Articles
176 Documents
Pembinaan Perpustakaan Pusat Informasi Teknologi Pertanian (Pitp) Fakultas Teknologi Pertanian Ipb
Khayatun .
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (518.951 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.11.2.%p
Perpustakaan Pusat Informasi Pertanian (PITP) adalah perpustakaan fakultas yang didirikan oleh Fakultas Teknologi Pertanian IPB dan dibina oleh Perpustakaan IPB. Pimpinan fakultas ini sangat menyadari akan pentingnya peran perpustakaan dalam menunjang pelaksanaan Tridharma PT. Dukungan pihak Fakultas terlihat dari koleksi bahan perpustakaan dan fasilitas perpustakaan yang disediakan untuk pemustaka. Namun koleksi dan fasilitas tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan yang baik. Perpustakaan IPBsebagai pembina perpustakaan fakultas mengadadakan kegiatan pembinaan perpustakaan fakultas yang ada di lingkungan IPB dengan tujuan: (1) mengelola perpustakaan sesuai standar, (2) meningkatkan jumlah koleksi baik tercetak maupun digital, (3) menghimpun koleksi IPBana karya staf pengajar fakultas, (4) mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Pembinaan dilakukan dari bulan Maret 2011 sampai dengan Pebruari 2012. Kegiatan yang dilakukan selama pembinaan adalah : 1) meningkatkan jumlah koleksi bahan perpustakaan elektronik, baik jurnal maupun buku dengan cara mengunduh dari internet dan mengunggahnya ke situs http://fateta.ipb.ac.id.; 2) mengolah buku yang belum diolah sesuai standar ; 3) mengedit pangkalan data; 4) menghimpun koleksi IPBana karya staf pengajar Fateta IPB; 5) merencanakan pengembangan tahun 2012.Keywords : library management, library development programe, Faculty of Agricultural Technology
Mengetahui Dan Menghapus Data Dobel Dengan Microsoft Excel
Subagyo .
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2120.225 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.11.2.%p
Sering kita menjumpai kondisi data dobel dari berbagai rekaman bibliografisbaik dalam bentuk basisdata maupun dalam “sheet” suatu program aplikasi.Elemen bibliografis atau isian ruas dari basisdata kemungkinan ada tekspengontrolannya seperti authority file, pick dan lain-lain. Dengan demikian datadobel dapat dicegah atau dihindari dalam rekamannya. Pada basisdata, datatertentu seperti SQL, biasanya data dobel akan ditolak atau ada pemberitahuanbahwa data sudah ada. Bagi basisdata yang tidak ada kendali terhadap isian ruasyang sama, maka input data akan sulit mengetahui masalah dobel data.
Kiprah Tim Penilai Pustakawan Dalam Memotivasi Pustakawan Mengajukan Angka Kredit
Sutarsyah .
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.493 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.11.2.%p
Fakta masih banyaknya pustakawan dan calon pustakawan yang malas dan mandek mengajukan usulan penetapan angka kredit, berdampak pada tereliminasinya para pustakawan yang telah menduduki jabatan fungsional baik melalui jalur impasing maupun yang melalui usulan angka kredit. Bahkan beberapa calon pustakawan yang notabene bekerja di perpustakaan lembagapemerintah dengan latar belakang pendidikan diploma dan sarjana perpustakaan; setelah bekerja hampir 12 tahun di perpustakaan belum juga mengajukan angka kredit sebagai penilaian terhadap prestasi kerja pustakawan.Kondisi ini sangat memprihatinkan. Padahal menurut KEPMENPAN Nomor 23 Tahun 2002 pasal 3 ayat 2 disebutkan bahwa jabatan fungsional pustakawan adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telahberstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil, dalam hal ini para pengelola perpustakaan memiliki kebebasan dalam menentukan kariernya minimal 2 tahun sekali mereka dapat naik pangkat dan jabatan, sehingga para pustakawan dapat mencapai jenjang tertinggi
Tahukah anda www.elibisis.perpustakaan.ipb.ac.id
Azizah .
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (832.215 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.11.2.%p
ElibISIS adalah Electronic Library berbasis data CDS/ISIS, dibuat untuk menyajikan database koleksi Perpustakaan Pusat IPB dan Perpustakaan Fakultas yang ada di lingkungan IPB, agar dapat diakses melalui jaringan intranet maupun internet.
