cover
Contact Name
Tri Juwono
Contact Email
trijuwono@mercubuana.ac.id
Phone
+628980875279
Journal Mail Official
visikom@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650. Tlp./Fax: +62215870341
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Visi Komunikasi
ISSN : 14123037     EISSN : 25812335     DOI : https://doi.org/10.22441/visikom
Jurnal Visi Komunikasi [p-ISSN: 1412-3037 | e-ISSN: 2581-2335] has been published since 2007 byFakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta, Indonesia. Jurnal Visi Komunikasi is a bi-annual journal issued on May and November. It consists of research-based articles and /or conceptual articles in communications (see Focus and Scope). The publisher only accepts an original work, which has not been published elsewhere. The article should be submitted through this site in accordance with our format (see Author Guidelines). Submitted article will be reviewed and edited for format uniformity, term, and other procedures.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2015): May 2015" : 10 Documents clear
HIPERPORNOGRAFI PEREMPUAN DALAM IKLAN Ervan Ismail
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.574 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1664

Abstract

Research by the author is using the critical paradigm is based on the notion that a variety of issues related to the hyper-pornography emerged from the audience understandings of social reality constructed by advertising. Type of research is a descriptive study using semiotic analysis. Data was collected to make a second record Geliga Muscle Cream ads and Malkis Abon as primary data. Secondary data obtained through the study of literature in the form of books, journals and internet sites.In the second survey results revealed the ad has a depth of meaning that leads to hyper-pornography completely after carefully using the theory of Jean Baudrillard was found that the two ads is the result of the simulation and produce effects that lead women toward kekecenderungan hiperpornografi, based on the results of the study, the second theme ad lifting sensation will be a sign that women's sexuality is the most dominant in the second ad. This advertising system refers to Hollywood movies, one movie Devil Wear Prada and also a novel by Tami Hoag "Luck's Lady". Genre film and the novel is fiction fantasy and romantic drama-crafted by a writer or a director and writer.Penelitian yang dilakukan penulis adalah menggunakan paradigma kritis didasarkan pada pemikiran bahwa berbagai hal yang berkaitan dengan hiper-pornografi muncul dari pemahaman-pemahan sosial khalayak yang terkonstruksi oleh realitas iklan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membuat rekaman kedua iklan Krim Otot Geliga dan Malkis Abon sebagai data primer. Data sekunder didapat melalui studi literatur berupa buku, jurnal dan situs internet.Pada hasil penelitian diketahui pada kedua iklan memiliki kedalaman makna yang mengarah kepada hiper-pornografi seutuhnya setelah di teliti menggunakan teori Jean Baudrillard didapati bahwa kedua iklan adalah hasil dari simulasi dan menghasilkan efek yang mengarahkan perempuan menuju kekecenderungan hiperpornografi, berdasarkan hasil penelitian, Tema kedua iklan yang mengangkat sensasi akan seksualitas perempuan adalah tanda yang paling dominan di kedua iklan. Sistem iklan ini merujuk kepada film-film Hollywood, salah satunya film Devil Wear Prada dan juga sebuah novel karangan Tami Hoag “Luck’s Lady”. Genrenya film dan novel tersebut adalah fiksi fantasi dan romantis drama yang dikarangoleh seorang pengarang ataupun seorang sutradara dan penulis
PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (eWOM) TWITTER @batikair TERHADAP BRAND IMAGE Cherry Kartika; Dwi Piranti
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.623 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1669

