Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN DAGHO Santoso, Heru; Asia, Asia; Hamel, Samuel; Manohas, Jul; Arifi, Muhammad Zainul
FRONTIERS: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 3 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.516 KB)

Abstract

Dagho Beach Fishing Port yang terletak di Distrik Tamako, Pulau Sangihe, Sulawesi Utara .. akhir-akhir ini telah terjadi penurunan aktivitas dagho fishing port. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sumber daya manusia dagho, fasilitas utama dagho fishing port, fasilitas fungsional dan fasilitas pendukung yang mendukung pengembangan dagho fishing port dan untuk menentukan strategi pengembangan pelabuhan dagho fising. Penelitian ini dilaksanakan pada 17 Juli hingga 10 November 2017. Data diperoleh dengan mewawancarai stakeholder dan dianalisis menggunakan SWOT. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh perkembangan dagho yang maksimal seperti dengan menambahkan fasilitas dermaga halaman, navigasi selestial, layanan komunikasi (telepon, internet dan komunikasi radio).Kata kunci: Pelabuhan Dagho, Pengembangan, SWOT
PENGARUH PERBEDAAN WARNA UMPAN BUATAN PADA PANCING GURITA TERHADAP HASIL TANGKAPAN Yuli purwanto; Mohammad Zaini; Jul Manohas; Johnny H. Tumiwa
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.03 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v2i2.73

Abstract

Perairan Minahasa Utara bagian Barat pada umumnya merupakan hamparan batu karang yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang relatif melimpah salah satunya adalah gurita (Octopus). Dalam memanfaatkan sumber daya ini masyarakat nelayan Desa Budo menangkap gurita menggunakan alat tangkap pancing yang disebut sihoru atau gara–gara boboca, alat tangkap ini adalah alat tangkap pancing jenis tonda. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan warna umpan terhadap jumlah hasil Tangkapan dan mengetahui spesies octopus hasil tangkapan. Metode yang digunakan dalam penelitan adalah eksperimental dan dianalisis menggunakan metode statistik Uji T. Dari penelitian ini diperoleh hasil nilai analisis P coklat hitam dan sebesar 0.6041, coklat dan merah sebesar 0.4762, hitam dan merah sebesar 0.8455 yang semua nilainya berada diatas α0.05 = 2.2281 dan dapat disimpulkan bahwa perlakuan warna umpan tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Berdasarkan hasil identifikasi gurita yang tertangkap adalah Octopus cyanea. Kata kunci :Desa Budo, gurita, sihoru
KAJIAN MORFOMETRI DAN MOLEKULER IKAN SELAR MATA BESAR DAN SELAR MATA KECIL YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BITUNG Rudi Saranga; Heru Santoso; Nova Tumanduk; Hetty Ondang; Jul Manohas
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.622 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v1i1.1

Abstract

Abstract–Bigeye scad resources which landed at Bitung Oceanic Fishing Port is one of important fish capture in Bitung because its have economic value and second ratings after scad mackerel in product volume. Bigeye scad fish capture was often mixed with another species in fisherman fish capture, so it making difficult to distinguish clearly.The objective of this research are : 1) to indentification bigeye scad in morfology, 2) to analyzemolecular bigeye scad, (3) to evidence the bigeye scad are the same species or not.Sample for the study were collectedfish landing site at Bitung Ocean Fishing Port from December 2015 to March 2016. The methodology of the research is survey research. For data analysis using truss morfometrics, principal component analysis (PCA) and mtDNA region COI. The result of this research indicated that based on the analysis of morphometric characters and PCA, bigeye scad and smalleye scad have differences in morphology, but result of mt DNA-COI analysis indicated those species are the same as Selar crumenophthalmus with similarity value 99,67%. Keywords: bigeye scad, morfometric, mtDNA-COI
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN RARAPE (BOTTOM GILLNET) DI DESA KULU KECAMATAN LIPKUPANG, KABUPATEN MINAHASA UTARA Heru Santoso; Jul Manohas; Mohammad Zaini; Yuli Purwanto; Johnny H. Tumiwa; Jerry D. Kalesaran
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.481 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v3i2.113

