cover
Contact Name
Oscar Lontoh
Contact Email
oscarlontoh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oscarlontoh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27227421     EISSN : 2722662x     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang dilakukan oleh setiap dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia, praktisi Kristen, teolog, yang ingin berkontribusi bagi kemajuan pemikiran Kristen di Indonesia secara khusus. THRONOS diterbitkan oleh Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia. Focus dan Scope penelitian THRONOS adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Praktika Teologi Kontekstual Teologi Historika Misiologi THRONOS menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. THRONOS terbit dua kali dalam setahun, yakni Juni dan Desember.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019" : 3 Documents clear
Pandangan Gereja di Indonesia terhadap Perjanjian Pra-Nikah Frederich Oscar L. Lontoh; Hendrick Lusikooy; Jonathan Octavianus
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.177 KB) | DOI: 10.55884/thron.v1i1.8

Abstract

Prenuptial agreement has been implemented for a long time in Indonesia, mainly by couples from middle and upper socioeconomic strata. It is a common legal step taken before marriage, and establishes the property and financial rights of each spouse in the event of a divorce. Nowadays, the rapid growth and development in all fronts of human life, particularly in information and communication, make people more aware about this agreement, both in Christian and non-Christian couples. The high divorce rate that affects the integrity of family life and the well-being of children, is one of the reasons that increases couples to bind themselves in this agreement. Prenuptial agreement avoid arguments in case of divorce and can also be used to protect spouses from disputes. The method used is a qualitative method using interviews with several informants who are considered eligible to obtain valid data. The conclusion of the Understanding of the Pastors reached 75% stating disagree of the Premarital Agreement in Christian marriage and the conclusion of lay Christians is that up to 50% disagree with the Premarital Agreement in Christian marriage. Facing the increasing tendency of people performing this marriage prenuptial agreement, church leaders need to better understand this agreement, so that they can explain it to Christian couples who are planning  AbstrakPerjanjian pranikah telah lama diterapkan di Indonesia, terutama oleh pasangan dari strata sosial ekonomi menengah ke atas. Ini adalah langkah hukum umum yang diambil sebelum menikah, dan menetapkan hak milik dan keuangan masing-masing pasangan jika terjadi perceraian. Saat ini, pertumbuhan dan perkembangan yang cepat di semua bidang kehidupan manusia, khususnya dalam informasi dan komunikasi, membuat orang lebih sadar tentang perjanjian ini, baik dalam pasangan Kristen dan non-Kristen. Tingkat perceraian yang tinggi yang mempengaruhi integritas kehidupan keluarga dan kesejahteraan anak-anak, adalah salah satu alasan yang meningkatkan pasangan untuk mengikat diri dalam perjanjian ini. Perjanjian pranikah menghindari argumen jika terjadi perceraian dan juga dapat digunakan untuk melindungi pasangan dari perselisihan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan wawancara dengan beberapa informan yang dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan data yang valid. Kesimpulan dari Pemahaman Para Pendeta mencapai 75% yang menyatakan tidak setuju atas Perjanjian Pranikah dalam pernikahan Kristen dan kesimpulan dari umat Kristen awam adalah bahwa hingga 50% tidak setuju dengan Perjanjian Pranikah dalam pernikahan Kristen. Menghadapi kecenderungan yang semakin meningkat dari orang-orang yang melakukan perjanjian pranikah pernikahan ini, para pemimpin gereja perlu lebih memahami perjanjian ini, sehingga mereka dapat menjelaskannya kepada pasangan Kristen yang merencanakan pernikahan mereka. 
Teologi Misi sebagai Teologi Amanat Agung Fransiskus Irwan Widjaja; Daniel Ginting; Sabar Manahan Hutagalung
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.537 KB) | DOI: 10.55884/thron.v1i1.9

