cover
Contact Name
Perminas Pangeran
Contact Email
perminas@staff.ukdw.ac.id
Phone
+62274-563929
Journal Mail Official
jrak@staff.ukdw.ac.id
Editorial Address
Fakultas Bisnis, Universitas Kristen Duta Wacana Jl. Dr. Wahidin S. No. 5-25, Yogyakarta 55224 Telp ( 0274 ) 563929, Fax : ( 0274) 513235
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
ISSN : 02165082     EISSN : 27147258     DOI : dx.doi.org/10.21460/jrak
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan (p-ISSN: 0216-5082; e-ISSN: 2714-7258) adalah jurnal yang dipublikasikan oleh Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana yang terbit dua kali setahun (Februari dan Agustus). Jurnal ini didedikasikan sebagai sarana untuk berbagi dan diseminasi studi-studi terbaru dari para peneliti akuntansi dan keuangan. Artikel-artikel empiris yang menyajikan riset yang akurat dan teliti secara metodologis dan temuan yang mencerahkan sangat dinantikan. Kami memastikan proses penyuntingan dan ulasan sejawat yang berkualitas tinggi untuk menegakkan integritas ilmiah dan memberikan asupan pengetahuan terbaik untuk masyarakat yang lebih luas. Kami hanya menerima karya asli penulis yang belum pernah diterbitkan di jurnal atau penerbitan lainnya. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan menyambut paper-paper dalam bidang-bidang berikut: Akuntansi Perilaku Akuntansi Manajemen Akuntansi Auditing Perpajakan Keuangan
Articles 276 Documents
PERSEPSI REDENOMINASI RUPIAH TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO DAN KECIL Dwitya Aribawa
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2017.131.279

Abstract

Indonesia Central Bank (BI) initiate the redenomination program for Rupiah in order to simplify the digit of rupiah without decreasing the value of currency. This research willing to enclose the discussion and new outlook regarding the perception of micro and small firm that hypotheses as thekey element for succession of redenomination program in Indonesia. Researcher conduct cross sectional analysis on perception of redenomination program and the impact to business performanceto the owner or manager of micro and small firms. Partial Least Square method has been used to processing 120 respondent data that received during data collection process. The result shows, the owner or manager of micro and small firms perception about redenomination is significantly affect the business performance. There is also found optimism for succession of redenomination program will escalate the business performance of the owner or manager of micro and small firms. In general, focus group discussion resulting socialization and technical aspects during program implementation will be the critical phase that need to conduct by all of stakeholders (government, academia, private sectors and civil society) regarding the succession of Redenomination program in Indonesia.Keywords: rupiah redenomination, perception, business performance, micro and small firmsBank Indonesia (BI) berencana melaksanakan program redenominasi rupiah sebagai penyederhanaan nilai nominal mata uang dengan mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai riil (value) dari rupiah. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi salah satu diskusi danpandangan baru mengenai pentingnya menjaga persepsi pelaku usaha dalam suksesi program redenominasi mata uang. Dilakukan analisis persepsi pelaku usaha dengan studi cross sectional terhadap penerapan kebijakan redenominasi pengaruhnya pada kinerja usaha. Metode analisisPartial Least Square digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian dengan 120 responden memperlihatkan persepsi pelaku usaha terhadap redenominasi rupiah memperlihatkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja usaha. Dalam penelitian ini aspirasi yang muncul dari programredenominasi adalah positif dengan keluaran yang berpengaruh baik pada kinerja usaha mikro kecil. Secara umum aspek sosialisasi dan teknis dalam implementasi kebijakan ini adalah hal yang paling krusial yang harus dikerjakan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan terkait suksesi kebijakan redenominasi rupiah di Indonesia.Kata Kunci: redenominasi rupiah, kinerja, usaha mikro dan kecil dan ekonomi mikro
DAMPAK PENGUMUMAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Mohamad Herdratmoko; DIDI ACHJARI
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2008.41.139

