cover
Contact Name
Nurul Dina Rahmawati
Contact Email
nuruldina@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn_fph@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health Universitas Indonesia F Building, 2nd Floor Universitas Indonesia, Depok Ph/Fax: +62 21 786 3501
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health Nutrition (IJPHN)
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27748200     DOI : https://dx.doi.org/10.7454/ijphn
Core Subject : Health,
IJPHN is an online, open access journal which publishes peer-reviewed original research papers addressing all aspects including problems, controversial issues, experimental trial, special articles such as reviews, opinions, and commentaries in nutrition related to public health. IJPHN published twice annualy. Original manuscript submitted to IJPHN must not contain material that has been published elsewhere except as an abstract only, published in scientific meeting.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Underweight in Child Aged 24-59 Months in North Sumatra: the 2014 Indonesia Family Life Survey Data Salsabila Kurnianingtyas; Ratu Ayu Dewi Sartika; Winda Mulia Ningsih
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.324 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i2.4808

Abstract

AbstractUnderweight has the biggest risk against burden of disease. The aim of the study was to determine the factors related with underweight in child aged 24-59 months lived in North Sumatra based on three characteristics caused an underweight; there are child characteristics, maternal characteristics, and parenting characteristics. This study used cross-sectional design and using chi-square statistical analysis. The sample used in this study was 280 child aged 24-59 months living in North Sumatra province, Indonesia. The data was obtained from 2014 Indonesian Family Life Survey collected by RAND Corporation. Prevalence of underweight in child aged 24-59 months lived in North Sumatra was 26% (Girls: 32,6%, Boys: 19,9%). The statistical analyses found that female child (OR 95% CI= 0,514: p=0,02), maternal low body mass index (OR 95% CI = 3,750: p=0,04) and cigarette expenditure (OR 95% CI = 1,800: p=0,040) contribute to underweight child aged 24-59 month in North Sumatra province. Child gender, maternal body mass index, and cigarette expenditure were the significant determinants for underweight in under-five children in North Sumatra. The intervention is necessary to be implemented by all parties to decrease the prevalence of underweight.AbstrakBerat badan kurang (underweight) memberikan risiko terbesar terhadap beban penyakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada anak usia 24-59 bulan di Provinsi Sumatra Utara berdasarkan dengan tiga karakteristik, yakni karakteristik anak, ibu, dan pola asuh. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dan menggunakan analisis chi-square. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 280 anak berusia 24-59 bulan dan berdomisili di Sumatra Utara. Data yang digunakan berasal dari data Indonesia Family Life Survey tahun 2014 yang dikelola oleh RAND Corporation. Prevalensi kejadian underweight pada anak usia 24-59 bulan di Sumatra Utara sebesar 26% (perempuan: 32,6%, laki-laki: 19,9%). Analisis statistik menyatakan bahwa jenis kelamin perempuan (OR 95% CI= 0,514: p=0,02), indeks massa tubuh ibu yang rendah (OR 95% CI = 3,750: p=0,04) dan pengeluaran untuk rokok (OR 95% CI = 1,800: p=0,040) berkontribusi terhadap kejadian underweight pada anak usia 24-59 buan di Sumatra Utara. Jenis kelamin anak, indeks massa tubuh ibu, dan pengeluaran rokok merupakan faktor yang signifikan terhadap kejadian underweight pada anak usia di bawah lima tahun di Provinsi Sumatra Utara. Langkah intervensi diperlukan untuk dapat diimplementasikan oleh seluruh masyarakat untuk dapat menurunkan prevalensi kejadian underweight.
Fulfilment of Minimum Acceptable Diet as Dominant Factor in Wasting in Children Aged 6–23 Months in Central Jakarta, Indonesia, 2019 Ervida Andina; Madinar Madinar; Endang Laksminingsih Achadi
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.807 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i2.4761

