cover
Contact Name
Tetti Seriati Situmorang
Contact Email
seriatitetti@gmail.com
Phone
+6281362184945
Journal Mail Official
lppm.stikesmitrahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl Pintu Air IV Pasar 8 Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor. Provinsi Sumatera Utara. Kode Pos : 20142
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Excellent Midwifery Journal
ISSN : 26208237     EISSN : 26209829     DOI : https://doi.org/10.55541/emj.v4i2.175
Core Subject : Health,
Pregnancy Maternity Childbed Neonates, Infant, Under-fives and Pre-School Children Family Planning Reproduction Health Adolenscent Health Elderly Health Maternal Health Child Health Public Health
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER" : 18 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS TERHADAP KETERPAPARAN MEDIA MASSA DI SMA SWASTA RAKSANA MEDAN Deviana Pratiwi Munthe
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.568 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.40

Abstract

HIV/AIDS case in adolescents is increasing; until 2015 there were 2,030 people suffering from HIV/AIDS because adolescents’ knowledge and attitude toward HIV/AIDS were low. The objective of the research was to find out the correlation of adolescents’ knowledge and attitude toward HIV/AIDS infection on exposure to mass media. The research used an analytic survey method with cross sectional design. The population was 406 Grades X and XI students at SMA Swasta Raksana Medan, and 143 of them were used as the samples, taken by using simple random sampling technique. The data were gathered by distributing questionnaires and analyzed by using chi square test. The result of the research showed that there was significant correlation between the exposure of mass media and adolescents’ knowledge of forestalling HIV/AIDS infection at p-value = 0.001. There was significant correlation between the role of peers and adolescents’ knowledge (p=0.047) and attitude (p=0.026) in forestalling HIV/AIDS infection.It is recommended that the school management provide reading books, making website on HIV/AIDS and establish counselor to discuss infection and forestalling HIV/AIDS, collaborating with LSM, the Health Agency, KPAN, and BKKBN as the facilitators so that students will get correct information about HIV/AIDS. Keywords: Mass Media, Knowledge, Attitude, Forestalling, Infection, HIV/AIDS
PERAN PROMOSI KESEHATAN OLEH BIDAN DALAM PERSIAPAN BIRTH PREPAREDNESS TERHADAP KESIAPAN IBU HAMIL TRIMESTER III di PUSKESMAS BULILI DAN BIROBULI KOTA PALU IIN OCTAVIANA HUTAGAOL
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.653 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.63

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) masih tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada 2015 tercatat ada 326 ibu meninggal per 100 ribu orang. Peningkatan peran serta bidan  merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu bersalin. Upaya yang dapat dilakukan oleh bidan sebagai intervensi untuk mencegah determinan penyebab kematian ibu adalah dengan cara mempromosikan persiapan persalinan aman pada ibu hamil dengan menggunakan metode penyuluhan (Depkes, 2016).Masalah kesehatan ibu erat kaitannya dengan ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas yangbanyak memberikan kontribusi terhadap angka kematian ibu saat ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Kematian ibu dapat dicegah, bila ibu hamil mendapatkan kualitas pelayanan antenatal care yang baik. Penelitian ini dilakukan di 2 Puskesmas wilayah kerja Kota Palu, Puskesmas Birobuli dan Puskesmas Bulili. Pada penelitian ini adapun variabel dependen (terikat) yakni kesiapan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan, sedangkan variabel independentnya adalah intensitas promosi kesehatan oleh bidan pada ibu hamil trimester III dalam mempersiapkan birth preparedness pada saat kehamilan trimester III. Rancangan Penelitian ini merupakan penelitian studi analitik observasional menggunakan metode survei dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah ibu hamil trimester III pada bulan April di Puskesmas Birobuli sekitar 23 ibu hamil dengan jumlah bidan 16 bidan, dan di Puskesmas Bulili sekitar  21 ibu hamil trimester III dengan jumlah bidan 22 bidan. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Non Probality sampling dengan jenis Purposive sampling  yakni  ibu hamil trimester III dijadikan sampel dan datang berkunjung ke Puskesmas Birobuli dan Bulili untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Hasil Uji statistik dengan menggunakan uji mann whitney  diperoleh nilai p= 0,002, dimana p< 0,005 artinya dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara peran promosi kesehatan oleh bidan dalam persiapan birth preparedness terhadap kesiapan ibu hamil trimester III di Puskemas Bulili dan Birobuli Tahun 2017. Dengan demikian diharapkan Bidan  hendaknya proaktif    dalam    memberikan promosi kesehatan tentang manfaat diberikan pendidikan  kesehatan  khususnya mengenai persiapan persalinan pada ibu primigravida trimester III Kata kunci: Promosi kesehatan, Birth preparedness, Kesiapan  ibu  hamil  trimester  III 
EFEKTIFITAS REFLEK PUTING MAMMAE (RPM) PADA IBU BERSALIN KALA IV DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI KLINIK PRATAMA JAMBU MAWAR PEKANBARU TAHUN 2018 susi hartati
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.102 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.57

