cover
Contact Name
Sri Warsini
Contact Email
sri.warsini@ugm.ac.id
Phone
+62274-545674
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gedung Ismangoen Jl. Farmako, Sekip Utara Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal)
ISSN : 2614445x     EISSN : 26144948     DOI : https://doi.org/10.22146/jkkk.57386
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) accepts novel research articles, case study, literature review, and psychometric testing articles in all field of clinical and community of nursing. This journal is published through peer-review process by nursing and health expert in academic and health care institution in Indonesia. The scope includes: 1) Surgical medical nursing 2) Emergency nursing 3) Basic nursing 4) Education in nursing 5) Management in nursing 6) Maternity nursing 7) Pediatric nursing 8) Mental health nursing 9) Community nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
Efektivitas Pemberian Pendidikan Kesehatan Terstruktur tentang Penggunaan Teknik Non Farmakologi untuk Mengurangi Nyeri Kanker Haryani Haryani; Melyza Perdana; Septa Adhi Hermawan; Malina Luthfiana
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.757 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.34286

Abstract

Background: Pain is the most common symptoms suffered by cancer patients that can affect their daily activity and quality of life. Non pharmacological intervention to decrease pain often ignored.Objective: To determine the effectivity of structured health education of non pharmacological intervention to decrease cancer pain.Method: This is a quasi experimental research. The inclusion criteria were cancer patients who were more than 18 years old, suffered cancer pain (from 1-10 scale), and were on stage I-IV of cancer. Sixty eight subjects were recruited (34 for intervention group and 34 for control group). The booklet contains about how to treat non-pharmacology pain and management in the form of warm compress, cold compress, and relaxation techniques. Control group only use diary pain while usual care were provided for control group. Daily pain diary was filled by research subjects for three days. Brief Pain Inventory was given for both of two groups. Paired t test was used to compare pain score and ADL disturbance before and after intervention.Result: There were a significance decrease on both of pain score and daily activity disturbance before and after intervention in the intervention group (p= 0,000). There were not any significant different of pain score (p=0,762) and daily activity disturbance (p= 0,253) in control group. In addition, warm compress is the most nonpharmacological technique used by the intervention group.Conclusion: Providing structured health education of non-pharmacological intervention technique such as warm and cold compress, and relaxation is effective in reducing pain and ADL disorders in cancer patient. ABSTRAKLatar belakang: Nyeri adalah salah satu keluhan yang sering dirasakan penderita kanker. Nyeri yang timbul terus-menerus dan tidak ditangani secara adekuat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari pasien dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penanganan nyeri secara non-farmakologi sering diabaikan.Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian pendidikan kesehatan teknik non-farmakologi penanganan nyeri pada pasien kanker.Metode: Desain penelitian quasi eksperimen. Kriteria inklusi pasien kanker dengan umur >18 tahun, mengalami nyeri skala 1 – 10, stadium I-IV. Kriteria eksklusi adalah pasien yang mengalami gangguan jiwa. Subjek penelitian 68 orang (34 kelompok kontrol dan 34 kelompok perlakuan). Kelompok perlakuan diberikan booklet cara penanganan nyeri non-farmakologi dan demonstrasi teknik non-farmakologi berupa kompres hangat, kompres dingin, dan teknik relaksasi. Kelompok kontrol mendapatkan perawatan standar. Responden mengisi daily pain diary selama 3 hari dan mengisi kuesioner Brief Pain Inventory (BPI). Analisis data menggunakan distribusi frekuesi dan uji t test berpasangan untuk membandingkan skala nyeri dan tingkat gangguan aktivitas sehari-hari akibat nyeri sebelum dan sesudah pemberian intervensi.Hasil: Teknik non-farmakologi yang banyak digunakan oleh kelompok perlakuan adalah kompres hangat sebesar 56,67%. Terjadi penurunan rata-rata tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian intervensi (p= 0,000) dan rata-rata tingkat gangguan ADL karena nyeri sebelum dan sesudah pemberian intervensi (p= 0,000). Tidak ada perbedaan tingkat nyeri (p=0,762) dan tingkat gangguan ADL (p= 0,253) pada kelompok kontrol.Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan terstruktur tentang penggunaan teknik non-farmakologi seperti kompres hangat, dingin dan relaksasi efektif dalam menurunkan nyeri dan gangguan ADL pada pasien kanker.
Aspek Seksualitas pada Pasien dengan Kanker Serviks Ami Novianti Subagya; Ni Nyoman Udiani; Suci Amalia Firdaus
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.99 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.36058

