cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 3 (2015)" : 14 Documents clear
Persepsi Guru-Guru Sma Semarang Terhadap Implementasi Kurikulum 2013
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi Guru-Guru SMA Terhadap Implementasi Kurikulum 2013. penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya usaha pemerintah untuk menyempurnakan kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013 dengan persiapan waktu yang sangat pendek. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru-guru SMAN 1 dan SMAN 3 Semarang yang pada tahun pelajaran 2013/2014 mengajar di kelas X. Total guru yang dijadikan responden sebanyak 38 orang guru. Pengambilan data dilakukan dengan mendistribusikan angket kepada guru-guru yang dijadikan responden secara langsung. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan menghitung persentase jawaban responden untuk setiap alternatif jawaban kemudian dijabarkan ke dalam bentuk kalimat-kalimat yang bisa memperjelas maksut. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa kurikulum 2013 akan dapat dilaksanakan dengan baik jika didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, sarana dan prasarana yang memadai dan akuntabilitas pengelolaan pembelajaran. Key Word: Persepsi Guru, Kurikulum 2013.
Urgensi Counselling Skills Pada Intervensi Konseling di Sekolah Rimayati, elfi
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.852 KB)

Abstract

Banyaknya permasalahan siswa di sekolah utamanya menyangkut pemilihan jurusan, orientasi karir dan orientasi studi lanjut menjadikan peran konselor atau guru BK semakin penting. Kesalahan dalam memilih jurusan misalnya akan berdampak buruk bagi perjalanan hidup siswa selanjutnya. Dalam Lampiran IV Permendikbud no 81.A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, ditegaskan mengenai aspek peminatan siswa, baik peminatan yang berhubungan dengan pilihan jurusan, orientasi karir maupun studi lanjut. Pada nomor VIII lampiran ini menegaskan tentang Konsep dan Strategi layanan Bimbingan dan Konseling, berisi tentang : konsep layanan Bimbingan dan Konseling, komponen layanan Bimbingan dan Konseling serta Strategi layanan Bimbingan dan Konseling. Implementasi kurikulum 2013 tentang Bimbingan dan Konseling mengharuskan konselor memiliki counselling skills yang memadai. Pemakaian ketrampilan konseling oleh konselor dapat dibagi menjadi lima tujuan yang berbeda, yaitu: tujuan supportive listening, tujuan mengelola situasi bermasalah, tujuan problem menejemen, tujuan mengubah ketrampilanketrampilan buruk yang menciptakan masalah serta tujuan mewujudkan perubahan falsafah hidup. Adapun ketrampilan menurut Richard Nelson-Jones (2012:15-25) yang bisa dijadikan ujung tombak dalam membantu menyelesaikan masalah siswa adalah: 1. Menciptakan Ketrampilan komunikasi dan Perasaan dan menciptakan ketrampilan pikiran
Pengembangan Jamur Tiram Di Paguyuban Budidaya Jamur Di Desa Milir Kecamatan Gubuk Kabupaten Grobogan
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan komoditas jamur di pasar masih langka, kelangkaan jamur dikarenakan sedikitnya produsen budidaya jamur dan aktivitas produksi jamur belum optimal. Faktanya lapangan menunjukan belum dapat memenuhi permintaan jamur. Sumber ini didapat dari observasi dan kunjungan lapangan pada paguyuban budidaya jamur di desa Milir Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan. Permasalahan paguyuban budidaya jamur di desa Milir meliputi kebutuhan baglog jamur tiram masih kurang dan pemeliharaan jamur tidak optimal, Alat sterilisasi masih konvensional, pengontrolan Kondisi lingkungan jamur masih konvensional dengan penyiraman 3 x sehari oleh karyawan, berlimpahnya limbah baglog sebagai sarang pembiakan nyamuk dan ulat, Pengelolaan usaha masih sederhana dan manejemen keuangan masih manual, Standar operasional prosedur (SOP) belum dipakai dan safety diabaikan. Melalui Pengabdian Masyarakat Progam Iptek Bagi Masyarakat (IbM) dan menerapkan riset-riset yang pernah dilakukan dosen di IKIP Veteran Semarang yang ada hubunganya dengan solusi mengatasi permasalahan Kelompok budidaya jamur di kecamatan Gubuk. Metode pendekatan yang ditawarkan yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan alat sterilisasi penguapan secara massal, pembuatan sistem kontrol lingkungan pada kubung jamur, Penyuluhan perkembangan usaha dan cara mendapkatkan tambahan modal usaha. Hasilnya mesin sterilisasi baglog jamur dapat meningkatkan kapasitas sterilisasi baglog jamur, yang dulunya kapasitas 15-20 baglog sekarang 1000-1100 baglog. Meningkat sekitar 50-55 kali lipat dari penggunaan yang konvensional, alat penyiram otomatis untuk baglog jamur tiram dapat mengurangi tenaga pekerja, menurunkan ongkos produksi, dan hasil panen jamur tiram meningkat, Pembuatan briket dari limbah baglog dapat menghemat ongkos produksi dan mengurangi pembelian kayu bakar dan kompetensi manajemen usaha dan strategi pemasaran produk para peserta.Keywords : Budidaya, jamur, gubuk, sterilisasi, tiram.
Pengembangan Profesionalisme Dosen Dan Inovasi Pembelajaran
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bertugas menyiapkan generasi penerus bangsa memiliki tanggungjawab mencetak kader-kader profesional yang dapat melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa. Salah satu komponen penting dari Perguruan Tinggi adalah dosen, yang merupakan ujung tombak keberhasilan dari pencapaian tujuan pendidikan. Oleh karenanya, dosen diharapkan senatiasa meningkatkan kualitas dirinya sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara profesional. Profesionalitas dosen sangat diperlukan, karena tugas-tugas yang diselesaikan secara profesional akan dapat meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi tersebut. Pengembangan profesionalisme dosen dapat dilaksanakan melalui kegiatan pelatiha-pelatihan, workshop, seminar dan pertemuan-pertemuan ilmiah lainnya. Dosen juga dituntut untuk inovatif, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk inovasi pembelajaran. Inovasi mutlak dilaksanakan terlebih memasuki era digital yang semakin maju. Implikasinya, inovasi pembelajaran menjadi sebuah jalan untuk menunjukkan profesionalitas dosen. Diharapkan dengan pembelajaran yang inovatif dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran, yang pada gilirannya dapat menciptakan out put yang berkualitas. Kata Kunci: Profesionalisme, inovasi pembelajaran.

Page 2 of 2 | Total Record : 14