cover
Contact Name
Agustinus Dwi Nugroho
Contact Email
dwinugr1990@gmail.com
Phone
+6285643909853
Journal Mail Official
jurnalsense@isi.ac.id
Editorial Address
Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jl. Parangtritis No.KM.6, RW.5, Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sense : Journal of Film and Television Studies
ISSN : 26557916     EISSN : 27152359     DOI : https://doi.org/10.24821/sense
Sense: Journal of Film and Television Studies is published twice a year (Juni and December) issued by the Faculty of Art and Record Media, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Sense provides open access to the public to read abstracts and complete papers. Sense focuses on Television and Film studies. Each edition, Sense receives a manuscript that focuses on the following issues with an interdisciplinary and multidisciplinary approach, which are: 1. Television Studies 2. Film Studies 3. Communication Strategies in the Field of Television and Film 4. Communication Models Used in the Field of Television and Film 5. The Study of Media Texts in Television Program and Film 6. Marketing Studies on Television and Film 7. Management Studies on Television and Film
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025)" : 6 Documents clear
KLAUSUL MORAL PADA PERJANJIAN KERJA SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM PRODUSER FILM Prasetyowati, Raden Roro Ari
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.17552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan fungsi klausul moral dalam perjanjian kerja perfilman sebagai upaya perlindungan hukum bagi produser film di Indonesia. Hubungan kerja antara produser dan aktor kerap menimbulkan permasalahan ketika terjadi pelanggaran perilaku yang berimplikasi pada reputasi rumah produksi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa klausul moral memiliki dasar hukum yang sah berdasarkan asas kebebasan berkontrak sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 KUHPerdata, dan berfungsi sebagai bentuk perlindungan hukum preventif serta represif bagi produser film. Studi kasus dalam film a Business Proposal antara Rumah Produksi Falcon dan salah satu aktor utama, Abidzar,  memperlihatkan penerapan nyata pentingnya klausul moral dalam industri film Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa klausul moral dapat dijadikan instrumen hukum bagi produser film untuk menjaga reputasi, stabilitas kontrak, aspek komersial,  dan tanggung jawab moral dalam industri perfilman nasional.
Visual dan Naratif Perempuan dalam Film Edge of Tomorrow Hidayat, Muhammad Baihaqi
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.15714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakter perempuan, khususnya tokoh Rita Vrataski dalam film Edge of Tomorrow (2014), direpresentasikan melalui struktur visual dan naratif. Studi ini menyelidiki dinamika representasi gender dalam tujuh adegan film penting dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif interpretatif, serta teori semiotika utama Roland Barthes dan kerangka visual Laura Mulvey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun Rita digambarkan pada awalnya sebagai sosok perempuan yang kuat dan heroik, posisinya dalam cerita secara bertahap berubah menjadi tokoh pendukung bagi protagonis laki-laki, Mayor Cage. Visualisasi Rita dibangun dalam kerangka estetika maskulin yang menjadikannya simbol harapan sekaligus objek naratif. Penelitian ini menemukan bahwa representasi perempuan dalam film fiksi ilmiah aksi sering menyebabkan paradoks: tokoh perempuan memiliki fisik yang kuat tetapi tetap dibingkai dalam struktur cerita dan visual yang dikendalikan oleh sudut pandang laki-laki. Untuk memahami konstruksi gender dengan lebih baik dan bebas dari simbolisme yang bercampur, penelitian ini menyarankan agar film populer diperiksa secara kritis. 
TRANSFORMATION OF AESTHETIC PREFERENCES: LEGITIMATE TASTE IN PERFORMING ARTS ON SOCIAL MEDIA suprihono, Arif Eko
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.17638

Abstract

This article is the result of research on the phenomenon of the transformation of aesthetic preferences among internet users toward stage performing arts. Digital citizens are a new form of entity, born from the development of social media technology. One of the effects of the interaction between social media and performing arts is the emergence of a new virtual stage format to meet the aesthetic needs of internet society. There has been a transformation where live stage performances have taken on digital form through the involvement and creativity of cinematography technology. The issue that arises concerns which factors can consistently be maintained in performing arts uploads as a form of media transformation and its models of appreciation. This research uses netnography and hermeneutics methods. The issue of the aesthetic transformation of performing arts is found in the form of internet data. By using digital responsive sentiment data, the researcher identifies and analyses netizen sentiment. As netizen appreciation differs in form and aesthetic enjoyment, this study demonstrates an extreme shift in preferences. The research findings will be presented in the form of a narrative report and the ideas disseminated through scientific journals community.Key words: performance transformation, aesthetic preferences, legitimate taste, social media uploads.
BELAJAR MENERBANGKAN DRONE FIRST PERSON VIEW (FPV) DAN PENGETAHUAN DASAR UNTUK PILOT REMOTE PEMULA Kustanto, Lilik
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.17573

