cover
Contact Name
Kadar Ramadhan
Contact Email
amjpm2021@gmail.com
Phone
+6281314119647
Journal Mail Official
amjpm2021@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tamansari Kel. Tatae Kec. Duampanua , Kab. Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, 91253
Location
Kab. pinrang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 28073797     EISSN : 28073576     DOI : https://doi.org/10.53770/amjpm
Core Subject : Health,
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat or also known as AMJPM with registered number ISSN 2807-3797(Print), 2807-3576 (Online), is a peer-reviewed open access scientific journal published by Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah. The scope for AMJPM includes: Nutrition, Dental Health, Nursing, Enviromental Health, Midwifery, Technology Laboratorium Medic and Public Health. Each volume of AMJPM is counted in each calendar year that consists of two issues. AMJPM is published two times per year every August and February. Articles published in AMJPM includes original articles and literature reviews. Contributors for AMJPM are researchers, lecturers, students, health practitioners, and other practitioners that focus on health in Indonesia and worldwide.
Articles 144 Documents
Integrated Health Screening and Community Empowerment to Address Health Issues and Nutritional Status Norma Tiku Kambuno; Simon S. Kleden; Michael B. Bhia; Johanes J.P Sadukh; Juni G.L. Sine; Loriana L. Manalor; Nabilah N. Ilma; Ni Ketut Y. Sari
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v6i1.1104

Abstract

Kualeu Village, South Central Timor Regency, faces complex health issues with a toddler stunting rate of 56.55% and low coverage of infectious and non-communicable disease (NCD) case detection. This community service program aimed to increase the detection of new disease cases through integrated health screening and to improve the capacity of cadres and mothers in handling stunting and environmental health. The activities were conducted from 21–23 April 2026 using active screening methods, including AI-based portable X-ray technology, NCD screening, training on locally based complementary feeding (MP-ASI) preparation, baby massage techniques, and larval monitoring cadres (jumantik). The targets were 97 students of Anauban Junior High School and 113 residents at the Kualeu Village Office. Portable X-ray screening detected TB symptoms in 3 students (3.09%) and 4 villagers (3.54%). Malnutrition/underweight was identified in 25.77% of students and 17.70% of villagers. NCD screening among adults at the village office revealed high-risk rates: hypertension (23.01%), abnormal random blood glucose (21.24%), and abnormal uric acid (30.09%). All respondents (100%) tested negative for malaria. Educational activities focusing on MP-ASI training, baby massage, and Jumantik training successfully strengthened participants’ knowledge and practical competencies. In conclusion, AI-based portable X-ray technology demonstrates strong effectiveness in enhancing active TB case finding in remote rural areas. The high burden of NCDs and malnutrition underscores the need for integrated follow-up interventions through strengthened primary health services (Posbindu and Posyandu) to support stunting reduction and improve population health outcomes.  
Pelatihan dan Penyuluhan Masker Karbon Aktif Ekstrak Daun Bidara untuk Filtrasi Paparan Pestisida pada Petani Nurul Amaliyah; Zaeni Budiono; Mela Firdaust; Mafiza Hanina Rahmah
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v6i1.1158

Abstract

Penggunaan insektisida secara masif di sektor pertanian akan meningkatkan risiko paparan kronis pada petani yang memicu kerusakan organ sistemik, seperti ginjal. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang kurang memadai oleh petani saat menyemprot pestisida dapat meningkatkan risiko paparan zat kimia berbahaya ke dalam tubuh. APD yang proper sangat dibutuhkan melindungi petani khususnya meminimalkan paparan melalui jalur inhalasi. Sebagai upaya preventif, tim pengabdi berinovasi untuk memberikan pelatihan kepada kelompok petani untuk membuat masker filtrasi campuran karbon aktif dan ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana) untuk meminimalkan paparan pestisida. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dengan melibatkan 25 petani sebagai khalayak sasaran. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dan pelatihan pembuatan serta penggunaan masker filtrasi mandiri. Evaluasi keberhasilan program diukur menggunakan pre-test dan post-test, dan data dianalisis secara statistik menggunakan uji Paired T-Test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kognitif peserta yang signifikan. Rata-rata nilai pengetahuan responden meningkat dari 53,20 saat pre-test menjadi 79,20 saat post-test. Analisis statistik menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Tingkat kelulusan peserta mencapai 100% dengan nilai post-test memenuhi indikator ketuntasan (≥70). Program edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis petani. Keberlanjutan program didorong melalui pembentukan kader tani sehat, integrasi dengan program Posbindu PTM Puskesmas, serta penggalangan bahan baku berbasis pemanfaatan pekarangan lokal.      
Optimalisasi Daun Kelor melalui Pemberdayaan Kader sebagai Upaya Pencegahan Diabetes Melitus Finta Isti Kundarti; Ira Titisari; Nurul Pujiastuti
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v6i1.1166

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Kasus DM di Kota Kediri juga menunjukkan peningkatan sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Moringa oleifera (daun kelor) mengandung berbagai senyawa bioaktif, vitamin, mineral, dan antioksidan yang berpotensi mendukung pengendalian DM sebagai terapi pendamping. Namun, pemanfaatannya di masyarakat masih belum optimal karena keterbatasan pengetahuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader kesehatan mengenai pencegahan dan penanganan DM melalui edukasi dan pelatihan pengolahan Moringa oleifera. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 di Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri, dengan melibatkan 50 kader kesehatan. Metode kegiatan menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest, meliputi edukasi, diskusi, pelatihan, demonstrasi pengolahan daun kelor menjadi produk pangan, serta evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah kegiatan. Pada pretest, sebanyak 39 dari 50 kader (78%) memiliki pengetahuan rendah, sedangkan pada posttest sebanyak 44 dari 50 kader (88%) memiliki pengetahuan tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi dan demonstrasi pengolahan Moringa oleifera dapat meningkatkan pemahaman kader mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai terapi pendamping dalam pencegahan dan pengendalian DM. Kegiatan ini diharapkan memperkuat peran kader sebagai agen edukasi kesehatan dan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara tepat di masyarakat.    
Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Edukasi Pemanfaatan Flaxseed Oil untuk Pencegahan Diabetes Melitus Ira Titisari; Finta Isti Kundarti; Ririn Indriani
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v6i1.1177

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat. Pencegahan dan pengendalian DM memerlukan keterlibatan masyarakat melalui pemberdayaan kader kesehatan. Flaxseed oil mengandung asam alfa-linolenat (ALA), asam lemak omega-3, dan senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung kesehatan metabolik sebagai terapi komplementer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai pencegahan dan pengendalian DM melalui edukasi dan demonstrasi pemanfaatan flaxseed oil. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 di Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri, Jawa Timur, dengan melibatkan 50 kader kesehatan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi pengolahan flaxseed oil dalam bentuk salad dan smoothie, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan 3 kader (6%) memiliki pengetahuan tinggi, 6 kader (12%) sedang, dan 41 kader (82%) rendah. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan 42 kader (84%) memiliki pengetahuan tinggi, 8 kader (16%) sedang, dan tidak terdapat kader dengan pengetahuan rendah. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah edukasi dan demonstrasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis praktik dapat mendukung pemberdayaan kader dalam meningkatkan kapasitas pencegahan dan pengendalian DM di masyarakat.