cover
Contact Name
Zulkipli Lessy
Contact Email
jkiipasca@gmail.com
Phone
+6288227810471
Journal Mail Official
jkiipasca@gmail.com
Editorial Address
Published by Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta Website: http://ejournal.uin-suka.ac.id/pasca/jkii Gedung Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner
ISSN : 25794930     EISSN : 27758281     DOI : https://doi.org/10.14421/jkii.v6i2.1195
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner welcomes original research for manuscripts with various theoretical perspectives and methodological approaches. It invites researchers and scholars of all backgrounds related to Islamic studies to contribute their research covering all aspects of Islam and the Islamic world in the areas of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, environmental and development issues etc. related to scientific research. Jurnal Kajian Islam Interdisipliner offers an open platform for exchanging knowledge and ideas (with various perspectives) to facilitate methodological reform in Islamic studies and promote critical academic methodologies that respond to the current issues in Islam and the Islamic world.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
Media Baru Dan Moral Panic: Studi Atas Majlis Al-Khidhir Shinta Nurani
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v3i2.1208

Abstract

Tulisan ini merupakan studi kasus Majlis al-Khidhir, salah satu kelompok Salafi di Indonesia yang mengalami moral panic karena khawatir eksistensinya akan tergerus oleh modernitas dengan adanya perubahan media dakwah. Selain itu, keberadaan kelompok yang mengatasnamakan dakwah Salafi (Salafi Selebriti) padahal sejatinya merusak citra dakwah Salafi telah bergerak lebih cepat dalam memanfaatkan media dakwah tersebut. Akhirnya negosiasi terhadap modernitas dilakukan Majlis al-Khidhir dengan tetap memegang teguh ideologi literalisnya tetapi terbuka terhadap media baru untuk melebarkan dakwahnya. Konsekuensinya, ‘telegram’ menjadi media baru paling efektif bagi Majlis al-Khidhir untuk mengeluarkan fatwa dan berinteraksi dengan pengikut setianya. [This paper is a case study of Majlis al-Khidhir, one of the Salafi Group in Indonesia who experienced moral panic for fear of its existence will be eroded by modernity with the changes of da'wah media. Coupled with the existence of a group that on behalf of Salafi da’wah (Celebrity Salafism) but in fact damage the image of da’wah Salafi has moved faster in utilizing the medium of propaganda. Finally, the negotiations against modernity were carried out by Majlis al-Khidhir by maintaining its literalist ideology but open to new media to spread its preaching. Consequently, 'telegram' became the most effective new medium for Majlis al-Khidhir to issue a fatwa and interact with its loyal followers.]
Logika Terbalik sebagai Dilālat al-Naṣṣ mazhab Mutakallimin dan Aḥnāf Ihsanudin Ihsanudin
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v3i2.1203

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguraikan titik temu perbedaan pendapat tentang "logika terbalik" atau Mafhūm mukhālafah antara mazhab Mutakallimin (diwakili oleh ulama-ulama' Syafi'i dan Maliki) dan mazhab aḥnāf (diwakili oleh ulama'-ulama Hanafi) dalam kajian uṣul fiqh. Pada dasarnya mazhab aḥnāf dalam pengambilan hukum dari dalālah manṭuq berbeda dengan mazhab mutakallimin. Penelitian ini juga mendeskripsikan jenis-jenis mafhūm mukhālafah beserta contohnya sebagai salah satu dilālat al-naṣṣ. Agar lebih mudah dalam menerapkan mafhūm mukhālafah peneliti mengutip sebagian ayat-ayat al-Qur'an dan al-Hadis sebagai objek kajian. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah corak pengambilan hukum melalui mafhūm mukhālafah memberikan nuansa dinamis untuk fuqaha dalam menentukan hukum dengan syarat dan ketentuan; tidak keluar dari dalālah manṭuq, mempunyai fungsi lain seperti memberikan semangat dan peringatan, tidak termasuk hukum adat masyarakat, independen, tidak menyimpang realitas, dan tidak bertentangan dengan teks naṣṣ lain. Adapun mafhūm mukhālafah dalam uṣul fiqh diantaranya, Mafhūm al-Shifah, Mafhūm al-Syarti, Mafhūm al-Ghāyah, Mafhūm al-‘adad, Mafhūm al-Laqab, dan Mafhūm al-Ḥasr.[This research to discuss the main outline "inverted logical" or mafhūm mukhālafah between schools of theology (mazhab ulama' Syafi'i and Maliki) and schools of though aḥnāf  (mazhab ulama' Hanafi) in a study the principles of jurisprudence (us}ul  fiqh). Its know his approach contrasted with the Hanafi methodology that determined the sources from dalālah manṭuq. Then this study to describe the types mafhūm mukhālafah as one of dilālat al-naṣs. As to simple analysis mafhūm mukhālafah take in the noble and in traditions as the object of study. The result this discuss, the pattern of take the principles of jurisprudence mafhūm mukhālafah give us new dinamic thought to scholars of Islamic law (ulama' fuqaha) in determining the law with the provision of: not out of dalālah manṭuq, has other functions (giving spirit, scare, remember the favor of Allah, etc.), excluding customary law communities, independent, does not deviate reality, and does not conflict with other texts. Study mafhūm mukhālafah in the principles of jurisprudence including; Mafhūm al-Shifah, Mafhūm al-Syarti, Mafhūm al-Ghāyah, Mafhūm al-‘adad, Mafhūm al-Laqab, and Mafhūm al-Ḥasr.]
Dakwah Youtube Sebagai Komoditas Masyarakat Perkotaan Iin Nur Zulaili
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v3i2.1204