Abstract

This study aims to determine the influence of the Electronic Word of Mouth twitter @batikair in terms of the following dimensions are intensity dimension to the brand image, valence of opinion dimension to the brand image, and content dimension to the brand image.The sampling technique in this study using purposive sampling technique with criteria from Batik Air passengers in period of June 2015. The data in this study are primary data that collected through questionnaires. Data were analyzed using multiple regression analysis with the classical assumptions.Based on the results of data analysis and discussion, it can be concluded as follows: (1) There is eWOM twitter @batikair influence in terms of intensity dimension to the brand image. (2) There is a eWOM twitter @batikair influence in terms of valence of opinion dimension to the brand image. @batikair. (3) There is a positive eWOM twitter @batikair influence in terms of content dimension to the brand image, it means that the better available information from social network sites relating to products and services will be a positive influence on @batikairbrand image enhancement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Electronic Word of Mouth (eWOM) twitter @batikair ditinjau dari dimensi-dimensi berikut yaitu dimensi intensity terhadap brand image, dimensi valence of opinion terhadap brand image, dan dimensi content terhadap brand image.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu yaitu para penumpang Batik Air. Data pada penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan asumsi klasik.Berdasarkan pada hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh eWOM twitter @batikair ditinjau dari dimensi intensity terhadap brand imag.e. (2) Terdapat pengaruh eWOM twitter @batikair ditinjau dari dimensi valence of opinion terhadap brand image. Semakin tinggi jumlah pendapat konsumen baik positif atau negatif mengenai produk, jasa dan brand akan berpengaruh terhadap brand image @batikair. (3) Terdapat pengaruh eWOM twitter @batikair ditinjau dari dimensi content terhadap brand image. Semakin baik informasi yang tersedia dari situs jejaring sosial berkaitan dengan produk dan jasa akan berpengaruh positif terhadap peningkatan brand image @batikair.
CORPORATE IDENTITY DAN PERSONALITY BANK SYARIAH DI SURAT KABAR NASIONAL (Tekstual Analisis Konstruksi Meelalui Publikasi Perusahaan) Juwono Tri Atmodjo
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.402 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1665

Abstract

Corporate identity and personality manner that allows employers to formulate and differentiated from other companies (regular bank). Identity and personality can be realized by the company shows the vision and mission of the company, the company philosophy, corporate culture. The study is to assess the identity and personality were constructed through advetorian and Newspaper coverage related to the identity and personality of Islamic banks. Qualitative analysis with textual analysis strategy for observing any publication of the contents of the message, type, appearance, construction built with various combinations of text and images and the meaning behind it seems. Textual research results show that the identity and personality banks Islamic banks, care for the young entrepreneurs of the campus, BNI sharia requires political support, regulatory support, is an ISO 9001: 2008 as the bank has a good quality management. Construction as a bank with a foundation of Sharia as the implementation of Islamic teachings are constructed differently degan regular bank to provide the product name, the expression of interest, section or division, spirit or values and norms derived from the teachings of Islam. Ordinances of service, petuhas services, ornaments firm up souvenirs derived from the values of Islam. Cultural references conveyed Islamic banks oriented to the culture of Islamic countries that appear on the financial system based on gold.Identitas perusahaan dan personaliti cara yang memungkinkan perusahaan menyusun dan dibedakan dari perusahaan lain (reguler bank). Indentitas dan personaliti perusahaan dapat diwujudkan dengan menunjukkan visi dan misi perusahaan, filosofi perusahaan, budaya perusahaan. Studi ini untuk menilai identitas dan personaliti yang dikonstruksikan melalui advetorian dan liputan Surat Kabar berkaitan dengan identitas dan personaliti bank syariah. Analisis kualitatif dengan strategi analisis tektual untuk mengobservasi berbagai pesan publikasi dari sisi isi, jenis, tampilan, konstruksi yang dibangun dengan berbagai kombinasi tulisan dan gambar dan makna dibalik yang tampak. Hasil penelitian tekstual menunjukkan bahwa identitas dan personaliti bank bank syariah, perawatan untuk pengusaha muda dari kampus, BNI syariah membutuhkan dukungan politik, dukungan regulasi, adalah ISO 9001:2008 sebagai bank memiliki manajemen mutu yang baik. Konstruksi sebagai bank dengan landasan Syariah sebagai implementasi ajaran Agama Islam dikonstruksikan berbeda degan bank reguler dengan memberikan nama produk, istilah bunga, bagian atau divisi, spirit atau nilai serta norma yang bersumber dari ajaran Agama Islam. Tata cara pelayanan, petuhas pelayanan, ornamen perusahaan sampai cindera mata bersumber dari nilai-nilai Agama Islam. Rujukan budaya yang disampaikan bank syariah berkiblat pada budaya negara-negara Islam yang nampak pada sistem keuangan berbasis emas.
EFEKTIFITAS WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PRODUK JIGAR FRUIT SALAD DI PLAZA SEMANGGI Suhendra Suhendra
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.285 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1670