Abstract

AbstractMaternal Mortality Rate in Riau Province in 2015 was 108.9 every 100,000 live births, currently the cause of maternal death is 55% of bleeding events in maternity mothers in Riau Province. The highest number of post partum at the Pratama Clinic of Jambu Mawar in Pekanbaru with a total of 159 postpartum every year. The purpose of this study was to determine the effectiveness of nipple reflexology (RPM) on maternity mothers in the fourth stage with postpartum hemorrhage at the Primary Clinic of Jambu Mawar Pekanbaru in 2018. This type of research was quantitative with a quasi-experimental design. The research was carried out at the Pratama Clinic Jambu Mawar Pekanbaru. Time from January to August 2018. Population of 87 people, a sample of 10 people every group.  Analyze univariate and bivariate data using Chi Square test. The results of this study were a relationship between nipple stimulation in maternity at stage IV with post partum hemorrhage at the Pratama Clinic of Jambu Mawar Pekanbaru  with p-value = 0.048 and there was a relationship between early breastfeeding initiation (IMD) in maternity at stage IV with post partum hemorrhage in Clinic  Pratama Jambu Mawar Pekanbaru p-value = 0.033 α = 0.05. Suggestions are expected to the Pratama Clinic of Jambu Mawar Pekanbaru to do Mammae Nipple Reflexology (RPM) can be done on post partum mothers to reduce bleeding. Keyword : Early Breastfeeding Initiation,  Mammae Nipple Reflexology and Hemoragghe Post Partum
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG MILLIARIASIS PADA BAYI UMUR 0-1 TAHUN DI DUSUN SEPULUH DESA SEI ROTAN KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2018 Sri Rejeki
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.258 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.41

Abstract

Milliariasis merupakan penyakit kulit lainnya selain iritasi kulit yang sering di alami bayi, gangguan kulit ini juga di kenal dengan sebutan keringat buntet, karena bentuknya terlihat berupa bintil-bintil yang terkadang berisi air, milliaria menimbulkan rasa gatal, kulit di sekitarnya memerah. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) World Health Organization 2006), melaporkan tiap tahun terdapat 80% penderita milliaria diantaranya 65% terjadi pada bayi. Profil Kesehatan  Sumatra Utara tahun 2008 menyebutkan jumlah bayi yaitu 6.350 dan yang menderita  milliaria sebanyak  (34,13%)  pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang milliariasis pada bayi umur 0-1 tahun berdasarkan pendidikan, pekerjaan, dan umur. Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di ambil secara accidental sampling yaitu ibu yang kebetulan berkunjung ke Kader membawa bayinya ada 52 orang. Data yang di ambil data primer dengan mengunakan kuesioner pada ibu yang memiliki bayi umur 0-1 tahun, analisis data di gunakan secara univariat dan di sajikan dalam bentuk tabel, Hasil Penelitian berdasarkan pengetahuan bahwa mayoritas pengetahuan cukup sebanyak 21 responden (40,3%), minoritas pengetahuan kurang sebanyak 15 responden (28,9%). Hasil penelitian berdasarkan pendidikan bahwa mayoritas Pendidikan SD/SMP sebanyak 29 responden (55,8%), dan minoritas perguruan tinggi sebanyak 5 responden (9,6%). Hasil Penelitian berdasarkan pekerjaan bahwa mayoritas pekerja sebagai Wiraswasta sebanyak 26 responden (50%), dan minoritas Pekerja Sebagai PNS sebanyak 5 responden (9,7%). Hasil penelitian berdasarkan umur bahwa mayoritas responden umur 20-35 tahun sebanyak 40 responden (77%), dan minoritas umur < 20 sebanyak 4 responden (7,7%). Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan perannya dalam memberikan informasi dan penyuluhan tentang penyakit kulit pada bayi terutama milliariasis. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu Tentang Milliariasis Pada Bayi
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMA NEGERI BAHOROK TAHUN 2017 Lenny Lusia Simatupang
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.379 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.58

