cover
Contact Name
Oscar Lontoh
Contact Email
oscarlontoh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oscarlontoh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27227421     EISSN : 2722662x     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang dilakukan oleh setiap dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia, praktisi Kristen, teolog, yang ingin berkontribusi bagi kemajuan pemikiran Kristen di Indonesia secara khusus. THRONOS diterbitkan oleh Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia. Focus dan Scope penelitian THRONOS adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Praktika Teologi Kontekstual Teologi Historika Misiologi THRONOS menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. THRONOS terbit dua kali dalam setahun, yakni Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020" : 5 Documents clear
Pentingnya Memahami Soteriologi Paulus dan Yakobus Erwin Tonius Zai
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.769 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i1.16

Abstract

Salvation must be the most extensive subject in the Bibel. Salvation in the concept of the Apostles Paul dan James is very worthy of study considering that the two New Testament writers have given emphasis and description of salvation. In addition, the concept of salvation is a primary doctrine that is the dogmatic guide for the church. An understanding of salvation is always associated with these two New Testament writer's accounts. Paul emphasized that faith is the means to experience salvation. Meanwhile, James emphasizes work as the fruit of faith which is evidence of a person being saved. Hopefully, this article will contribute to the reader and answer the confusion over the misunderstanding of the concept of salvation between Paul and James.AbstrakKeselamatan harus menjadi pokok bahasan yang paling luas dalam Alkitab. Kese-lamatan dalam konsep Rasul Paulus dan Yakobus sangat layak untuk dikaji mengingat kedua penulis Perjanjian Baru ini telah memberikan penekanan serta gambaran tentang keselamatan. Selain itu konsep keselamatan merupakan doktrin primer yang menjadi pegangan dogmatika bagi gereja. Pemahaman tentang keselamatan selalu dihubungan dengan kedua catatan-catatan penulis Perjanjian Baru ini. Paulus menekankan iman yang menjadi sarana untuk mengalami keselamatan. Sedangkan Yakobus menekankan perbuatan sebagai buah dari iman yang adalah bukti dari orang yang sudah diselamatkan. Artikel ini semoga memberikan kontribusi kepada pembaca serta menjawab kebingunggan atas kekeliruan dalam memahami konsep keselamatan antara Paulus dan Yakobus. 
Misi dan Dialog Iman pada Ruang Virtual: Sebuah Model Reflektif Yohanes 3:1-21 Fransiskus Irwan Widjaja; Harls Evan R. Siahaan
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.81 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i1.17

Abstract

The church service activities, including missions, experience increasingly complex challenges, especially entering a pandemic era in this digital era. The limited physical space due to the pandemic has forced almost all church activities to be carried out through virtual media, including mission activities. Meanwhile, in virtual space, or the virtual world created by internet media, all limitations can be broken through, so that everyone can visit any place in all parts of the world through digital technology. The effect is that there are no longer barriers between regions and places so that all information can be freely accessed, the excesses are disrupted which often results in a social and political uproar. The church should be able to use this borderless medium to share its faith in a dialogical manner, without having to follow the flow of disruption. This article offers an idea of creating a dialogue space in the context of a virtual space mission. The method used is a descriptive analysis of the narrative of John 3:1-21. As a result, the narration of the text is a model of friendly dialogue between religious leaders. In conclusion, the mission can take the model of the dialogue of Jesus and Nicodemus which is carried out in a virtual space by utilizing digital media.AbstrakKegiatan pelayanan gerejawi, termasuk misi, mengalami tantangan yang semakin kompleks, terlebih memasuki masa pandemi di era digital ini. Terbatasnya ruang gerak secara fisik akibat pandemi telah memaksa hampir semua kegiatan gereja dilakukan melalui media virtual, termasuk kegiatan misi. Sementara di ruang virtual, atau dunia maya yang tercipta oleh media internet, semua keterbatasan dapat diterobos, sehingga semua orang dapat mengunjungi setiap tempat di seluruh belahan bumi melalui teknologi digital. Efeknya, tidak adanya lagi pembatas antarwilayah dan tempat membuat semua informasi pun dapat diakses secara bebas, eksesnya terjadi disrupsi yang kerap mengakibatkan kegaduhan sosial hingga politik. Gereja seharusnya dapat menggunakan media tanpa batas ini untuk membagi imannya secara dialogis, tanpa harus mengikuti arus disrupsi. Artikel ini menawarkan sebuah pemikiran menciptakan sebuah ruang dialog dalam rangka bermisi pada ruang virtual. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis naratif Yohanes 3:1-21. Hasilnya, narasi teks tersebut merupakan model dialog pemimpin agama yang dilakukan secara ramah. Kesimpulannya, misi dapat mengambil model dialog Yesus dan Nikodemus yang dilakukan pada ruang virtual dengan memanfaatkan media digital.
Pentingnya Menekankan Bukti Internal Ketaksalahan Alkitab Kalis Stevanus; Yunianto Yunianto
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.652 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i1.18