Abstract

There are many ways to convey the message to promote, so that the target market right on target. To promote the growing consumer interest in buying that nominal required no small amount of good to advertise in print media, TV, internet, radio. This probably would not have happened if it can maximize the promotion by using the Word Of Mouth. It is applied by Jigar Fruit Salad which is a culinary business. Varian products include Mayo Fruit Salad, Yogurt Fruit Salad, Pickled Fruit Salad, Fruit Salad Rojak Caramel, honey Dazzling Fruit Salad, Fruit Rojak Serut Salad, Fruit Salad and Mango Fruit Toast. Jigar Fruit Salad has a target market aged 19-40 years, male and female students and employees, SES B, a healthy lifestyle. Jigar Fruit Salad is located in Plaza Semanggi Mall foodcourt with minimal skills possessed to start the promotion, Fruit Salad Jigar select Word of Mouth as a way to intensify the promotion, establish a commercially viable product and consumption with positioning as a healthy food and fresh as the most basis for intensifying Word of Mouth to reach consumers to buy the product Jigar fruit salad. Ada banyak cara untuk menyampaikan pesan untuk berpromosi, agar target market tepat sasaran. Untuk berpromosi sehingga minat beli konsumen tumbuh dibutuhkan nominal yang tidak sedikit untuk mengiklankan baik di media cetak, TV, internet, radio. Hal ini mungkin tidak akan terjadi jika dapat memaksimalkan promosi dengan menggunakan Word Of Mouth. Hal tersebut diaplikasikan oleh Jigar Fruit Salad yang merupakan satu bisnis kuline. Varian produknya antara lain Fruit Salad Mayo, Fruit Salad Yogurt, Fruit Salad Asinan, Fruit Salad Rujak Caramel, Fruit Salad honey Dazzling, Fruit Salad Rujak Serut, Fruit Manggo Salad dan Roti Panggang Buah.Jigar Fruit Salad mempunyai target market umur 19 – 40 tahun, laki- laki dan perempuan mahasiswa dan karyawan, SES B , bergaya hidup sehat. Jigar Fruit Salad terletak di Foodcourt Mall Plaza Semanggi dengan kemampuan minim yang dimiliki untuk memulai promosi, Jigar Fruit Salad memilih Word of Mouth sebagai salah satu cara untuk menggencarkan promosi, membentuk produk yang layak jual dan konsumsi dengan positioning sebagai makanan sehat dan segar sebagai kebutuhan paling dasar untuk menggencarkan Word of Mouth untuk menggapai minat beli konsumen terhadap produk Jigar fruit salad .
MANAJEMEN KOMUNIKASI PASANGAN PEKERJA RUMAH TANGGA DI JAKARTA DALAM MENGHADAPI KRISIS KEUANGAN KELUARGA Dyah Sri Subandiah
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1666

Abstract

In some big cities such as Jakarta, Surabaya and Bandung, communication patterns began to change with a shift in values and culture. One important dimension of family communication is adaptation to change. Communication theory used in the Family, the Family Adaptation, Communication Patterns, and Financial Crisis This research is a qualitative study using a phenomenological approach. Data collection techniques using face-to-face in-depth interviews and continuously to get information from informants. Because the interviews were conducted more than once, it is also called intensive interviews.The findings showed three communication strategies in the face of the financial crisis (1) proactive, trying actively to discuss financial issues, (2) prediction in the form of social gathering needs brother, and (3) social networks, namely improving communication with the utilization of information technology.While internally, the couple's communication patterns are applied is interactional. There is no openness and reciprocity between the two. Starting with a new pattern of nonverbal communication continued to verbal communication.Beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung, pola komunikasi mulai berubah seiring dengan terjadinya pergeseran nilai-nilai dan budaya. Salah satu dimensi penting dalam komunikasi keluarga adalah adaptasi terhadap perubahan. Teori yang digunakan Komunikasi dalam Keluarga, Adaptasi dalam Keluarga, Pola Komunikasi, dan Krisis Keuangan Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka secara mendalam dan terus menerus untuk menggali informasi dari informan. Karena wawancara dilakukan lebih dari satu kali, maka disebut juga intensive interviews.Temuan penelitian menunjukkan tiga strategi komunikasi dalam menghadapi krisis keuangan yakni (1) proaktif, mencoba aktif untuk membicarakan masalah keuangan, (2) prediksi kebutuhan dalam bentuk arisan saudara, dan (3) jejaring sosial, yaitu meningkatkan komunikasi dengan pemanfaatan teknologi informasi. Sementara secara internal, pola komunikasi yang pasangan ini terapkan adalah adalah interaksional. Ada keterbukaan lalu ada timbal balik antara keduanya. Di awali dengan pola nonverbal communication baru dilanjutkan ke komunikasi verbal.
MEANING, LANGUAGE, DAN THOUGHT REMAJA PENGGUNA FACEBOOK DI INDONESIA Husen Mony
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.268 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1671

