cover
Contact Name
Tuhfatul Janan
Contact Email
tuhfatuljanan4@gmail.com
Phone
+6281233001121
Journal Mail Official
usrah.staimpro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno - Hatta No. 94B, Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo
Location
Kota probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : 27471411     EISSN : 27471403     DOI : https://doi.org/10.46773/Usrah
Core Subject : Religion, Social,
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam published by Al-Ahwal Research Centre of Departement of Islamic Family Law, STAI Muhammadiyah Probolinggo since 2019. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Islamic Family Law, Islam and gender discourse, and legal drafting of Islamic Civil law. In the beginning, the journal only served as a scholarly forum for the lecturers, professors, and students at the State Institute of Islamic Studies. However, due to the later development, the journal has successfully invited scholars and researchers outside the Institute to contribute. Until now, with the fair procedure of double peer-review, Usrah continues to publish researches and studies concerned with Islamic Family Law, Gender Discourse, and Legal Drafting of Islamic Civil Law with various dimensions and approaches. Usrah, published twice a year, always places Islamic Family Law, Gender Discourse, and Islamic Civil Law in the central focus of academic inquiry and invites any comprehensive observation of Islam Family Law as a normative Islam and a system of society and Muslims as those who practice the religion with their many facets.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022): April" : 6 Documents clear
THE IMPLEMENTATION OF THE GOVERNMENT SYSTEM IN INDONESIA DURING THE REFORMATION ERA ACCORDING TO 1945 CONSTITUTION Eko Wahyono
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v3i1.413

Abstract

The purpose of this research is to deeply examine and analyze the implementation of the government system during the reformation era based on the 1945 Constitution. As stated in fourth paragraph of the Preamble of the 1945 Constitution, the National Independence of Indonesia is composed in a Constitution of the State of Indonesia which is structured in a form of Republic of Indonesia, governed with people sovereignty. The sovereignty of the people is the highest power and it determines the leaders in the Indonesian government. This is confirmed in Article 1 paragraph (2) of the 1945 Constitution. The subject regarding the government is stated in Article 1 paragraph (1) of the 1945 Constitution; Indonesia is a unitary state in the form of a republic. Based on these facts, it can be concluded that the form of the Indonesian state is unitary, while the form of government is a republic. The President of the Republic of Indonesia holds the power as the head of state and the head of government, as stated in Article 4 paragraph (1) that "The President of the Republic of Indonesia holds the power of government according to the Constitution." Therefore, the government system in Indonesia adheres to a presidential system
THE ROLE OF NADZIR IN THE MANAGEMENT OF WAQF LAND IN RELIGIOUS AFFAIRS OFFICE (KUA) KADEMANGAN PROBOLINGGO Sumarno Sumarno; Mohammad Arifin
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v3i1.448

Abstract

This research aims to know the role of nadzir in managing the Waqf land in KUA Kademangan Probolinggo, analyze nadzir Waqf in the management and development of Waqf land in KUA Kademangan City Probolinggo, and analyze how to certify Waqf land in KUA Kademangan Probolinggo. This research is in the nature of field research, which examines the provisions of the applicable law and the facts that apply in social life.This research is empirical juridical research, which is an approach that aims to obtain knowledge about how the legal relationship with society and the factors that affect the implementation of law in society (Mukhalad, 2020). From the results of the study, it was concluded that nadzir in KUA Kademangan Probolinggo in carrying out his duties to manage Waqf land has not been implemented properly. Nadzir of Religious Affairs Office (KUA) of Kademangan District is responsible aboutWaqf, but not as the manager. Nadzir of Religious Affairs Office (KUA) of Kademangan District is only in charge of providing information and administration in recording Waqf land and its vows. KUA of Kademangan district actually has planning and organizing but it does not include Waqf specific management. This is due to the fact that it is not a special office for Waqf management, however it is merged with marriage administration.Keywords: Nadzir, Waqf, KUA Kademangan
TUJUAN ATURAN POLIGAMI DALAM UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN Khiyaroh Khiyaroh
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v3i1.450

Abstract

Abstrak Kajian ini membahas tentang aturan poligami di dalam atran Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Fokus kajian dalam tulisan yaitu tentang alasan, tujuan dan tingkat ketercapain aturan poligami setelah disahkan dan diberlakukan di Indonesia. Poligami menjadi isu yang selalu diperdebatan dari masa ke-masa. Poligami di Indonesia sudah dilakukan sejak sebelum Indonesia merdeka. Hal ini disebabkan tidak adanya aturan secara tegas yang mengatur tentang perkawinan di Indonesia. Poligami yang dilakukan secara sewenang-wenang menjadikan hak-hak perempuan menjadi terdiskriminasi dan menjadikan anak-anak dan isteri terlantar. Tulisan ini merupakan tulisan hukum normatif dengan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan historis untuk mengetahui nilai-nilai sejarah yang menjadi latar belakang terbentuknya aturan Undang-Undang perkawinan. Sehingga dengan mengetahui latar belakang atau alasan dibuatnya aturan tentang poligami diharapkan dapat meminimalisir kasus-kasus yang terjadi dalam keluarga dan salah satunya yaitu poligami. Tulisan ini menggunakan teori perlindungan hukum dengan tujuan dapat menjawab rumusan masalah berupa tujuan dari adanya aturan poligami. Dengan adanya aturan tentang poligami dalam Undang-Undang perkawinan diharapkan dapat meningkatkan status wanita dengan melindungi hak-hak isteri dalam keluarga. Selain itu untuk mempertegas aturan poligami sehingga poligami tidak dilaksanakan secara sewenang-wenang. Kata Kunci : Aturan, Poligami, Tujuan. AbstracThis study discusses the rules of polygamy in the rules of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. The focus of the study in writing is about the reasons, objectives and the level of achievement of the rules of polygamy after being passed and enforced in Indonesia. Polygamy is an issue that has always been debated from time to time. Polygamy in Indonesia has been carried out since before Indonesia's independence. This is due to the absence of explicit rules governing marriage in Indonesia. Polygamy which is carried out arbitrarily makes women's rights discriminated and leaves children and wives neglected. This paper is a normative legal writing with the approach used, namely the historical approach to find out the historical values that are the background of the formation of the marriage law rules. So that by knowing the background or reasons for making rules about polygamy is expected to minimize the cases that occur in the family and one of them is polygamy. This paper uses the theory of legal protection with the aim of answering the formulation of the problem in the form of the objective of the existence of polygamy rules. With the existence of regulations on polygamy in the Marriage Law it is expected to improve the status of women by protecting the rights of wives in the family. In addition to emphasizing the rules of polygamy so that polygamy is not carried out arbitrarily.  Keywords: Rules Polygamy, Purpose,
ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA TENTANG HAK HAḌONAH BAGI IBU MURTAD BERDASARKAN TINJAUAN MAQOSID SYARIAH Ali Akbar
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v3i1.466