Abstract

Not a few Christians secretly question the truth of the Bible as God's Word. This happens because there are allegations that the Bible has been corrupted, the Bible is no longer authentic, there must be another book that complements it, and so on. Responding to these accusations, every Christian is called to answer properly and correctly. This paper aims to provide strong and convincing evidence for the inerrancy of the Bible. The method used is biblical analysis through inductive investigation from primary sources, namely the Bible itself, and also by utilizing literature study through literature relevant to the topic of discussion. The findings show by presenting internal evidence from the Bible itself that the Bible is true, without error. The Bible is revealed by the Spirit of God through His chosen people so that the original text has an error-free quality. Not only in matters relating to morality and spirituality, but also in matters relating to history, geography, and science. Thus, the Bible that exists today even though it is not the original text is God's revelation for mankind. The whole is the infallible Word of God which reveals the truth from God.AbstrakTidak sedikit orang Kristen yang diam-diam mempertanyakan kebenaran Alkitab sebagai Firman Tuhan. Hal ini terjadi karena adanya tuduhan bahwa Injil telah dipalsukan, Alkitab sudah tidak asli lagi, harus ada buku lain yang melengkapi, dan sebagainya. Menanggapi tuduhan tersebut, setiap orang Kristen dipanggil untuk menjawab dengan baik dan benar. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan tentang ketaksalahan Alkitab. Metode yang digunakan adalah analisis biblikal melalui penyelidikan induktif dari sumber primer, yaitu Alkitab sendiri dan juga dengan memanfaat studi pustaka melalui literatur-literatur yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil temuan memperlihatkan dengan meng-hadirkan bukti internal dari Alkitab sendiri itu sendiri adalah Alkitab itu benar, tanpa kesalahan. Alkitab diwahyukan oleh Roh Allah melalui manusia yang dipilih-Nya sehingga teks aslinya memiliki kualitas yang bebas dari kesalahan. Tidak hanya dalam hal yang berkaitan dengan moralitas dan spiritualitas, tetapi juga dalam hal-hal yang berkaitan dengan sejarah, geografi dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, Alkitab yang ada sekarang ini meskipun bukan teks asli adalah wahyu Tuhan bagi umat manusia. Keseluruhan adalah Firman Tuhan yang sempurna yang menyatakan kebenaran dari Tuhan.
Implementasi Prinsip Kepemimpinan Bapa dalam Keluarga Kristen di Era New Normal Pandemi COVID-19 Timotius Haryono
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.268 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i1.14

Abstract

The covid-19 pandemic causes a negative impact on leadership in the Christian family. Leadership in Christian family are very important to prepare children in the New Normal era Covid-19 pandemic. This research aims to found the principle of Father leadership in the bible and apply on Christian family in New Normal era Covid19 pandemic. This research uses theological dan social qualitative approach. The principle of Father leadership collected from the Bible and related literature. This research found 12 principles of Father leadership that must be applied in the new normal Covid-19 pandemic era. AbstrakPandemi Covid19 menimbulkan dampak pada semua aspek kehidupan termasuk krisis kepemimpinan dalam keluarga Kristen. Peran kepemimpinan sangat menentukan dalam mempengaruhi anak-anak dalam keluarga Kristen untuk menghadapi era New Normal Pandemi Covid19. Penelitian ini bertujuan  untuk menemukan prinsip-prinsip kepemimpinan Bapa dalam Alkitab dan mengimplementasikannya dalam keluarga Kristen di era new normal Covid19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif teologis dan sosial. Data prinsip-prinsip kepemimpinan Bapa diperoleh dari Alkitab dan literatur yang terkait. Hasil penelitian ada 12 prinsip kepemimpinan Bapa yang perlu diterapkan dalam keluarga Kristen di era new normal pandemi Covid-19.
Korelasi Pemahaman Doktrin Predestinasi dengan Praktik Hidup Kudus Junior Natan Silalahi; Pengalaman Gulo; Anggiat Simanullang
THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.557 KB) | DOI: 10.55884/thron.v2i1.11

Abstract

This article reviewed the correlation of understanding the doctrine of predestination with the practice of holy life of church officials in the board of the synod region of Christian church Baithani DKI Jakarta. As for this research done with quantitative research methodology. After conducting research according to established methodologies, the result of calculating the correlation between the two variables would be a great 0,763 and fall into a positive and strong category. Based on regression tests retrieved regression results between the two variable sizes (0,582 or 58,2% which means that understanding the doctrine of predestination contributes 58,2% to the improvement of the practice of holy life in Jakarta GKB. Application of doctrinal understanding predestination to improve the practice of holy life of the church in GKB Synod Jakarta can be applied because it has a good influence, but it cannot be the holy reference because there are still other factors affecting the level of practice of the holy life.AbstrakArtikel ini mengkaji korelasi pemahaman doktrin predestinasi dengan praktik hidup kudus pejabat gereja di badan pengurus daerah sinode gereja Kristen Baithani DKI Jakarta. Adapun penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Setelah melakukan penelitian sesuai dengan metodologi yang baku, maka didapat hasil perhitungan korelasi antara kedua variabel adalah sebesar (0.763) dan masuk pada kategori positif dan kuat. Berdasarkan uji regresi di dapat hasil regresi antara kedua variabel sebesar 0,582 atau 58,2% yang berarti bah-wa pemahaman doktrin predestinasi memberi kontribusi 58,2% terhadap peningkatan praktik hidup kudus di sinode GKB DKI Jakarta. Penerapan pemahaman doktrin predestinasi untuk meningkatkan praktik hidup kudus para pejabat gereja GKB Sinode DKI Jakarta bisa diterapkan karena memiliki pengaruh yang baik, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan karena masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat praktik hidup kudus. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5