Abstract

This study departs from phenomena of sexual crime to female teenagers which start from their interactions in Facebook. Its level of analysis was conducted in level, namely micro level in form of textual study, messo level in form of study of actor behaviors (interviews: exploration and inspection), and macro level in form of study of cultural content. Finding of the study they are: (1) micro level, victims tend to divide their personal information openly in Facebook. The actor (Ilham) tended to manipulate his personal data on the account of Facebook; (2) messo level, actions (symbolic) conducted by victims were based on bad relationship (communication) with their mothers, an effort to seek figures of father, promises of prizes of the actor. The actions of the actor were based on the socialization environment (friendship), his perception to female teenagers in Facebook as a sexual object; (3) macro level, there is a gap (skill and knowledge) and technological unconsciousness of the actor, parents are unable to accelerate themselves with the advancement of technology, orientation of educational system which has not touched the aspect of building the students consciousness on technology application in a healthy and positive manner, and law enforcement which has not used symbol and language in Facebook as an evidences. Othe finding namely Facebook (new media) is a neutral medium. There are conditions beyond Facebook such as broken home family which dominantly triggering the sexual crimes on the female teenagers.. Penelitian ini berangkat dari fenomena kejahatan seksual terhadap remaja utrid yang bermula dari interaksi mereka di Facebook. Level analisisnya yaitu, studi teks, studi tindakan utri, studi konteks utrid l (network ecology narrative, wawancara, dan observasi). Temuan penelitian, yaitu: (1) level mikro, korban cenderung membagi informasi pribadinya secara terbuka di Facebook. Pelaku (Ilham) cenderung memanipulasi data diri di akun Facebook (2) level messo, tindakan korban dilatari adanya hubungan (komunikasi) buruk dengan ibunya, upaya mencari sosok ayah, dan iming-iming hadiah dari pelaku. Tindakan pelaku dilatari oleh lingkungan pergaulan (pertemanan) dan persepsinya terhadap remaja utrid di Facebook sebagai objek seksual; (3) level makro, remaja tidak sadar teknologi, orang tua tidak yang gaptek, orientasi utrid pendidikan yang belum menyentuh aspek membangun kesadaran anak didik tentang berteknologi secara sehat dan positif, dan penegakan utri yang belum menggunakan utrid dan bahasa di Facebook sebagai alat bukti. Kesimpulan, Facebook (new media) merupakan medium yang netral. Terdapat kondisi-kondisi ekstra-Facebook seperti keluarga broken home yang dominan menjadi pemicu tindak kejahatan seksual terhadap remaja utrid.
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM HABIBIE DAN AINUN (Analisis Semiotika John Fiske dalam film Habibie dan Ainun) Rony Oktari Hidayat; Arie Prasetio
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.877 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1662