Abstract

Background: Sexuality is an important aspect of life. Cancer and its treatment not only affect the physical and psychological wellbeing of patients but also can affect their sexual health.Objective: The objective of this review is to conduct a review of the literature regarding sexuality in cervical cancer patients, after taking into consideration the principal changes produced by the disease and its treatment.Method: This review considered references through a search of PubMed by use of the search terms “cervical cancer patients,” “therapy OR treatment,” in combination with “sexuality.”Result: patients with cervical cancer mostly experience sexual problems, such as decreased interest and sexual activity, pain during intercourse, difficulty reaching orgasm, lack of lubrication, dyspareunia and vaginal shortness. Treatment with surgery, chemotherapy, radiotherapy, are factors that can affect sexuality and quality of life in patients with cancer.Conclusion: Several sexuality problems found among majority of cervical cancer patients. The presence of sexual dysfunction in cervical cancer is caused by the disease and its treatment. Cervical cancer patients need nursing care intervention in sexuality aspect. ABSTRAKLatar Belakang: Seksualitas merupakan aspek penting dalam kehidupan. Kanker beserta pengobatannya tidak hanya berdampak pada kesejahteraan fisik dan psikologis pasien, namun juga dapat memengaruhi kesejahteraan seksualitas seorang individu.Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk melihat aspek seksualitas pada pasien kanker serviks, berdasarkan perubahan utama yang disebabkan oleh penyakit dan pengobatannya.Metode: pencarian literatur dilakukan pada 3 database yaitu PubMed, Science Direct dan Cochrane, menggunakan istilah pencarian “cervical cancer patients,” “therapy OR treatment,” dan "sexuality." Diperoleh sebanyak 7 orisinal artikel yang berkaitan dengan aspek seksualitas pada pasien dengan kanker serviks dalam Bahasa Inggris pada kurun tahun 2014 – 2019.Hasil: Pasien dengan kanker serviks sebagian besar mengalami masalah seksualitas, antara lain penurunan minat dan aktivitas seksual, rasa sakit selama hubungan seksual, kesulitan untuk mencapai orgasme, kurangnya lubrikasi, dyspareunia, serta vaginal shortness. Pengobatan dengan pembedahan, kemoterapi, terapi hormon, radioterapi, dan obat-obatan menjadi faktor yang dapat memengaruhi seksualitas pada pasien dengan kanker.Kesimpulan: Berbagai masalah seksualitas ditemukan pada sebagian besar pasien dengan kanker serviks. Adanya gangguan seksual pada pasien dengan kanker serviks disebabkan oleh penyakit dan pengobatannya. Diperlukan intervensi perawatan aspek seksualitas pada pasien kanker serviks.
Intervensi Keperawatan dalam Meningkatkan Quality of Life (QoL) Pasien dengan Kanker: Studi Literatur Tati Hardiyani; Sri Wahyuni; Muhammad Deri Ramadhan; Christantie Effendy
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.479 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.36335