Abstract

The aim of this research was to determine the species composition (Kj) and the weight composition (Kb) of the catch using a bottom gillnet whom operated by fishermen the village of Kulu. The research was conducted from October to December 2020. The research method was experimental fishing using gillnets with a 3 inch mesh size. The fishing operation took place over 15 trips and the fishing area was around the waters of the village of Kulu. The results showed that the catch was 117 fish including 15 kinds of fish and one type crustacean. The composition based on the dominant fish species is Naso hexacanthus (29.06%), whereas the composition based on the dominant weight is Portunus pelagicus (33.6%). Keywords : bottom gillnet, composition, kulu village
PENGARUH PERBEDAAN MODEL DAN BENTUK PANCING TERHADAP HASIL TANGKAPAN GURITA Muhammad zainul arifin; Jul Manohas; Rudi Saranga; Mohammad Zaini
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.483 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v2i2.74

Abstract

Terdapat beberapa model dan bentuk pancing yang digunakan nelayan Pasir Panjang, Kota Bitung dalam perikanan gurita. Hal ini menunjukkan bahwa secara ilmiah nelayan belum dapat menentukan model pancing yang efektif dalam kegiatan penangkapan gurita. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tangkap pancing dengan tali pancing No.1000 dan Tiga buah pancing gurita dengan bentuk yang berbeda (bentuk kepiting, kain rumbai dan udang). Pengoperasian pancing gurita dilakukan pada waktu pagi menjelang siang hari selama satu bulan di daerah penangkapan yang sama. Analisis data untuk mengetahui pengaruh perbedaan bentuk pancing terhadap jumlah dan berat serta rerata jumlah dan berat hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bentuk mata pancing berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan, dengan mata pancing bentuk rumbai memperoleh hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingkan bentuk Kepiting dan Udang.  Kata kunci : bentuk pancing gurita, gurita
RANCANG BANGUN HANDLINE TUNA BERPELAMPUNG PADA PENANGKAPAN TUNA Mohammad Zaini; Jul Manohas; Muhammad Zainul Arifin; Johnny Tumiwa; Rewah S Manuel
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.512 KB) | DOI: 10.15578/jbf.v1i2.29

Abstract

AbstractThe successful of handline tuna fishing depend on the skill of fisher itself. The catched tuna are still can swim and be able to relase from the hook if the fisher can’t catchup with the speed and direction of tuna. The long struggling process can reduce both energy of fisher and tuna, those will effect the quality of tuna.   The formula of this research written in question as follows : how is the making process  of Handline with float? What is the size of diameter of float used and its position in line? Is it reduce the downward push? The aim of this research is to make Handline with float to stop the swim of tuna; to try the Handline with float and to know the effect of its float to downward push.This Handline with float made in Workshop Fishing Gear of Poltek KP Bitung. The try process held in Lembeh strait.  The data tested using T Test. The result of this research showed that the float can reduce the mass of testing.Keywords : Handline Tuna with float, design, Lembeh Strait Abstrak               Keberhasilan penangkapan handline tuna tergantung pada keterampilan nelayan itu sendiri. Tuna yang ditangkap masih bisa berenang dan bisa lepas dari kail jika nelayan tidak bisa mengejar dengan kecepatan dan arah tuna. Proses perjuangan panjang dapat mengurangi energi baik perikanan dan tuna, itu akan mempengaruhi kualitas tuna.               Rumusan penelitian ini dituliskan sebagai berikut: bagaimana proses pembuatan Handline dengan pelampung? Berapa ukuran diameter pelampung yang digunakan? Apakah pelampung  mengurangi dorongan ke bawah beban? Tujuan dari penelitian ini adalah merancang Handline dengan pelampung untuk menghentikan berenangnya tuna; untuk mencoba Handline dengan pelampung dan untuk mengetahui efek pelampung terhadap gaya tarik ke bawah.               Handline dengan pelampung ini dibuat di Workshop Fishing Gear Poltek KP Bitung. Proses uji coba dilakukan di selat Lembeh. Data diuji menggunakan Uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pelampung dapat mengurangi massa atau gaya Tarik kebawah beban pengujian.Kata Kunci : Handline Tuna Berpelampung, Rancang Bangun, Perairan Selat Lembeh
MELACAK AKTIFITAS ILLEGAL FISHING MELALUI PEMANFAATAN AIS (AUTOMATIC IDENTIFICATION SYSTEM) PADA KAPAL DAN AIS HYBRID SEBAGAI ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN Simau, Silvester; Prakoso, Imam; Manengkey, Jenny I; Manohas, Jul; Pontoh, Peggy; da Gomez, Grandhi K
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jbf.v4i2.145

