cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 4 (2021)" : 27 Documents clear
STATUS HARA NPK PADA DUA KEMIRINGAN LAHAN BUDIDAYA TANAMAN LADA (Piper Ningrum. L) DI DUSUN SEKUNYIT DESA SEMANGET KECAMATAN ENTIKONG Urai Suci Yulies, Rini Hazriani, Andrian Rezatama
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.50347

Abstract

ABSTRAKLada merupakan komoditas andalan ekspor tradisional bagi Indonesia. Di Indonesia tanaman lada dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat, hal ini dikarenakan kecocokan alam serta letak geografis dan kesuburan tanah yang baik. Unsur hara N, P, K sangat berperan penting untuk meningkatkan produktifitas lada. Kandungan unsur hara N, P, K yang umumnya relatif rendah menjadi kendala terhadap peningkatan produktifitas lada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status hara dan kekurangan N, P, K di lahan ultisol serta rekomendasi pupuk pada tanaman lada berdasarkan status hara N, P, K di lahan ultisol. Diperlukan uji status hara tanah untuk mengetahui unsur hara yang tersedia di lahan tersebut dengan harapan dapat memperoleh informasi kondisi kesuburan tanah, sehingga dapat merekomendasikan kebutuhan pupuk nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) untuk meningkatkan produksi lada. Penelitian ini dilakukan dengan metode diagonal pada 2 kelas lereng, di mana setiap 1 kelas lereng masing-masing 3 titik komposit dan 1 titik komposit masing-masing 5 titik sampel pada kedalaman 0-30 cm. Jarak pengambilan sampel tanah sekitar 50-100 cm dari titik pusat pengambilan sampel. Untuk pH tanah didapat hasil analisis sampel tanah di laboratorium menunjukan bahwa kondisi tanah yang bereaksi masam dengan kisaran pH (H2O) antara 4,62-5,34 yaitu pada dua kemiringan lereng dengan rata-rata pH (H2O) 4,92 dengan kriteria masam. Pada tanah Ultisol di lokasi penelitian diperoleh dengan pemberian pupuk NPK (1:1:2) sebanyak 40-120 gram/tanaman. Kata Kunci: Lada, Ultisol, Nitrogen (N),  Fosfor (P), Kalium (K)
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK TOMAT TERHADAP PERTUMBUHAN SUB KULTUR ANGGREK Dendrobium singkawangense PADA MEDIA ½ MS SECARA IN VITRO Dea Maulidia; Asnawati Asnawati; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48396

Abstract

Anggrek Dendrobium singkawangense merupakan anggrek spesies asli Kalimantan Barat, seiring dengan rusaknya hutan tempat habitat anggrek maka populasi anggrek alam semakin berkurang bahkan mendekati kelangkaan. Usaha yang dilakukan dalam menekan kehilangan populasi dengan melakukan perbanyakan, salah satunya adalah teknik kultur jaringan. Penggunaan bahan organik ekstrak tomat sebagai bahan alternatif yang praktis dan ekonomis dinilai mampu menggantikan zat pengatur tumbuh dan nutrisi dari bahan kimia murni dalam memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro pada media Murashige dan Skoog (MS). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak tomat yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium singkawangense pada media ½ MS secara kultur in-vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan yaitu pemberian konsentrasi ekstrak tomat yang terdiri dari 0, 50 g/L, 100 g/L, 150 g/L, dan 200 g/L  pada media ½ MS. Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali yang terdiri dari 4 sampel per ulangan. Setiap botol terdapat 1 planlet. Jumlah unit percobaan yaitu 100 botol. Variabel yang diamati adalah waktu muncul akar (mst), waktu muncul tunas (mst), jumlah akar (helai), jumlah tunas (tunas), dan pertambahan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan secara umum pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium singkawangense pada berbagai perlakuan konsentrasi ekstrak tomat pada media ½ MS dapat tumbuh sama baik dengan media MS penuh.
Pertumbuhan dan Hasil Baby Kailan pada Berbagai Formulasi Nutrisi dengan Sistem Hidroponik Vertikultur Frederikus Michael Sheyvien; Basuni Basuni; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48988