Abstract

Dakwah Youtube menjadi salah satu alat media untuk mentransformasikan ilmu tentang ajakan, larangan maupun berita melalui YouTube. Jika hal itu dijadikan sebagai medium aktivitas maka persepsi tentang dakwah sebagai aktivitas keluar rumah atau berpidato di depan orang banyak tentu mengalami perubahan. Dakwah saat ini mengalami pergeseran makna dan gerakan. Metode yang penulis lakukan ialah metode kualitatif diperkuat dengan teori New Social Movement. Metode ini untuk mengungkapkan makna dari beberapa konten Islami yang ada di Youtube yang digerakkan oleh masyarakat perkotaan sehingga akan terlihat bagaimana media dakwah tersebut memberikan dampak yang terjadi pada kebanyakan anak muda saat ini. Kemudian teori gerakan sosial baru akan memberikan gambaran secara global bahwa gerakan dakwah lewat media Youtube tersebut tmengartikulasikan gerakan perubahan pola pikir pada masyarakat Indonesia dalam menyikapi dan memanfaatkan media.[Da'wah Youtube is one of the media tools to transform knowledge about invitations, prohibitions and news through YouTube. If it is used as a medium of activity, the perception of da'wah as an activity to leave the house or make speeches in front of the crowd will certainly experience a change. Da'wah is currently experiencing a shift in meaning and movement. The method used by the author is a qualitative method reinforced by the theory of the New Social Movement. This method is to reveal the meaning of some Islamic content on Youtube that is driven by urban communities so that it will be seen how the preaching media has an impact on most young people today. Then the new social movement theory will provide a global picture that the da'wah movement through Youtube media articulates a movement of changing mindsets in Indonesian society in responding to and utilizing the media.]
Pluralisme Agama Sebagai Modal Bonus Demografi Di Timur Indonesia: Studi Kegiatan Tahunan “Pertukaran Mahasiswa Lintas Agama” Sulawesi Utara Lisa Anjani Siwi
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v3i2.1205

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pluralisme agama di timur Indonesia dengan fokus penelitian kegiatan pertukaran mahasiswa lintas agama yang dilaksanakan oleh beberapa perguruan tinggi berlatar belakang agama di Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan jenis pengumpulan data yang diambil dari tiga jenis data, yaitu: pertama, observasi; kedua, wawancara secara langsung dan ketiga dokumentasi. Karena peneliti juga adalah salah satu alumni dari kegiatan pertukaran mahasiswa lintas agama maka sebagian data diambil dari pengalaman pribadi selama mengikuti kegiatan ini. Hasilnya, penelitian ini terbagi pada beberapa poin yaitu: 1) Salah satu hal yang dapat memberikan sebuah pemahaman betapa pentingnya menghargai agama orang lain adalah dengan pendidikan multikultural pada lingkungan akademisi teolog, sehingga hal tersebut dapat dengan mudahnya tertular pada masyarakat lainnya; 2) dengan hadirnya Forum Mahasiswa Lintas Agama dan beberapa forum- forum lain yang memiliki spirit yang sama yaitu pluralisme dan toleransi, maka kegiatan pertukaran mahasiswa akhirnya menjadi sebuah gerbang kaderisasi awal bagi para mahasiswa teolog muda yang akan menjadi tokoh- tokoh agama pada agamanya masing- masing; 3) lonjakan penduduk pada bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2020-2030 tidak hanya mengenai keseimbangan sumber daya manusia pada sisi intelektualnya, namun pada mental dan sikap toleransi juga sangat diperlukan.[This research discusses religious pluralism in the eastern of Indonesia. As a case study, it focuses on inter-religious student exchange annual organized by some religious universities in North Sulawesi. It takes its data from observation, direct interview, and documentation. The present writer herself was pasticipant in this inter-religious student exchange program. Therefore, some data come from her personal experience during this program. The research concludes that: 1) mutual respect of diverse religionist can be gained through multicultural education among theologians which will enable them to spread among people; 2) with presence of the Inter-Religious Student Forum and some other forums with their share concern on pluralism and tolerance, the student exchange programes have became an initial platform of training for futures theologians who will lead their respective societis; and 3) to overcome overpopulation as a demographic bonus which is predicted to happen in 2020-2030, there is an urgent need not only for human resources balance at the intellectual level but also for mental capacity and tolerance.]
Damai Berbasis Adat Di Hila Salam-Sarane Dan Kaitetu Benico Ritiauw
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v3i2.1206

