cover
Contact Name
Muhammad Sandi Rosyadi
Contact Email
muasarah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281253539509
Journal Mail Official
muasarah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muasharah/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
ISSN : -     EISSN : 28287746     DOI : -
Fokus dalam jurnal ini adalah "Islam Kontemporer" dan lingkupnya adalah: Islam sebagai Ajaran Islam sebagai lembaga Islam sebagai praktik ekonomi Islam dan politik Islam dan kebudayaan Penerapan Islam oleh penganutnya
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): Desember" : 6 Documents clear
TOLERANSI DALAM KERAGAMAN: STUDI KASUS MASYARAKAT DESA GATAK, JAWA TENGAH Puput Dwi Lestari
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 1, No 1 (2019): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.476 KB) | DOI: 10.18592/msr.v1i1.3263

Abstract

Abstract: This article takes readers to the Village of Gatak in Central Java to see the tolerance of its multi-faith residents. The author interviewed the village figures, including the village head, religious leaders and the youth to understand the values that support a harmonious social life. She also observed activities that involve villagers regardless of their religions, including, the celebrations of religious holidays. The case of the Village of Gatak shows that tolerance develops with the support of some factors. For example, religious leaders hold and disseminate religious arguments for tolerance. Village leaders lead by examples in cultivating harmony within the community. Members of the community themselves must realize that they need others in life and that they need to respect others if they want peace. The lesson from the Village of Gatak affirms similar findings from other places in Indonesia on tolerance by previous researchers.  Abstrak: Artikel ini mengajak pembaca mengunjungi Desa Gatak, di Jawa Tengah untuk melihat toleransi masyarakatnya yang multi-agama. Penulis mewawancarai tokoh-tokoh masyarakat, agama dan pemuda untuk menggali nilai-nilai yang melandasi kehidupan sosial yang rukun. Dia juga mengobservasi kegiatan-kegiatan yang melibatkan semua warga desa tanpa membeda-bedakan agamanya, terutama di perayaan hari besar nasional dan hari besar keagamaan. Berdasarkan penelitian lapangan di Desa Gatak, penulis menyimpulkan bahwa toleransi bisa dibangun jika sejumlah aspek mendukung. Misalnya, argumen keagamaan yang mendukung tolerasi dipegang oleh pemuka-pemuka agama dan disebarkan kepada masyarakat. Keteladanan dari tokoh-tokoh masyarakat yang selalu berupaya menciptakan kerukunan di antara warganya. Masyarakatnya sendiri harus menyadari bahwa mereka perlu orang lain dalam hidup dan perlu menghormati orang lain jika ingin kedamaian. Pelajaran dari Desa Gatak mengafirmasi sejumlah temuan dari wilayah lain oleh peneliti-peneliti lainnya.
PANCASILA DAN AJARAN ISLAM: MENEGASKAN KEMBALI ARGUMEN PENERIMAAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Sifa Arif Setiawan
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 1, No 1 (2019): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.33 KB) | DOI: 10.18592/msr.v1i1.3266

Abstract

Abstract: Pancasila has been placed in opposition with Islam recently. This view is ahistorical and does not reflect sound understanding of Islamic teachings. This article re-affirms the argument to accept Pancasila as the state foundation. I combine historical data and reading of Islamic doctrines that emphasize the compatibility of the values of Pancasila and the values of Islam, also practices of Muslims in Nusantara. The implementation of the values of Pancasila will cultivate Islam ala Indonesia, which is friendly towards other ethnic groups, nations and religions, and will facilitate co-existence within diversity.Abstrak: Pancasila kembali dihadap-hadapkan dengan Islam dalam beberapa waktu terakhir. Pandangan ini sebenarnya ahistoris dan tidak mencerminkan pemahaman akan ajaran Islam. Artikel ini menegaskan kembali argumen penerimaan Pancasila sebagai dasar negara. Saya akan memadukan antara data sejarah dan pemahaman akan doktrin agama yang menekankan kesesuaian antara nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai Islam serta praktik Muslim di Nusantara. Saking sesuainya antara kedua hal itu, pengamalan nilai-nilai Pancasila akan memupuk tumbuh suburnya Islam ala Indonesia yang ramah bagi semua suku, bangsa dan agama lainnya serta terwujudnya suatu bangsa yang hidup bersama secara harmonis dan sejahtera dalam keragaman.
MAQASHID AL-QUR’AN: PERSPEKTIF ULAMA KLASIK DAN MODERN Khalilah Nur ‘Azmy
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 1, No 1 (2019): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.731 KB) | DOI: 10.18592/msr.v1i1.3267