Abstract

Ainun and Habibie is a film that has the second highest audience after Laskar Pelangi in Indonesia. Film Habibie and Ainun tell the story of Habibie life’s that has a tremendous love for his wife, family and country. Nationalism owned Habibie made him have to choose between his family and his country. Therefore, researchers are interested in analyzing the representation of nationalism owned Habibie and Ainun Habibie film so this research entitled "Representation of Nationalism In Film Habibie and Ainun". The focus of this research is how the representation of nationalism in the film and Ainun Habibie.This study used a qualitative method with semiotic analysis. Signs that represent nationalism in the film Ainun Habibie and the object of this study will be analyzed using the theory of semiotics John Fiske The Codes of Television. Data collection techniques in this research is the analysis of signs and literature.The results of this study is the ideology of nationalism which is owned by Habibie in the film Ainun Habibie and represented by means of speech, movement, expression and dialogue. So although the film Habibie and Ainun wrapped with drama romance between Habibie and Ainun, in this film there is the ideology of nationalism from a Habibie.Film Habibie dan Ainun merupakan film yang memiliki penonton kedua terbanyak setelah Laskar Pelangi di Indonesia. Film Habibie dan Ainun menceritakan kisah kehidupan seorang Habibie yang memiliki cinta yang sangat besar untuk istri, keluarga dan negaranya. Nasionalisme yang dimiliki Habibie membuat beliau harus memilih antara keluarga dan negaranya. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menganalisis representasi nasionalisme yang dimiliki Habibie dalam film Habibie dan Ainun sehingga penelitian ini berjudul “Representasi Nasionalisme Dalam Film Habibie dan Ainun”. Fokus penelitian ini adalah bagaimana representasi nasionalisme dalam film Habibie dan Ainun.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika. Tanda yang merepresentasikan nasionalisme dalam film Habibie dan Ainun yang menjadi objek dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan semiotika John Fiske dengan teori The Codes of Television. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis tanda dan studi pustaka.Hasil dari penelitian ini adalah ideologi nasionalisme yang dimiliki oleh Habibie dalam film Habibie dan Ainun di representasikan melalui cara berbicara, gerakan, ekspresi dan dialog. Jadi walaupun film Habibie dan Ainun dibungkus dengan drama percintaan antara Habibie dan Ainun dalam film ini terdapat ideologi nasionalisme dari seorang Habibie.
KAJIAN MANAJEMEN PRODUKSI PEMBERITAAN PSO BIDANG PERS OLEH LKBN ANTARA Primayanti Primayanti
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.562 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1667

Abstract

Based on Government Regulation No. 40 Year 2007 on Perum ANTARA do fund public services (public service obligation / PSO) in the field of government information. ANTARA position is also very strategic in the middle of the fight-laden media industry interests. Also, the need to get in the news media with the retail product line strategy while maintaining the main products for the media.Results of this study showed that the press area of public service obligations (PSO-Field Press) includes a number of products and services that news text, photo news, and TV news. In line with government policies and programs, also set a number of themes that frame the products and services fields PSO Press.PSO and Field Releases can be interpreted as the government's efforts to maintain control and domination of the media life, given the strategic function of political economy of media. A contradiction was born. On the one hand, the government wants to adopt the principles of the liberal press, on the other hand maintain government policies in the media sector as opposed to the spirit of libertarianism.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perum LKBN ANTARA dilakukan dana pelayanan umum (public service obligation/PSO) di bidang informasi dari pemerintah. Posisi LKBN ANTARA juga sangat strategis di tengah pertarungan industri media yang sarat kepentingan. Juga, perlunya kantor berita masuk media ritel dengan strategi lini produk dengan tetap mempertahankan produk utama untuk media.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa kewajiban pelayanan umum bidang pers (PSO-Bidang Pers) tersebut mencakup sejumlah produk dan layanan yaitu berita teks, berita foto, dan berita TV. Agar sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah, ditetapkan pula sejumlah tema yang membingkai produk dan layanan PSO Bidang Pers.PSO Bidang Pers dapat dimaknai sebagai upaya pemerintah yang ingin mempertahankan kontrol dan dominasinya terhadap kehidupan media, mengingat begitu strategisnya fungsi ekonomi-politik media. Sebuah kontradiksi pun lahir. Di satu sisi, pemerintah ingin mengadopsi prinsip-prinsip pers liberal, di sisi lain pemerintah mempertahankan kebijakan-kebijakan di sektor media yang bertentangan dengan semangat libertarianisme.
STRATEGI MEDIA RELATIONS PT BANK CIMB NIAGA.TBK KANTOR PUSAT JAKARTA PASCA MERGER Jezzy Dela Puspita
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.103 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1663