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja kini masuk di dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Negara wajib menyediakan informasi dan edukasi kesehatan, termasuk kesehatan reproduksi, bagi remaja agar dapat hidup sehat dan bertanggung  jawab (Anonim,2007). Pengetahuan remaja tentang masalah kesehatan reproduksi masih relatif rendah. Kurangnya pengetahuan tentang biologi dasar pada remaja mencerminkan kurangnya pengetahuan tentang resiko yang berhubungan dengan tubuh mereka dan cara menghindarinya (Pinem, 2009). Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Tahun 2017 Design penelitian ini bersifat deskriptif kuantitaf yang artinya dilakukan secara sistematis dan lebih menekankan data faktual pada penyimpulan, dimana data-data diperoleh peneliti secara langsung dari responden dengan menggunakan kuesioner. Partisipan dalam penelitian  berjumlah 44 orang siswa SMA Negeri 1 Bahorok yang dipilih dengan teknik purpossive sampling.. Data-data yang terkumpul  diolah melalui komputerisasi dan dianalisis secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi dan membandingkan dengan teori-teori hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa persentase tertinggi pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah tingkat pengetahuan cukup dengan jumlah 27 orang (61%).Kata kunci  : pengetahuan, remaja putri, reproduksi
EFEKTIFITAS SUSU KEDELAI TERHADAP PENURUNAN GEJALA HOT FLUSH PADA WANITA KLIMAKTERIUM Hetty Maria Sihotang
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.782 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.55

Abstract

The end of the menstrual period (menopause) is often accompanied by a number of symptoms, such as hot flashes, night sweats, fatigue, insomnia, depression, anxiety, memory disorders, urogenital symptoms, and often causes impaired quality of life. Of all these symptoms, hot flashes are reported as one of the most disturbing symptoms that affect up to 80% of women. In women who produce less estrogen, isoflavones (phytoestrogens) can produce enough estrogen activity to overcome symptoms due to menopause, such as hot flashes, one of which is sourced from soybeans. The purpose of this study was to determine the effect of soy milk on the reduction of hot flush symptoms in climacterial women. This study used a quasi-experimental method with the One Group Pretest-Postest design of 30 climacterial women, who met the inclusion and exclusion criteria were given soy milk 100 mg/day (90 days). The bivariate analysis used in this study is a non-parametric difference test with the Wilcoxon test. The results of bivariate analysis by comparing the pre and posttest values showed the value of ρ = 0.001 (ρ <0.05). The conclusion is that giving soy milk affects the reduction of hot flush symptoms in climacteric women. Keywords: Soya Milk, Reduction, Hot Flush
PENGARUH REINFORCING FACTOR TERHADAP PERILAKU SEKSUAL SISWI DI SMA NEGERI X MEDAN TAHUN 2013 masta hutahaean
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.057 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.42

Abstract

PENGARUH REINFORCING FACTOR TERHADAP PERILAKU SEKSUAL SISWI DI SMA NEGERI X MEDANTAHUN 2013 Masta Melati HutahaeanSTIKes Murni TeguhProgram Studi DIII Kebidananmastahutahaean020101@gmail.com ABSTRAK Perkembangan remaja Indonesia banyak terhambat oleh berbagai hal, saat ini siapapun termasuk remaja bisa dengan mudah memperoleh tontonan seksual yang selama ini ditabukan untuk dibahas secara transparan. Penelitian ini adalah studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh reinforcing factor terhadap perilaku seksual siswi di SMA Negeri X Medan dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang siswi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik quota sampling. Menggunakan uji statistik chi square. Hasil uji statistik menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara peran orang tua (p value =0,04), peran guru (p value=0,002) dan peran teman sebaya (p value=0,02) terhadap perilaku seksual siswi di SMA Negeri X Medan. Peran guru merupakan faktor yang dominan memengaruhi perilaku seksual siswi dengan OR=13,131 artinya siswi yang memiliki perilaku seksual positif memiliki dukungan peran guru sebesar 13,131 kali diabndingkan dengan siswi yang memiliki perilaku seksual negatif. Oleh karena itu perilaku seksual siswi paling utama dipengaruhi oleh informasi yang tepat dan akurat yang diperoleh dari guru.Bagi SMA Negeri X Medan, agar mempertimbangkan dalam upaya peningkatan kualitas  dan kuantitas pendidikan kesehatan reproduksi bagi peserta didik di sekolah baik melalui kurikulum pendidikan seperti  mata pelajaran biologi dan agama serta mengadakan penyuluhan tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja sehingga pengetahuan peserta didik mengenai kesehatan reproduksi dapat ditingkatkan lagi. Kata Kunci    : Reinforcing Factor, Perilaku Seksual Siswi
DETERMINANT OF MIDWIFE OBEDIENT IN VILLAGES TOWARDS STANDARD OF ANTENATAL CARE IN WORKING AREA OF PUBLIC HEALTH CENTRE (PUSKESMAS) OF WANI II 2018 ARFIAH ARFIAH
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.02 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.60

