cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 15 Documents
Search results for , issue "vol. 11 no. 2" : 15 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Larutan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Secara Hidroponik Sumbu Joni, Petrus; Santoso, Eddy; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.51760

Abstract

Ketersediaan nutrisi hidroponik yang berkualitas memegang peranan penting dalam keberhasilan produksi komoditas secara hidroponik. Umumnya, sistem hidroponik menggunakan nutrisi AB-Mix namun, harga jual nutrisi AB-Mix di pasaran cukup tinggi. Alternatif berbagai jenis bahan yang harganya masih terjangkau oleh petani dan ramah lingkungan dapat menjadi solusi dalam pembuatan nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi larutan nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jalan Putri Candramidi, Kota Pontianak, dengan waktu penelitian dari tanggal 3 Agustus "“ 1 September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 5 perlakuan dengan 5 ulangan dimana tiap ulangan terdiri dari 6 sampel. Jadi total keseluruhannya adalah 150 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: b1 = Nutrisi AB-Mix kontrol (1000 ppm); b2 = Nutrigrow 800 ppm; b3 = Nutrigrow 1000 ppm; b3 = Nutrigrow 1200 ppm; dan b4 = Nutrigrow 1400 ppm. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), volume akar (cm3), kadar klorofil daun (Spad Unit), luas daun (cm2), berat kering (g), dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi Nutrigrow dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, kadar klorofil daun, luas daun, berat kering total dan berat segar tanaman sawi caisim.Konsentrasi Nutrigrow yang efisien diperoleh pada pemberian konsentrasi 1400 ppm berdasarkan potensi hasil tanaman yaitu berat segar tanaman dengan rata-rata 68,21 g.
PERANAN KOMBINASI LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K, DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA TANAH GAMBUT Rinto Manurung, Dandi Kristino, Denah Suswati,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53597

Abstract

ABSTRAK Tanah gambut merupakan tanah hasil akumulasi timbunan bahan organik yang terbentuk secara alami dalam jangka waktu yang lama. Bahan organik tersebut berasal dari pelapukan vegetasi yang tumbuh di sekitarnya dan lahan gambut berasal dari endapan bahan organik yang terbentuk karena pengaruh hujan yang tinggi dan genangan air. Proses dekomposisi tanah gambut belum terjadi secara sempurna karena keadaan gambut yang selalu jenuh air dan menyebabkan tanah gambut memiliki kesuburan serta pH yang rendah. Tanaman jagung merupakan komoditas pangan terpenting kedua setelah padi. Upaya untuk memperbaiki pH tanah, ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah gambut maka perlu dilakukan dengan menggunakan lumpur merah dan pupuk kandang sapi. Pemanfaatan lahan gambut sebagai media tanam, mempunyai beberapa kendala yakni pH tanah yang rendah dan kurangnya kandungan hara. Keasaman tanah yang optimal sebagai syarat tumbuh tanaman jagung berkisar 5,5- 6,5. Tanaman jagung juga membutuhkan unsur hara esensial terutama Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K) dalam jumlah yang besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi lumpur merah dan pupuk kandang sapi terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah gambut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan 9 taraf kombinasi perlakuan lumpur merah dan pupuk kandang sapi. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, maka terdapat 27 unit percobaan. Dosis perlakuan lumpur merah dengan kode "˜R"™ terdiri dari: R1:50 g/polybag (2 ton/ha), R2: 100 g/polybag (4 ton/ha), R3: 150 g/polybag (6 ton/ha). Dosis perlakuan pupuk kandang sapi dengan kode "˜S"™ terdiri dari: S1: 500 g/polybag (20 ton/ha), S2: 1.000 g/polybag (40 ton/ha), S3: 1.500 g/polybag (60 ton/ha). Parameter yang diamati adalah Reaksi Tanah (keasaman Tanah), C- organik Tanah, Nitrogen (N) Total tanah, Fosfor (P) Tersedia, Kalium (K) Tersedia, Tinggi Tanaman Jagung, Diameter Batang Jagung, dan Jumlah Daun. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan R1S3 lumpur merah 50 g (2 ton/ha) dan pupuk kandang sapi 1.500 g (60 ton/ha) dapat meningkatkan pH tanah, nitrogen total, fospor tersedia, kalium tersedia sebesar34-97%, menurun karbon organik tanah sebesar 97% dan meningkatkan pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun) sebesar17-81%. Kata Kunci: Lumpur Merah, Pupuk Kandang Sapi, Ketersediaan Hara, TanamanJagung, Tanah Gambut.
Efektivitas Isolat Bradyrhizobium japonicum dari Beberapa Lokasi Tanah Aluvial di Desa Kapur Terhadap Serapan Nitrogen oleh Tanaman Kedelai pada Media Pasir Rinto Manurung, Gloria Kristin, Ismahan Umran,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53602

