cover
Contact Name
Fernando Tambunan
Contact Email
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Phone
+6281361612723
Journal Mail Official
fernando.tambunan@sttbaptis-medan.ac.id
Editorial Address
Jl. Tali Air No. 7 Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Sumatera Utara Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 26228998     EISSN : 26217732     DOI : https://doi.org/10.54024
Core Subject : Religion, Education,
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani merupakan terbitan berkala dari hasil penelitian Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan. Focus dan Scope penelitian Illuminate adalah: Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Sistematika Teologi Pastoral Pendidikan Kristiani Misiologi Konseling Kristen
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023" : 6 Documents clear
Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Minat Belajar Siswa Kristen SMP Negeri 41 Medan Zebua, Afolo; Silaban, Petrus Posma
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.222

Abstract

AbstractLearning media is one of the factors that has a significant effect on facilitating the learning process and helping students understand and absorb the subject matter more effectively. The use of multimedia in the digital era, especially in the learning process, is inseparable from the use of technology so that students can increase their interest in learning. The purpose of this study was to determine the use of media-based learning media, the level of student interest in learning, and the relationship of multimedia-based learning media to student learning requests. The method used is research with a quantitative approach, using the ex post facto model, learning media, the role of media in learning, the use of learning media, the effect of using media in learning, the benefits obtained through the presentation of learning using media, human-based media, multimedia, visual-based media, principles of visual utilization, audio-visual media, interest, learning, and factors that affect learning interest. The results found indicate that the use of multimedia-based media is low, with lower and upper bound values located in the medium-to-high category. Student Learning Interest is found to be moderate to high Lower Bound and Upper Bound are in the moderate interval class. then, there is a significant relationship between the Use of Multimedia-Based Learning Media and Student Learning Interest There is a significant relationship between the use of multimedia-based learning media and student learning interest, with a ryx value of 42.5% and a positive value. So it is concluded that the first hypothesis, which says low, is not proven, the second hypothesis, which says low, is not proven, and the third hypothesis, that there is a significant relationship between the two variables. Keywords: learning media, learning interest, Christian students  AbstrakMedia pembelajaran menjadi salah satu faktor yang berpengaruh signifikan dalam memfasilitasi proses pembelajaran, membantu siswa dalam memahami dan meresapkan materi pelajaran dengan lebih efektif. Penggunaan multimedia di era digital terutama dalam proses pembelajaran, tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi agar siswa dapat meningkatkan minat belajarnya. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengguaan media pembelajaran berbasis media, tingkat minat belajar siswa, serta  hubungan media pembelajaran berbasis multimedia terhadap minta belajar mahasiswa. Adapun metode yan digunakan adalah penelitian dengan mendekatan kuantitatif, dengan menggunakan model ex post facto, media pembelajaran, peran media dalam pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran, pengaruh penggunaan media dalam pembelajaran, manfaat yang diperoleh melalui penyajian pembelajaran dengan menggunakan media, media berbasih manusia, multimedia, media berbasis visual, prinsip-primnsip pemanfaatan visual, media audia-visual, minat, belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar. Hasil yang ditemukan yaitu penggunaan media berbasis multimedia adalah rendah dengan nilai lower bound dan upper bound terletak pada kategori sedang menuju tinggi. Minat Belajar Siswa ditemukan adalah sedang menuju tinggi Lower Bound dan Upper Bound ada pada klas interval sedang. kemudian, terdapat hubungan yang signifikan antara Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Terhadap Minat Belajar Siswa Terdapat hubungan yang signifikan antara Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Terhadap Minat Belajar Siswa dengan nilai ryx sebesar 42,5% dan bernilai positif. Maka disimpulkan bahwa hipotesis pertama yang mengatakan rendah tidak terbukti, hipotesis kedua yang mengatakan rendah tidak terbukti, dan hipotesis ketiga terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Kata Kunci: media pembelajaran, minat belajar, siswa kristen
Kritik Terhadap Pandangan Antroposentrisme: Membaca Mazmur 8:1-10 dengan Menggunakan Pendekatan Eco Hermeneutic Sucipto, Jimmy
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membebaskan teks dari pandangan Antroposentris absolut, yang dituangkan dalam praktik eksploitasi, atau agar teks dapat dipahami tanpa mengakibatkan praktik eksploitasi yang mengakibatkan krisis ekologi. Selain merujuk pada Kitab Kejadian 1:26-28, teks Perjanjian Lama juga menyatakan kekuasaan manusia dalam Mazmur 8:1-10. Manusia seakan diberikan kebebasan yang kemudian menganggap dirinya menguasai ciptaan lain, dan beberapa diantaranya diwujudkan dalam tindakan eksploitasi. Metode penelitian yang dipakai dalam teks terpilih adalah metode eco hermeneutic yang merupakan gagasan dari Norman Charles Habel. Metode yang ditawarkan Norman C. Habel memakai tiga pendekatan utama, yaitu menganalisis teks yang bernada Antroposentrisme, kemudian mengidentifikasi unsur ekologis dalam teks, dan yang terakhir merumuskan kedudukan peran lingkungan yang terdapat dalam teks. Pada akhir penelitan, ditemukan bahwa manusia bersama-sama dengan makhluk hidup lain termasuk bumi, adalah suatu kesatuan sebagai ciptaan Allah. Ciptaan lain bukanlah berbeda dari manusia, melainkan satu dalam ekosistem yang saling melengkapi. Kekuasaan yang dimiliki manusia terhadap makhluk lain, tidak bermakna tindakan sewenang sebagai penguasa yang lebih tinggi, namun lebih kepada kapasitas dan kemampuan dalam dirinya untuk menampakkan kasih Allah terhadap ciptaan-Nya yang lain.
Ekklesiologi: Gereja Sebagai Tubuh Kristus Menurut Paulus dalam 1 Korintus 12:12-26 dan Tanggung Jawab Gereja Memelihara Kesatuan Dalam Interdenominasi Simarmata, Amsal
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.218