Abstract

Kailan (Brassica oleraceae var. acephala) atau kale merupakan sayuran yang masih satu spesies dengan kol atau kubis (Brassica oleracea). Vertikultur merupakan teknik pertanian vertikal yang menerapkan sistem pertanian bertingkat yang tidak membutuhkan lahan yang luas. Formulasi nutrisi hidroponik digunakan dalam proses perhitungan ramuan atau resep untuk menunjang keberhasilan budidaya tanaman secara hidroponik dan menemukan nutrisi terbaik sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi nutrisi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil baby kailan dengan sistem hidroponik vertikultur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 April – 22 Juni 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan one way ANOVA menggunakan satu faktor dengan 5 taraf perlakuan untuk setiap perlakuan digunakan 20 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhan 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud: A= Formulasi Mas’ud, B= AB Mix Hydro J, C= Formulasi NPK + Gandasil D,      D= Formulasi Yos, E= AB Mix Goodplant. Variabel pengamatan yang dilakukan yaitu; jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, kadar klorofil daun, volume akar, berat segar dan berat kering tanaman. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka kesimpulannya adalah pemberian jenis formulasi nutrisi Goodplant, Mas’ud dan Yos sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman baby kailan dengan sistem hidroponik vertikultur.
HUBUNGAN POPULASI MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR (P) PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA AMBAWANG KUALA KABUPATEN KUBU RAYA Ismahan Umran Abdul Mujib Alhaddad Agnes Risky Yolanda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.47662

Abstract

ABSTRAK  Aktivitas mikoorganisme dipengaruhi oleh ketersediaan P di dalam tanah maka P untuk sumber nutrisi aktivitas MPF perlu diberikan kedalam tanah. Kepadatan populasi yaitu aktivitas MPF dan kepadatan populasinya dalam tanah ditentukan  oleh  perubahan  pada  masing-masing lahan  sawah  dan  berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui korelasi/hubungan populasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan di Desa Ambawang Kuala Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel dengan menggunakan sistem diagonal pada 7 lokasi penelitian dengan 5 titik yang dikompositkan, jumlah sampel pada 7 lokasi penelitian sebanyak 7 sampel. Parameter penelitian meliputi parameter utama dan parameter penunjang. Tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi, pengambilan sampel, analisis sampel dan karakteristik MPF di laboratorium, penentuan analisis statistik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan hubungan populasi bakteri pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah  hujan  adalah  r  =  0,602  dan  r2   =  0,362  dan  hasil  analisis  korelasi menunjukkan hubungan yang “kuat”, sedangkan hubungan populasi cendawan pelarut  fosfat  terhadap  ketersediaan  fosfor  (P)  pada  lahan  sawah  tadah  hujan adalah r = 0,429 dan r2 = 0,184, menunjukkan hubungan yang “cukup kuat”.   Kata kunci : Lahan Sawah Tadah Hujan, Mikroba Pelarut Fosfat, KetersediaanFosfor
Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Nanas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda pada Tanah Gambut. Nia Amrianti Ariesta; Iwan Sasli; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49309

Abstract

Pengembangan produksi sawi pagoda masih terbatas, hanya secara hidroponik. Sawi pagoda merupakan salah satu komoditas hortikultura yang layak dibudidayakan di Kalimantan Barat. Salah satu jenis tanah yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya Sawi Pagoda adalah tanah gambut. Budidaya pada lahan gambut memiliki kendala yaitu kandungan unsur hara yang rendah dan kondisi pH tanah yang rendah. Unsur hara yang rendah perlu perbaikan yaitu dengan penambahan pupuk diantaranya pupuk organik cair dan pupuk anorganik, diharapkan kombinasi pupuk NPK dan pupuk organik cair limbah kulit nanas meningkatkan kandungan unsur hara pada tanah gambut sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pagoda pada tanah gambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pupuk NPK dan pupuk organik cair limbah kulit nanas yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil Sawi Pagoda pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di rumah penelitian agronomi Fakultas Pertanian Untan dimulai pada tanggal 19 Desember 2021 sampai dengan 28 Februari 2021 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali dan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan yang di maksud yaitu :           P1 = 0,8 g/tanaman + 30 ml/l, P2 = 1,6 g/tanaman  + 25 ml/l, P3 = 2,4 g/tanaman + 20 ml/l, P4 = 3,2 g/tanaman + 15 ml/l. Variabel pertumbuhan dan hasil yang diamati dalam penelitian ini meliputi : jumlah daun, kadar  klorofil daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, volume akar. Kombinasi pupuk NPK dan pupuk organik cair limbah kulit nanas memberikan pengaruh yang tidak nyata untuk semua variabel pengamatan. Hasil penelitian tidak didapatkan kombinasi terbaik, kombinasi pupuk NPK dan POC kulit nanas memberikan pengaruh yang sama baiknya untuk semua variabel pengamatan
GROWTH AND RESULT OF COULIHOWES WITH GIVING DUCKS MANURE ON PEAT SOIL Cundai Cundai; Iwan Sasli Sasli; Tatang Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48983