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan akan kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara produksi yang dicapai belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan menggunakan bakteri Bradyrhizobium japonicum sebagai penambat nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas isolat bakteri Bradyrhizobium japonicum pada tanah aluvial yang berasal dari beberapa lokasi di desa kapur dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Sampel isolat bintil akar kedelai varietas willis berasal dari tanah bekas tanaman kedelai di Desa Kapur dari beberapa lokasi yang berbeda. Media isolasi bakteri bintil akar yang digunakan adalah kongo red, bromthymol blue, Yeast Malt Bront dan Yeast Malt Agar. Data hasil penelitian diuji dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 kali ulangan. Kemudian dilanjutkan analisis statistika dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil analisis efektivitas isolat bakteri Bradyrhizobium japonicum dari beberapa lokasi memberikan pengaruh nyata terhadap parameter berat basah tanaman, berat kering tanaman, jumlah bintil akar, berat kering akar tanaman, nitrogen total dan serapan nitrogen tanaman kedelai. Isolat Bradyrhizobium japonikum dari beberapa lokasi yang paling efektif terhadap parameter penelitian yaitu isolat dari lokasi C (P5). Kata Kunci : Bakteri Bintil Akar, Bradyrhizobium japonicum, Kedelai, PenambatNitrogen.
PERBEDAAN SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT BERDASARKAN BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA KUALA DUA KABUPATEN KUBU RAYA Bambang Widiarso, Eka Marchelyna, Tino Orciny Chandra,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.52900

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, tepatnya di areal lahan karet, lahan budidaya tanaman semusim, perkebunan kelapa sawit. Lahan gambut di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya telah mengalami alih fungsi menjadi sejumlah penggunaan lahan. Alih fungsi ini menyebabkan perubahan sejumlah sifat fisika tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan sifat fisika tanah gambut pada tiga penggunaan lahan. Metode penelitian dilakukan dengan metode transek dimana 3 penggunaan lahan dinyatakan sebagai perlakuan dengan 5 titik pengamatan. Setiap perlakuan ada 3 ulangan pengambilan sampel tanah setiap titik pengamatan. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0- 30 cm. Uji analisis statistik pada penelitian ini menggunakan metode ANOVA. Parameter yang dianalisis pada penelitian ini meliputi kedalaman gambut, kadar serat dan kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, C-organik dan bahan organik tanah, N-total, Rasio C/N, bobot isi, porositas total, kadar air kapasitas lapang, permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika tanah gambut di lokasi penelitian tidak berpengaruh nyata pada tipe penggunaan lahan tetapi berpengaruh nyata pada kadar serat dan kadar air kapasitas lapang.Kata kunci: Penggunaan Lahan, Gambut, Sifat Fisika Tanah
KOMPARASI SIFAT FISIKA TANAH ULTISOL PADA DUA KEMIRINGAN LAHAN DI DESA KEBADU KECAMATAN BALAI KABUPATEN SANGGAU Abdul Mujib Alhaddad, Basilia Stainliss Jellis, Edi Suryadi,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53248