Abstract

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai standar pelayanan kesehatan antenatal. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan kepatuhan bidan di desa terhadap pelaksanan standar antenatal care. Penelitian ini menggunakan rancangan Cross sectional untuk melihat hubungan tingkat kepatuhan bidan di Desa terhadap pelaksanaan standar antenatal care. Sampel sebanyak tiga puluh bidan di desa Wani II yang ditetapkan secara purposif. Data diuji menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan bidan menerapkan standar antenatal care di Puskesmas Wani II Kecamatan Tanantovea rbelum baik 76.7%, p = 0.014 lebih kecil dari alpha 0.05 terdapat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan bidan terhadap standar antenatal care, nilai p = 0.021 lebih kecil dari alpha 0.05 terdapat hubungan motivasi dengan kepatuhan bidan terhadap standar antenatal care, nilai p = 0.008 lebih kecil dari alpha 0.05 terdapat hubungan persepsi dengan kepatuhan bidan terhadap standar antenatal care. Tenaga kesehatan khususnya bidan, menciptakan kebijakan system reward & punishment yang sesuai kondisi bagi bidan dan dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan. Kata kunci : Kepatuhan, Standar Antenatal Care, Pengetahuan, Motivasi, Persepsi.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TENAGA KESEHATAN PERAWAT DI RSUD DR. RM. PRATOMO BAGANSIAPIAPI KABUPATEN ROKAN HILIR AGNES FERUSGEL
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.663 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.64

Abstract

Penggunaan alat pelindung diri pada perawat di RSUD DR. RM Pratomo masih dikategorikan kurang dalam pelaksanaan dan penerapannya. Hal ini bisa menyebabkan kecelakaan kerja pada perawat seperti tertusuk jarum, tergores dan penularan penyakit infeksi. Penggunaan APD dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-fakor apa saja yang memengaruhi penggunaan APD pada perawat dan mencari faktor yang lebih dominan.  Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 134 perawat dan sampel sebanyak 100 orang dengan pengambilan sampel menggunakansimple random sampling. Analisis data uji chi- square dan uji regresi berganda binary.hasil menunjukkan ada hubungan  pengetahuan, sikap, ketersedian APD, dukungan rekan kerja dan pengawasan diperoleh nilai <  0,05 dengan penggunaan APD. Hasil uji regresi menunjukkan ada pengaruh ketersediaan APD  dan pengawasan terhadap penggunaan APD pada perawat dengan nilai R2 =0,300. Adapun faktor yang paling dominan berpengaruh adalah variabel ketersediaan APD terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan perawat RSUD Dr. RM. Pratomo. Disarankan kepada pimpinan Rumah Sakit agar menambah ketersediaan APD dan memberikan sanksi tegas jika perawat tidak menggunakan alat pelindung diri. Kata Kunci : Ketersedian, Pengawasan, Penggunaan APD, Perawat 
GAMBARAN KINERJA PERAWAT DALAM TINDAKAN PERAWATAN LUKA PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN TAHUN 2017 lisda simanjuntak
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.207 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.43

Abstract

   GAMBARAN KINERJA PERAWAT DALAM TINDAKAN PERAWATAN LUKAPADA PASIEN POST  OPERASI  SECTIO CAESAREADI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDANTAHUN 2017 Oleh :Lisdayanti Simanjuntak dan Tani AstutiDosen Tetap Yayasan Pendidikan Harapan Mama Medan ABSTRAK Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) tahun 2013 menyatakan bahwa persalinan dengan  sectio caesarea di Australia (32%), sedangkan di China terjadi peningkatan yaitu (24,8%)  menjadi ( 27%). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan kelahiran bedah sesar sebesar 9,8 % dengan proporsi tertinggi di DKI Jakarta (19,9%) dan terendah di Sulawesi Tenggara. Dengan adanya fakta terbaru ini, upaya Indonesia untuk mencapai target penurunan AKI berdasarkanMillenium Development Goals (MDGs), yakni 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 menjadi semakin sulit untuk dicapai. Angka Kematian Ibu tersebut meningkat diperkirakan akibat dari komplikasi kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bersifat deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan kinerja perawat tentang perawatan luka post operasi sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bertugas merawat pasien Post opersi Sectio Secaria .Hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa gambaran pengetahuan kinerja perawat tentang perawatan luka post operasi sectio caesarea adalah mayoritas kinerja perawat dalam melakukan perawatan luka sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) berdasarkan kualitas dilakukan sebanyak 14 thap ( 93% ) dari total 15 point hanya 1 ( 7% ) yang tidak dilakukan yaitu mencatat tindakan dan keadaan luka serta reaksi pasien saat dilakukan perawatan luka dan mayoritas kinerja perawat berdasarkan kuantitas dilakukan sebanyak 2 point ( 67 % ) dari total 3 point  dan tidak dilakukan 1 point ( 33%)  yaitu melakukan cuci tangan dengan alcohol gel sebanyak 3 kali..Diharapkan kepada perawat untuk terus aktif mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang perawatan luka dan mengikuti pelatihan khususnya perawatan luka. Kata Kunci                : Kinerja Perawat, Perawatan Luka, Post Operasi Sectio Caesarea                                     

Page 1 of 2 | Total Record : 18