cover
Contact Name
Muhammad Rifqi
Contact Email
muhammaddamm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
humannarratives.unindra@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI Jl. Nangka No. 58C, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Human Narratives
ISSN : 27984575     EISSN : 27461130     DOI : https://doi.org/10.30998/hn.v2i1.580
Core Subject : Humanities, Social,
Human Narratives focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research reports, conceptual ideas, studies, theories, using qualitative approach in the field of Linguistics, Philosophy, Sociology, Anthropology, Religion Studies, History, and other related fields of Humanities.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020): Human Narratives" : 5 Documents clear
Analisis Sistem Tanda di Pusat Perbelanjaan berdasarkan Semiotika Charles Sanders Peirce Riana Hoseani; Fenti Mariska Yohana
Human Narratives Vol 2, No 1 (2020): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.799 KB) | DOI: 10.30998/hn.v2i1.578

Abstract

Upaya menggunakan tanda-tanda visual berangkat dari pemahaman bahwa bahasa visual memiliki karakteristik khas yang dapat menimbulkan efek ketertarikan para pengamatnya. Hal seperti ini terkadang sulit disampaikan dengan bahasa verbal semata. Dalam studi ini, penulis meneliti tanda-tanda visual yang sering ditemukan pada pusat perbelanjaan. Kehadiran sistem tanda di ruang publik tersebut akan dianalisis menggunakan semiotika. Semiotika yang dipilih sebagai kerangka teoretis adalah semiotika Charles Sanders Peirce. Dalam Semiotika Peirce, semiotika didasarkan pada logika, karena logika mempelajari bagaimana orang bernalar, sedangkan penalaran dilakukan melalui tanda-tanda. Tujuan penelitian ini adalah menggali arti dari sistem tanda yang terdapat pada pusat perbelanjaan melalui semiotika Peirce.
Pilihan Material Bangunan pada Candi Bambang Perkasa Alam
Human Narratives Vol 2, No 1 (2020): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.214 KB) | DOI: 10.30998/hn.v2i1.579

Abstract

Peninggalan candi sering kali ditemukan dalam keadaan rusak. Namun di balik sisa-sisa reruntuhannya, masih terlihat jejak proses pembangunannya. Pada awalnya, seseorang yang menjadi pelaksana pembangunan candi (Yajamana), bersama para pekerjanya (Silpin), harus menghubungi Maha Brahma. Kemudian berdasarkan arahan Maha Brahma, mereka akan mencari lokasi yang tepat untuk membangun candi. Lokasi yang paling digemari adalah lahan dekat aliran sungai, khususnya daerah pertemuan dua sungai (tempuran). Material yang digunakan untuk pembanguan candi banyak macamnya, namun yang paling sering ditemukan adalah batu andesit dan batu bata merah. Material batu bata merah biasanya dipergunakan pada candi di areal persawahan, sedangkan batu andesit biasanya pada candi di dekat sungai. Tulisan ini mendiskusikan perbedaan penggunaan material pembangun candi tersebut serta efeknya pada kekuatan dan keindahan bangunan candi. Studi ini menggunakan metode kualitatif. Pengambilan data dilakukan melalui studi literatur, baik terhadap buku, laporan, ataupun artikel serta film semi dokumenter tentang ekskavasi candi di beberapa tempat di Indonesia. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan material candi di Indonesia, baik batu andesit maupun batu bata merah, sama-sama menghasilkan kekuatan dan keindahan dengan ciri khas masing-masing. Keduanya dapat digunakan secara terpisah maupun bersamaan, walaupun berbeda fungsi, tergantung lokasi candi.
Transkrip Edisi Kritis Hikayat Bayan Budiman (Br. 115) Widyawati Oktavia
Human Narratives Vol 2, No 1 (2020): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.048 KB) | DOI: 10.30998/hn.v2i1.580