Abstract

ABSTRAK Sebaran tanah Ultisol di Indonesia terdapat pada kondisi topografi yang beragam mulai dari datar hingga bergunung yang berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah termasuk pada variasi lereng. Lereng yang curam dan panjang akan meningkatkan kecepatan aliran permukaan serta volume air permukaan yang semakin besar, sehingga tanah yang bisa terangkut akan lebih banyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan sifat fisika tanah Ultisol pada kemiringan lahan 8-15% dan < 3% di Desa Kebadu, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau. Penentuan titik sampel menggunakan sistem acak stratifikasi pada kedalaman 0-30 cm. Total sampel pada dua kemiringan lahan sebanyak 10 sampel tanah utuh, 2 sampel tanah terganggu dan 10 sampel tanah agregat utuh. Pengamatan profil tanah dilakukan pada penampang dengan kedalaman 1,5 m panjang 1,5 m dan lebar 1 m. Hasil penelitian menunjukkan warna tanah pada kemiringan lahan 8-15% horizon O 7,5 YR 4/1, horizon A 10 YR 6/6, horizon AB 7,5 YR 6/6, horizon Bt 10 YR 7/8 dan horizon Bc 10 YR 7/6, sedangkan kemiringan lahan < 3% horizon A 10 YR 6/8, horizon B 7,5 YR 6/8, horizon Bt 10 YR 7/8 dan horizon Bc 10 YR 7/6. Struktur tanah kemiringan lahan 8-15% gumpal bersudut, sedangkan kemiringan lahan < 3% gumpal membulat. Tekstur tanah kemiringan lahan 8-15% tergolong kriteria kelas tekstur lempung, sedangkan kemiringan lahan < 3% tergolong kriteria kelas tekstur lempung liat berdebu. Bobot isi kemiringan lahan 8-15% adalah 1,07 g/cm3, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 1,10 g/cm3. Kadar air kapasitas lapangan kemiringan lahan 8-15% adalah 62,90% Vol, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 54,71% Vol. Porositas total kemiringan lahan 8-15% adalah 68,60%, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 63,38%. Kemantapan agregat kemiringan lahan 8-15% adalah 71,27%, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 80%. Konduktivitas hidrolik kemiringan lahan 8-15% adalah 7,95 cm/jam, sedangkan kemiringan lahan < 3% adalah 7,00 cm/jam. Hasil uji t-berpasangan terhadap bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, porositas total dan konduktivitas hidrolik pada kemiringan lahan 8-15% dan < 3% tidak berbeda nyata, sedangkan kemantapan agregat berbeda nyata.Kata Kunci: Kemiringan Lahan, Sifat Fisika, Tanah Ultisol
STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA I KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Ismahan Umran, Asep Feryansyah, Junaidi,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.52904

Abstract

ABSTRAK Tipe penggunaan lahan gambut yang berbeda mengakibatkan perubahan sifat fisika tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan beberapa sifat fisika tanah gambut pada tiga penggunaan lahan di Desa Rasau Jaya I Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilakukan di 3 lahan yang berbeda yaitu kelapa sawit (S), jagung (J), dan semak belukar (B). Setiap penggunaan lahan ada 5 titik pengamatan, jadi total jumlah sampel yang diambil ada 15 sampel. Analisis data menggunakan Uji-t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sifat fisika tanah gambut pada semua parameter pada tiga penggunaan lahan. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa pada penggunaan lahan sawit memiliki kadar serat gambut terendah yaitu 16,34 %, dan permeabilitas tanah yang terendah yaitu 1,13 cm/jam. Pada penggunaan lahan jagung memiliki bobot isi tanah yang tertinggi sebesar 0,34 g/cm3, kadar air kapasitas lapang yang terendah yaitu 61,22 %Volumetrik, dan porositas total tanah yang terendah yaitu 72,17 %. Pada penggunaan lahan semak belukar memiliki kadar serat gambut yang tertinggi sebesar 32,88 %, bobot isi tanah gambut yang terendah yaitu 0,14 g/cm3, kadar air kapasitas lapang yang tertinggi sebesar 79,87 %Volumetrik, porositas total tanah yang tertinggi sebesar 88,51 %, dan permeabilitas tanah yang tertinggi sebesar 2,99 cm/jam.Kata kunci: Tanah gambut, sifat fisika tanah, penggunaan lahan.
PERANAN ABU BOILER TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PADA TANAH ULTISOLS Feira Budiarsyah Arief, Tiya Febrianty Kurniasari, Denah Suswati,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53487

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui peranan abu boiler terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung pada tanah ultisols. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan sebanyak 2 set perlakuan sehingga terdapat 48 polybag. Penelitian dilakukan dengan persiapan tempat penelitian, persiapan tanah, pemberian pupuk dasar dan abu boiler, pengambilan sampel tanah, penanaman, pemeliharaan dan analisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B2 dengan dosis 20 ton/ha dapat meningkatkan C-Organik dan nitrogen total tanah sebesar 4,6% "“ 11,62% kecuali pada ketersediaan P tanah, K tanah dan pH. Pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman dan diameter batang meningkat sebesar 5,26% "“ 11,23%.Kata Kunci : Abu Boiler, Ketersediaan Hara, Ultisols
PERANAN BOKASHI TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K PADA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS DI TANAH GAMBUT Rita Hayati, Oktavianti, Denah Suswati,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.54007