Abstract

Nowadays, orgonizations tend to invest highty in infprmation technologt However the notion of podrctivity puadox indicates that the investments may not attain intended results. past studies show that the relationship between IT investment and productivity/company perform{mce shows mixed results. This stt$t aims to investigate-market reaction towwds IT implementatibn (mnotn cement in the context of Indonesia.The implementation is expected to provide a signal to tie market since it may have information content of pontential future economic benefits. The current research employs datafrom Inionesia stock Exchange fformerly btown as Bursa Efek Jakarta - BEq. The ziest was used to analyze the data. unfortunately, data analysis results indicate that the average abnormal rehnn before (t-1) and afier (t+t) the doy ofonnouncem9yt has no significant dffirence. The results suggest lhat iT implementition announcement have no- information-iontent for Indonesia's capital market/investor Lesson learnedfrom the current ,iray, is that, in the cgwext of Indonesia, IT implementation is not perceived tolead to produc"tivity improvement.Keywords : e-business, IT implementation, event study, productivity paradox, Jakarta Stock Exchange (Bursa Efek Jakarh), market reaction, IT investment.
DAMPAK PENGUMUMAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Herdratmoko, Mohamad; ACHJARI, DIDI
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2008.41.139

Abstract

Nowadays, orgonizations tend to invest highty in infprmation technologt However the notion of podrctivity puadox indicates that the investments may not attain intended results. past studies show that the relationship between IT investment and productivity/company perform{mce shows mixed results. This stt$t aims to investigate-market reaction towwds IT implementatibn (mnotn cement in the context of Indonesia.The implementation is expected to provide a signal to tie market since it may have information content of pontential future economic benefits. The current research employs datafrom Inionesia stock Exchange fformerly btown as Bursa Efek Jakarta - BEq. The ziest was used to analyze the data. unfortunately, data analysis results indicate that the average abnormal rehnn before (t-1) and afier (t+t) the doy ofonnouncem9yt has no significant dffirence. The results suggest lhat iT implementition announcement have no- information-iontent for Indonesia's capital market/investor Lesson learnedfrom the current ,iray, is that, in the cgwext of Indonesia, IT implementation is not perceived tolead to produc"tivity improvement.Keywords : e-business, IT implementation, event study, productivity paradox, Jakarta Stock Exchange (Bursa Efek Jakarh), market reaction, IT investment.
POTENSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN MODEL ZAVGREN DAN ALTMAN PADA SUBSEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN DI BEI Merchy Rya; Tieka Trikartika Gustyana
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Riset Akuntasi & Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2018.141.296

Abstract

Textile and garment industry is one of the industries that is still prospectively developed. However, in its development, especially in 2016, the export value, PMA, and PMDN of this textile sector have decreased significantly. The purpose of this research is to know the potential of financial distress in 13 companies of textile and garment subsector during 2011-2016 period using Zavgren and Altman method.This study also uses Wilcoxon Test to determine differences in predictions of Zavgren and Altman models in predicting bankruptcy. The number of populations listed on the BEI in 2016 in the textile and garment subsector are 18 companies. By using purposive sampling technique obtained by 13 sample research company. The result of this research is on Altman 13 model of textile and garment sub sector listed on BEI 2011-2016 on Zavgren model of company predicted to be bankrupt as much as 37,17% or 29 data, predicted to be in gray area 26,9% or 21 data, and predicted healthy as much as 35.8% or 28 data. While on the Altman model predicted bankruptcies as much as 37% or 48 data, predicted on gray area 0% or 24 data, and predicted healthy as much as 7.6% or 6 data. Through different test results using Wilcoxon Test can be seen the difference between the two models in predicting the bankruptcy of 13 textile and garment enterprises.Keywords :financial distress, Zavgren, Altman,  Wilcoxon Test ABSTRAKIndustri tekstil dan garmen merupakan salah satu industri yang masih prospektif  dikembangkan. Namun dalam perkembangannya khususnya di tahun 2016 nilai ekspor, PMA, dan PMDN sektor tekstil ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi financial distress pada 13 perusahaan sub sektor tekstil dan garmen  periode 2011-2016 dengan menggunakan metode Zavgren dan Altman.  Penelitian ini juga menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil prediksi model Zavgren dan Altman dalam memprediksi kebangkrutan. Jumlah populasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2016 subsektor tekstil dan garmen sebanyak 18 perusahaan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sebanyak 13 perusahaan sampel penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pada model Altman 13 perusahaan sub sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di BEI 2011-2016 pada model Zavgren perusahaan diprediksi mengalami kebangkrutan sebanyak 37,17% atau 29 data, diprediksi berada pada grey area 26,9% atau 21 data , dan diprediski sehat sebanyak 35,8% atau 28 data. Sementara pada model Altman diprediksi mengalami kebangkrutan sebanyak 37% atau 48 data, diprediksi pada grey area 30% atau 24 data, dan diprediksi sehat sebanyak 7,6% atau 6 data. Hasil uji beda dengan menggunakan Uji Wilcoxon dapat terlihat perbedaan kedua model  dalam memprediksi kebangkrutan 13 perusahaan tekstil dan garmen. Kata kunci: kesulitan keuangan, Zavgren, Altman,  Uji Wilcoxo
POTENSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN MODEL ZAVGREN DAN ALTMAN PADA SUBSEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN DI BEI Rya, Merchy; Gustyana, Tieka Trikartika
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Riset Akuntasi & Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2018.141.296