Cara Praktis Membuat Label Buku (Nomor Panggil) Dengan Winisis
Azizah .;
Fery Siswadi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3456.932 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.11.2.%p
WINISIS CDS/ISIS (Compu-terized Documentation Services/ Integrated Sets of Information Systems) dibuat oleh UNESCOsejak tahun 1985, adalah perangkat lunak sistem penyimpanan dan temu-kembali informasi (Information Storage and RetrievalSystem) yang dirancang khusus untuk komputerisasi pengelolaan database nonnumerik terstruktur. CDS/ISIS sangatcocok digunakan untuk komputerisasi perpustakaan atau lembaga informasi lainnya yang banyak menggunakan datateks pada database yang dikelolanya. Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh CDS/ISIS adalah fasilitas untuk mencetak sebagian atau seluruh katalog dan indeks dalam bentuk teks. Hal inidapat dimanfaatkan oleh bagian pengolahan bahan pustaka dalam kegiatan melengkapi bahan pustaka atau yang lebihdikenal dengan kegiatan pencetakan label. Biasanya kegiatan pencetakan label dilakukan dengan cara mengetik nomorpanggil bahan pustaka menggunakan program pengolah kata, misalnya Microsoft Word. Namun cara tersebut akan sulit dilakukan dan akan menghabiskan banyak waktu jika label yang akan kita cetak cukup banyak.
Membangun Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Dengan CDS/ISIS
Yaya Suryanata
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (614.851 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.1.%p
Perkembangan teknologi infor-masi (komputer dan telekomunikasi) sangat dirasakan manfaatnya dalam berbagai bidang pekerjaan, terutama dalam hal ketepatan dan kecepatan proses. Berbagai bidang pekerjaan telah banyak memanfaatkan teknologi informasi untuk menangani pekerjaan-pekerjaan rutin, seperti pekerjaan administrasi dan keuangan, pengelolaan database, pengolahan data, dan lain sebagainya.Perpustakaan sebagai salah satu lembaga informasi dituntut untuk menggunakan dan mengikuti perkem-bangan informasi secara berkelanjutan. Dengan harapan perpustakaan dapat meningkatkan peran dan fungsinya dalam memberikan mutu pelayanan yang baik kepada pemustaka, terutama dalam kegiatan pengelolaan database perpustakaan, penelusuran informasi, sirkulasi, dan kegiatan-kegiatan lainnya.Perangkat lunak sebagai salah satu komponen dari teknologi informasi perkembangannya sejalan dengan per-kembangan teknologi informasi itu sendiri. Perangkat lunak untuk database management systems (DBMS) telah banyak digunakan untuk membangun sistem informasi manajemen, terutama pada pekerjaan yang menangani data dalam jumlah banyak. CDS/ISIS adalah salah satunya, dikeluarkan oleh UNESCO sejak tahun 1985.
Penguatan Peran Perpustakaan Dalam Komunikasi Ilmiah (Scholarly Communication) Di Lingkungan Akademik
Irman Siswadi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.153 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.1.%p
Scholarly communication and academic environment are interelated and interdependent to each other. Academic environment is where scholars consisting of faculty members, researchers and student meet. They produce most of scholarly writing and access to scholay resources as their references. They are both author and reader components. In library perspective, they are users. Libraries in academic environment will function well in the support of information technology. Information technology supports scholarly communication as well. Internet, if you like, has provided a significant support on scholarly communication process. Access to scientific writings in any formats is easier and faster using internet than other tools. Searching current articles and sending email to authors can be done directly in second. It is clear that the use of information technology is a must in supporting scholarly communication. Library as an established institution that has long supported scholarly communication needs continues reformation. Sustainable action of reform to scholarly communications have to be done. There are many factors to be paid attention to such as university policies; partnership between library and working units in university; involvement of civitas academica; use of handbook; information library sites; human resources development.Keywords: Scholarly Communication, Academic Environment, Information Technology, Library
Analisis Kepuasan Pemustaka Perpustakan Kebun Raya Bogor
Sutarsyah .
