cover
Contact Name
Rd. Nia Kania Kurniawati
Contact Email
kurniawati@untirta.ac.id
Phone
+6287823388879
Journal Mail Official
jsc@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Jakarta km. 4 Pakupatan - Serang
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Scientific Communication (JSC)
ISSN : 27226972     EISSN : 2721608X     DOI : https://doi.org/10.31506/jsc
Core Subject : Education, Social,
Journal of Scientific Communication (JSC) adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang komunikasi perubahan sosial pembangunan, dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cakupan komunikasi kesehatan, komunikasi lintas budaya, komunikasi antar pribadi, komunikasi massa, komunikasi politik, komunikasi pemasaran dan hubungan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Issue 1, April 2021" : 5 Documents clear
Etnografi Virtual Kompas Petang di Kanal Youtube Kompas TV Pada Pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Tentang Omnibus Law Cipta Kerja Yoki Yusanto; Dian Wardiana Sjuchro
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 1, April 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.322 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i1.10711

Abstract

Abstract Political communication is not only delivered rhetorically by individuals we know politicians through their words. But there is another aspect that is no less important, namely the aspect of appearance. The character of politicians varies in behavior and styles in political communication. Irreversible Communication, irreversible nature is the implication of communication as an ever-changing process. President Jokowi has a distinctive character in his appearance before the public. Jokowi appeared in front of the public to explain the omnibus law by broadcasting live on the news program Kompas Petang, Kompas TV Television Station. Jokowi's appearance was due to the omnibus law he wanted since he was appointed President in the second period, due to mass demonstrations from various elements, such as masses from the Federation / Confederation of Workers, Students, Academics to other very massive and organized elements of society. The Virtual Ethnography method in this study was chosen because this method is a method that sees how an event is presented to the public by a television news station newsroom on a Youtube account with the aim of providing an opportunity for the government to convey ideas about the Omnibus Law in full, directly conveyed by the President of the Republic of Indonesia Joko Widodo. News or releases carried out by the government directly through special news broadcasts on the Kompas Petang emphasize that the President is the originator of the omnibus law, which explains that the omnibus law legal umbrella is a breakthrough for the life of the nation and state in Indonesia, the Undang-undang Cipta Kerja is a good intention Indonesian government.
STEREOTIP PEREMPUAN PEKERJA RUMAH TANGGA DALAM VIDEO “PEMBANTU ZAMAN OLD VS PEMBANTU ZAMAN NOW Nuria Astagini
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 1, April 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.044 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i1.10712

Abstract

Pekerja Rumah Tangga (PRT) merupakan tenaga kerja yang bertugas untuk menyelesaikan berbagai tugas rumah tangga. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan yang berasal dari kawasan pedesaan dengan kondisi ekonomi dan tingkat pendidikan yang rendah. Oleh karena itu muncul berbagai stereotip negatif terhadap perempuan yang berprofesi sebagai PRT. Stereotip ini kemudian dilanggengkan melalui berbagai media termasuk media sosial. Salah satu media sosial yang menampilkan stereotip perempuan PRT adalah “Pembantu jaman old vs Pembantu jaman now” yang diunggah pada media sosial Youtube. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis stereotip perempuan PRT yang direpresentasikan pada video “Pembantu jaman old vs Pembantu jaman now” Penelitian ini menggunakan metode semiotika dari Roland Barthes untuk menganalisis adegan-adegan yang menampilkan sosok perempuan PRT. Terdapat representasi pada PRT masa lalu (zaman old) yang memiliki stereotip sebagai perempuan yang inferior, pasrah dan selalu menuruti pengguna jasa. Sedangkan PRT masa kini (zaman now) mendapatkan stereotip sebagai perempuan yang genit, malas bekerja, suka bergunjing, dan tidak takut terhadap pengguna jasa. Video ini menampilkan ideologi yang mengukuhkan PRT sebagai pihak yang tidak setara dan bertugas untuk melayani pengguna jasa. Oleh karena itu, PRT masa lalu direpresentasikan memiliki hal-hal yang positif dibandingkan PRT masa kini yang sudah memahami hak mereka sebagai pekerja.
Kecenderungan Berita Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Media Indosport.com Ruslan Ramli; Fildzah Yumna Fasya
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 1, April 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.223 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i1.11090