Abstract

ABSTRAKDalam dunia film penggunaan drone menjadi bagian penting  dalam pengambilan gambar yang cukup menarik, dinamis dan estetis. Sejak mulai popularnya drone fpv (first person view) yang diawali dengan drone mainan (hobi-rekreasi) dan mulai berkembang untuk kegiatan profesional, khususnya pada bidang film. Seorang pilot drone FPV yang disebut remote pilot, mulai menempatkan kemampuan profesionalnya dalam menerbangkan drone FPV dan merangkap sebagai operator.Menjadi seorang remote pilot drone FPV memerlukan pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman terbang. Hal ini disebabkan untuk menerbangkan drone FPV relatif sulit dan membutuhkan pengalaman yang cukup. Berbagai metode belajar sebagai pilot remote sudah ada, baik melalui video tutorial (online) maupun simulator (game) namun belum ada buku khusus panduan dasar tentang cara belajar menerbangkan drone FPV. Hal ini menjadi penting dikarenakan pada kelas-kelas sinematografi di kampus perfilman di Indonesia mulai mengenalkan pengambilan gambar dalam film menggunakan drone, khususnya drone FPV. Sehingga menjadi penting pada penelitian ini merancang panduan cara menerbangkan drone FPV dan pengetahuan dasar bagi remote pilot pemula. Panduan ini diharapkan menjadi referensi bacaan yang bisa dimanfaatkan setiap saat dan menjadi acuan pengetahuan dasar tentang drone FPV bagi remote pilotpemula, juga sebagai kameraman drone FPV yang profesional. Kata kunci:  Drone FPV, Drone FPV untuk film, Remote pilot, Menerbangkan drone FPV
Penerapan Zombie Narratives sebagai Kritik Sosial atas Penyalahgunaan Kekuasaan pada Film Seri Zona Merah (2024). Kurniawan, Paulus Heru Wibowo
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.17210

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan narasi zombie sebagai media kritik sosial terhadap penyalahgunaan kekuasaan dalam serial horor Indonesia, Zona Merah (2024). Dengan menggunakan metode kualitatif fenomenologis interpretatif, penelitian ini menganalisis delapan episode serial tersebut untuk mengidentifikasi pola narasi zombie yang mencerminkan krisis politik, sosial, dan ekologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa narasi zombie dalam Zona Merah tidak hanya berfungsi sebagai elemen horor, tetapi juga sebagai alat penceritaan yang mengungkapkan korupsi, manipulasi politik, dan penggunaan strategis dari keadaan pengecualian oleh pihak berwenang untuk mempertahankan kekuasaan. Penelitian ini berkontribusi pada kajian film horor Indonesia dengan menawarkan perspektif baru bahwa narasi zombie dapat diadaptasi ke dalam konteks budaya lokal dan menjadi media untuk merefleksikan isu-isu sosial-politik kontemporer.Kata kunci: narasi zombie, penyalahgunaan kekuasaan, state of exception,
Wayang Kulit On Screen: Negosiasi Artistik dalam Produksi Pertunjukan Live Streaming Wayang Kulit Kinanthi, Anglir
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v8i2.15770

Abstract

Wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisi di Indonesia yang selama perkembangannya melalui berbagai macam perubahan berupa penambahan inovasi-inovasi yang disesuaikan dengan pengaruh socio-cultural masing-masing era. Tanggapan mengenai perubahan yang terjadi pada seni tradisi wayang kulit juga tidak jarang menuai berbagai pendapat pro dan kontra dari pihak-pihak tertentu. Ki Seno Nugroho, dalam menanggapi lockdown yang diterapkan selama masa pandemic, membuat sebuah inovasi dalam pergelaran wayang kulit yakni memindahkan sepenuhnya pertunjukan wayang kulit yang pada umumnya ditampilkan di atas panggung ke dalam media baru yaitu melalui live streaming pada platform YouTube dengan penyesuaian terhadap teknis-teknis penyajian pertunjukan tersebut. Dengan dibawanya pertunjukan wayang kulit di atas platform melalui media baru, sajian pertunjukan yang ditampilkan juga menjadi berbeda. Artikel ini membahas tentang bagaimana proses dibalik performativitas dari sebuah pergelaran wayang kulit dalam media baru melalui perspektif performance studies yang menyoroti siapa pelaku doing dan showing doing dari sebuah pertunjukan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6