cover
Contact Name
Ali Mustofa
Contact Email
alimustofa@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alimustofa@unesa.ac.id
Editorial Address
The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya T4 Building, 2nd floor Lidah Wetan Campus Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Litera Kultura
ISSN : -     EISSN : 23562714     DOI : -
Litera Kultura : Journal of Literary and Cultural Studies accepts articles within the scope of Literature and Cultural Studies. The journal is published three times in a year: April, August, and December.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2017)" : 2 Documents clear
Melanie Stryder’s Existence in Stephenie Meyer’s The Host
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v5i1.18326

Abstract

Abstrak Tesis ini bertujuan untuk mengungkapkan eksistensialisme dalam karakter utama di novel Stephenie Meyer berjudul The Host, Melanie Stryder. Tesis ini membahas tentang bagaimana Melanie menampilkan eksistensialisme dan apa dampak dari keberadaan Melanie untuk hidupnya, cinta, dan dunia. Melanie yang hidup di era di mana alien menginvasi bumi harus mempertahankan keberadaannya sebagai manusia. Melanie hidup sebagai buronan, bepindah dari satu ke tempat lain untuk bersembunyi dan membuat saudaranya aman. Melanie memilih lebih baik mati daripada ditangkap oleh para pencari. Sebagai manusia dan mempertahankan keberadaannya, Melanie memiliki motif dalam setiap kegerakannya. Berpikir tentang apa dan bagaimana hidup sebagai ada manusia. Menjadi seperti manusia terkahir di bumi membuat Melanie harus siap kabur kapan saja, kesepian tanpa teman dan selalu dilingkupi kecemasan. Sebagai manusia, Melanie juga memiliki kebebasan untuk memilih, dia memiliki kehendak bebas untuk berakhir hidupnya atau tetap hidup bahkan ketika "jiwa" telah dimasukkan ke tubuhnya. Dengan Jamie sebagai satu satunya keluarga yang tersisa, Melanie tumbuh menjadi wanita yang bertanggung jawab penuh untuk memastikan Jamie selalu aman. Melanie juga menunjukkan dari bagaimana dia dalam kesadaran dan ketidaksadaran untuk dirinya sendiri. Konsep existenliasm dan Being dan Nothingness oleh Jean Paul Sartre digunakan untuk mengungkapkan tentang Eksistensialisme Melanie di novel Stephenie Meyer, The Host. Novel Host sebagai data utama akan disertai dengan data tambahan untuk penelitian mendalam dari penerapan teori tersebut. Hasilnya akan menunjukkan bagaimana Melanie sebagai eksistensialis dan dampak terhadap kehidupan, cinta dan dunianya. Kata kunci: existetialism, existenliast, kesepian, kecemasan, kebebasan, tanggung jawab, mobile, motif. Abstract This thesis intends to reveal existentialism in the main character of Stephenie Meyer’s The Host, Melanie Stryder. This thesis discussed problem concern in how Melanie represent existentialism and what the impact of Melanie’s existence to her life, love, and world. Melanie that is live in a era where aliens invaded the earth has to maintain her existence as a human. Melanie live as a fugitive, nomadic from one to another place to hide and make her brother safe. Melanie, she rather die than to be caught up by the seeker. As a human and maintain her existence, Melanie has her motif upon her mobile. Thought about what and how to life as exist human being. Seems like the last human being and a fugitive that has to nomad anytime, makes Melanie feels Loneliness and anxiety like common existence character. As a human Melanie also has her freedom to choice, she has free will to end up her life or keep alive even a “soul” has been inserted to her body. Having a litle brother to protect, build up Melanie to be fully responsible woman to make sure her brother save. Melanie also shows off how she is being for herself and in herself. The concept of existenliasm and Being and Nothingness by Jean Paul Sartre is used to disclose about Melanie’s Existentialism in Stephenie Meyer’s The Host. The novel The Host as the main data will be accompanied by additional data in order to eleborate deeply from the application of the theory. The result will be shown how Melanie as an existentialist and its impact to her life, love and world. Keywords: existetialism, existenliast, loneliness, anxiety, freedom, responsibility, mobile, motif.
Oppression and Female Bonding in Alice Walker’s The Color Purple
LITERA KULTURA : Journal of Literary and Cultural Studies Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : The English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lk.v5i1.18496