Abstract

This research discusses the news of the PSSI Extraordinary Congress (KLB) published by indosport.com in November 2019. This event will elect the PSSI Chairperson for the 2019-2024 period. This study aims to determine the trend of indosport.com news issues towards PSSI outbreaks by using content analysis techniques with descriptive quantitative methods. The results of this study indicate that the struggle for the Chairperson of the PSSI is the most prominent issue as news. Regarding the issue of seizing the chair for chairperson, the direction of indosport.com news tends to be negative. Overall, however, the majority of the coverage was neutral. In terms of news types, soft news is the type of news that appears most often. Meanwhile, in the resource aspect, the candidate for chairperson is the most dominant. Indosport.com also tends to use its journalist coverage rather than taking it from other news agencies. Then the informative side is the most dominant writing style.
Kontruksi Citra Habib Rizieq Sebagai Tersangka Atas Pelanggaran Protokol Kesehatan Di Media (Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki dalam media online Suara.com dan Kompas.com) Muhamad Hafid Sunairi
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 1, April 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.226 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i1.11201

Abstract

Dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 yang dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab di Megamendung dan Petamburan, Jakarta Pusat, menjadi perbincangan pro dan kontra di tengah tengah masyarakat. Sebab penanganan kasus Habib Rizieq Shihab ini dinilai oleh sebagian masyarakat terjadi tebang pilih. Bahkan saat ini ditersangkakan dan ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Dengan diancam dengan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan untuk melakukan kekerasan dan tidak menuruti ketentuan Undang-Undang dengan ancaman enam tahun penjara. Selain itu, pasal 216 ayat 1 KUHP tentang menghalang-halangi ketentuan Undang-Undang dengan ancaman pidana penjara empat bulan dau minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bingkai apa yang digunakan oleh Suara.com dan Kompas.com dalam memberitakan mengenai kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis model Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, dengan melihat struktur sintaksis, skrip, tematik serta retoris. Peneliti menemukan bahwa Suara.com membingkai kasus penetapan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka adalah faktor politik yang sudah direncanakan oleh pihak istana, dan menggunakan narasumber Rocky Gerung untuk mengkritisi pemerintah. Sedangkan Kompas.com membingkai kasus penetapan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka adalah pelanggaran hukum dan tepat untuk dijadikan tersangka karena telah dua kali mangkir dari panggilan polisi dan karena sudah banyak kasus yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab sebelum itu.Kata Kunci : Framing, Habib Rizieq Shihab, Suara.com, Kompas.com, Media Online
Konstruksi Pengalaman Komunikasi dan Konsep Diri Perempuan Berambut Keriting dalam Perspektif Fenomenologi Haiva Nurani; Evi Novianti
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 3 Issue 1, April 2021
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.834 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v3i1.11202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan berambut keriting memaknai rambutnya dan serta mengungkap pengalaman komunikasi antarpribadi dan konsep diri perempuan berambut keriting. Paradigma yang digunakan dalam penelitian adalah paradigma interpretif dengan pendekatan kualitatif dan tradisi studi fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari lima orang perempuan berambut keriting yang dipilih secara purposive. Kemudian pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada awalnya perempuan berambut keriting memiliki konsep rambut keriting yang negatif baik itu secara kelihatannya maupun secara dirasakannya. Namun seiring berkembangnya pengalaman yang dimiliki dan konsep diri, perempuan berambut keriting kini memaknai rambutnya secara positif sebagai berkat, identitas keunikan fisik dan seperti mahkota yang bisa menginspirasi orang lain. Pengalaman komunikasi perempuan berambut keriting meliputi pengalaman komunikasi yang menyenangkan dengan adanya penerimaan, pertemanan dan motivasi. Serta pengalaman komunikasi tidak menyenangkan berupa pelecehan verbal dan non verbal serta perlakuan diskriminatif. Pengalaman tersebut diterima dari interaksi dengan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pekerjaan, masyarakat umum dan lawan jenis. Berbagai pengalaman komunikasi, interaksi dan pengetahuan tersebut secara retrospeksi dimaknai sehingga membentuk konsep diri perempuan berambut keriting yang awalnya negatif secara fisik, psikis dan sosial menjadi positif secara fisik, psikis dan sosial.Kata kunci:  Konsep diri, Perempuan berambut keriting, Pengalaman komunikasi

Page 1 of 1 | Total Record : 5