cover
Contact Name
Makhyatul Fikriya
Contact Email
mahyafi@yahoo.co.id
Phone
+6285736448018
Journal Mail Official
jurnalhq@gmail.com
Editorial Address
Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang Jl. Raya Jogoroto, Sumberbendo, Jogoroto, Kec. Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61485
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an
ISSN : 27228991     EISSN : 27228983     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Hamalatul Quran : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Quran is Journal the publishes scientific articles on research in fields related to the Quran sciences
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022): June 2022" : 5 Documents clear
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Peserta Didik di SDIT Al-Muhajirin Jakarta Utara Sri Lutfiatul Ulfa
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 3 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v3i1.31

Abstract

Kondisi kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik SDIT Al-Muhajirin Jakarta Utara masih belum lancar, sehingga diperlukan strategi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an peserta didik menjadi lebih baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui strategi yang digunakan guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian ini kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan data penelitian melalui observasi, instrumen wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik di SDIT Al-Muhajirin, pertama menggunakan metode qiroati dengan strategi sorogan, kedua guru menuntun bacaan Al-Qur’an dan mengelompokkan peserta didik sesuai dengan kemampuannya, ketiga guru memberikan latihan hafalan Al-Qur’an kepada peserta didik, keempat klasikal baca simak. Melalui strategi tersebut maka kondisi kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik mengalami peningkatan disetiap pertemuannya
Tradisi Pembacaan Qs. At-taubah ayat 128-129 di Pondok Pesantren Roudhatul Qoni’in Serang (Study Living Qur’an): Living Qur'an Nur Ummah; Ulhiyah Ulhiyah; Bella Yuskhan
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 3 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v3i1.32

Abstract

Berbagai kalangan masyarakat, termasuk santriwati di Pondok Pesantren Roudhatul Qoni’in Serang, aktif terlibat dalam usaha umat Islam dalam berinteraksi dengan al-Qur’an. Salah satu contohnya adalah melalui pembacaan Qs. Al-Taubah ayat 128-129. Meskipun isi pesan dalam ayat tersebut menjelaskan tantangan berat dalam dakwah yang dihadapi oleh Nabi Muhammad SAW dan perintah untuk berserah diri kepada Allah SWT, namun di Pondok Pesantren Roudhatul Qoni’in Serang, pembacaan dua ayat ini dimaknai sebagai amalan untuk mempermudah rezeki. Dalam konteks ini, pembacaan ayat-ayat tersebut dijadikan sebagai sarana untuk mempermudah rezeki dan segala urusan. Hal ini merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dan interpretasi praktis dari ayat-ayat al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari di pesantren tersebut. Penelitian ini adalah sebuah penelitian yang dilakukan langsung di lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, di mana peneliti secara aktif terlibat dalam pengamatan dan pengumpulan data. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara menjelaskan fakta-fakta yang diamati di lapangan dan kemudian diambil kesimpulan berdasarkan analisis tersebut. Hasil temuan  di lapangan bahwa pembacaan Qs. At-Taubah ayat 128-129 di pondok pesantren raudhatul qoni’in serang ini dilaksanakan rutin  sebanyak tiga kali pada setiap  selesai Wirid ba’da shalat Subuh dan Maghrib dibaca secara berjamaah tentunya dengan bacaan yang benar dan bertempat di mesjid pesantren yang dipimpin langsung oleh H. Ahmad Atthoilah selaku pemimpin pesantren. Latar belakang dari pembacaan dua ayat ini adalah untuk membiasakan para santriwati berzikir dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur’an dan mengamalkan zikir tersebut secara istikamah, juga untuk memperoleh faedahnya
Al-Qur’an sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 3 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v3i1.66

