cover
Contact Name
Muhammad Khairul Amri Rosa
Contact Email
amri@unib.ac.id
Phone
+628126456697
Journal Mail Official
tributejournal@unib.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Service. University of Bengkulu. B Building. Jl. W.R. Supratman. Kandang Limun 38371. Bengkulu, Indonesia. Tel/fax: +62-736-21170/21884.Email:tributejournal@unib.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27742008     EISSN : 27742024     DOI : 10.33369/tribute
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES is a journal for publication of community service activities focusing on student community service (KKN) with the following topics such as training, marketing, appropriate technology, design, education for sustainable development, disaster management, health, infrastructure, communication, information, economy, production, religious, and social community . This Journal is published twice a year, in May and October by University of Bengkulu. Articles in the journal may be downloaded, reproduced and redistributed as long as the author and source are properly cited. All accepted articles will be published free of charge, and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2" : 6 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK BAYAM SEBAGAI ALTERNATIF USAHA RUMAH TANGGA Shofia Agil Febriyanti; Nola Windirah
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol 2, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.361 KB) | DOI: 10.33369/tribute.v2i2.18539

Abstract

Pandemi covid-19 menyebabkan aktivitas ekonomi Negara terganggu, sehingga memaksa rumah tangga untuk lebih kreatif dalam memenuhi kebutuhan. Kreatifitas seseorang banyak tumbuh berdasarkan keadaan mendesak dan berkembang melalui kegiatan pelatihan. Sayur bayam merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki dampak baik bagi kesehatan dan sangat mudah untuk diperoleh di Bengkulu. Kuantitas yang berlimpah dan harga yang relatif terjangkau menjadikan industri pengolahan sayur bayam sangat potensial untuk dikembangkan pada kalangan mikro. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini yakni metode edukasi pemanfaatan bayam dan praktek langsung pembuatan keripik bayam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat sayur bayam dan peningkatan kemampuan masyarakat terhadap pengolahan keripik bayam.  TRAINING IN MAKING SPINNING CHIPS AS AN ALTERNATIVE HOUSEHOLDS BUSINESS. The COVID-19 pandemic has disrupted the country's economic activities, thus forcing households to be more creative in meeting their needs. A person's creativity grows a lot based on urgency and develops through training activities. Spinach is one type of vegetable that has a good impact on health and is very easy to obtain in Bengkulu. Abundant quantity and relatively affordable prices make the spinach vegetable processing industry very potential to be developed in the micro community. The method applied in this activity is the educational method of using spinach and direct practice of making spinach chips. The results of the activity showed an increase in public understanding of the benefits of spinach and an increase in the community's ability to process spinach chips.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS AGROINDUSTRI DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR MELALUI KKN KEBANGSAAN TAHUN 2021, UNIVERSITAS BENGKULU Bayu Prayudha; Yanti Simanjuntak; Aanisah Hanuun; Harissa Febiyola; Agung Roihan; Basuki Sigit Priyono; Muhammad Khairul Amri Rosa; Jefri Susanto
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol 2, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.142 KB) | DOI: 10.33369/tribute.v2i2.18654