Abstract

ABSTRACKThis study aims to obtain the best dose of duck droppings to support the growth and results of flower cabbage on peat soil. This research was carried out at a location located in theVillage of Kapur Komplek Kota Raya, starting from December-February 2021. This study useda completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 5 replications, eachreplication consisting of 4 samples so the total number of plants was 100 plants. The treatmentswere: P1 = 250 grams/polybag duck droppings equivalent to 10 tons/ha, P2 = 375 grams/polybagduck droppings equivalent to 15 tons/ha, P3 = 500 grams/polybag duck droppings equivalent to20 tons /ha, P4 = 625 grams/polybag duck droppings equivalent to 25 tons/ha, P5 = 750grams/polybag duck droppings equivalent to 30 tons/ha. Observational variables in this studywere root volume (cm3), plant dry weight (g), flower/crop diameter (cm), and flower weightper/plant (g). The results showed that the provision of duck droppings had no significant effecton observational variables such as root volume, plant dry weight, flower diameter, and flowerweight.Key words : duck droppings, peat soil, flower cabbage plants
KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Dendrobium sp. Ummu Mardhiyyaturrosyidah; Agustina Listiawati; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49571

Abstract

Dendrobium merupakan salah satu genus anggrek yang umumnya dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Anggrek merupakan tanaman hias  yang memiliki pasar konsumen yang relatif stabil tidak tergantung musim. Dendrobium secara genetis memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lambat, sehingga diperlukan upaya budidaya dengan pemupukan, salah satunya yaitu pupuk pelengkap cair (PPC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi konsentrasi dan frekuensi PPC terbaik untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 Juli s.d. 30 November 2018 di rumah penelitian. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap. Faktor pertama adalah konsentrasi PPC (K), sedangkan faktor kedua yaitu frekuensi PPC (F). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan 2 tanaman sampel, sehingga didapatkan 54 unit percobaan. Faktor konsentrasi PPC (K) yaitu: k1 (1 ml/l), k2 (2 ml/l), k3 (3 ml/l). Faktor frekuensi PPC (F) terdiri yaitu: f1 (3 hari sekali), f2 (5 hari sekali), f3 (7 hari sekali). Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan panjang daun (cm), pertambahan jumlah anakan (anakan), dan waktu muncul anakan (hari). Hasil penelitian menunjukkan, tidak terjadi interaksi antara pemberian konsentrasi dan frekuensi pemberian PPC terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Konsentrasi PPC memberikan pertumbuhan yang baik terhadap jumlah daun dan waktu muncul anakan. Konsentrasi PPC efektif untuk pertumbuhan anggrek yaitu 1 ml/l. Frekuensi pemberian PPC memberikan pertumbuhan yang sama pada semua variabel pengamatan, sehingga tidak ditemukan frekuensi terbaik.  Namun, kombinasi perlakuan konsentrasi 1 ml/l dan frekuensi  7 hari sekali sudah cukup efisien untuk mempengaruhi pertumbuhan anggrek Dendrobium sp.Kata kunci: Anggrek Dendrobium sp, Frekuensi, Konsentrasi, Pupuk Pelengkap Cair

Page 3 of 3 | Total Record : 27