cover
Contact Name
-
Contact Email
jbd@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbd@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES, Gedung Prof. Retno Sriningsih Satmoko Lantai 2, Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bina Desa
ISSN : 27156311     EISSN : 27754375     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bina Desa memuat hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian seperti Pengembangan Masyarakat (Community Development), Pembelajaran Layanan (Service Learning), PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), dan metodologi lainnya. Pada dasarnya adalah semua kegiatan yang bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat dengan tujuan menangani berbagai masalah di masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. Oleh karenanya pendekatan yang digunakan adalah multidisiplin ilmu sesuai konteks bidang garapan. Jurnal Bina Desa juga mempublikasikan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022): Juni" : 20 Documents clear
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Ecobricks dalam Pengelolaan Sampah Plastik
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara besar karena jumlah penduduknya yang menduduki peringkat keempat dunia. Kuantitas penduduk yang sebesar itu dengan keadaan ekonomi yang mayoritas banyak dibawah garis kemiskinan menyebabkan kebutuhan masyarakat banyak pada sektor konsumtif. Hal itu menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan dari berbagai sumber sangat banyak. Ecobrick menjadi salah satu terobosan yang dapat dikembangkan oleh masyarakat karena penggunaannya yang sederhana, ramah lingkungan, dan efektif dalam mendayagunakan kembali sampah, utamanya plastik. Kebijakan tersebut sangat tepat jika melihat angka sampah yang dihasilkan Indonesia pada tahun 2020, yaitu lebih dari 60 ton. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian warga RT 05 tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik. Metode sosialisasi ini menggunakan metode ceramah dan praktik langsung pembuatan ecobrick. Hasil yang diperoleh yaitu warga dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah yang dibuat menjadi ecobrick dan cara pembuatannya. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut ke depannya, dan warga RT 05 dapat menjadi kader inisiasi pengelolaan sampah plastik di Desa Candinegara.AbstractIndonesia is a large country because of its population which is ranked fourth in the world. Such a large population with an economic condition that dominates below the poverty line causes many people's needs to be in the consumer sector. This causes the amount of waste generated from various sources to be very large. Ecobrick is one of the breakthroughs that can be developed by the community because of its simple use, environmentally friendly especially plastic. This policy is very appropriate if you look at the number of waste generated by Indonesia in 2020, it amounts to more than 60 tons. The purpose of this socialization is to increase the knowledge and awareness of RT 05 residents about the importance of managing plastic waste. This socialization method uses the lecture method and direct practice of making ecobricks. The results obtained are that residents can understand the importance of managing waste made into ecobricks and how to make it. It is hoped that this activity can be continuously implied, and residents of RT 05 become cadres of initiation of plastic waste management in Candinegara Village.Keywords: Environtment; Knowledge; Manage; Waste
Pelatihan BUDIKDAMBER Sebagai Solusi Alternatif Budidaya Ikan dan Sayuran Hidroponik
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDaerah pedesaan pada umumnya adalah daerah yang dapat dengan mudah dijadikan sebagai tempat untuk budidaya ikan maupun sayuran. Namun pada kenyataannya, untuk melakukan budidaya tersebut diperlukan lahan yang luas serta modal yang cukup besar. Hal ini menjadi permasalahan sekaligus tantangan untuk melakukan budidaya ikan dan sayuran tanpa memiliki lahan yang luas serta modal yang cukup. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut. Salah satu solusi alternatif yang tepat untuk permasalahan ini adalah program “BUDIKDAMBER” atau Budidaya Ikan dalam Ember. Sebagai civitas academica, Tim KKN BMC 1 UNNES melaksanakan pelatihan “BUDIKDAMBER” dengan warga desa Karangreja sebagai pesertanya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa, khususnya desa Karangreja agar dapat melakukan budidaya ikan dan sayuran hidroponik secara bersamaan tanpa mengeluarkan modal yang besar serta lahan yang luas. Hasil dari pengabdian melalui program “BUDIKDAMBER” ini yaitu: (1) Masyarakat desa, khususnya di desa Karangreja dapat mengerti mengenai cara yang tepat dan hemat untuk melakukan budidaya ikan serta sayuran; dan (2) Penerapan “BUDIKDAMBER” dapat membantu ketahanan pangan dalam skala mikro di masyarakat desa.AbstractRural