Abstract

Perkembangan teknologi informasi hari ini kerap menjauhkan masyarakat dari kekayaan nilai moral yang terdapat dalam karya sastra klasik. Salah satu karya sastra klasik yang telah banyak disadur menjadi cerita-cerita pendek adalah Hikayat Bayan Budiman. Makalah ini menyajikan edisi kritis dari Hikayat Bayan Budiman dengan metode pembetulan kesalahan yang terdapat pada teks. Metode tersebut digunakan karena banyaknya kerusakan pada fisik naskah. Dengan menyajikan edisi kritis Hikayat Bayan Budiman, para pembaca akan lebih mudah untuk memahami pesan-pesan yang terdapat di dalamnya. Selain itu, edisi kritis ini juga bisa menjadi patokan bagi para penyadur naskah untuk melakukan adaptasi pada cerita Bayan Budiman untuk dikemas ulang dengan sasaran pembaca yang lebih beragam.
Analisis Kebutuhan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual terhadap Bahasa Inggris Galuh Raga Paksi; Ismail Bambang Subianto
Human Narratives Vol 2, No 1 (2020): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.471 KB) | DOI: 10.30998/hn.v2i1.585

Abstract

Analisis kebutuhan merupakan langkah awal bagi tercapainya tujuan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran bahasa Inggris, karena analisis kebutuhan menyediakan informasi mendalam sebagai acuan mengembangkan pembelajaran. Penelitian ini bermaksud melakukan analisis kebutuhan akan bahasa Inggris pada mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV). Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan kuesioner dengan melibatkan 138 mahasiswa DKV Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) yang dipilih secara acak sebagai responden. Data yang diperoleh kemudian diklasifikasikan berdasarkan tiga kategori bahasa Inggris untuk kebutuhan khusus: kebutuhan bahasa Inggris umum, kebutuhan bahasa Inggris untuk akademik, dan kebutuhan bahasa Inggris untuk pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal kebutuhan bahasa Inggris umum, menonton televisi dan film berbahasa Inggris merupakan kebutuhan yang paling penting, sementara bercakap-cakap dengan orang yang baru dikenal merupakan yang paling kurang penting. Dalam hal kebutuhan bahasa Inggris untuk akademik, mengerti perkuliahan dalam bahasa Inggris adalah kebutuhan yang paling penting, sementara membuat catatan perkuliahan adalah kebutuhan yang paling kurang penting. Adapun dalam hal kebutuhan bahasa Inggris untuk pekerjaan, bercakap-cakap dengan rekan kerja yang berbahasa Inggris adalah kebutuhan yang paling penting, sementara menulis memo atau laporan dalam bahasa Inggris adalah kebutuhan yang paling kurang penting
Hambatan Integrasi Identitas Muslim di Barat: Penelusuran Konsep Humanisme, Perang Salib, dan Tantangan Masa Depan Wirawan Sukarwo
Human Narratives Vol 2, No 1 (2020): Human Narratives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.121 KB) | DOI: 10.30998/hn.v2i1.584

Abstract

Sejak peradaban Barat menjadikan humanisme sebagai acuan tata nilai dalam membentuk kehidupan bermasyarakat mereka, terjadi banyak konfrontasi dengan komunitas Islam. Humanisme yang kemudian melahirkan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi sering kali masuk ke wilayah penistaan nilai keagamaan (blasphemy). Artikel ini mencoba menelusuri titik tengkar yang melahirkan hambatan integrasi identitas muslim di Barat. Riset yang dilakukan berjenis kualitatif deskriptif dengan metode penelusuran literatur. Perbandingan humanisme Barat dan Islam dalam artikel ini dilakukan dengan menggunakan studi komparasi yang digagas Ali Syariati. Berdasarkan hasil penelusuran, terdapat perbedaan mendasar yang sulit dikompromikan antara humanisme Barat dan Islam, serta trauma Perang Salib yang masih terasa. Hal tersebut perlu dipahami dengan baik agar bisa memunculkan kesadaran untuk menekan intensitas konflik antara masyarakat Barat dengan komunitas muslim di wilayah mereka.

Page 1 of 1 | Total Record : 5