rahang dan angulasi yang tidak benar dari gigi tersebut, letaknya yang tidak normal juga menyebabkan adanya celah di antara gigi sebelahnya yang bisa menjadi tempat terselipnya makanan atau bakteri, sehingga susah untuk dibersihkan. Sisa makanan yang terselip tersebut akan membusuk dan menyebabkan rasa sakit juga bisa menyebabkan karies pada gigi molar kedua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gigi impaksi molar ketiga dengan kejadian karies molar kedua pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun 2016. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple random sampling, sampel penelitian mengambil 84 responden mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2013, jenis penelitian yaitu penelitian observasional dengan rancangan cross sectional analitik. Penelitian ini menunjukkan bahwa kasus gigi impaksi molar ketiga dengan kejadian karies molar kedua paling banyak dialami pada laki-laki sebanyak 17 (40.5%) berusia 21 dan 22 tahun 24 (30.8%). Kasus gigi impaksi molar ketiga dengan kejadian karies molar kedua paling banyak dialami pada laki-laki sebanyak 17 (40.5%) berusia 21 dan 22 tahun 24 (30.8%). Untuk mencegah timbulnya karies yang terjadi pada gigi molar kedua bagian distal maka dianjurkan melakukan tindakan pencabutan atau bedah gigi impaksi molar ketiga (odontektomi) dilanjutkan perawatan gigi yang mengalami karies.