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan untuk mengetahui peranan bokashi terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah gambut. Penelitian merupakan percobaan lapangan yang menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) terdiri 1 faktor dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 polibag. Setiap perlakuan tanaman diulang sebanyak 2 set perlakuan, sehingga total 48 polibag. Sampel tanaman diambil pada perlakuan dengan dosis V0 : Tanpa Perlakuan 0 g/polibag V1 : 10 ton/ha (290 g/polibag) V2 : 20 ton/ha (590 g/polibag) V3 : 30 ton/ha (790 g/polibag) V4 : 40 ton/ha (1170 g/polibag) V5 : 50 ton/ha (1500 g/polibag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi berpengaruh nyata terhadap pH Tanah, C-Organik, N- Total Tanah, P-Tersedia Tana, K-dd Tanah, Tinggi Tanaman, dan Diameter Batang.Dosis terbaik yaitu pada perlakuan V3 : 30 ton/ha (790 g/polibag)Kata kunci: Bokashi, Gambut, Jagung, Ketersediaan Hara N, P, K
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TIMUN BABY AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI MACAM KONSENTRASI POC LIMBAH BUAH PEPAYA PADA TANAH ALUVIAL hakim, fathul kim; MUSTAMIR, ELLY ELLY; HADIJAH, SITI SITI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.51745

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L) adalah jenis sayuran dari family cucurbitaceae atau labu-labuan yang sudah populer di seluruh dunia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kesuburan tanah atau kandungan hara dalam tanah yaitu dengan pemberian pupuk organik cair limbah buah pepaya. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Purnama II, gg Purnama Sutera, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 April 2021 sampai 18 juni 2021. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah pepaya yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman timun baby. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman keseluruhan 100 tanaman. a1 : POC Limbah Buah Pepaya 100 ml/l, a2 : POC Limbah Buah Pepaya 150 ml/l, a3 : POC Limbah Buah Pepaya 200 ml/l, a4 = POC Limbah Buah Pepaya 250 ml/l, a5 : POC Limbah Buah Pepaya 300 ml/l. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah perbuah (g), panjang buah (cm) dan diameter buah (cm). Hasil penelitian pemberian POC limbah buah papaya berbeda nyata terhadap variabel jumlah buah dan berat buah pertanaman, tetapi berbeda tidak nyata volume akar, berat kering, berat buah perbuah, diameter buah dan panjang buah.Kata Kunci: Limbah Buah Pepaya, Pupuk Organik cair, Tanah Aluvial, Timun Baby,
IDENTIFIKASI BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN BUDIDAYA DI DESA RASAU JAYA I KABUPATEN KUBU RAYA Riduansyah, Siti Nurhalifa, Denah Suswati,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.53118

Abstract

ABSTRAK Berbagai tipe penggunaan lahan gambut yang berbeda mengakibatkan perubahan lingkungan seperti kedalaman muka air tanah, dan kematangan tanah gambut. Perubahan sifat kimia tanah gambut dapat terjadi akibat perubahan alih fungsi lahan yang terjadi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah pada berbagai penggunaan lahan gambut untuk tanaman budidaya (kelapa sawit, karet dan jagung) di Desa Rasau Jaya I Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel tanah untuk analisis sifat kimia tanah di setiap lokasi penelitian masing masing 1 kg dengan kedalaman 0-20 cm menggunakan metode diagonal. Setiap penggunaan lahan ada 5 titik pengamatan kemudian dikompositkan per masing-masing lahan dengan kode sampel kelapa sawit (S), karet (K), dan jagung (J) sehingga jumlah sampel pada beberapa penggunaan lahan sebanyak 3 sampel. Sampel tanah yang diambil yaitu sampel tanah utuh dan sampel tanah tidak utuh (terganggu). Sampel tanah tidak utuh (terganggu) diambil memakai bor gambut untuk analisis sifat kimia: pH tanah, c- organik tanah, n-total tanah, p- tersedia tanah, k- dd tanah, kb tanah dan ktk tanah. Sampel tanah utuh ( tidak terganggu) diambil menggunakan ring sampel untuk parameter penunjang yang meliputi : kematangan gambut, kedalaman muka air tanah, bobot isi tanah, dan porositas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiga penggunaan lahan gambut di Rasau Jaya I yaitu pada pengamatan pH tanah rata-rata sangat masam, C- organik, N-total, P-tersedia, dan KTK tanah termasuk dalam kriteria sangat tinggi, sedangkan Kdd dan KB tanah termasuk dalam kriteria sangat rendah. Kata kunci: Sifat Kimia Tanah,Tanah Gambut, Tiga Penggunaan Lahan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15