Abstract

Abstract: This research is based on the problem of the existence of boundaries in various interdenominational churches in Indonesia. That is, there are mainstream churches that alienate themselves from non-mainstream churches, and vice versa. However, the churches in Indonesia are actually the result of seeds from God's word that were planted thousands of years ago so that they produce fruit, namely the church until now. If the church is the product of God's word, then it will come to an understanding, the church exists until now inseparable from the work of the owner of the word, namely Christ as the head of the church. In fact, the churches in Indonesia do not heed and realize this. There are still many churches in Indonesia dominated by ideas that differentiate one church denomination from another. While in Paul's letter to the church in Corinth he emphasizes that the church is the body of Christ which must support one another. The purpose of this research is to study the exegesis of 1 Corinthians 12:12-26 regarding the church as the body of Christ and its application to churches in Indonesia to maintain unity in various interdenominational situations. The method used is descriptive qualitative research method, which is a type of research conducted using library materials, encyclopedias, articles, journals and other materials that are relevant to the topics and problems studied as data sources.Abstrak: Penelitian ini didasari persoalan adanya batasan-batasan di dalam berbagai interdenominasi gereja-gereja di Indonesia. Maksudnya, adanya gereja-gereja arus utama yang mengasingkan diri dari gereja non arus utama, demikian sebaliknya. Akan tetapi, gereja-gereja yang ada di Indonesia sesungguhnya hasil benih dari firman Tuhan yang sudah tertanam ribuan tahun yang lalu sehingga menghasilkan buah yaitu gereja sampai sekarang ini. Jika gereja adalah produk dari firman Tuhan, maka akan tiba kepada pemahaman, gereja ada sampai saat ini tidak terlepas dari karya pemilik firman tersebut yaitu Kristus sebagai kepala gereja. Kenyataannya gereja-gereja yang ada di Indonesia tidak mengindahkan dan menyadari hal tersebut. Masih banyak gereja-gereja yang ada di Indonesia didominasi oleh pemikiran yang membeda-bedakan denominasi gereja yang satu dengan gereja lainnya. Sementara di dalam surat Paulus kepada jemaat di Korintus menandaskan bahwa gereja adalah tubuh Kristus yang harus saling menopang satu dengan lainnya. Tujuan penelitian ini dilakukan studi eksegesis 1Korintus 12:12-26 mengenai gereja sebagai tubuh Kristus dan aplikasinya bagi gereja-gereja di Indonesia untuk memelihara kesatuan dalam berbagai interdenominasi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan pustaka, ensiklopedia, artikel, jurnal dan bahan-bahan lainnya yang relevan dengan topik dan permasalahan yang dikaji sebagai sumber datanya
Implementasi Prinsip-prinsip Manusia Baru Berdasarkan Efesus 4:17-32 di Kalangan Mahasiswa STT Manik, Robbye Manik; Sembiring, Rasmalem Raya; Simamora, Johnny Parthotan; Aslinawati, Aslinawati
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.225