Abstract

      Information technology is growing rapidly with various facilities that can be obtained through various fields of work. Information technology can also be found in the field of work on fishing vessels. One of the means of communication that is being used by Indonesian commercial vessels (excluding fishing vessels) in the last two years is the Automatic Identification System (AIS). AIS is a Maritime Navigation System and Radio Communication. This system aims to improve life safety at sea, safety and efficiency of shipping and protection of the marine environment by communicating navigation information automatically on VHF channels between ships, as well as from ships and shore.     Fishing technology is gradually changing in the use of fishing aids with various ease of operation. Information technology developed by prioritizing easy access to data and information in the use of fishing aids. One of the information technologies used today is the use of AIS devices in ship’s navigation and marking fishing gear that is being operated.  AIS is a maritime navigation and radio communication system. This system aims to improve life safety at sea, safety and efficiency navigation as well as the protection of the marine environment by automatically communicating navigational information on the VHF channel between ships, through AtoN and shore stations. Various technological innovations developed with this AIS device have resulted in AIS hybrid that can be used as a fishing gear, especially as a fishing gear marker      Fishing aids that have been used so far by fishermen in terms of marking fishing gear that are being operated are marker buoys, radio buoys supported by RDF devices. The use of AIS hybrid in fishing techniques with long lines or other fishing gear is one of the technological developments, especially the use of AIS hybrid as a tool or a marker when fishing gear is operated.         The use of AIS hybrid on fishing vessels as a marker for fishing gear has not been widely applied in Indonesia. This needs to be introduced to fishermen or fishing vessel officers as has been used on foreign fishing vessels operating in Indonesian EEZ waters.  In order to avoid errors in accessing AIS data in the vessels tracking lane due to the AIS hybrid, it is recommended that the AIS hybrid MMSI number be issued by the competent authority in accordance with the applicable provisions of the IMO standard.
ANALISIS TEKNIS PENGOPERASIAN BAGAN APUNG (FLOATING BAGAN) DI PERAIRAN DESA BATU PUTIH KOTA BITUNG SULAWESI UTARA Darondo, Franky Adrian; Putri, Elsari Tanjung; Manohas, Jul; Santoso, Heru; Karyanto, Karyanto; Katili, Lidya; Manengkey, Jenny I; Saranga, Rudi; Simau, Silvester; Hamel, Samuel
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.4.188-196