Abstract

AbstractWasting is a form of acute malnutrition characterized by significant and rapid weight loss resulting from inadequate food intake and infectious diseases. This study was to investigate the factors associated with wasting in children aged 6–23 months and the dominant factor among these. The study followed a cross-sectional study design. A total sample of 261 children was selected using multistage random sampling from 13 integrated healthcare centres in six administrative villages located in three sub-districts of Central Jakarta. Data was collected by measuring body weight and height and questionnaires completed through interviews carried out by trained data collectors. This study shows that the prevalence of wasting in children aged 6–23 months in Central Jakarta is 6.9%. Based on logistic regression analysis, fulfillment Minimum Acceptable Diet (MAD) (OR=3.2 90% CI 1.1-9.5) was found to be the dominant factor in wasting after controlling by mother's level of education (OR=1.7 90% CI 0.7–4.2) and the level of family income (OR=2.9; 90% CI 0.9-8.9). This research shows that there is a need for improvement of maternal behaviour in providing appropriate care for children. Based on this research, we recommend that intervention on appropriate breastfeeding and complementary feeding practices be strengthened, especially for mothers with low levels of education and family income.AbstrakWasting adalah salah satu bentuk malnutrisi akut yang ditandai dengan penurunan berat badan yang signifikan dan cepat akibat asupan makanan yang tidak memadai dan penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan wasting pada anak usia 6-23 bulan dan untuk mengetahui faktor dominan di antaranya. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional. Sampel berjumlah 261 anak dipilih dengan menggunakan multistage random sampling dari 13 puskesmas di enam kelurahan yang berada di tiga kecamatan di Jakarta Pusat. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur berat badan dan tinggi badan serta pengisian kuesioner melalui wawancara yang dilakukan oleh pengumpul data terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi wasting pada anak umur 6–23 bulan di Jakarta Pusat sebesar 6,9%. Berdasarkan analisis regresi logistik, pemenuhan Minimum Acceptable Diet (MAD) (OR = 3,2 90% CI 1,1-9,5) ditemukan menjadi faktor dominan kejadian wasting selah dikontrol oleh tingkat pendidikan ibu (OR = 1,7 90% CI 0,7– 4.2) dan tingkat pendapatan keluarga (OR = 2.9; 90% CI 0.9-8.9). Penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan perilaku ibu dalam memberikan pengasuhan yang tepat kepada anak. Berdasarkan penelitian ini, kami merekomendasikan agar intervensi praktik pemberian ASI dan MP-ASI yang tepat diperkuat, terutama bagi ibu dengan tingkat pendidikan dan pendapatan keluarga yang rendah.
Do bagASI Change the Exclusive Breastfeeding Knowledge and Attitudes? Wido Gamani; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina; Lintang Purwara Dewanti; Anugrah Novianti
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.874 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i2.4804

Abstract

AbstractThe achievement of exclusive breastfeeding (EBF) in the world and in Indonesia is still low. One of the obstacles to EBF is that the mother works. Cooler bag is a familiar media for working mothers to provide breast milk. This research uses modified cooler bags which contain information on how to provide EBF for working mothers, called bagASI. This study aims to determine the effect of bagASI on the EBF knowledge and attitudes of working pregnant women. The research method is Quasi Experimental with Pre Test - Post Test and the number of respondents is 34 working pregnant women. Respondents were divided into 2 groups, namely the intervention group who received education using bagASI and the control group using leaflets. The Paired Sample T-test showed an effect on the level of knowledge and attitudes (p≤0.05) in both two groups. The Independent Sample T-test found that there was a difference in knowledge (p≤0.05) between the intervention and the control group, while in the attitude there was no difference (p≥0.05). Providing education using bagASI can increase the EBF knowledge and attitudes of working pregnant women, so bagASI can be utilized as education tool.AbstrakCapaian pemberian ASI Eksklusif di dunia dan di Indonesia masih rendah. Kendala pemberian ASI Eksklusif di antaranya adalah karena ibu bekerja. Salah satu media yang dikenal ibu bekerja untuk memberikan ASI adalah cooler bag. Penelitian ini menggunakan cooler bag yang didesain dengan penambahan informasi cara pemberian ASI Eksklusif bagi ibu bekerja pada bagian luarnya, disebut bagASI. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bagASI terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil yang bekerja. Metode penelitian adalah Quasi Experimental dengan Pre Test-Post Test Control Group Design dan jumlah responden sebanyak 34 orang ibu hamil yang bekerja. Responden dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi menggunakan media bagASI dan kelompok kontrol menggunakan leaflet. Berdasarkan uji Paired Sample T-test menunjukkan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap (p≤0.05) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Berdasarkan uji Independent Sample T-test didapatkan hasil ada perbedaan pengetahuan (p≤0.05) antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, sedangkan pada sikap tidak terdapat perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p≥0.05). Pemberian edukasi menggunakan bagASI dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil sehingga bagASI dapat digunakan sebagai media edukasi.
Food Insecurity Associated with Double-Burden of Malnutrition among Women in Reproductive Age in Ciampea Sub-district, Bogor, West Java Seala Septiani; Ismi Irfiyanti; Tran Thi Hai; Helda Khusun; Luh Ade Wiradnyani; Aria Kekalih; Paulus Daniel Sahanggamu
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.161 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i2.4805

