cover
Contact Name
Hetty Ondang
Contact Email
jurnalbluefinfisheries2019@gmail.com
Phone
+628114320718
Journal Mail Official
jurnalbluefinfisheries2019@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung Jl. Tandurusa Kotak Pos 12BTG/Bitung Sulawesi Utara 95526
Location
Kota bitung,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Bluefin Fisheries
ISSN : -     EISSN : 26862255     DOI : http://dx.doi.org/10.15578/jbf
JURNAL BLUEFIN FISHERIES merupakan publikasi ilmiah di bidang ilmu terapan kelautan dan perikanan. Artikel ilmiah yang disajikan merupakan hasil penelitian orisinil di bidang ilmu terapan kelautan dan perikanan yang belum pernah dipublikasikan. Yang dimaksud dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Kelautan dan Perikanan di Indonesia antara lain: Teknik Penangkapan Ikan, Mekanisasi Perikanan, Teknik Pengolahan Produk Perikanan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
RANCANG BANGUN HANDLINE TUNA BERPELAMPUNG PADA PENANGKAPAN TUNA Mohammad Zaini; Jul Manohas; Muhammad Zainul Arifin; Johnny Tumiwa; Rewah S Manuel
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.512 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v1i2.29

Abstract

AbstractThe successful of handline tuna fishing depend on the skill of fisher itself. The catched tuna are still can swim and be able to relase from the hook if the fisher can’t catchup with the speed and direction of tuna. The long struggling process can reduce both energy of fisher and tuna, those will effect the quality of tuna.   The formula of this research written in question as follows : how is the making process  of Handline with float? What is the size of diameter of float used and its position in line? Is it reduce the downward push? The aim of this research is to make Handline with float to stop the swim of tuna; to try the Handline with float and to know the effect of its float to downward push.This Handline with float made in Workshop Fishing Gear of Poltek KP Bitung. The try process held in Lembeh strait.  The data tested using T Test. The result of this research showed that the float can reduce the mass of testing.Keywords : Handline Tuna with float, design, Lembeh Strait Abstrak               Keberhasilan penangkapan handline tuna tergantung pada keterampilan nelayan itu sendiri. Tuna yang ditangkap masih bisa berenang dan bisa lepas dari kail jika nelayan tidak bisa mengejar dengan kecepatan dan arah tuna. Proses perjuangan panjang dapat mengurangi energi baik perikanan dan tuna, itu akan mempengaruhi kualitas tuna.               Rumusan penelitian ini dituliskan sebagai berikut: bagaimana proses pembuatan Handline dengan pelampung? Berapa ukuran diameter pelampung yang digunakan? Apakah pelampung  mengurangi dorongan ke bawah beban? Tujuan dari penelitian ini adalah merancang Handline dengan pelampung untuk menghentikan berenangnya tuna; untuk mencoba Handline dengan pelampung dan untuk mengetahui efek pelampung terhadap gaya tarik ke bawah.               Handline dengan pelampung ini dibuat di Workshop Fishing Gear Poltek KP Bitung. Proses uji coba dilakukan di selat Lembeh. Data diuji menggunakan Uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pelampung dapat mengurangi massa atau gaya Tarik kebawah beban pengujian.Kata Kunci : Handline Tuna Berpelampung, Rancang Bangun, Perairan Selat Lembeh
DAERAH PENANGKAPAN JULUNG JULUNG (Hemiramphus sp) DI PERAIRAN KABUPATEN KEPULAUAN SULA DENGAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE Kemhay Djalaludin; Deni Sarianto; Istraianto Kadi
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.62 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v1i2.28

Abstract

Perairan Kepulauan Sula telah lama menjadi pusat penangkapan julung-julung (Hemiramphus sp). Dalam melakukan penangkapan ikan julung-julung nelayan Kepulauan Sula menggunakan alat tangkap mini purse seine. Penentuan daerah penangkapan ikan (Fishing ground) dilakukan nelayan dengan melihat tanda-tanda alam seperti burung yang terbang diatas permukaan air, buih-buih air laut, dan kayu yang hanyut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan julung-julung di perairan Kepulauan Sula, dan sebaran daerah penangkapan ikan julung-julung dengan ala tmini purse seine di perairan Kepulauan Sula. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan julung-julung di perairan sula memiliki hasil tangkapan tertinggi terdapat pada bulan Maret  sebesar 6,6 ton sedangkan hasil tangkapan terendah terjadi pada bulan April sebesar 5,1 ton. Hasil tangkapan sampingan yang sering tertangkap dengan alat tangkap mini purse seine adalah kuweh, layang, lemuru, dan selar. Daerah penangkapan julung-julung di perairan Kepulauan Sula yang paling potensial terdapat di Teluk Pas Ipa dan perairan Sanana.
Analisis Kandungan Logam Berat Ikan Pelagis Kecil R. kanagurta, Decapterus sp dan S. crumenophthalmus Yang Tertangkap di Perairan Sekitar Bitung Hetty M.P Ondang; Fidel J. Ticoalu; Rudi Saranga
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.09 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v1i2.31

