cover
Contact Name
Anshar Zulhelmi
Contact Email
anshar.zulhelmi@ar-raniry.ac.id
Phone
+6281311429850
Journal Mail Official
nahdah@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Prodi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Jl. Ar-Raniry No. 1, Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh, Indonesia 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
An-Nahdah Al-\'Arabiyah
ISSN : -     EISSN : 27747808     DOI : https://doi.org/10.22373/nahdah.v1i1.720
An-Nahdah Al-’Arabiyah a peer-reviewed journal on Arabic Linguistic and literary studies in the world. This journal is published by Department of Arabic Language and Literature, Faculty of Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. which has been registered with an International Standard Serial Number (ISSN) for electronic with the number: E-ISSN: 2774-7808 This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Arabic Linguistic, Arabic Literature, Arabic History, Arabic Islamic Culture, and Philology. an-Nahdah al-’Arabiyah is published 2 times a year, February and August.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021)" : 14 Documents clear
RETORIKA BAHASA POLITIK PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM MATA NAJWA EDISI JOKOWI DIUJI PANDEMI (Pendekatan Sosiolinguistik) Zulkhairi Sofyan; Yuhamar
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.141 KB) | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1227

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui retorika Presiden Joko Widodo dalam mempersuasi masyarakat Indonesia dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19 dengan perspektif sosiolinguistik. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif, bahwa sistematika penulisan ataupun metode penelitian kualitatif itu merupakan satu prosedur penelitian yang kata-kata atau tulisan orang yang kita jadikan obyek tersebut serta prilakunya dapat kita amati serta dideskripsikan, yang kemudian penelitian ini disebut dengan penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kalimat ataupun kata-kata yang diucapkan oleh Presiden Joko Widodo semuanya mengandung politis, karena dari sepuluh pokok pikiran Jean Stilwell Peccei dan Jason Jones, hanya satu pokok pikiran saja yang tidak penulis temukan dalam kalimat maupun kata Presiden Joko Widodo yaitu pokok pikiran Paralelisme. Menurut peneliti itu merupakan hal yang lumrah bagi seorang Presiden, karena ia merupakan pemimpin politik tertinggi di Indonesia, karena setiap kata maupun kalimat yang ia lontarkan, akan sangat berpengaruh bagi pemerintahannya serta masyarakat umumnya.
ANALISIS HEGEMONI GRAMSCI DALAM CERPEN “ADAM MA’RIFAT” KARYA DANARTO Siti Raudhatul Hamdiyati
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.448 KB) | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1228

Abstract

Abstrak Cerpen-cerpen Danarto adalah parabel-parabel religius, cerita-cerita kiasan kaum kebatinan, digambarkan begitu luar biasa dengan dinamika dan daya imajinasinya. Aspek religiusitas yang digambarkan tentu tidak jauh-jauh dengan unsur kerohanian, hubungan antara manusia, tuhan, dan alam. Religiusitas dapat mempengaruhi sikap seseorang, karena religiusitas merupakan nilai-nilai suci dan sakral yang memberikan pengaruh berat pada pengalaman emosi seseorang, perilaku, cara pandang hidup, dan juga kejiwaan. Dalam mengungkapkan isi teks cerpen karya Danarto ini digunakan analisis hegemoni Gramsci dengan konsep dan formula yang didasari oleh latar historis, hal tersebut dapat dilihat dari benang merah dari konsep negara dan hegemoni pada pikiran Gramsci yang berhubungan dengan lingkungan historis.
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS PUISI NA>ZIK AL-MALA>`IKAH ‘ANA>’ DAN CHAIRIL ANWAR ‘AKU’ (Analisis Satra Bandingan) Irwan Mus; Aiyub Berdan
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.84 KB) | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1229