Abstract

AbstractThe new man is a man who has been united in Christ, is in Christ, not according to his own desires, has been redeemed from sin by the blood of Christ, has new motives, new standards, and new goals; struggles against sin, regrets himself if he falls into sin; lives his life in unity with God and others, and has a close relationship with God and others; and is able to love sincerely, freely, and responsibly; lives in sanctification; and exudes the fruit of the Holy Spirit.  Ephesians 4:17-32 explains the principles of the new man that should be implemented by every believer. The research discusses human principles based on Ephesians 4:17-32 among theology students. This type of research is quantitative with survey method with explanatory-conformatory approach. The results showed that the implementation of the New Man Principle based on Ephesians 4:17-32 among theological college students is moderate; the most dominant indicator implemented is using constructive words with a contribution of 130.961; and the most dominant background category affecting the implementation of the new man principle is the length of new birth. Keywords:  Implementation, new man, life principles.  Abstrak Manusia baru adalah manusia yang telah disatukan di dalam Kristus, berada dalam Kristus, tidak menurut keinginan diri sendiri, telah ditebus dari dosa oleh darah Kristus, memiliki motif-motif baru, standar-standar baru, dan sasaran-sasaran baru; berjuang melawan dosa, menyesali diri jika jatuh dalam dosa; menghayati hidupnya dalam kesatuan dengan Tuhan dan sesamanya, dan punya relasi yang erat dengan Tuhan dan sesama; dan mampu mengasihi secara tulus, bebas, dan bertanggung jawab;  hidup dalam pengudusan; dan memancarkan buah Roh Kudus.  Efesus 4 :17-32 menjelaskan prinsip-prinsip manusia baru yang seharusnya diimplementasikan oleh setiap orang percaya. Penelitian membahas prinsip-prinsip manusia berdasarkan Efesus 4:17-32 di kalangan mahasiswa teologi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survey dengan pendekatan eksplanatori-konformatori. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Implementasi Prinsip Manusia Baru berdasarkan Efesus 4:17-32 di kalangan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi adalah sedang;  indikator yang paling dominan diimplementasikan adalah menggunakan perkataan yang membangun dengan kontrisbusi sebesar 130,961 ; dan kategori latar belakang yang paling dominan  mempengaruhi implementasi prinsip manusia baru adalah lamanya lahir baru. Kata Kunci: implementasi, manusia baru, prinsip hidup.
Pengaruh Positif Media Sosial Terhadap Perkembangan Spiritualitas Generasi Zillenial Zebua, Eka Kurniawan; Angelina, Claudia
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.219