Abstract

Abstract: This article compares Maqashid Al-Qur’an or main themes of al-Qur’an as identified by classical and modern time exegetes. The analysis on four classical Qur’anic scholars and four modern-time exegetes indicates that the main themes of al-Qur’an evolve from time to time. It shows that classical Qur’anic scholars tended to view that al-Qur’an focuses on theological issues surrounding tauhid, prophethood and the Hereafter, while modern-time scholars thought that al-Qur'an also paid serious attentions to contemporary concerns. This article also discusses Maqashid Al-Qur’an as a critique to exegeses that filled the space with unimportant matters, such as detailed historical events mentioned in al-Qur’an as opposed to focusing on explaining the objective of a verse or sȗrah. Finally, it suggests that the awareness of Maqashid Al-Qur’an opens the space for new mufassir to find the relevance of al-Qur’an for their age. Abstrak: Artikel ini membandingkan Maqashid al-Qur’an atau tema-tema pokok al-Qur’an hasil pemikiran mufassir klasik dan modern. Analisis terhadap empat ulama klasik dan empat penafsir zaman modern menunjukkan adanya perkembangan tema-tema pokok al-Qur’an dari waktu ke waktu. Para ahli tafsir klasik cenderung melihat bahwa al-Qur’an berkonsentrasi pada isu-isu teologis meliputi ketuhanan, kenabian, dan akhirat, sementara para ahli tafsir modern menganggap bahwa al-Qur’an juga memberikan perhatian serius pada masalah-masalah kontemporer. Artikel ini juga mendiskusikan Maqashid al-Qur’an sebagai sebuah kritik terhadap para ahli tafsir yang membahas hal-hal yang kurang penting, seperti rincian peristiwa sejarah yang disebutkan di dalam al-Qur’an ketimbang menjelaskan tujuan dari sebuah ayat atau surah. Akhirnya, artikel ini menyarankan bahwa kesadaran akan Maqashid al-Qur’an akan membuka ruang bagi para mufassir baru untuk menemukan kesesuaian antara al-Qur’an dan tantangan zaman mereka.
TASAWUF DI WILAYAH PERKOTAAN: STUDI KASUS PENGAJIAN GURU YADI DI KOTA BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN Ridha Risda Yanti
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 1, No 1 (2019): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.311 KB) | DOI: 10.18592/msr.v1i1.3269

Abstract

Abstract: In South Kalimantan, there are many tasawuf study groups, including the open and the secretive ones. This article discusses one example of secretive tasawuf study group located in Banjarmasin, the capital of South Kalimantan. The main focus is on the tasawuf teachings and practices of a man called Guru Yadi. To reflect on some sufi teachings, members of this study group practice some rituals unsual to other tasawuf study groups, namely, immersing their bodies in a pool filled with water and ice, laying down in a coffin to reflect on death, and sitting in an area where masquuitoes are plenty, training themselves of contentment. In addition to death reflection and contentment training, the main teachings of this study group are repentance, donation-making, and treating others nicely. Istigfar is a compulsory sacred recitation for the members, beside a variety of sholawat and Surah al-Ikhlas, before they start the above rituals. Based on my observation, this study group develops a falsafi-cum-akhlaki type of tasawuf. Abstrak: Di Kalimantan Selatan, terdapat banyak pengajian-pengajian tasawuf, baik yang terbuka maupun yang rahasia (sirr). Artikel ini mendiskusikan salah satu contoh pengajian tasawuf sirr yang berlokasi di Kota Banjarmasin. Pembahasan di sini meliputi ajaran dan praktek tasawuf asuhan seorang yang dikenal sebagai Guru Yadi. Untuk meresapi ajaran tasawuf, di pengajian ini ada sejumlah praktek yang tidak biasa, misalnya, menghilangkan rasa dengan berendam di kolam es, merenungi kematian dengan berbaring di peti mati, dan duduk tafakkur sambil melatih ikhlas di tempat yang banyak nyamuk. Selain mengingat mati dan melatih ikhlas, ajaran pokok lainnya dalam pengajian ini adalah bertaubat, bersedekah dan berbuat baik dengan sesama makhluk. Istigfar menjadi bacaan wajib bagi semua anggota jamaah pengajian ini, selain bermacam sholawat dan surah al-Ikhlas, sebelum mereka melaksanakan semua praktek di atas. Berdasarkan pengamatan saya, corak tasawuf yang dikembangkan di pengajian ini adalah falsafi dan akhlaqi.
SASTRA LISAN MENOLAK MATI: CERITA DAN PANTUN ISLAMI SEBAGAI MEDIA DAKWAH DI PUNGGUR, PONTIANAK Saripaini Saripaini
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 1, No 1 (2019): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.895 KB) | DOI: 10.18592/msr.v1i1.3268