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang kajian intertekstualitas puisi Na>zik Al Mala>`ikah ‘Ana>’ dan Chairil Anwar ‘Aku’ menggunakan teori Satra Bandinga. Intertekstualitas terhadap kedua puisi di atas memiliki persamaan bedasarkan pencarian hakikat manusia yang ada dalam puisi ini adalah sebuah pencarian secara filsafati. Kajian intertekstualitas kedua puisi tersebut memiliki perbandingan dari segi persamaan dan perbedaan yang meliputi isi atau struktur batin dan struktur fisik. Perbandingan intertektualitas persamaaan dan perbedaan puisi kedua puisi tersebut dari segi isi atau struktur batin mencakup beberapa hal seperti: tema, nada, amanat, dan suasana. Sedangkan perbandingan intertektualitas persamaaan dan perbedaan puisi kedua puisi tersebut dari segi struktur fisik meliputi: kata konkret, bahasa figuratif (majas), dan tipografi. Dari segi budaya dan sejarah kedua puisi tersebut yang melatarinya dapat disimpulakan bahwa, pertama puisi Ana> ditulis oleh seorang satrawan kotemporer perempuan berkebangsaan Arab dari Irak sedangkan puisi Aku ditulis oleh sastrawan bekembangsaan Indonesia. Walaupun dari segi tema sama-sama berbicara mengenai perjuangan namun keduanya memiliki makna yang berbeda. Puisi Ana> karya Na>zik Al-Mala>`ikah memiliki makna perjuangan terhadap diri sendiri sebagai bukti jelas nampak pada lirik yang berbunyi ‘Aku tetap kontributor di sini’, sedangkan puisi Aku karya Chairil Anwar lebih berbicara kepada perjuangan membela negara melawan penjajahan, dan itu nampak pada lirik yang berbunyi ‘Biar peluru menembus kulitku’ ‘Aku tetap meradang menerjang’.
PESAN MORAL DALAM PUISI “LASTU MITSLA AL-NȂSI” KARYA FARUQ JUWAIDAH (Analisis Konten) Sammad Hasibuan; Shofiyah Binti Nasir Ilyas
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.066 KB) | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1230

Abstract

This study aims to find moral messages contained in the poem “Lastu Mitsla Al-Nȃsi” by Faruq Juwaidah. This research is a qualitative descriptive study with content analysis. Content analysis in literature is an effort to understand literary works from extrinsic aspects, including; moral messages, educational values, philosophical values, religious values ​​and historical values. The approach in this research is a philosophical and religious approach. Based on the results of research on the poem "Lastu Mitsla Al-Nȃsi" by Faruq Juwaidah, a moral message was found, namely how humans should perceive other humans. The message is summarized in several values, namely (1) humans are created equal, (2) humans live in the same world, (3) humans must see other humans objectively, and (4) fellow humans must love one another. This poetry implies that whether we really behave like humans. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pesan-pesan moral yang terdapat dalam puisi “Lastu Mitsla Al-Nȃsi” karya Faruq Juwaidah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis konten. Analisis konten dalam sastra adalah upaya pemahaman karya sastra dari aspek ekstrinsik, meliputi; pesan moral, nilai pendidikan, nilai filosofis, nilai religius dan nilai kesejarahan. Adapun pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis dan religius. Berdasarkan hasil penelitian terhadap puisi “Lastu Mitsla Al-Nȃsi” karya Faruq Juwaidah, ditemukan pesan moral, yaitu bagaimana seharusnya manusia memandang manusia lainnya. Pesan tersebut disarikan dalam beberapa nilai, yaitu (1) manusia diciptakan sama, (2) manusia hidup di dunia yang sama, (3) manusia harus melihat manusia lainnya dengan objektif, dan (4) sesama manusia harus saling mengasihi. Puisi ini secara tidak langsung mempertanyakan bahwa apakah kita sudah benar-benar berperilaku layaknya manusia.
BAHASA DAN GENDER DALAM FILM: ATHIRAH (Sebuah Kajian Sosiolinguistik) Rahma Salbiah; Sumardi
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.528 KB) | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1231