Abstract

KKN Kebangsaan merupakan kegiatan tahunan yang disepakati okeh perguruan-perguruan tinggi se-Indonesia dalam rangka memberikan pelatihan dan pembelajaran bagi mahasiswanya. KKN sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler bagi mahasiswa program S1 dilaksanakan dalam bentuk pengintegrasian antara kegiatan-kegiatan Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian serta Pengabdian kepada Masyarakat secara interdisipliner. Kegiatan KKN Kebangsaan tahun 2021 dilaksanakan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Kawasan Tanjung Jabung Timur memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Sesuai dengan kondisi geografis serta kemasyarakatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, KKN Kebangsaan tahun 2021 di Provinsi Jambi mengusung tema, “Membangkitkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebersamaan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Agroindustry”. Beberapa program kerja tersebut diantaranya pembuatan taman wisata mangrove, pembuatan permen nanas, pembuatan dodol dari bonggol pisang, Pembuatan rumah pembibitan pisang unggul, dan pengelolaan sampah anorganik di TPA menjadi kursi melalui metode ecobcrick. Hasilnya seluruh rancangan program kerja tersebut berhasil dilaksanakan selama masa KKN mahasiswa. AGROINDUSTRY BASED COMMUNITY EMPOWERMENT IN TANJUNG JABUNG TIMUR REGENCY THROUGH KKN KEBANGSAAN IN 2021, UNIVERSITY OF BENGKULU. KKN Nationality is an annual activity agreed by universities throughout Indonesia in order to provide training and learning for their students. The KKN as part of extracurricular activities for undergraduate students is carried out in the form of integration between Education, Teaching, Research and Community Service activities in an interdisciplinary manner. The 2021 KKN Nationality held in Tanjung Jabung Timur Regency, Jambi Province. The Tanjung Jabung Timur area has the potential to be developed as an agricultural, plantation and tourism area. In accordance with the geographical and social conditions in Tanjung Jabung Timur Regency, the 2021 KKN Nationality Program in Jambi Province carries the theme, "Generating National Values and Togetherness through Agroindustry-Based Community Empowerment". Some of these work programs include the creation of a mangrove tourism park, the manufacture of pineapple candy, the manufacture of lunkhead from banana weeds, the manufacture of superior banana nurseries, and the management of inorganic waste in the landfill into chairs through the ecobcrick method. As a result, all of the work program designs were successfully implemented during the student KKN period.
PENGENALAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KECAMATAN MARO SEBO KABUPATEN MUARO JAMBI MELALUI KKN-BERSAMA BKS-PTN WILAYAH BARAT UNIVERSITAS BENGKULU Chyntia Meininda; Arma Putra; Delvi Tri Saputri; Dwi Utari; Melson Saputra; Andy Makhrian; Amir Husaini Karim Amrullah; Siska Jufrise
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol 2, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.77 KB) | DOI: 10.33369/tribute.v2i2.18655

Abstract

 Provinsi Jambi terdapat Candi Muaro Jambi yang berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi. Kebudayaan yang melatar belakangi Situs Sejarah Muaro Jambi ialah kebudayaan Melayu Budhis. Situs Muaro Jambi lebih dikenal dengan sebutan Komplek Percandian Muaro Jambi. Pada tahun 1976 Direktorat Sejarah dan Purbakala mulai melakukan pembersihan terhadap tanaman- tanaman liar yang tumbuh di atas bangunan kuno secara bertahap. Sampai tahun 2003 telah teridentifikasi + 110 bangunan candi baik yang telah dipugar, belum dipugar maupun masih dalam bentuk manapo. Sampai saat ini baru 10 candi yang telah dipugar salah satunya candi muaro jambi dan candi kotomahligai. Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada dua kebudayaan Muaro Jambi yang mendapat sertifikat Warisan Budaya Tak Benda, masing-masing Dzikir Bardah dan Nekut. Dzikir Bardah berasal dari Desa Muaro Jambi, sementara Nekut (memikat burung) merupakan kearifan lokal masyarakat terhadap alam semesta dari Desa Danau Lamo. Kedua kebudayaan tersebut berasal dari Kecamatan Maro Sebo. Namun kebudayaan dan objek wisata di kabupaten Muaro Jambi masih belum banyak tersentuh oleh masyarakat sehingga diperlukannya pelestarian kebudayaan dan peningkatan pariwisata di kecamatan Maro Sebo, kabupaten Muaro Jambi, provinsi Jambi melalui Festival Kebudayaan dan Pariwisata oleh peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bersama BKS-PTN Wilayah Barat Provinsi Jambi tahun 2021.  INTRODUCTION OF CULTURE AND TOURISM, MARO SEBO DISTRICT, MUAR JAMBI REGENCY THROUGH KKN BERSAMA BKS-WEST REGION, UNIVERSITY OF BENGKULU. In Jambi Province there is the Muaro Jambi Temple which is located in Muaro Jambi Regency. The culture behind the Muaro Jambi Historical Site is Malay-Buddhist culture. The Muaro Jambi site is better known as the Muaro Jambi Enshrinement Complex. In 1976 the Directorate of History and Antiquities began to gradually clean up the wild plants that grew on top of the ancient buildings. Until 2003, 110+ temple buildings had been identified, either restored, not yet restored or still in manapo form. So far, only 10 temples have been restored, one of which is the Muaro Jambi Temple and the Kotomahligai Temple. The culture of Muaro Jambi Regency has received recognition as an Intangible Cultural Heritage from the Ministry of Education and Culture. There are two Muaro Jambi cultures that have received Intangible Cultural Heritage certificates, namely Dhikr Bardah and Nekut. Dhikr Bardah comes from Muaro Jambi Village, while Nekut (attracting birds) is the local wisdom of the community towards the universe from Danau Lamo Village. Both cultures come from Maro Sebo District. However, culture and tourism objects in Muaro Jambi district are still not widely touched by the community so that it is necessary to preserve culture and increase tourism in Maro Sebo sub-district, Muaro Jambi district, Jambi province through the Cultural and Tourism Festival by participants of Real Work Lectures (KKN) with BKS-PTN West Region of Jambi Province in 2021. 
PEMANFAATAN PERKARANGAN RUMAH DENGAN MENANAM TANAMAN HOLTIKULTURA DI DESA LUBUK SAUNG, JARAI Sangkuria Purnama; Reflis Reflis
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol 2, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/tribute.v2i2.17485