Abstract

Abstract: Nowadays, television and gadget are so dominant in public and private places. The culture of watching TV and smart phones sidelines the tradition of listening to storytelling. But oral literature is not extinct with the advancement of communication and information technology. The case that this author found in Punggur Village, Pontianak, showed that oral literature, specifically, the religious genre, survived despite the bombardment of various entertainments broadcasted through electronic and digital media. Religious instructors in the village deliver moral messages to children learning al-Qur’an recitation through poems and stories. In fact, the method of storytelling has its own attraction in fostering children's interests to learn about religion. Abstrak: Dewasa ini, kehadiran televisi dan gawai begitu dominan di ruang publik dan privat. Budaya menonton TV dan ponsel pintar menggeser tradisi mendengarkan penuturan cerita secara lisan. Namun sastra lisan tidak punah diterjang perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Kasus yang penulis temukan di Desa Punggur, Pontianak, menunjukan bahwa sastra lisan, spesifiknya, yang bergenre agama, bertahan di tengah gempuran tontonan dan hiburan yang disiarkan melalui media elektronik dan digital. Di sana, guru-guru agama menyampaikan pesan moral kepada anak-anak yang belajar membaca al-Qur’an dengan menggunakan pantun dan cerita. Metode bercerita memiliki daya tarik tersendiri dalam menumbuhkan minat anak-anak untuk belajar agama.
JURNAL ONLINE SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PEMBELAJARAN DI IAIN SAMARINDA Heisma Yulianita Sari
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol 1, No 1 (2019): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.324 KB) | DOI: 10.18592/msr.v1i1.3270

Abstract

Abstract: IAIN Samarinda is one of the higher educational institutions that have used online journals in teaching and learning. This article investigates student attitudes and behavior with regard to the use of internet for the search of references that support the discussion in the classrooms and the writing of papers. This study involves 39 students and 6 lecturers from IAIN Samarinda, who gave data through questionaires. The author finds that the majority of respondents from students used internet for learning. This is in line with the use of digital sources by all lecturers interviewed for this study. The majority of student samples also agreed with the use of online journals for the courses they took. This is in line with the practice of most lecturers in the sample that makes compulsory the use of academic articles for assignments. Finally, the majority of the students in the sample also reported that they found online articles suitable for their courses. This study shows signs that digital literacy has began to entrench in IAIN Samarinda. Abstrak: IAIN Samarinda merupakan perguruan tinggi yang mulai menggunakan jurnal online dalam proses pembelajaran. Penulis artikel ini menginvestigasi bagaimana sikap dan perilaku mahasiswa terkait pemanfaatan internet untuk mencari referensi yang bisa mendukung proses diskusi di kelas dan pembuatan tugas kuliah. Penelitian ini melibatkan 39 mahasiswa dan 6 dosen di lingkungan IAIN Samarinda, di mana mereka memberikan data-data melalui angket. Penulis menemukan bahwa mayoritas sampel mahasiswa menggunakan internet dalam proses pembelajaran. Ini sejalan dengan penggunaan materi perkuliahan berformat digital oleh semua sampel dosen. Mayoritas sampel mahasiswa juga menyetujui penggunaan jurnal online sebagai materi perkuliahan dan pembuatan tugas. Ini juga seirama dengan praktik sebagian besar sampel dosen yang mewajibkan mahasiswa merujuk kepada artikel ilmiah untuk tugas kuliah. Mayoritas sampel mahasiswa juga melaporkan bahwa artikel online yang mereka dapatkan dari internet sesuai dengan kebutuhan mata kuliah. Studi ini menunjukkan tanda-tanda bahwa literasi digital mulai menggeliat di kampus IAIN Samarinda.

Page 1 of 1 | Total Record : 6