Abstract

Abstrak Film Athirah adalah film yang berfokus pada peran Athirah sebagai tokoh sentral dengan latar belakang kebudayaan suku bangsa Bugis-Makassar. Penggunaan bahasa dalam film juga menjadi titik fokus dalam kajian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bahasa dan gender yang dituturkan oleh tokoh yang berperan dalam film ini. Menggambarkan faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi penggunaan ciri kebahasaan mereka dan menggambarkan representasi gender yang tercermin dalam film. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data sumber penelitian ini adalah film Athirah yang dilihat secara random. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan catat yang dikumpulkan. Hasil penelitian 1) menganalisis karakteristik kebahasaan tokoh utama laki-laki dan perempuan pada film Athirah(2) mendeskripsikan faktor-faktor sosial yang memengaruhi penggunaan karakteristik kebahasaan tersebut; dan (3) mendeskripsikan representasi gender yang tercermin dalam film tersebut tentang karakteristik kebahasaan.
REPRESENTASI SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM SYAIR “AHINNU ILA KHUBZI UMMI” KARYA MAHMOUD DARWISH Maulana Ihsan Ahmad
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.522 KB) | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1232

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan pemaknaan denotasi, konotasi dan mitos dalam Syair Ahinnu Ila Khubzi Ummi karya Mahmoud Darwish dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan landasan dokumen utama yaitu syair Ahinnu Ila Khubzi Ummi. Data penelitian ini adalah data kualitatif berupa fakta, informasi, bait dan gambaran yang diperoleh peneliti dari sumber penelitian, yaitu syair Ahinnu Ila Khubzi Ummi karya Mahmoud Darwish. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan metode kulitatif deskriptif untuk mengungkap makna denotasi, konotasi dan mitos pada syair. Sedangkan hasil yang diperoleh bahwa penelitian ini menunjukkan adanya diksi-diksi semitotik yang terkandung dalam syair dan dapat diungkap dalam makna denotasi, konotasi, dan mitos. Secara makna denotasi, penyair ingin menyampaikan perasaan rindu yang kuat dan cinta yang mendalam terhadap ibu yang telah memberikannya kehidupan. Sehingga apapun akan dilakukannya untuk melindungi dan membahagiakan ibunya. Adapun makna konotasi, penyair merasakan penyesalan yang hebat dalam dirinya karena tidak bisa berjuang dalam mewujudkan harapan tanah airnya. Mitologi yang terkandung dalam syair, penyair ingin menyampaikan bahwa ketika seseorang jauh dari sesuatu yang biasanya ada didekatnya maka keinginan untuk kembali, melindungi dan berjuang untuk kebaikannya akan menjadi lebih besar daripada selalu berada di dekatnya.
SUDUT PANDANG TEMATIK DALAM PUISI “KITA ADALAH PEMILIK SAH REPUBLIK INI” KARYA TAUFIQ ISMAIL DAN “AT-TA’SYIIRAH” KARYA NIZAR QABBANI Akmal Fajri
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.143 KB) | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1233

Abstract

Abstrak Dalam artikel ini bertujuan mengakat tentang tematik dalam puisi Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini karya Taufiq Ismail dan at-Ta’syiirah karya Nizar Qabbani. Dengan melihat unsur tematik dalam puisi tersebut guna melihat perbandigan antara kedua karya sastra tersebut. dengan mengunakan metode deskriptif analitik dan studi kepustakaan dalam memperoleh data serta pendekatan sastra bading. Adapun landasan teori yang digunakan adalah semantik F. De Saussere. Hal ini untuk memudahkan dalam analisis unsur tematik dalam puisi tersebut. juga memudahkan dalam melakukan sastra bading dalam karya puisi Taufiq Ismail dan Nizar Qabbani. Adapun hasil yang didapati bawah tema yang dianggkat dalam kedua puisi tersebut adalah tema nasionalisme dan juga terdapat tanda dan penanda dari sikap nasioanalisme yang digambarkan dalam puisi karya Taufiq Ismail dan Nizar Qabbani.
RETORIKA BAHASA POLITIK PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM MATA NAJWA EDISI JOKOWI DIUJI PANDEMI (Pendekatan Sosiolinguistik) Zulkhairi Sofyan; Yuhamar
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1227