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pengguna media sosial, bahwa media sosial memberikan pengaruh positif dalam perkembangan spiritualitas generasi muda saat ini. Media sosial adalah media yang berbasis internet, dimana para pengguna mudah melakukan komunikasi dengan sesama pengguna. Media sosial dalam perkembangan spiritualitas generasi Z seringkali zaman sebelumnya tidak mengakui bahwa media sosial memberikan dampak positif dalam perkembangan spiritualitas Z. Salah satu dampak positif media sosial dalam perkembangan spiritualitas generasi Z adalah mudah untuk mendapatkan informasi dan bahkan mudah belajar hal baru yang berhubungan dengan tujuan hidup mereka. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode studi literatur, dimana tidak terpaku dalam satu sumber melainkan pada semua sumber yang dapat membantu penulis untuk menyelesaikan masalah yang sedang dibahas. Hasil penelitian ini, memberikan suatu gambaran kepada para pembaca, khususnya generasi Z untuk tidak terus berpandangan negatif dalam menggunakan media sosial, sebab media sosial juga memberikan dampak yang sangat mempengaruhi setiap para penggunanya. Oleh karena itu, hubungan media sosial dengan perkembangan spiritualitas adalah memberikan pedoman kepada generasi Z untuk mendapatkan motivasi diri dalam mewujudkan tujuan yang ingin dicapai, sehingga motivasi tersebut akan mendorong untuk terus berusaha dan akhirnya sampai pada titik akhir yang sudah direncanakan.
Pola Pendidikan Agama Kristen di Gereja Siallagan, Thomson; Sadarita, Andi; Barus, Jamli; Simanungkalit, Metra Kartini
ILLUMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54024/illuminate.v6i2.220

Abstract

AbstractThe purpose of church education is a conscious effort made to develop the potential that exists in the congregation as a whole in order to have a strong foundation in the understanding and behaviour of faith. Christian religious education in the church is part of Christian Religious Education (CRE) as a whole, which contains the delivery of Christian Religious Education teachings to change and shape the attitude of a student or congregation. Education in the context of the church through teaching is expected to make people accept the gospel and make everyone follow everything that Jesus ordered, therefore the church must return to basic Christian education. The pattern of Christian religious education in the church includes the understanding of the curriculum of Christian religious education in the church, the basic foundation of Christian religious education in the church, the principles of Christian religious education in the church. The purpose of this research is to equip and enrich the Church in its understanding of Christian religious education holistically. The method used in this research is a qualitative approach using a literature review. This study produces a description that the ministry of church education is to mature God's people so that they can serve the people of God. Keywords: education patterns, Christianity, church AbstrakGereja perlu untuk mendidik anggota-anggotanya yang baru dan yang lama.Sehingga lahirlah pendidikan oleh dan untuk komunitas Kristen dalam hal ini gereja.Tujuan pendidikan gereja adalah suatu usaha sadar yang dilakukan untuk mengembangkan potensi yang ada pada jemaat secara menyeluruh agar memiliki dasar yang kuat dalam pemahaman dan prilaku iman. Pendidikan agama Kristen  Agama Kristen di gereja adalah bagian dari Pendidikan Agama Kristen (PAK) secara menyeluruh, yang  berisi penyampaian ajaran-ajaran Pendidikan Agama Kristen untuk mengubah dan membentuk sikap seorang anak didik atau jemaat. Pendidikan dalam konteks gereja melalui pengajaran diharapkan untuk menjadikan orang menerima Injil dan menjadikan semua orang mengikuti segala sesuatu yang dipesankan Yesus, karena itu gereja harus kembali kepada pendidikan Kristen yang mendasar. Pola pendidikan agama Kristen di gereja meliputi pengertian kurikulum pendidikan agama Kristen di gereja, landasan dasar pendidikan agama Kristen di gereja, prinsip-prinsip pendidikan agama Kristen  di gereja, tujuan penelitian ini adalah Tujuan  untuk memperlengkapi dan memperkaya Gereja dalam pemahamannya tentang pendidikan Agama Kristen secara holistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif menggunakan kajian pustaka. Kajian ini menghasilkan uraian bahwa dalam pelayanan pendidikan gereja adalah mendewasakan umat Allah supaya mereka dapat melayani. Kata Kunci: pola pendidikan, agama kristen, gereja 

Page 1 of 1 | Total Record : 6