Abstract

Saat ini pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia pada tahap yang sangat- sangat mengkhawatirkan. Pemerintah mengambil kebijakan publik yaitu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebagai respon dari peningkatan kasus positif virus corona di Indonesia. Tujuan dari kegiatan KKN adalah 1) Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan perkarangan rumah sebagai solusi dari masalah ekonomi yang muncul karena adanya pandemi virus corona, 2) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan ini sebagai langkah nyata masyarakat Desa Lubuk Saung dalam menghadapi dampak ekonomi. Kegiatan ini memiliki sasaran yaitu masyarakat desa lubuk saung yang mayoritas pekerjaan mereka adalah sebagai petani. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode yaitu: 1) Memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai solusi dan juga motivasi dalam memanfaatkan perkarangan rumah dengan menanam tanaman holtikultura, 2) Kegiatan penanaman, perawatan, dan pembersihan lingkungan yang dilakukan dengan partisipasi aktif dari masyarakat. UTILIZATION OF HOUSE YARDS BY PLANTING HOLTICULTURAL PLANT IN LUBUK SAUNG VILLAGE, JARAI. Currently, the corona virus pandemic in Indonesia at the worrying stage.The government has take a public policy “emergency public activity restriction (PPKM) ” as response as increasing positive case of corona virus in Indonesian. The objectives of KKN activities are 1) to provide education to public about how to use yard as solution of economic problem that arise due to corona virus pandemic, 2) To encourage public to participate directly in this activites to face the economic problem that arise due to  corona virus pandemic. The target of this activities is public of Lubuk saung village who majority work as farmers. This method of this activities are 1) Give counselling to public about solutions and motivations in use house yard by planting horticultural crops, 2) Activies like planting, , treatment, and environmental cleaning who carried out with the active participation of the community.
PEMBUATAN KOLAM PEMBUDIDAYAAN LELE UNTUK MEMOTIVASI MASYARAKAT GUNA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN YANG TERHAMBAT AKIBAT PANDEMI COVID-19 DI RT 1 RW 3 DESA BUKIT TINGGI Dimas Sanjaya; Irma Badarina
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol 2, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.881 KB) | DOI: 10.33369/tribute.v2i2.18701