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui retorika Presiden Joko Widodo dalam mempersuasi masyarakat Indonesia dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19 dengan perspektif sosiolinguistik. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif, bahwa sistematika penulisan ataupun metode penelitian kualitatif itu merupakan satu prosedur penelitian yang kata-kata atau tulisan orang yang kita jadikan obyek tersebut serta prilakunya dapat kita amati serta dideskripsikan, yang kemudian penelitian ini disebut dengan penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kalimat ataupun kata-kata yang diucapkan oleh Presiden Joko Widodo semuanya mengandung politis, karena dari sepuluh pokok pikiran Jean Stilwell Peccei dan Jason Jones, hanya satu pokok pikiran saja yang tidak penulis temukan dalam kalimat maupun kata Presiden Joko Widodo yaitu pokok pikiran Paralelisme. Menurut peneliti itu merupakan hal yang lumrah bagi seorang Presiden, karena ia merupakan pemimpin politik tertinggi di Indonesia, karena setiap kata maupun kalimat yang ia lontarkan, akan sangat berpengaruh bagi pemerintahannya serta masyarakat umumnya.
ANALISIS HEGEMONI GRAMSCI DALAM CERPEN “ADAM MA’RIFAT” KARYA DANARTO Siti Raudhatul Hamdiyati
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1228

Abstract

Abstrak Cerpen-cerpen Danarto adalah parabel-parabel religius, cerita-cerita kiasan kaum kebatinan, digambarkan begitu luar biasa dengan dinamika dan daya imajinasinya. Aspek religiusitas yang digambarkan tentu tidak jauh-jauh dengan unsur kerohanian, hubungan antara manusia, tuhan, dan alam. Religiusitas dapat mempengaruhi sikap seseorang, karena religiusitas merupakan nilai-nilai suci dan sakral yang memberikan pengaruh berat pada pengalaman emosi seseorang, perilaku, cara pandang hidup, dan juga kejiwaan. Dalam mengungkapkan isi teks cerpen karya Danarto ini digunakan analisis hegemoni Gramsci dengan konsep dan formula yang didasari oleh latar historis, hal tersebut dapat dilihat dari benang merah dari konsep negara dan hegemoni pada pikiran Gramsci yang berhubungan dengan lingkungan historis.
KAJIAN INTERTEKSTUALITAS PUISI NA>ZIK AL-MALA>`IKAH ‘ANA>’ DAN CHAIRIL ANWAR ‘AKU’ (Analisis Satra Bandingan) Irwan Mus; Aiyub Berdan
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v1i2.1229

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang kajian intertekstualitas puisi Na>zik Al Mala>`ikah ‘Ana>’ dan Chairil Anwar ‘Aku’ menggunakan teori Satra Bandinga. Intertekstualitas terhadap kedua puisi di atas memiliki persamaan bedasarkan pencarian hakikat manusia yang ada dalam puisi ini adalah sebuah pencarian secara filsafati. Kajian intertekstualitas kedua puisi tersebut memiliki perbandingan dari segi persamaan dan perbedaan yang meliputi isi atau struktur batin dan struktur fisik. Perbandingan intertektualitas persamaaan dan perbedaan puisi kedua puisi tersebut dari segi isi atau struktur batin mencakup beberapa hal seperti: tema, nada, amanat, dan suasana. Sedangkan perbandingan intertektualitas persamaaan dan perbedaan puisi kedua puisi tersebut dari segi struktur fisik meliputi: kata konkret, bahasa figuratif (majas), dan tipografi. Dari segi budaya dan sejarah kedua puisi tersebut yang melatarinya dapat disimpulakan bahwa, pertama puisi Ana> ditulis oleh seorang satrawan kotemporer perempuan berkebangsaan Arab dari Irak sedangkan puisi Aku ditulis oleh sastrawan bekembangsaan Indonesia. Walaupun dari segi tema sama-sama berbicara mengenai perjuangan namun keduanya memiliki makna yang berbeda. Puisi Ana> karya Na>zik Al-Mala>`ikah memiliki makna perjuangan terhadap diri sendiri sebagai bukti jelas nampak pada lirik yang berbunyi ‘Aku tetap kontributor di sini’, sedangkan puisi Aku karya Chairil Anwar lebih berbicara kepada perjuangan membela negara melawan penjajahan, dan itu nampak pada lirik yang berbunyi ‘Biar peluru menembus kulitku’ ‘Aku tetap meradang menerjang’.

Page 1 of 2 | Total Record : 14