Abstract

The peak era of Islam's glory in the classical period was marked by the development of knowledge in the form of science, theology, philosophy, hadith, the Koran and other sciences. The success did not last long because it was displaced by western civilization and the colonialism and Sufism movements of the Muslim community itself which made Islam decline. Then there was Ziauddin Sardar, an Islamic thinker who was present who wanted to reconcile Western and Eastern civilization with the ideas of Islamic knowledge. This research aims to find out that the Koran is a source of knowledge. This research uses qualitative research methods with the type of library research. The data in this research uses primary data and secondary data. Then analyzed using the tahlili method and content analysis method to achieve the research objectives. After carrying out all the research processes, it can be seen that the letter Al-'Alaq, which is the first revelation, is basically a command to pay attention to science, which contains three aspects, namely the value of skills education, the value of divine education, and the value of intellectual education.
Menimbang Ruang Bebas dan Batas Gerak Perempuan dalam QS. An-Nisā: 34 Nafisatuzzahro', Nafisatuzzahro'
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 3 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v3i1.545

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemaknaan QS. An-nisā: 34 dilihat yang dikaitkan dengan peluang dan batasan peran perempuan dalam berbagai keluarga. Kajian ini dilakukan dengan membandingkan beberapa pemaknaan mufasir klasik maupun kontemporer untuk melihat perkembangan makna yang mungkin muncul dalam berbagai konteks. Selanjutnya untuk mendialogkannya dengan realitas, makna dari ayat ini dihubungkan demngan realitas zaman, khususnya saat ini di era perempuan sudah memiliki kesempatan yang lebih luas untuk bergerak memberikan sumbang sih pada berbagai aspek kehidupan sosial. Dengan tetap memperhatikan konteks masa lalu di saat ayat ini turun dan dengan mempertimbangkan berbagai realitas saat ini, kajian ini berhasil menemukan bahwa QS. An-nisā: 34 tidak hanya berbicara tentang hak dan kewajiban laki-laki atas perempuan, tapi sebaliknya juga hak dan kewajiban perempuan tentang perannya dalam rumah tangga sebagai bagian penting dalam struktur rumah tangga. Demikian juga, merespons berbagai penelitian yang banyak membahas ayat ini untuk melihat peluang gerak perempuan yang oleh mufasir klasik terkesan dibatasi oleh otoritas laki-laki, kajian ini menemukan bahwa dalam memfungsikan ayat ini dalam konteks peran perempuan, makna ayat tidak serta merta cukup dibahas pada kelonggarannya, tetapi juga muncul konsekuensi batas yang secara prinsip tidak dapat ditinggalkan oleh perempuan dalam sebuah keluarga. Dengan demikian, menengahi pendapat mufasir klasik dan para penggerak feminis, kajian ini berargumentasi bahwa QS. An-nisā: 34 pada satu sisi mengandung makna yang tidak membelenggu perempuan atas otoritas laki-laki akan tetapi di sisi lain juga mengandung pesan tentang batasan-batasan yang tidak bisa dilampaui oleh keduanya dalam menjalankan sistem dalam rumah tangga.
Thaharah dalam Perspektif Al-Qur’an: Fondasi Kebersihan Jasmani dan Ruhani dalam Kehidupan Muslim Alfin, Naela Nuril
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 3 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v3i1.551

Abstract

Thaharah, or purification, is a fundamental concept in Islamic teachings that functions as a prerequisite for valid worship and as a manifestation of physical and spiritual cleanliness. In practice, thaharah includes various methods of purification such as wudhu (ablution), tayammum (dry purification), ghusl (ritual bath), and istinja (cleansing after relieving oneself), each with specific conditions and procedures. This study aims to explain the types of thaharah, their implementation, and their relevance in daily life, from the perspectives of both religious observance and public health. The research adopts a qualitative approach using library research methods, relying on classical and contemporary Islamic legal sources. The findings highlight that a proper understanding of thaharah is essential in shaping a disciplined, clean, and Sharia-compliant Muslim identity. Thaharah has significant impacts not only on spiritual well-being but also on personal hygiene and environmental cleanliness. Therefore, education on thaharah should be introduced early in life as part of character building and the cultivation of an Islamic lifestyle.

Page 1 of 1 | Total Record : 5