Abstract

From the beginning of human creation, God's call never changes. Since the first man fell into sin, God has continued to take the initiative to look for the lost, from the old covenant to the new covenant and even himself sent, but to this day, the world is still not evangelized. Jesus himself was present for three and a half years, and sent twelve disciples, even the calling and commission of the Great Commission was continued by the church and believers, but from the facts and facts, the world was still not entirely accessible. After two thousand years, the call and commission of the Great still cannot be fulfilled. This article is a reflective study using a hermeneutical approach to biblical texts that speak of the great commission of Jesus Christ. Mission theology is the theology of the Great Commission needs to be developed to complete. AbstrakDari awal penciptaan manusia, panggilan Allah tidak pernah berubah. Sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, Allah terus berinisiatif mencari yang terhilang, dari perjanjian lama sampai perjanjian baru bahkan diriNya sendiri di utus, tetapi sampai hari ini, dunia masih tetap belum terinjili. Yesus sendiri hadir selama tiga setengah tahun, dan mengutus dua belas murid, bahkan panggilan dan tugas Amanat Agung dilanjutkan oleh gereja dan orang percaya, tetapi dari fakta dan kenyataan, dunia masih belum seluruhnya terjangkau. Setelah dua ribu tahun, panggilan dan amanat Agung tetap belum bisa digenapi. Artikel ini merupakan kajian reflektif dengan menggunakan pendekatan hermeneutis atas teks-teks Alkitab yang berbicara tentang amanat agung Yesus Kristus. Teologi misi merupakan teologi Amanat Agung perlu dikembangkan untuk menuntaskan.
Unsur-unsur Ibadah yang Alkitabiah dan Relevansinya bagi Ibadah Kristen Masa Kini Agustina Pasang
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.641 KB) | DOI: 10.55884/thron.v1i1.10

Abstract

Man was created not only as a physical being but also a spiritual being because he was created in the image and likeness of God so that it differs from all other creations and becomes the crown over all creation. The image and likeness of God is a quality that makes humans special in relation to God, so worship is an integral part and cannot be separated from human life. The times and technological advances have influenced human life, including the lives of churches and believers even the point of changing concepts in worship. The church has changed in many ways including in worship practices using new worship arrangements. True understanding of Christian worship began to diminish and even shifted, worship is no longer something importand and began to lose its main focus, lose transformational power, lose theological foundation and be anthropocentric and no longer see God as a subject as well as an object of worship but instead places humans as subjects of worship. The article is a literature review using reference books that contain a discussion about of worship and elements of biblical worship by applying descriptive methods. The conclusion, it should be understood that worship is an active response to God, not dependent on feelings but on acknowledgement of God’s majesty. Worship also binds horizontal relations in the sense that worship of God includes relationships with others. There are several elements in biblical worship including: prayer, praise and preaching in addition to other elements.Abstrak Manusia diciptakan bukan hanya sebagai mahkluk jasmani tetapi juga makhluk spiritual dan mulia karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sehingga berbeda dengan semua ciptaan lain dan menjadi mahkota atas seluruh ciptaan. Gambar dan rupa Allah adalah suatu kualitas yang menjadikan manusia istimewa secara khusus dalam hubungannya dengan Allah sehingga ibadah adalah bagian integral dari hidup manusia dan tidak dapat dipisahkan dari hidup manusia. Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi ikut mempengaruhi kehidupan manusia termasuk kehidupan gereja dan orang percaya, bahkan sampai kepada perubahan konsep dalam beribadah. Gereja telah berubah dalam banyak cara termasuk dalam praktik-praktik ibadah dengan menggunakan tata ibadah yang baru. Pemahaman yang benar mengenai ibadah Kristen mulai berkurang bahkan bergeser, ibadah bukan lagi sesuatu yang penting dan mulai kehilangan fokus yang utama, kehilangan kuasa transformasional, kehilangan landasan teologis sehingga bersifat antrhoposentris  dan tidak lagi melihat Allah sebagai subyek sekaligus obyek ibadah, melainkan menempatkan manusia sebagai subyek ibadah. Artikel ini merupakan kajian literatur atau kajian pustaka dengan menggunakan buku-buku referensi yang memuat bahasan mengenai ibadah dan unsur-unsur ibadah yang Alkitabiah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif. Kesimpulan, hendaknya dipahami bahwa ibadah adalah respons yang aktif kepada Allah, tidak bergantung pada perasaan tetapi pada pengakuan akan keagungan Allah. Ibadah juga mengikat relasi horisontal dalam pengertian bahwa ibadah kepada Allah juga mencakup relasi dengan sesama. Ada beberapa unsur dalam ibadah yang Alkitabiah, antara lain: Pujian, Doa dan Khotbah di samping unsur yang lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 3