areas commonly are areas that can easily be used for fish and vegetable cultivation. But in fact, to carry out such cultivation requires a large area of land and sufficient capital. This becomes problem as well as challenge to cultivate fish and vegetables without having a large area of land and sufficient capital. Therefore, an appropriate solution is needed to deal with this problem. One of the appropriate alternative solutions for this problem is the program of “BUDIKDAMBER” which stands for “Budidaya Ikan dalam Ember” (Fish Cultivation in Pails). As an academic community, the KKN BMC 1 Team from UNNES conducted the “BUDIKDAMBER” training with Karangreja villagers as participants. This training program aims to empower villagers, especially those in Karangreja village, so that they can do the cultivation of fish and hydroponic vegetables simultaneously without spending a large amount of capital and large area of land. The results of the "BUDIKDAMBER" program are: (1) Villagers, especially those in Karangreja village, can understand the correct and efficient way to cultivate fish and vegetables; and (2) The application of "BUDIKDAMBER" can help food security on a micro scale in rural inhabitants.Keywords: Budikdamber; Fish cultivation; Food security; Hydroponics
Pemanfaatan Ekstrak Kulit Bawang Merah sebagai Inovasi Pembuatan Hand Sanitizer Cair
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat RT 02/RW 03, Dusun Pengkol Jati, Desa Tlogomulyo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan mengenai pemanfaatan ekstrak kulit bawang merah (Allium Cepa. L) menjadi hand sanitizer cair. Target luaran yang diharapkan adalah masyarakat dapat membuat hand sanitizer cair secara mandiri  dari kulit bawang merah yang biasanya tidak terpakai menjadi terpakai, sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk membeli hand sanitizer di era pandemi ini, menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang pemanfaatan ekstrak kulit bawang merah menjadi produk yang bermanfaat, serta menumbuhkan kreatifitas masyarakat RT 02/RW 03, Dusun Pengkol Jati, Desa Tlogomulyo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan secara luring. Hasil dari pelatihan ini adalah masyarakat RT 02/RW 03, Dusun Pengkol Jati, Desa Tlogomulyo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan dapat membuat hand sanitizer dengan memanfaatkan ekstrak kulit bawang merah, serta menambah kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan kulit bawang merah yang nantinya dapat di kembangkan menjadi home industry.AbstractThis service activity aims to provide education to the community of RT 02/RW 03, Dusun Pengkol Jati, Tlogomulyo Village, Gubug District, Grobogan Regency regarding the use of onion peel extract (Allium Cepa. L) as a liquid hand sanitizer. The expected output target is that people can make liquid hand sanitizers independently from onion skins that are usually unused, so they can save on spending on buying hand sanitizers in this pandemic era, increase public knowledge and insight about the use of onion peel extract into products. which is useful, as well as fostering the creativity of the community in RT 02/RW 03, Dusun Pengkol Jati, Tlogomulyo Village, Gubug District, Grobogan Regency. The method used is offline counseling and training. The result of this training is that the community of RT 02/RW 03, Dusun Pengkol Jati, Tlogomulyo Village, Gubug District, Grobogan Regency can make hand sanitizers by utilizing onion peel extract, and increase community creativity in utilizing onion skins which can later be developed into home industry. Keywords: Dedication; Hand Sanitizer; Onion Peel Extract
Penyuluhan Asi Eksklusif dan Manajemen Asi Perah Secara Daring Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Menyusui di Masa Pandemi
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu menyusui akan pentingnya asi eksklusif serta manjemen asi perah untuk ibu yang bekerja di Desa Kedungsarimulyo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Target luaran yang diharapkan yaitu meningkatnya cakupan asi eksklusif di Desa Kedungsarimulyo. Metode yang digunakan melalui penyuluhan secara daring melalui WhatsApp Group. Hasil program pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan penyuluhan asi eksklusif serta manajemen ASI Perah yaitu meningkatnya pengetahuan ibu menyusui. Hal tersebut  terbukti dari adanya peningkatan pengetahuan melalui pre post test dari 5,82 menjadi 8,29. Ibu menyusui juga merespon secara positif adanya proram penyuluhan tersebut. Ketercapaian dari hasil program penyuluhan ini masih belum keseluruhan sempurna, sebab terdapat peserta yang tidak memiliki akses internet sehingga menjadi pengganggu dalam keberhasilan penyuluhan, namun secara kumulatif melalui kegiatan evaluasi pengabdian dinyatakan bahwa ada peningkatan pengetahuan mengenai asi eksklusif serta strategi penerapan asi eksklusif