Abstract

Background: The cancer prevalance is predicted to raise. Cancer affects patient's quality of life, such as psychological, sexual, social function, and daily activities. The appropriate nursing interventions are needed for each type of cancer to improve nursing outcomes and quality of life.Objective: To identify the types of nursing intervention that could improve the quality of life of patients with cancer.Method: Four electronic databases, such as PubMed, Sciencedirect, Ebsco-host, and Clinical-Key, were explored to find original research articles which focused on the types of nursing intervention in caring for patients with cancer. Fourteen articles were included in the study, and each of article was analyzed using The Joanna Briggs Institute (JBI) Appraisal tool to achieve the purpose of the study.Results: The study found that psychological nursing interventions, physical nursing intervention including exercise/physical activity, and technology application in nursing intervention were contributed significantly to enhance patients’ quality of life.Conclusions: Nursing interventions which are psychological, physical, and using technology application can improve the quality of life of patients with cancer significantly. ABSTRAKLatar belakang: Angka kejadian kanker diprediksi semakin meningkat. Pasien kanker akan mengalami perubahan efek psikologi, seksual, fungsi sosial serta aktivitas keseharian yang memengaruhi Quality of Life pasien. Diperlukan intervensi keperawatan yang tepat sesuai jenis kanker untuk meningkatkan Quality of Life pasien kanker.Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis intervensi keperawatan dalam meningkatkan quality of life pasien kanker.Metode: Pencarian literatur dilakukan untuk mendapatkan artikel berupa original research pada 4 database yaitu PubMed, Sciencedirect, Ebsco-host, Clinical-Key. Didapatkan  sebanyak 14 artikel yang mengukur quality of life pasien kanker sesuai kriteria inklusi. Setiap artikel dilakukan analisis menggunakan The Joanna Briggs Institute (JBI) Appraisal tool untuk mencapai tujuan penelitian.Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa  intervensi keperawatan psikologis, intervensi keperawatan fisik  berupa exercise/physical activity, dan intervensi keperawatan dengan aplikasi teknologi memberikan kontribusi pada kualitas hidup pasien kanker. Semua intervensi keperawatan tersebut secara statistik dapat meningkatkan Quality of Life pada pasien kanker. Kesimpulan: Intervensi keperawatan yang berupa psikologis, fisik dan menggunakan aplikasi teknologi terbukti dapat meningkatkan quality of life pasien kanker secara signifikan. 
Gambaran Pengetahuan tentang Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin HPV pada Mahasiswi S1 Keperawatan di Daerah Istimewa Yogyakarta Rafita Ramdan Nurul Fuadah; Wenny Artanty Nisman; Wiwin Lismidiati
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.762 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44248

Abstract

Background: Lack of knowledge is one of the factors that may lead to an increase risk of cervical cancer. Lack of the knowledge can also affect the attitude of a health worker to the patient. Therefore, it is important to find out the knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine among undergraduate nursing students. Moreover, the research around this topic is underexplored.Objective: To know the level of knowledge of cervical cancer prevention with HPV vaccine among undergraduate nursing students.Method: This research is a descriptive qualitative research. The sample taken consists of 95 female students from two universities, recruited by simple random sampling and consecutive sampling. The instrument used in this study was a cervical cancer prevention knowledge questionnaire with HPV vaccine compiled by researchers. Validity test result was r >0,174 and reliability test result was 0,460. The data analisys was conducted through univariat technique.Result: The results show that total of 49 (52%) respondents have general knowledge regarding cervical cancer and the HPV vaccine. For details per domain, most respondents had good knowledge of cervical cancer risk factors (94,7%), signs and symptoms of cervical cancer (56,8%), and causes of cervical cancer (51,6%), and HPV vaccine administration (44,2%). While in the domain of understanding and administering vaccines the majority of respondents still have less knowledge (81,1% and 55,8%).Conclusion: Nursing undergraduate students have good knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine, but knowledge on some indicators is still lacking. Knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine in nursing undergraduate students still needs to be improved especially in indicators of understanding cervical cancer, causes, signs and symptoms of cervical cancer and the administration of HPV vaccine. ABSTRAKLatar Belakang: Rendahnya pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab  tingginya kejadian kanker serviks. Pengetahuan yang rendah juga dapat memengaruhi sikap seorang tenaga kesehatan terhadap pasien. Sementara, penelitian terkait tingkat pengetahuan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi keperawatan, masih sedikit. Oleh karena itu penelitian terkait pengetahuan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi keperawatan perlu dilakukan.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswi S1 Keperawatan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Responden penelitian adalah mahasiswi di 2 universitas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 mahasiswi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling dan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan yang disusun oleh peneliti dengan hasil uji validitas (r > 0,174) dan reliabilitas sebesar 0,460. Analisis data dilakukan secara univariat.Hasil: Sebanyak 49 (52%) responden mempunyai pengetahuan baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik terkait faktor risiko kanker serviks (94,7%), penyebab kanker serviks (51,6%), tanda dan gejala kanker serviks (56,8%) dan pemberian vaksin HPV (44,2%). Namun, responden masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang pengertian kanker serviks dan pemberian vaksin HPV (81,1 % dan 55,8%).Kesimpulan: Secara umum mahasiswi S1 keperawatan memiliki pengetahuan baik mengenai pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV, namun pada beberapa indikator pengetahuan mahasiswa masih kurang. Pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi S1 Keperawatan masih perlu ditingkatkan terutama pada indikator pengertian kanker serviks, penyebab, tanda dan gejala kanker serviks dan pemberian vaksin HPV.
Pengaruh Penggunaan Bantal Menyusui terhadap Perlekatan Ibu-Bayi Selama Menyusui Prillyantika Wismawati; Widyawati Widyawati; Wenny Artanty Nisman
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.614 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44283