Abstract

Technological developments have encouraged the growth of various industries, which on the onehand can increase economic growth, but on the other hand, it can also cause environmentaldamage as a result of negative impacts resulting from waste generated. The coastal and marinewaters of Bitung City are industrial dense areas which are spread from the northern to thesouthern region. Besides that there were activitied which adding to the increasingly denseactivities in the coastal waters of Bitung City like the ferry port, cargo and container ports, andpassenger port. The research aims to analyze the level of pollution of mercury heavy metals(Hg), lead (Pb), and cadmium (Cd) in several types of fish consumption from Bitung waters; toget the dominant type of heavy metal exposed to fish meat; and determine the level of heavymetal contamination in the waters around Bitung based on bio-indicators.The results ofresearch showed that all fish samples were contaminated by heavy metals and each location forsampling levels of metal contamination based on bio-indicators was different, where the watersof Kampung Pisang have a higher level of metal contamination.
Profil Pengolahan Tuna Loin Beku di PT. Harta Samudra Kabupaten Pulau Morotai Titien Sofiati; Siti Nurbaya Deto
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.4 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v1i2.27

Abstract

The utilization of Tuna in Regency of Morotai Island include: selling the raw fish directly to consumers and processes to be a product. One of the refined products of Tuna that have come to international market is frozen Loin Tuna production from PT. Harta Samudra. The purpose of this research is to explain the Processing Profile of Frozen Loin Tuna at PT. Harta Samudra. This reseach be expected can give the information of the utilization of frozen Loin Tuna and become a the data base for advanced researches about frozen Loin Tuna at  PT. Harta Samudra. The research take a place at PT. Harta Samudra on 7-14 Oktober 2019. The collecting data on field used survey method and semi-structural interview. The result of this research is the Processing of frozen Loin Tuna at  PT. Harta Samudra consisted of: the accepted of staples, cleaning I, preparation and loin production, dark flesh disposal, barking, weighing, cleaning II, clear smoke injection, refigation, ozone spraying and retouching, final check, vacuum, refrigeration ABF, metal detector, packing and labeling, frozen storage, and stuffing.  Keywords: Frozen Loin Tuna, Processing,  PT. Harta Samudra  
Sistem Pengelolaan Mangrove Information Center (MIC) Di Desa Wonorejo Surabaya, Jawa Timur Amdani Amdani
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.078 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v1i2.15

Abstract

Hutan mangrove merupakan sumberdaya pesisir yang berperan penting dalam pembangunan baik daerah atau negara. Kawasan mangrove memiliki peranan yang sangat vital bagi manusia dan hewan yang hidup di dalamnya. Dalam beberapa dekade terakhir ini sering terjadi pengalihfungsian lahan mangrove tanpa izin untuk dijadikan lahan pertambakan, pemukiman, dll. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis untuk melindungi hutan mangrove sekaligus menjadikan hutan mangrove tersebut dapat menghasilkan uang bagi masyarakat sekitarnya agar manfaat ekonomi bisa dirasakan oleh masyarakat tanpa merusak hutan mengrove yaitu dengan cara pengelolaan yang baik dan tersruktur. Praktik ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui sistem pengelolaan di Mangrove Information Center Wonorejo Surabaya. 2. Mengetahui jenis kegiatan wisata di Mangrove Information Center Wonorejo Surabaya. 3. Megidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan Mangrove Information Center Wonorejo Surabaya. 4. Mengetahui jenis vegetasi mangrove yang ada di Mangrove Information Center Surabaya. Kesimpulan dari sistem pengelolaan Mangrove Information Center (MIC) adalah sebagai berikut: 1. Mangrove Information Center dikelola oleh masyarakat Wonorejo dibawah naumgan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. 2. Kegiatan wisata yang terdapat di Mangrove Information Center ada 2 yaitu ekowisata mangrove dan jasa foto prewedding. 3. Permasalahan yang dihadapi Mangrove Information Center dalam hal pengelolaan antara lain yaitu air bersih, akses jalan, tugas para pengelola yang kurang teratur, dana bantuan kepada Mangrove Information Center. 4. Di Mangrove Information Center terdapat 2 jenis spesies mangrove dari 3 stasiun pengamatan yang dilakukan, yaitu Avicenia alba dan Avicenia marina. Vegetasi Avicennia marina mendominasi pada tingkat pohon, anakan dan semai hampir di semua stasiun penelitian sedangkan vegetasia Avicenia alba mendominasi pada tingkat anakan, pohon, dan semai hanya pada stasiun 2.

Page 1 of 1 | Total Record : 5