Abstract

PR concerns the interests of any organization, whether the organization is commercial or non-commercial, nor therein which includes media relations activities. News about the merger contained in the mass media can sometimes be misunderstood by the public as a controversy that is not necessarily true, can it be positive or negative. The problem studied is how the media relations PR strategy undertaken by PT Bank CIMB Niaga Tbk post-merger. The method used is the qualitative method. Descriptive method aims to collect real-time detailed information describing the existing symptoms, as well as identifying problems and practices applicable. Data collection techniques with in-depth interviews on employees and journalists.Based on the research results, we concluded that the strategy of media relations undertaken by the company after the merger is to establish good relations with the way the relationship with journalists routinely and personal, reaching the level of reporter and editor in chief, in order to produce interpersonal relations firm, and establish good communication with mass media institutions by providing access to good information.PR menyangkut kepentingan setiap organisasi, baik itu organisasi yang bersifat komersial maupun yang non-komersial, begitupula didalamnya yang termasuk kegiatan media relations. Pemberitaan mengenai merger yang terdapat pada media massa terkadang dapat disalah artikan oleh publik sebagai suatu kontroversi yang belum tentu kebenarannya, bisa itu berupa hal positif atau negatif. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana strategi media relations PR yang dilakukan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk pasca merger.Metode yang digunakan yaitu dengan metode kualitatif. Metode Deskriptif bertujuan mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala-gejala yang ada, serta mengidentifikasikan masalah dan praktek-praktek yang berlaku . Tekhnik pengumpulan data dengan wawancara mendalam pada karyawan dan wartawan.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa strategi media relations yang dilakukan oleh perusahaan pasca merger adalah menjalin hubungan baik dengan cara silaturahmi dengan wartawan secara rutin dan personal, menjangkau level wartawan dan pemimpin redaksi, guna menghasilkan hubungan interpersonal yang kokoh, dan menjalin komunikasi yang baik dengan lembaga media massa melalui penyediaan akses informasi yang baik.
DISEMINASI INFORMASI PUBLIK TENTANG PERINGATAN DINI BENCANA (Studi Kasus Penyebaran Informasi Peringatan Dini oleh BMKG kepada Pekerja Media) Emilia Bassar
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.729 KB) | DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1668

Abstract

Early warning systems are delivered through the mass media has a huge role in improving the literacy community will be a disaster when the disaster is going well (through reporting) as well as in the monitoring of the symptoms of a disaster. This study aimed to uncover and get a picture of the perception and acceptance of mass media reporters in Jakarta on early warning information dissemination by the Meteorology, Climatology and Geophysics. Results of this study indicate that community reporters after discovery of early dissemination peringanatn, merisponnya well, and consider it very important. However, there are still some obstacles, especially the use of the term does not quite fit with the understanding and inskonsiten reporters. Many technical terms in the field of meteorology, climatology and geophysics are not well understood by most journalists because journalists have diverse backgrounds and not all of the categories of education in the field of weather, climatology or geophysics.Sistem peringatan dini yang disampaikan melalui media massa memiliki peranan yang sangat besar dalam meningkatkan literasi masyarakat akan bencana baik ketika bencana sedang terjadi (melalui pemberitaan) maupun dalam melakukan pemantauan akan gejala bencana. Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap dan memperoleh gambaran mengenai persepsi dan penerimaan wartawan media massa di Jakarta mengenai diseminasi informasi peringatan dini bencana oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunitas wartawan setelah mengetahui adanya diseminasi informasi peringanatn dini, merisponnya dengan baik, dan menganggapnya sangat penting. Namun demikian masih ada beberapa kendala terutama penggunaan istilah yang kurang pas dan inskonsiten dengan pemahaman wartawan. Banyak istilah-istilah teknis di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika yang tidak dipahami dengan baik oleh wartawan karena sebagian besar wartawan memiliki latar belakang yang beragam dan tidak semua dari kategori pendidikan di bidang cuaca, klimatologi atau geofisika.

Page 1 of 1 | Total Record : 10