Abstract

Background: One of the most common problems in breastfeeding process experienced by post-partum mothers is the wrong breastfeeding position that makes the breastfeeding attachment between mother and baby becomes difficult. Using nursing pillow may help them to achieve the right and optimal breastfeeding attachment.Objective: To know the impact of the use of nursing pillow to the mother and baby’s attachment during breastfeeding process.Method: This study used Pre-Experimental-One Group Pretest Post-test design. The study was conducted from September 2017 until January 2018. The target of the study is breastfeeding mothers who had 7-21 days old babies and live near Umbulharjo 1 and Mantrijeron Primary Health Care. There were 35 respondents taken using consecutive technique. Data collection on the attachment of mothers and infants while breastfeeding is done using the LATCH assessment tool observation sheet. Respondents were given intervention to use nursing pillows for 5-10 minutes. Post-test data collection was carried out 1 week after the intervention. The data were analysed using Wilcoxon Test.Result: Statistically, the use of nursing pillow has significant impact on the breastfeeding attachment (p= 0,000) and each LATCH indicator described as follows: latch (p= 0,000), audible swallowing (p= 0,000), comfort (p= 0,000) and hold (p= 0,014). As for the indicator of type of nipple, the use of nursing pillow gave no significant impact (p= 0,180).Conclusion: The use of nursing pillow bring impact to the four indicator of LATCH but not in type of nipple indicator. ABSTRAKLatar Belakang: Masalah yang sering dialami oleh sebagian besar ibu pasca melahirkan yaitu ibu kesulitan melakukan perlekatan menyusui dengan benar karena posisi menyusui yang salah. Oleh karena itu diperlukan intervensi untuk membantu ibu dan bayi melakukan perlekatan menyusui yang benar dan optimal dengan menggunakan bantal menyusui.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penggunaan bantal menyusui terhadap perlekatan ibu-bayi selama menyusui.Metode: Penelitian menggunakan Pre-Eksperimental-One Group Pre-test Posttest design. Penelitian ini dilakukan mulai September 2017 - Januari 2018 pada ibu menyusui dengan bayi usia 7-21 hari yang bertempat tinggal di sekitar Puskesmas Umbulharjo 1 dan Mantrijeron. Sebanyak 35 responden diperoleh dengan teknik consecutive sampling. Perlekatan ibu dan bayi saat menyusui dilakukan observasi menggunakan lembar LATCH assessment tool. Responden diberikan intervensi berupa penggunaan bantal menyusui selama 5-10 menit. Pengambilan data post test dilakukan 1 minggu setelah intervensi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil: Penggunaan bantal menyusui berpengaruh secara signifikan terhadap perlekatan menyusui secara umum (p= 0,000) dan di setiap indikator LATCH seperti berikut: latch (p= 0,000), audible swallowing (p= 0,000), comfort (p= 0,000) dan hold (p= 0,014). Sementara pada indikator type of nipple, penggunaan bantal menyusui tidak memberikan dampak yang signifikan (p= 0,180).Kesimpulan: Penggunaan bantal menyusui berpengaruh terhadap perlekatan Ibu-bayi selama menyusui, pada keempat indikator LATCH kecuali indikator type of nipple.
Penggunaan Smartphone dalam Mengelola Kadar Glukosa Darah dan Glycated Haemoglobin pada Diabetes Melitus Tipe 2: Literatur Review Latifah Nurul Aziza; Anggi Lukman Wicaksana; Eri Yanuar Akhmad Budi Sunaryo
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.693 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44297