bagi ibu bekerja setelah mengikuti penyuluhan AbstractThe purpose of this service activity is to increase the knowledge and understanding of breastfeeding mothers on the importance of exclusive breastfeeding and management of breast milk for working mothers in Kedungsarimulyo Village, Welahan District, Jepara Regency. The expected output target is increasing the coverage of exclusive breastfeeding in Kedungsarimulyo Village. The method used is through online counseling via WhatsApp Group. The results of the community service program are in the form of exclusive breastfeeding counseling activities and management of Dairy ASI, namely increasing knowledge of breastfeeding mothers. This is evident from the increase in knowledge through the pre post test from 5.82 to 8.29. Breastfeeding mothers also responded positively to the counseling program. The achievement of the results of this counseling program is still not entirely perfect, because there are participants who do not have internet access so that they become a nuisance in the success of counseling, but cumulatively through service evaluation activities it is stated that there is an increase in knowledge about exclusive breastfeeding and management of breast milk in breastfeeding mothers after attending counseling. Keywords: Breast Milk; Counseling; Exclusive Breastfeeding
Ciri Khas dan Keunikan Telur Asin Brebes sebagai Sentra Industri Mikro
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelur asin merupakan salah satu kuliner yang ada di daerah Kabupaten Brebes. Brebes sendiri telah menjadi pusat utama usaha peternakan, produksi dan pengolahan telur itik. Telur asin menjadi komoditas yang khas di Kabupaten Brebes. Cara pembuatan telur asin yang unik dengan prosesnya yang cukup panjang, membuat telur asin memiliki cita rasa yang khas dari olahan-olahan jenis telur lainnya. Telur asin Brebes sendiri telah ada sejak tahun 1950-an yang pertama kali dikembangkan oleh kaum Tiong Hoa peranakan yang memang saat itu kerap mengawetkan makanan dengan cara pengasinan. Sebagai salah satu makanan yang memiliki ciri khas tersendiri, Telur Asin diangkat sebagai salah satu ikon Kabupaten Brebes hingga saat ini. Komoditas industri telur asin yang semakin berkembang kian meluas pun berdampak pada sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Brebes sendiri. Uniknya lagi, cara pengemasan telur asin yang hingga saat ini masih mempertahankan pengemasan dengan wadah anyaman bambu, menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen, baik dari dalam daerah maupun para pelancong yang hendak membeli oleh-oleh.AbstractSalted eggs are one of the culinary delights in the Brebes Regency area. Brebes itself has become the main center of livestock business, production and processing of duck eggs. Salted eggs are a typical commodity in Brebes Regency. The unique way of making salted eggs with a fairly long process, makes salted eggs have a distinctive taste from other types of egg preparations. Brebes salted eggs have been around since the 1950s, which were first developed by the peranakan Chinese community in Brebes Regency, who at that time often preserved food by salting. As one of the foods that has its own characteristics, Salted Eggs are appointed as one of the icons of Brebes Regency to this day. The salted egg industry commodity which is growing and expanding has an impact on the socio-economics of the people of Brebes Regency itself. Uniquely, the method of packaging salted eggs, which until now still maintains packaging in woven bamboo containers, has become a special attraction for consumers, both from within the region and tourists who want to buy souvenirs.Keywords: Characteristics; Industrial Centers; Production; Salted Eggs
Penerapan Hybrid Learning System di era Pandemi Covid-19 Pada anak Sekolah Dasar
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan sebuah bentuk daya upaya serta usaha yang ditujukan agar masyarakat dapat mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya, potensi tersebut antara lainnya yaitu kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasaan, berakhlak mulia, dan juga keterampilan. Melalui Hybrid Learning System diharapkan pembelajaran dapat terus berjalan secara efektif dengan 3 model yang diterapkan yaitu melalui pembelajaran tatap muka, berbasis online, dan juga berbasis pada komputer. Kelompok Mahasiswa KKNT UNNES 2021 memiliki misi untuk bersama-sama membangun dan juga mencerdaskan anak-anak di Desa Padasugih agar memiliki pola pikir akan pentingnya pendidikan untuk masa depannya. Misi ini direalisasikan melalui program bimbingan belajar yang diberi nama program GEMA (Gemar Membaca). Hasilnya, memalui kegiatan tersebut para orangtua dan juga anak-anak mulai menyadari pentingnya pendidikan dan juga tidak menyerah untuk mencari ilmu ditengah pandemi.Abstract Education is a form of effort and effort aimed at so that people can develop