Abstract

Negeri Hila Salam-Sarane dan Kaitetu (Islam-Kristen) merupakan salah satu dari  banyak daerah di Ambon Maluku yang memiliki keunikan dalam mengkonstruksi tipologi sosialnya.  Keunikan tersebut tercermin melalui pola tundakan integrative yang menegasikan tendensi keagamaan dalam setiap proses sosial. Betapa tidak, kesatuan ideologi dalam kerangka Hidup Orang Basudara (Hidup Bersaudara) menjadi aktor utama dalam tercapai sifat integratif yang tentunya menjadikan nilai-nilai adat sebagai basisnya. Lembaran sejarah yang tidak bisa diluoakan ketika masyarakat Hila Sarane (Kristen) terafiliasi ke dalam system adat Hila Salam (Islam) sehingga memicu adanya tangungjawab sosial-kultural sekaligus menjadi modal dalam pembentukan collective consciousness berbasis niali adat guna mendefinisikan dan mengkonstruksi damai yang ideal. Fakta kehidupan yang digambarkan itu pernah mengalami guncangan yang luar biasa ketika pecahnya konflik berdarah antara dua kelompok besar yaitu Islam dan Kristen di kota Ambon dan sekitarnya pada tahun 1999. Kota Ambon menjadi begitu mencekam ketika sesame masyarakat Ambon diperhadapkan untuk saling membunuh dan menghancurkan satu sama lain. Namun, fakta ini dengan mudahnya dipatahkan oleh masyarakat negeri Hila Salam-Sarane dan Kaitetu yang sama sekali tidak saling membunuh tetapi justru saling menyelamatkan. Wawasan damai yang menyejarah dalam pertalian hubungan adat, ditirunkan dan dimanfaatkan guna membangun sebuah tidakan yang integratif. Pola hidup yang damai tetap dijalankan oleh masyarakat Hila Slam-Sarane dan Kaitetu sekalipun tubuh kehidupan sosialnya harus terdampak oleh konflik sehingga mengakibatkan adanya segregasi territorial hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konstruksi damai berbasis nilai adat di masyrakat Hila Salam-Sarane dan Kaitetu. Hasil peneilitian menemukan bahwa penafsiran akan makna dari sistem adat telah membangun sebuah kerangka kehidupan lintas agama yang kokoh dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan yang terkadang kontra eksistensi. [Negeri Hila Salam-Sarane and Kaitetu (Islam-Christian) is one of the many areas in Ambon Maluku which is unique in constructing its social typology. This uniqueness is reflected in the integrative postponement pattern that negates religious tendencies in every social process. Why not, ideological unity within the framework of the Orang Basudara (Hidup Bersaudara) becomes the main actor in achieving an integrative nature which of course makes customary values as the basis. A sheet of history that cannot be forgotten when the Hila Sarane (Christian) community is affiliated with the Hila Salam (Islamic) customary system, which triggers a socio-cultural responsibility as well as a capital in the formation of collective consciousness based on customary values in order to define and construct ideal peace. The facts of life described have experienced tremendous shock when the outbreak of bloody conflict between two major groups, namely Muslims and Christians in Ambon City and its surroundings in 1999. Ambon City became very tense when fellow Ambonese people were confronted to kill and destroy one another. . However, this fact was easily broken by the people of Hila Salam-Sarane and Kaitetu countries, who did not kill each other at all but instead saved each other. Historical peace insights in customary relations are imitated and used to build an integrated action. The people of Hila Slam-Sarane and Kaitetu continue to live a peaceful lifestyle, even though their social life bodies have to be affected by the conflict, resulting in territorial segregation until today. This study aims to look at the peaceful construction based on customary values in the Hila Salam-Sarane and Kaitetu communities. The results of the study found that the interpretation of the meaning of the customary system has built a solid interfaith life framework in facing the various dynamics of life that are sometimes counter-existent.]
Studi Disabilitas dan Masyarakat Inklusif: Dari Teori Ke Praktik (Studi Kasus Progresivitas Kebijakan dan Implementasinya di Indonesia) Anwari Nuril Huda
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v3i2.1207

