cover
Contact Name
Sorni Paskah Daeli
Contact Email
redaksi@kemenkopmk.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@kemenkopmk.go.id
Editorial Address
Jl. Medan Merdeka Barat No. 3, Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta, 10110
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
ISSN : 28075560     EISSN : 28075447     DOI : https://doi.org/10.55480/saluscultura
Core Subject : Social,
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan is a journal that publishes current original research on social sciences, human development issues and cultural development.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024)" : 14 Documents clear
Inklusi Digital Rumah Tangga Petani: Tinjauan Peran Pemerintah untuk Mewujudkan Petani Bahagia dan Sejahtera Firdaus Finuliyah; Dzuliyati Kadji
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i1.213

Abstract

Sebagai sektor primer, pada faktanya rumah tangga petani masih hidup dalam keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan. Penyebab utama keterbatasan rumah tangga petani tersebut adalah kualitas sumber daya manusia dan fenomena kesenjangan digital di dalamnya. Dampaknya, hingga saat ini rumah tangga petani masih belum inklusif secara digital dan cenderung belum sejahtera secara sosial dan ekonomi. Meskipun di lain sisi, pemerintah terus berusaha untuk mengimplementasikan program dan kegiatan hingga menganggarkan bantuan. Permasalahan petani ini juga dialami oleh Provinsi Jawa Timur. Sebagai salah satu daerah dengan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB terbesar, penggunaan teknologi oleh petani masih kurang 50% dari total keseluruhan. Artinya, petani di Provinsi Jawa Timur masih membutuhkan peningkatan untuk adopsi teknologi. Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan guna menganalisis karakteristik rumah tangga yang inklusi digital hingga efektivitas peran bantuan pemerintah pada rumah tangga petani. Penelitian ini menggunakan data SUSENAS 2022 yang dianalisis dengan regresi logit biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang berusia muda, memiliki pendidikan tinggi, kemampuan literasi digital, dan memiliki akses teknologi yang cukup cenderung inklusi digital, jika dibandingkan dengan petani berusia lanjut dengan keterbatasan kemampuan dan fasilitas teknologi. Selain itu, bantuan pemerintah juga menunjukkan hasil yang positif terhadap kecenderungan rumah tangga petani untuk inklusi digital. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergitas antar berbagai pihak guna mewujudkan inklusi digital pada rumah tangga petani di Provinsi Jawa Timur.
Determinan Pekerja Anak Penerima Program Keluarga Harapan di Indonesia: Analisis Data Susenas Maret Tahun 2022 Setiawan Ariansyah; Intan Putri Utami; Muhammad Gozali Yahya
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i1.216

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program unggulan pemerintah Indonesia untuk memastikan pendidikan keluarga kurang mampu. Akan tetapi, banyak penerima PKH, khususnya anak-anak, yang terpaksa untuk tetap menjadi pekerja walaupun sudah diberikan insentif untuk bersekolah. Keputusan seorang anak untuk menjadi pekerja anak dipengaruhi oleh karakteristik anak dan rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi seorang anak untuk menjadi pekerja anak di Indonesia. Metode yang digunakan adalah regresi logistik biner dan menggunakan data Susenas 2022. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan anak, sektor pekerjaan utama kepala rumah tangga, dan wilayah tempat tinggal berpengaruh terhadap munculnya pekerja anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, pemerintah direkomendasikan untuk memantau dan mengawasi bantuan PKH yang diberikan kepada masyarakat agar anak-anak penerima PKH dapat fokus bersekolah. Selain itu, pemerintah harus menggalakkan sosialisasi wajib belajar 12 tahun kepada masyarakat yang bekerja di sektor nonpertanian dan di wilayah perkotaan.
Menuju Perlindungan Sosial Inklusif untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia: Tantangan dan Jalan Kebijakan ke Depan Keukeu Komarawati; Muhammad Belanawane Sulubere; Ismi Nabila
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i1.231

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai tantangan perlindungan sosial eksisting dan menjadikan Covid-19 sebagai momen evaluasi perlindungan sosial ke depan untuk target kemiskinan ekstrem. Tantangan meliputi fragmentasi program perlindungan sosial pemerintah pusat, perubahan demografi kelompok rentan, fragmentasi pergeseran risiko akibat Covid-19 dan krisis akibat intensitas kejadian bencana dampak dari perubahan iklim, dan keterbatasan skema penargetan program. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagi pemangku kebijakan serta menambah pengetahuan tentang studi perlindungan sosial. Penelitian ini menggunakan konsep pembangunan inklusif yang terdiri dari inklusif sosial, ekologi, dan relasional untuk menggambarkan tantangan dan arah kebijakan perlindungan sosial ke depan.
Reflektivitas Anak Muda di Fase Transisi sebagai Pekerja Rentan dalam Akses Perlindungan Sosial dan Masa Depan Kerja: Studi Kasus Mahasiswa sebagai Pekerja di Universitas Gadjah Mada Achmed Faiz Yudha Siregar; Jasmine Rizky El Yasinta
Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55480/saluscultura.v4i1.232

Abstract

Artikel ini berfokus pada bagaimana dinamika anak muda sebagai mahasiswa dalam mengakses perlindungan sosial saat menjadi pekerja, yang pada prosesnya menggunakan perspektif transisi dan mencoba mengaitkannya dengan masa depan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, dengan melakukan wawancara mendalam kepada beberapa informan yang memiliki keterkaitan dengan isu, observasi partisipan, dan studi dokumen dalam pengambilan data. Temuan dalam penelitian ini memperlihatkan sudut pandang reflektif para informan sebagai pekerja rentan dan dikaitkan dengan sejauh apa bayangan tentang perlindungan sosial. Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana dinamika tersebut mempengaruhi proyeksi masa depan kerja mereka. Dengan menggunakan analisis tematik terkait data yang diperoleh,  lalu melihat perspektif pemuda dalam kesenjangan sebagai prekariat yang rentan dengan batasan jangkauan akses perlindungan sosialnya, penelitian ini melihat 4 aspek yang akan menjadi penghambat dalam proses transisi mereka ke dunia kerja seperti (1) Keterbatasan regulasi; (2) destandarisasi pekerjaan; (3) gap awarness terkait perlindungan sosial dan flexploitation; (4) hambatan akademik dan relevansinya terkait proyeksi masa depan. Pada akhirnya, penulis ingin menunjukkan bahwa dalam perubahan dan perkembangan berbagai jenis kelas pekerjaan (termasuk prekariat) sampai saat ini perlu penyesuaian terhadap akses perlindungan sosial terutama di kalangan anak muda.

Page 2 of 2 | Total Record : 14