the potential contained within themselves, this potential includes religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and also skills. Through the Hybrid Learning System it is hoped that learning can continue to run effectively with 3 models applied, namely through face-to-face, online-based, and computer-based learning. The Unnes 2021 KKNT Student Group has a mission to jointly build and also educate children in Padasugih Village so that they have a mindset of the importance of education for their future. This mission is realized through a tutoring program called the GEMA program (Love to Read). As a result, through these activities parents and children are starting to realize the importance of education and also not giving up seeking knowledge in the midst of a pandemic.Kata Kunci : Education, Hybrid Learning System, Tutoring
Edukasi dan Konseling Gizi Kepada Ibu Hamil KEK
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasalah gizi penanggulangannya harus membutuhkan keterlibatan dari beberapa sektor yang terkait. Dalam kegiatan ini program perbaikan gizi yang dilaksanakan adalah pemberian Edukasi dan Konseling Gizi pada Ibu Hamil KEK. Tujuan dari program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku Ibu Hamil KEK.Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yaitu melalui ceramah dan tanya jawab yang disertai dengan pengisian lembar pre test  dan post test evaluasi.Hasil dari pelaksanaan intervensi permasalahan gizi yang ada adalah Ibu hamil KEK mengalami peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran terkait dengan pentingnya gizi seimbang selama masa kehamilan yang dinilai dari peningkatan skor pretset dan posttest yang diberikan. Pencapaian target dalam kegiatan ini mencapai 71,4% dimana hanya 5 dari 7 Ibu hamil KEK yang mendapatkan Program Intervensi tersebut.Untuk Indikator Keberhasilan dalam kegiatan ini mencapai 100% dimana seluruh responden yang mendapatkan intervensi mengalami peningkatan skor pengetahuan.AbstractNutritional problem requires the involvement of several related sectors. In this activity the nutrition improvement program implemented is the provision of Nutrition Education and Counseling to Pregnant Women CED. The aim of this program was to increase the knowledge, attitudes, and behavior of CED Pregnant Women. The implementation method in this activity used lectures, questions and answers accompanied by filling out pre-test  and post-test evaluations. The results showed that pregnant women with CED experienced an increase in knowledge, attitudes, and awareness related to the importance of balanced nutrition during pregnancy which was assessed from the increase in the pre-test and post-test scores given. The achievement of the target in the activity reached 71.4% where only 5 of 7 CED pregnant women received the Intervention Program. For indicators of success in this activity reached 100% where all respondents who received the intervention experienced an increase in knowledge scores.Keywords: Balanced Nutrition; CED; Pregnant Women
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Budidaya Hidroponik Sayur Selada dengan Pemanfaatan Limbah Botol Plastik
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerdasarkan analisi situasi yang telah dilakukan di Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten diketahui bahwa sebagian besar ibu ibu yang terdapat di daerah tersebut berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar ibu ibu tersebut tidak memiliki pekerjaan sampingan dan lebih mengendalikan penghasilan suami. Selain itu masalah pengolahan sampah plastik di daerah tersebut masih kurang. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini untuk memberdayakan ibu rumah tangga melalui pelatihan penanaman secara hidroponik sistem wick dengan pemanfaatan limbah botol plastik. Sistem hidroponik dalam pelatihan menggunakan sistem wick. Luaran yang diharapkan dari program pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga, pengurangan limbah plastik dan sebagai alternatif  lahan yang terbatas di Desa Bero. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan dengan tahapan yaitu : persiapan, pelaksaan, praktek langsung dan evaluasi untuk menilai pemahaman materi, keaktifan dan hasil praktek langsung. Hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di RT 05 RW 01 Desa Bero ini adalah peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan motivasi peserta dalam pemanfaatan limbah botol plastik untuk penanaman tanaman secara hidroponik.AbstractBased on the situation analysis that has been carried out in Bero Village, Trucuk District, Klaten Regency, it is known that most of the mothers in the area work as housewives. Most of these mothers do not have side jobs and are more in control of their husband's income. In addition, the problem of processing plastic waste in the area is still lacking. The purpose of this community service program