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya perikanan berupa usaha penangkapan ikan dengan bagan apung (floating bagan) telah berlangsung lama di desa Batu Putih dan jumlah bagan yang aktif cenderung berkurang. Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji aspek teknis pengoperasian bagan apung di perairan desa Batu Putih. Manfaat dari studi ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan informasi ilmiah dan referensi bagi akademisi maupun pelaku usaha dibidang penangkapan. Penelitian dilaksanakan Agustus–November 2024, lokasi penelitian di perairan desa Batu Putih. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data observasi partisipan.  Penelitian dilakukan dengan melakukan pengoperasian bagan apung selama 4 (empat) trip penangkapan  dan melakukan pengambilan data yang terdiri dari desain dan konstruksi alat tangkap, proses pengoperasian dan hasil tangkapan selain itu pengambilan data parameter oseanografi perairan. Waktu terbaik untuk mengoperasikan bagan adalah saat arus tidak mengalami perubahan arah antara pukul 03.00 – 04.30 dini hari, dengan kedalaman daerah penangkapan bagan apung pada kedalaman 75 depa. Hasil analisis menunjukan  bahwa aspek teknis pengoperasian bagan apung di perairan Batu Putih meliputi perahu pelang berkapasitas 15 PK sebagai sarana transportasi menuju fishing ground dan alat tangkap itu sendiri yang terbuat dari rangkaian kayu dengan jaring/cang dengan bantuan lampu. Adapun beberapa tahap pengoperasiannya meliputi persiapan, pemasangan lampu, pengamatan ikan, penurunan jarring, pengangkatan jaring, penanganan hasil tangkapan. Hasil tangkapan utama yang diperoleh selama penelitian yaitu 65% ikan teri, 23% ikan layang dan 12% ikan sardin.
Studi Konstruksi Bagan Apung Milik Nelayan Kelurahan Batu Putih Atas Kota Bitung: Study of the Construction of Floating Fish Aggregating Devices Owned by Fishermen in the Batu Putih Atas Subdistrict, Bitung City Karyanto; Manohas, Jul; Santoso, Heru; Darondo, Franky Adrian; Katili, Lidya; Putri, Elsari Tanjung
JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol. 10 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jitpt.10.1.2025.59770

Abstract

Bitung City is one of the centers for fisheries production, with the main commodity being capture fisheries, specifically small pelagic fish (mackerel scad (decapterus), mackerel fish (Rastrelliger), tuna (Euthynnus affinis) , and anchovy (Stolephorus indicus)). The purpose of this research is to describe the construction of a floating net cage to support the successful capture of small pelagic fish. The study was conducted from October to December 2024. The data collection methods used were observation and direct interviews with fishermen, and the data were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of the study show that the construction of the lift net includes: a wooden frame measuring 9.5 x 8.5 meters, wooden and net enclosures measuring 3x3 meters, 24 LED lights, a polyethylene net (Cang) measuring 9.5x8.5 meters, a guard house made of wood measuring 2x2 meters, 15 river stones as weights, 4 sand-filled anchors in bags, 12 brass rings, 1 wooden reel, and 24 styrofoam buoy floats.
Pemetaan Daerah Penangkapan Potensial Ikan Demersal Dengan Kapal Latih KM. Coelacanth Di Perairan Bitung Sulawesi Utara Darondo, Franky Adrian; Manohas, Jul; Putri, Elsari Tanjung; Karyanto, Karyanto; Santoso, Heru; Katili, Lidya; Hamel, Samuel; Tauladani, Saeful A.; Simau, Silvester; Saranga, Rudi; Antou, Lusje D.; Pontoh, Peggy; Akbar, Mohammad; Purwanto, Yuli
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 6, Number 1, March 2025 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v6i1.43221

Abstract

The waters of Bitung, located in North Sulawesi Province, have long been known for their rich underwater biodiversity, specifically unique and exotic creatures. They are a potential demersal fishing ground for coastal fishermen in Bitung City. However, information on demersal fishing grounds is limited, so it is necessary to conduct research and map demersal fishing grounds in Bitung waters. This study aims to obtain data on the geographical position of demersal fishing areas in Bitung waters to be mapped into a map of demersal fishing areas in Bitung waters and determine the types of catches from bottom fishing rods. Data was collected directly by following demersal fishing operations on the training ship FV. Coelacanth. The data were analyzed using survey methods and direct observation, which is an effort to collect information directly from a part of the population that is considered a specified population and has the nature of authentication or checking of existing theories. The study's results obtained geographical data on demersal fishing areas in Bitung waters at (1) 10°23.447' N, 125°06.934' E (Suar Batu Kapal area),, (2) 10°23.483' N, 125°09.567' E (Karang Tanjung Merah area) (3) 10°23.283' N, 125°10.852' E (Batu Angus Area), (4) 10°30.393' N, 125°15.392' E (Menara Lampu Hijau Area), and (5) 10°32.706' N, 125°18.105' E (Dua Pulau area). The primary catches of bottom fishing consist of fish species: grouper, snapper, trevally fish, Gora fish, emperor fish and parrot fish.