Abstract

Abstrak Novel The Color Purple karya Alice Walker adalah sebuah novel naratif yang mengisahkan dua perempuan Afrika-Amerika bernama Celie dan Nettie, kedua karakter tersebut menceritakan kisah mereka yang harus berjuang melawan penindasan terhadap gender yang didominasi oleh laki-laki pada awal abad ke 20. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pokok pertanyaan dalam penelitian yakni untuk menunjukkan penindasan yang tergambar pada novel The Color Purple dan yang kedua, untuk menampakkan kehebatan fungsi dari persatuan perempuan yang mampu mengubah karakter Celie yang awalnya pasif hingga menjadi Celie yang berani, tidak tertindas oleh laki-laki, dan mampu hidup mandiri. Penelitian ini menggunakan teori dari Irish Marion Young yang menyatakan bahwa terdapat lima tipe tindasan dalam suatu penindasan yang mendukung untuk menampakkan beberapa tipe penindasan yang terdapat pada novel The Color Purple. Dan pertanyaan kedua dalam penelitian ini menggunakan female bonding theory yang berguna untuk mengemukakan keunggulan atau kekuatan dari percakapan dari perserikatan perempuan ketika perempuan bersatu dalam memecahkan suatu permasalahan, saling mendukung dan saling menginspirasi satu karakter ke karakter yang lain sehingga kehidupan Celie pada akhir cerita novel menjadi sosok yang tangguh dan mandiri yang tak takut lagi pada tindasan laki-laki disekitarnya. Selain itu, persatuan perempuan yang terjadi dalam novel The Color Purple digunakan sebagai metode penelitian secara langsung dan hasilnya menunjukkan tipe kekuatan dalam tiap-tiap karakter perempuan adalah berbeda dan saling mempengaruhi satu karakter yang lemah yakni, Celie. Sementara itu, karakter wanita bernama Nettie, Sofia Butler, dan Shug Avery adalah karakter yang bersifat kuat dan mereka adalah inspirasi Celie sehingga dapat merubah hidupnya yang sengsara dan takut untuk melawan tindasan, menjadi Celie yang tangguh dan merdeka dari laki-laki yang menindasnya. Berkat bantuan inspirasional dari karakter perempuan lain dan juga keajaiban perempuan dalam mendukung dan menginspirasi satu sama lain dalam novel tersebut, karakteristik Celie seketika berubah dari pasif menjadi aktif. Kata Kunci: persatuan wanita, girl’s talk, tindasan terhadap perempuan, masyarakat Afrika-Amerika, awal abad ke 20 Abstract Alice Walker’s The Color Purple is a narrative novel about Celie and Nettie, two African-American women who are struggling to deal with gender oppression of male dominated of early 20th century African-American society. This research aims to answer two main research question of the study, which are to shows the oppression that exist in The Color Purple novel and to reveal the perspective of women bonding which bring the changes toward Celie’s life in Alice Walker’s The Color Purple. This research used Iris Marion Young theoretical approach that examines the literary work based on the five faces toward oppression and to depict the oppression that exist in the novel. And the second research question is used the female bonding theory to reveal the girl’s talk and female bonding which changes Celie’s life in the novel. The result shows the female characters’ type of resistance. Nettie, Sofia Butler and Shug Avery’s acts of resistance are consistent as an active resistance. That characters was become the big reason why Celie’s character turning into fearless and bold women in facing her sad life. From the help of the other female characters, and also the power of female bonding in support and sharing together, Celie’s characteristic of resistance is dynamically changed from passive to active. Keywords: female bonding, girl’s talk, oppression toward women, African-American, early 20th century

Page 1 of 1 | Total Record : 2