is to empower housewives through training on hydroponic planting with a wick system using plastic bottle waste. The hydroponic system in training uses a wick system. The expected output of this community service program is to increase the income and welfare of residents, reduce plastic waste and as an alternative to limited land in Bero Village. The implementation of this training is carried out in stages, namely: preparation, implementation, direct practice and evaluation to assess understanding of the material, activeness and results of direct practice. The results of this community service carried out in RT 05 RW 01 Bero Village is an increase in the knowledge, skills and motivation of participants in the use of plastic bottle waste for hydroponic planting.Keywords: Housewife; Hydroponics; Plastic Waste
Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan UMKM dalam Pembuatan Bisnis Model Canvas
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi kondisi pandemi, bisnis harus dapat bergerak maju dengan potensi yang dimilikinya dengan mengatasi kelemahannya sehingga dapat terus berjalan dan bertahan dalam kondisi yang ada. Permasalahan yang dialami para pelaku UMKM di Kabupaten Purbalingga adalah lemahnya pengetahuan akan bisnis dan perencanaan pengembangan bisnis. Dalam hal ini, sebanyak 9 pelaku UMKM di Purbalingga. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai bisnis dan perencanaan bisnis serta membantu para pelaku UMKM dalam menyusun dan mengoptimalkan perencanaan pengembangan bisnisnnya. Metode yang digunakan adalah melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk sosialisasi secara langsung dengan mendatangi rumah pelaku UMKM. Sosialisasi ini diwujudkan dalam bentuk ceramah terkait materi dan pelatihan pembuatan Bisnis Model Canvas (BMC). Hasil yang diperoleh para pelaku UMKM dapat membuat perencanaan bisnis dengan pembuatan Bisnis Model Canvas (BMC). AbstractIn a pandemic condition, a business must be able to move forward with its potential by overcoming its weaknesses so that it can continue to run and survive in the existing conditions. The problem experienced by MSME actors in Purbalingga Regency is the lack of knowledge about business and business development planning. In this case, there are 9 SMEs in Purbalingga. The purpose of this community service is to provide education about business and business planning as well as assist MSME actors in compiling and optimizing their business development plans. The method used is to carry out community service in the form of direct socialization by visiting the homes of MSME actors. This socialization is manifested in the form of lectures related to materials and training on making Business Model Canvas (BMC). The results obtained by MSME actors can make business plans by making a Business Model Canvas (BMC).Keywords: Business Model Canvas; SMEs; Socialization
Dodol Mangga Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Jual Mangga Gedong Gincu
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMangga merupakan buah yang cenderung disukai banyak orang. Oleh karena itu, tidak heran jika harga pasaran mangga cukup tinggi, bahkan buah mangga sudah menembus pasar luar negeri. Dalam pengembangan Industri Kecil Menengah, untuk meningkatkan harga jual mangga, banyak ide-ide baru yang dapat dikembangkan dengan cara mengolah buah mangga menjadi makanan dalam bentuk kemasan, seperti keripik, selai, maupun dodol mangga. Tujuan dari pengolahan tersebut adalah untuk bisa dikonsumsi oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Pada umumnya, makanan tersebut memiliki daya simpan yang cukup panjang. Sedangkan mangga yang tidak diolah menjadi makanan kemasan akan jauh lebih cepat membusuk. Selain itu, pengolahan makanan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mencegah panen serentak yang dapat mengakibatkan harga jual mangga pasaran menjadi rendah. Maka dari itu, ide pengolahan buah mangga dalam bentuk kemasan sangat mambantu dalam hal tersebut.AbstractMango is a fruit that tends to be liked by many people. Therefore, it is not surprising that the market price of mangoes is quite high, even mangoes have penetrated foreign markets. In the development of Small and Medium Industries, to increase the selling price of mangoes, many new ideas can be developed by processing mangoes into packaged food, such as chips, jam, and mango lunkhead. The purpose of the processing is to be consumed by people from various circles. In general, these foods have a fairly long shelf life. Meanwhile, mangoes that are not processed into packaged food will rot much faster. In addition, food processing is also an effort to prevent simultaneous harvests which can result in low market prices for mangoes. Therefore, the idea of processing mangoes in the form of packaging is very helpful in this regard.Keywords: Development; Dodol Mango; SMEs

Page 2 of 2 | Total Record : 20