Abstract

Adanya pandemic Covid-19 ini memberikan dampak yang sangat besar bagi seluruh bidang kehidupan terlebih bagi perekonomian dan kesehatan. Oleh karena itu dengan diadakannya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Bengkulu Periode 94 ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu dalam memulihkan perekonomian mereka yang terhambat akibat pandemic Covid-19. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu memulihkan dan bahkan meningkatkan perekonomian masyarakat yang terhambat akibat adanya pandemic Covid-19 ini adalah dengan cara mengajak masyarakat dan memotivasinya untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat pembuatan kolam pembudidayaan lele (Clarias sp.). Pembudidayaan lele (Clarias sp.) di masa pandemic Covid-19 ini merupakan salah satu gagasan yang bisa dilakukan dalam memulihkan perekonomian. pembuatan kolam pembudidayaan lele ini  menggunakan metode Kolam Terpal. Kolam terpal yaitu kolam yang dibuat menggunakan terpal dengan rangka kayu dan papan (bambu). Kolam jenis ini dirasakan paling efisien dan murah dibandingkan dengan jenis kolam lainnya. Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.) bisa dilaksanakan di area sempit dengan metode kolam terpal guna menambah penghasilan, serta bisa memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk kegiatan ekonomis produktif. Terlebih bagi masyarakat desa yang masih banyak mempunyai lahan pekarangan yang kosong sehingga hal ini dapat dimanfaatkan untuk dijadikan kolam untuk budidaya ikan lele (Clarias sp.) sehingga dapat memulihkan perekonomian yang terhambat dan bahkan dapat meningkatkan pendapatan. Kegiatan ini memberikan hasil yang baik. Dengan menggunakan metode Kolam Terpal ini sangat tepat diterapkan bagi masyarakat yang ingin memiliki usaha budidaya ikan lele karena sangat efisien dan murah serta sangat mudah dalam pembuatannya. CREATING A CATFISH FARMING POND TO MOTIVATE COMMUNITY TO IMPROVE THE ECONOMY THAT IS AFFECTED BY THE COVID-19 PANDEMIC IN RT 1 RW 3 BUKIT TINGGI VILLAGE. The Covid-19 pandemic has had a huge impact on all areas of life, especially the economy and health. Therefore, with the holding of the Bengkulu University Period 94 Independent KKN it is hoped that it can help the community, especially in Bukit Tinggi Village, Ketahun District, North Bengkulu Regency, Bengkulu Province in restoring their economy which has been hampered by the Covid-19 pandemic. One way that can be done to help restore and even improve the community's economy which has been hampered by the Covid-19 pandemic is to invite the community and motivate them to use their yards as a place for making catfish farming ponds (Clarias sp.). Cultivation of catfish (Clarias sp.) during the Covid-19 pandemic is one of the ideas that can be done in restoring the economy. making this catfish farming pond using the Tarpaulin Pond method. Tarpaulin pools are pools made using tarpaulins with wooden frames and boards (bamboo). This type of pool is considered the most efficient and inexpensive compared to other types of pools. Cultivation of catfish (Clarias sp.) can be carried out in a narrow area with a tarpaulin pond method to increase income, and can use empty yards for productive economic activities. Especially for rural communities who still have many empty yards so that this can be used as a pond for catfish cultivation (Clarias sp.) so that it can restore the hampered economy and can even increase income. This activity gives good results. By using the Tarpaulin Pond method, it is very appropriate for people who want to have a catfish farming business because it is very efficient and inexpensive and very easy to manufacture.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PRODUKSI DAN PEMASARAN SUSU KEDELAI Dyah Yunita Hartanti; Mimi Sutrawati
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol 2, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.624 KB) | DOI: 10.33369/tribute.v2i2.18082

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat kelompok Tani Pelita Kusuma di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Pinang Raya Kabupaten Bengkulu Utara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengaktifkan kembali produksi susu kedelai yang sebelumnya terhenti karena beberapa kendala.  Melalui kegiatan PPM ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja kelompok Tani Pelita Kusuma dalam produksi, tata kelola keuangan, dan pemasaran. Program ini dilakukan melalui beberapa tahap, yakni 1) produksi susu kedelai siap saji; 2) transfer teknologi pengemasan susu kedelai; 3) Pemasaran produk dan aspek manajemen keuangan. Program kerja ini terlaksana dengan baik dengan pelatihan dan pendampingan anggota kelompok tani. Setelah kegiatan ini terjadi peningkatan kuantitas dan kualitas produksi olahan susu kedelai di kelompok Tani Pelita Kusuma. Pemasaran produk dan manajemen keuangan sangat penting untuk keberlanjutan usaha ini di masa yang akan datang. COMMUNITY EMPOWERMENT EFFORT THROUGH SOYMILK PRODUCTION AND MARKETING. This community service activity (PPM) is carried out by empowering the Pelita Kusuma farmer group community in Bumi Harjo Village, Pinang Raya District, North Bengkulu Regency. The purpose of this activity is to reactivate the production of soymilk which was previously stopped due to several obstacles. Through this PPM activity, it is expected to improve the performance of the Pelita Kusuma farmer group in production, financial management, and marketing. This program is carried out through several stages, namely 1) the production of ready-to-eat soy milk; 2) transfer of soy milk packaging technology; 3) Product marketing and financial management aspects. This work program is well implemented with the training and mentoring of farmer group members. After this activity, there was an increase in the quantity and quality of processed soymilk production in the Pelita Kusuma Farmer group.

Page 1 of 1 | Total Record : 6