Abstract

Textile and garment industry is one of the industries that is still prospectively developed. However, in its development, especially in 2016, the export value, PMA, and PMDN of this textile sector have decreased significantly. The purpose of this research is to know the potential of financial distress in 13 companies of textile and garment subsector during 2011-2016 period using Zavgren and Altman method.This study also uses Wilcoxon Test to determine differences in predictions of Zavgren and Altman models in predicting bankruptcy. The number of populations listed on the BEI in 2016 in the textile and garment subsector are 18 companies. By using purposive sampling technique obtained by 13 sample research company. The result of this research is on Altman 13 model of textile and garment sub sector listed on BEI 2011-2016 on Zavgren model of company predicted to be bankrupt as much as 37,17% or 29 data, predicted to be in gray area 26,9% or 21 data, and predicted healthy as much as 35.8% or 28 data. While on the Altman model predicted bankruptcies as much as 37% or 48 data, predicted on gray area 0% or 24 data, and predicted healthy as much as 7.6% or 6 data. Through different test results using Wilcoxon Test can be seen the difference between the two models in predicting the bankruptcy of 13 textile and garment enterprises.Keywords :financial distress, Zavgren, Altman,  Wilcoxon Test ABSTRAKIndustri tekstil dan garmen merupakan salah satu industri yang masih prospektif  dikembangkan. Namun dalam perkembangannya khususnya di tahun 2016 nilai ekspor, PMA, dan PMDN sektor tekstil ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi financial distress pada 13 perusahaan sub sektor tekstil dan garmen  periode 2011-2016 dengan menggunakan metode Zavgren dan Altman.  Penelitian ini juga menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil prediksi model Zavgren dan Altman dalam memprediksi kebangkrutan. Jumlah populasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2016 subsektor tekstil dan garmen sebanyak 18 perusahaan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh sebanyak 13 perusahaan sampel penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pada model Altman 13 perusahaan sub sektor tekstil dan garmen yang terdaftar di BEI 2011-2016 pada model Zavgren perusahaan diprediksi mengalami kebangkrutan sebanyak 37,17% atau 29 data, diprediksi berada pada grey area 26,9% atau 21 data , dan diprediski sehat sebanyak 35,8% atau 28 data. Sementara pada model Altman diprediksi mengalami kebangkrutan sebanyak 37% atau 48 data, diprediksi pada grey area 30% atau 24 data, dan diprediksi sehat sebanyak 7,6% atau 6 data. Hasil uji beda dengan menggunakan Uji Wilcoxon dapat terlihat perbedaan kedua model  dalam memprediksi kebangkrutan 13 perusahaan tekstil dan garmen. Kata kunci: kesulitan keuangan, Zavgren, Altman,  Uji Wilcoxo
PENGARUH PERUBAHAN UNDAI\G-I.JNDAIIG PERPAJAKAN NOMOR 17 TAHUN 2OOO TERHADAP MANAJEMEN LABA Kasmawati Erlinda N.G Mulyono; Umi Murtini
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 5, No 2 (2009): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2009.52.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji penganth perabahan undang-undang perpajakan nomor 17 tahun 2000 terhadap manajemen laba. Penelitian ini menggunakan 131 perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Periode penelitianadaloh tahun 2000 dan 2001. Yariobel yang digunakan untuk mmdeteksi manajernen laba adalah discretionary accruls. Yariabel dependen yang digunakan adalah totalaccruals. Yariqbel indepmden dalam penelitian ini adalah total aWiva tetap (PPE) dan delta revenue (pendapatan tahun t dila,rangi pendapatan tahun t-1).dilatrangi deltaqccount receivable (piutang tahun t dilatrangi piutang tahun t-l).m Berdasorkan hasil uji Peringkat Bertanda Wilcoxon, diperoleh hasil terdapat perbedaan manajemen labasebelum dan sesudah perubahan undang-undang, sehingga dapat disimpulkan bahwa perubohan undang-undang perpajakan nomor 17 tahun 2000 berpengaruh terhadap.tnanajemen laba. Kata kunci: Manajanen Laba, Total Accrual, Discretionary Accruals, Nondiscretionary Accruals, [tndang-undang Perpajakan No. 17 tahan 2000.
PENGARUH PERUBAHAN UNDAI\G-I.JNDAIIG PERPAJAKAN NOMOR 17 TAHUN 2OOO TERHADAP MANAJEMEN LABA Mulyono, Kasmawati Erlinda N.G; Murtini, Umi
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 5, No 2 (2009): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2009.52.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji penganth perabahan undang-undang perpajakan nomor 17 tahun 2000 terhadap manajemen laba. Penelitian ini menggunakan 131 perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Periode penelitianadaloh tahun 2000 dan 2001. Yariobel yang digunakan untuk mmdeteksi manajernen laba adalah discretionary accruls. Yariabel dependen yang digunakan adalah totalaccruals. Yariqbel indepmden dalam penelitian ini adalah total aWiva tetap (PPE) dan delta revenue (pendapatan tahun t dila,rangi pendapatan tahun t-1).dilatrangi deltaqccount receivable (piutang tahun t dilatrangi piutang tahun t-l).m Berdasorkan hasil uji Peringkat Bertanda Wilcoxon, diperoleh hasil terdapat perbedaan manajemen labasebelum dan sesudah perubahan undang-undang, sehingga dapat disimpulkan bahwa perubohan undang-undang perpajakan nomor 17 tahun 2000 berpengaruh terhadap.tnanajemen laba. Kata kunci: Manajanen Laba, Total Accrual, Discretionary Accruals, Nondiscretionary Accruals, [tndang-undang Perpajakan No. 17 tahan 2000.
PERBEDAAN EARNING MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LABA DAN RUGI DI BURSA EFEK INDONESIA Yuanes Wijayanto; Umi Murtini
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2009.51.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan earning manajemenpada perusahaan laba dan perusahaan rugi pada tahun 200 -2006. Deteksi earning manajemen menggunakan mean discretionary accraals. Hasil penelitian menemukan bahwa ada perbedaan earning manajemen yang dilah*an oleh perusahaan laba dengan perusahaan rugi.
PERBEDAAN EARNING MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LABA DAN RUGI DI BURSA EFEK INDONESIA Wijayanto, Yuanes; Murtini, Umi
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2009.51.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan earning manajemenpada perusahaan laba dan perusahaan rugi pada tahun 200 -2006. Deteksi earning manajemen menggunakan mean discretionary accraals. Hasil penelitian menemukan bahwa ada perbedaan earning manajemen yang dilah*an oleh perusahaan laba dengan perusahaan rugi.
PENGARUH PROFITABILITAS, UMUR, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL Jefrianus Mau; Indri Prasasyaningsih; Putriana Kristanti
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Bisnis UKDW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/jrak.2015.112.15