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.38 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.1.%p
Perpustakaan KRB merupakan tempat penyimpanan informasi kelembagaan (local content) berbagai publikasi kebun raya dalam bentuk buku dan jurnal. Publikasi tersebut perlu diinformasikan kepada masyarakat. Untuk mengetahui kepuasan pemustaka dalam mendapatkan informasi tentang perkebunrayaan, Unit Perpustakaan menyebarkan kuesioner kepada para pemustakanya dari bulan Januari - Desember 2012. Dari 150 kuesioner yang telah disebarkan terkumpul 120 kuesioner. Kuesioner yang terkumpul kemudian diolah, ditabulasi dan dianalisis. Responden yang menyatakan baik tentang fasilitas dan kenyamanan ruang sebanyak 76 persen. Hal ini dimungkinkan karena sarana dan prasarana yang telah tersedia sudah cukup memenuhi keinginan pemustaka. Sebanyak 69 persen dari total responden sudah dapat menggunakan buku tamu elektronik dengan mudah. Responden yang menyatakan jam kunjungan baik sebanyak 73 persen, artinya jam kunjungan sudah sesuai dengan harapan pemustaka Perpustakaan. Pemustaka yang menyatakan bahwa koleksi perpustakaan kurang sebanyak 18 orang, Hal ini dikarenakan pada tahun 2011-2012, Perpustakaan tidak memiliki dana untuk pembelian buku luar negeri. Responden yang menyatakan layanan staf perpustakaan kepada pemustaka baik berjumlah 85 orang, yang menyatakan istimewa 30 orang. Dari hasil analisis kepuasan pemustaka di atas maka dapat disimpulkan bahwa, secara umum pemustaka merasa puas dengan layanan Perpustakaan KRB. Namun masih perlu ditingkatkan jumlah dan jenis koleksinya, serta terus dilakukan peningkatan kompetensi petugas perpustakaannya baik melalui diklat, magang maupun pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian petugas perpustakaan akan semakin profesional dalam melayani kebutuhan pemustaka.Keywords : User satisfaction, Bogor Botanical Garden Library, User library
Profil Perpustakaan Umum Di Jawa
Rochani Nani Rahayu
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.649 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.1.%p
Keberadaan Undang-undang No: 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan memicu pertumbuhan perpustakaan yang sangat nyata di Indonesia. Analisis tentang Perpustakaan Umum di Jawa dapat membantu Perpustakaan Nasional di dalam melakukan tugas pembinaan kepada mereka. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) jumlah perpustakaan; 2) status perpustakaan; 3) luas perpustakaan; 4) koleksi perpustakaan; 5) situs web; 6) sumberdaya manusia perpustakaan; 7) anggaran perpustakaan dan 8) jam buka perpustakaan. Sumber data yang digunakan adalah Direktori Perpustakaan Umum berjudul Profil Perpustakaan Umum Provinsi & Kabupaten/Kota se-Indonesia Wilayah 2, terbitan Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Tahun 2011. Data yang diperoleh diolah dan disajikan dalam bentuk tabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh adalah :1) Perpustakaan Umum di Jawa berjumlah 123 buah; 2) Berstatus badan sebanyak 10 buah, kantor sebanyak 111 buah, dan UPT sebanyak 2 buah. Perpustakaan Umum yang berstatus badan yaitu Perpustakaan Kabupaten Malang, Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya dan Kabupaten Serang; 3) Total luas perpustakaan 134.153 m2; 4) Koleksi tercetak berjumlah 1.338.593 judul (3.777.786 eksemplar); 5) Sudah memiliki situs web 58 perpustakaan; 6) Jumlah SDM 2.862 orang; 7) Total anggaran sebesar Rp. 193 M. DKI Jakarta mengalokasikan dana tertinggi; 8) Pelayanan 5 hari kerja sebanyak 52 perpustakaan, 6 hari kerja sebanyak 39 perpustakaan, pelayanan 7 hari kerja 29 perpustakaan dan pelayanan 4 hari kerja sebanyak 1 perpustakaan. Kesimpulan kajian adalah: seluruh kabupaten/kota di Jawa sudah memiliki unit Perpustakaan Umum, dilengkapi dengan ruang baca, koleksi, SDM pengelola, anggaran dan melayani pemustaka selama 1 tahun penuh, dan diijumpai 29 perpustakaan membuka layanan 7 hari/minggu, namun masih ada yang memberikan layanan 4 hari/minggu; akan tetapi belum semua Perpustakaan Umum di Jawa memiliki situs /web site.Keywords: Public libraries; Java; Human resources; Funds; Library collections; Information services
Profil Pusat Dokumentasi Dan Informasi Ilmiah
Rochani Nani Rahayu
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.688 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.1.%p
Sejarah dan Struktur OrganisasiPusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah berdiri diawali dengan ter-bentuknya Bagian Dokumentasi, seiring dengan berdirinya Majelis Ilmu Penge-tahuan Indonesia pada tahun 1956. Sesuai dengan perkembangan jaman, pada tanggal 1 Juni 1965, Bagian Dokumentasi tersebut berubah menjadi Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Research Nasional Nomor : 107/M/ Kpts/Str/65.