Abstract

AbstractDouble burdens of malnutrition among women have occurred across most developing countries including Indonesia. This study compared the associated factors among overweight and underweight of women in reproductive age (WRA) in rural Ciampea Sub-district, Bogor, West Java. This cross-sectional study surveyed the nutritional status of 575 mothers (16-49 years old) who have under two-years-old children. Nutritional status was assessed by body-mass-index (BMI) and mid-upper arm circumference (MUAC), food security status by US-Food Security Survey Module (US-FSSM), dietary intake by a single 24-H dietary recall. The prevalence of underweight, overweight, and obese among this group were 10%, 15.8%, and 34.2%. Food security status was the single factor associated with overweight (p=0.026). However, after adjustment with other factors, food insecurity with hunger was found to be the highest risk of being underweight (AdjOR=3.95; 95%CI: 1.46-10.64). Contrarily, it contributed to lower chances of being overweight among WRA (AdjOR=0.40, 95%CI: 0.21-0.77). In conclusion, food security status in this population associated with both under- and over-nutrition, in addition to other factors such as age and education level of WRA. Ensuring the availability and affordability of nutritious food together with proper nutrition education to rural communities might be worthwhile to improve this condition.AbstrakBeban ganda malnutrisi pada wanita terjadi di sebagian besar negara berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian ini membandingkan faktor-faktor yang berhubungan pada wanita usia subur (WUS) dengan status gizi kurang dan lebih di pedesaan Ciampea, Bogor, Jawa Barat. Studi potong lintang ini mensurvei status gizi pada 575 Ibu (usia 16-49 tahun) yang memiliki baduta. Penilaian status gizi menggunakan indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar lengan atas (LILA), status ketahanan pangan oleh US-Food Security Survey Module (US-FSSM), asupan makanan dengan food recall 24-jam. Prevalensi gizi kurang, lebih, dan obesitas pada kelompok ini adalah 10%, 15,8%, dan 34,2%. Status ketahanan pangan merupakan faktor tunggal yang terkait dengan kelebihan berat badan (p = 0,026). Namun, setelah disesuaikan dengan faktor lain, kerawanan pangan dengan kelaparan ditemukan sebagai risiko tertinggi terjadinya gizi kurang (AdjOR = 3.95; CI 95%: 1.46-10.64). Sebaliknya, kondisi tersebut berisiko lebih rendah terhadap kejadian gizi lebih pada WUS (AdjOR = 0,40, 95% CI: 0,21-0,77). Kesimpulannya, status ketahanan pangan pada populasi ini berhubungan dengan kejadian ganda malnutrisi, selain faktor lain seperti usia dan tingkat pendidikan. Memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bergizi bersama dengan edukasi gizi yang tepat untuk masyarakat pedesaan mungkin bermanfaat untuk memperbaiki kondisi ini.
Factors Associated with Underweight among Two Years Old Children in DKI Jakarta Province (Indonesian Family Life Survey 2014) Nabilla Atelya; Ratu Ayu Dewi Sartika; Winda Mulianingsih
Indonesian Journal of Public Health Nutrition Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.525 KB) | DOI: 10.7454/ijphn.v1i2.4806

Abstract

Abstract A good health status, cognitive development, and productivity cannot be achieved without good nutrition. Nutritional status and its fulfilment of two years old children will be shaping the health status in the next age period. Unfortunately, nutritional problems like underweight is still a significant health problem in Indonesia, especially Special Capital Region of Jakarta. This study used secondary data achieved from Indonesian Family Life Survey 5 data in 2014. This study used a cross-sectional study design with a total of 135 samples of two years old children using a total sampling. Accordingly, the chi square test was used to find factors associated with underweight among two years old children. The result showed that the prevalence of underweight among under two years old children in DKI Jakarta Province was 30,4%. This result showed that child characteristics such as gestational age (OR= 5,813; CI= 1,291 - 26,178), low birth weight (OR= 5,060; CI= 1,136 - 22,533), and frequency of eating sweets (OR= 3,5; CI= 1,118 – 10,962) were associated with underweight (p-value < 0,05). The result of the study suggests that government should involve more in order to increase the role of community such as health center staff and cadres on preventing, detecting, and handling underweight cases by providing education and solutions to this phenomenon. AbstrakStatus kesehatan yang baik, perkembangan kognitif, dan produktivitas tidak dapat dicapai tanpa gizi yang baik. Status gizi dan pemenuhannya terhadap anak usia dua tahun akan mempengaruhi derajat kesehatan pada periode usia berikutnya. Sayangnya masalah gizi seperti kekurangan berat badan masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, khususnya di ibu kota negara, DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari data Indonesia Family Life Survey 5 tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 135 bayi dua tahun menggunakan total sampling. Uji chi square digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan berat badan rendah pada anak usia dua tahun. Hasil penelitian menyatakan bahwa prevalensi anak dengan berat badan rendah pada balita di Provinsi DKI Jakarta sebesar 30,4%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik anak seperti usia kehamilan (OR= 5,813; CI= 1,291 - 26,178), BBLR (OR= 5,060; CI= 1,136 - 22,533), dan frekuensi makan yang manis berhubungan dengan berat badan kurang pada balita (OR= 3,5; CI= 1,118 – 10,962) (p-value <0,05). Hasil penelitian menyarankan pemerintah untuk lebih banyak terlibat untuk meningkatkan peran masyarakat seperti petugas puskesmas dan kader dalam pencegahan, pendeteksian, dan penanganan kasus anak dengan berat badan rendah dengan memberikan edukasi dan solusi pencegahannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5