Abstract

; "> This study aims to examine the influence of profitability, age, and size of the company on the capitalstructure. Population in this research is the company's property and real estate listed on theIndonesia Stock Exchange in 2010-2014. There are 24 companies with the data for 5 years as manyas 120 data that meet the criteria of the study sample that has been set. Variables used in this studywere independent variables consisting of profitability as measured by ROE, firm size, firm age andthe dependent variable is capital structure. These results indicate that profitability as measured byROE negative effect on the capital structure, age did not affect the company's capital structure andthe size of the company's positive impact on the capital structure.Keywords: profitability, firm’s age, firm’s size, capital structure

Page 7 of 28 | Total Record : 276


Filter by Year

2005 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 19 No. 2 (2023): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 19, No 1 (2023): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 18, No 2 (2022): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 18, No 1 (2022): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 17, No 2 (2021): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 17, No 1 (2021): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 16, No 2 (2020): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 16, No 1 (2020): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 15, No 1 (2019): Jurnal Riset Akuntasi & Keuangan Vol 14, No 2 (2018): Jurnal Riset Akuntasi & Keuangan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Riset Akuntasi & Keuangan Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 6, No 2 (2010): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 5, No 2 (2009): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 4, No 2 (2008): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 3, No 2 (2007): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 3, No 1 (2007): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 2, No 2 (2006): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 2 (2005): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 1 (2005): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan More Issue