Abstract

Indonesia telah meratifikasi hasil konvensi “United Nations Convention on the Rights of the Person with Disabilites” (UNCRPD) ke dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2011 mengenai hak-hak penyandang disabilitas. Namun, hingga kini sebagian besar aktivis disabilitas, akademisi serta penyandang disabilitas masih menyayangkan implementasi undang-undang tersebut: infrastruktur ruang publik, layanan institusi pemerintah dan sikap masyarakat karena masih sangat segregatif dan kurang aksesibel. Peneliti ingin mengukur sejauh mana kebijakan disabilitas diimplementasikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deduktif-interpretatif. Adapun data dan informasi diperoleh melalui hasil studi literasi, observasi, wawancara dengan beberapa aktivis difabilitas, dosen, serta difabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara teoritis, Indonesia mampu mentransformasikan isu disabilitas dan masyarakat inklusif ke dalam kebijakan dengan sangat baik. Akan tetapi pada konstelasi praksis, Indonesia berada dalam stagnasi, pasalnya tidak ada progresivitas yang signifikan sejak dilakukan ratifikasi hingga paper ini ditulis.[Indonesia has ratified the United Nations Convention on the Rights of the Person with Disabilities (UNCRPD) into law number 19 of 2011. However, until now, yet most of the disability activists, academics and persons with disabilities regret the implementation of the law: infrastructures of public spaces, services of government institutions and interaction of communities are still very segregative and not accessible. Thus, this research aims to measure how far the implementation of disability policies are implemented in Indonesia. This study uses a deductive-interpretative qualitative approach. The data and information are obtained through literacy studies, observations and interviews. The results of this study shows that theoretically Indonesia able to transform disability and inclusive issues into policy very well. But in other hand, Indonesia is in stagnation practically.]
Memperkenalkan Studi Masa Depan (Future Studies) bagi PTKIN di Indonesia Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jkii.v3i2.1202

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memperkenal studi masa depan pendidikan tingggi Islam di Indonesia. Studi ini telah dipelajari oleh peneliti pusat penelitian dan universitas di banyak negara.  Dalam penelitian ini penulis menjelaskan orientasi futurology atau studi masa depan. Tulisan ini menggambarkan landasan studi masa depan dan pentingnya subjek. Juga menjelaskan metode dalam futurologi yang telah dibahas oleh para sarjana. Pendidikan tinggi Islam di Indonesia perlu memperkenalkan kepada mahasiswa karena mereka yang akan memainkan peran penting di masa depan. Studi masa depan adalah subjek yang dapat dikaitkan dengan induk pengetahuan dalam studi Islam dan ilmu sosial. Penulis mengusulkan studi studi masa depan ini sebagai suatu keharusan bagi pendidikan tinggi Islam untuk menawarkan studi masa depan dalam kurikulum. Akhirnya, penulis berpendapat bahwa jika pendidikan tinggi Islam bermaksud untuk menjadi universitas kelas dunia, mereka juga harus memiliki pengetauan mendalam tentang sistem politik global di masa depan[The is article aimis to examine future studies for Islamic higher education in Indonesia. This subject has been studies by research centers and universities in many countries. It describes the foundation of future studies by blibiographical survey and the significance of the subject. It also explains the methods in futurology that has been discussed by scholars. It is necessary for Islamic universities in Indonesia to introduce to subject for student as they will play important role in future. Future studies is subject can be linked to body of knowledge in Islamic studies and social sciences. The present author proposes that it is a must for Islamic universities to offer studies in the curriculum. Finally, the author argue that if Islamic universities intends to be a world class university, they should also has a deepen knowledge on global political system in the future.]

Page 1 of 1 | Total Record : 7