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan Maqosid Syariah tentang hak haḍonah bagi ibu murtad sebagaimana terdapat pada Putusan Pengadilan Agama Maumere Nomor 1/Pdt.G/2013/Pa.Mur. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris, dimana peneliti mengkaji praktik hukum dalam bentuk putusan dengan merujuk pada norma-norma hukum dan dasar pertimbangan hukum yang diatur dalam perundangan.  Penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif  dan  termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini menjelaskan perkara hak haḍonah bagi ibu murtad. Pada putusan tersebut menjadikan ibu yang  terhalang mendapatkan hak haḍonah atas ketiga anak mereka dengan alasan mudharat anak akan lebih ringan apabila anak dalam pengasuhan ibu daripada pengasuhan ayahnya yang pernah terbukti menelantarkan keluarganya. Pengasuhan ibu yang murtad (termohon) sudah jelas hal tersebut akan mengancam aqidah bagi ketiga anak. apabila dikorelasikan dengan maqosid Syariah dengan amar putusan hak haḍonah diberikan kepada ibu yang murtad yang berarti yang berarti adanya kebutuhan yang harus dijaga dalam keadaan berbenturan (memelihara agama dan jiwa). Majelis Hakim telah mendahulukan hifz al-ddin (dhoruriyat dan mendahulukan hifdz an-nafs (memelihara jiwa) demi mempertimbangkan kemaslahatan dan kepentingan terbaik bagi anak.Kata kunci: haḍonah; murtad ; maqosid Syariah
UPAYA MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH DALAM KELUARGA KARIR Imam Fathurrahman; Tirmidzi Tirmidzi
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v3i1.471

Abstract

Keluarga sakinah mawaddah warohmah adalah harapan dambaan setiap pasangan suami istri. Begitu indahnya sebuah keluarga yang penuhi rasa saling mencintai, menyayangi, melindungi dan menghormati. Namun sebaliknya menciptakan keluarga seperti itu tidaklah semudah membalik telapak tangan. Membutuhkan dukungan dari semua belah pihak dalam keluarga baik ibu, ayah dan anak. Tanggung jawab terbesar adalah ayah yang bertindak sebagai kepala keluarga. Peran ayah sangat penting yang bertindak sebagai soerang imam yang akan memimpin keluarganya dalam mencari nafkah, memberi keamanan dalam keluarga. Seorang ibu pun tidak kecil peranannya dalam pendidikan watak, mental dan karakter anak-anak serta mengatur keuangan sebuah keluarga. Tetapi, tidak jarang sebuah kelurga menemukan kesulitan dalam suatu permasalahan, baik yang mampu secara finansial maupun yang kurang mampu.Kata kunci: keluarga sakianah, keluarga karir, sakinah
STUDI KOMPARASI BANK ASI DALAM PANDANGAN ISLAM DAN KESEHATAN Indra Yuliono; Imanuddin Abil Fida
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v3i1.472

Abstract

ASI mempunyai protein yang sangat penting untuk faktor kecerdasan anak. Protein sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak janin pada fase cepat pertama (usia kehamilan 16-24 minggu), fase cepat kedua (usia kehamilan 8 bulan-bayi berusia 3 bulan), fase cepat ketiga (usia bayi 2-3 tahun), ada dua faktor yang mempengaruhi kecerdasan bayi yakni faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik berasal dari (bawaan) yang diturunkan oleh kedua orang tua sedangkan faktor lingkungan merupakan faktor penunjang untuk genetika, yang meliputi asah, asih dan asuh. Maka dari itu ASI sangatlah penting untuk perkembangan bayi, selain itu ASI memiliki kadar gizi dan energi yang sangat tinggi ketimbang susu formula. Jika masyarakat sadar akan manfaat ASI, maka hal ini akan menunjang keinginan para ibu untuk memberikan ASI yang terbaik untuk putra-putrinya. Maka para ilmuan dan ahli kesehatan kini mengantisipasi keadaan ini dengan mendirikan Bank ASI, yakni suatu tempat persediaan air susu manusia untuk dikonsumsi terutama oleh para bayi, tentunya berasal dari ibu dan perempuan beragam ras,negara dan agama. Segala jenis air susu itu dicampur dalam satu wadah yang siap sedia untuk dikonsumsi. Demikian adanya Bank ASI ini untuk mengurangi kekhawatiran para ibu dalam pemberian ASI kepada anaknya tanpa harus digantikan dengan susu formula.kata kunci: bank ASI, Islam, kesehatan

Page 1 of 1 | Total Record : 6