Abstract

Background: Globally, people with diabetes mellitus are increasing in number, mostly type 2 diabetes mellitus (T2DM). There is a specific diabetes management that could prevent severe complication. This diabetes management could be helped by using smartphone application.Objective: To identify the use of a smartphone application on blood glucose level and glycated haemoglobin management in T2DM.Methods: This study was a literature review. The database used in this study were Pubmed, Science Direct, and Cochrane. The literature inclusion criteria were written in English, published between 2008 and 2018, available in free full text, using T2DM as a sample, using smartphone or mobile phone as intervention, provided blood glucose levels and/or glycated haemoglobin as outcomes, and research paper. Books and seminar results were excluded. The study applied PRISMA guidelines to extract and synthesize data.Results: There were three papers that met the requirements as the result of systematic search. The use of smartphone application supported blood glucose and glycated haemoglobin improvement by reducing their level, from bad to moderate condition. The improvement was happened in the presence of several smartphone applications for diabetes education service, feedback, and self-monitoring.Conclusion: The use smartphone application help in managing blood glucose and glycated haemoglobin levels. Nurse and other healthcare staffs could utilize smartphone to control blood glucose and glycated haemoglobin levels by educating and self-monitoring diabetes patient’s condition. ABSTRAKLatar Belakang: Jumlah penyandang diabetes melitus di seluruh dunia terus mengalami peningkatan dengan mayoritas diabetes melitus tipe 2. Diabetes memerlukan adanya manajemen secara tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pemakaian smartphone, dipercaya dapat membantu pengelolaan diabetes.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui penggunaan smartphone dalam mengelola kadar glukosa darah dan glycated haemoglobin pada penyandang diabetes melitus tipe 2.Metode: Penelitian ini merupakan literature review. Database yang digunakan, yaitu PUBMED, Science Direct, dan Cochrane. Kriteria inklusi literatur meliputi naskah berbahasa Inggris, terbit antara tahun 2008 sampai 2018, tersedia dalam free full text, sampel penelitian adalah penyandang diabetes melitus tipe 2, intervensi berupa penggunaan smartphone atau mobile phone, memiliki luaran kadar glukosa darah dan/atau kadar glycated haemoglobin, dan berupa artikel penelitian. Literatur yang berbentuk buku dan hasil seminar tidak dimasukkan dalam analisis. Penelitian menggunakan panduan PRISMA untuk ekstraksi dan sintesis data.Hasil: Ditemukan hanya ada tiga naskah penelitian yang memenuhi persyaratan berdasarkan pencarian sistematis. Penggunaan smartphone membantu mengelola kadar glukosa darah dan glycated haemoglobin, yaitu dapat membantu menurunkan kadarnya sehingga mengubah dari kategori buruk ke kategori sedang. Perbaikan tersebut terjadi karena adanya aplikasi smartphone dalam bentuk layanan edukasi, umpan balik, dan pemantauan mandiri.Kesimpulan: Penggunaan smartphone membantu mengelola kadar glukosa darah dan glycated haemoglobin. Perawat dan petugas kesehatan dapat memanfaatkan smartphone untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah dan glycated haemoglobin melalui pendidikan dan pemantauan mandiri pada kondisi pasien diabetes.

Page 1 of 1 | Total Record : 6