cover
Contact Name
Sri Warsini
Contact Email
sri.warsini@ugm.ac.id
Phone
+62274-545674
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gedung Ismangoen Jl. Farmako, Sekip Utara Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal)
ISSN : 2614445x     EISSN : 26144948     DOI : https://doi.org/10.22146/jkkk.57386
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) accepts novel research articles, case study, literature review, and psychometric testing articles in all field of clinical and community of nursing. This journal is published through peer-review process by nursing and health expert in academic and health care institution in Indonesia. The scope includes: 1) Surgical medical nursing 2) Emergency nursing 3) Basic nursing 4) Education in nursing 5) Management in nursing 6) Maternity nursing 7) Pediatric nursing 8) Mental health nursing 9) Community nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
Asupan Tinggi Garam Sebagai Perilaku Berisiko Terhadap Penyakit Kardiovaskular: Literature Review Sitti Ramdasari Aksan; Siti Naimah; Santalia Banne Tondok; Eza Kemal Firdaus; Haryani Haryani
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.36436

Abstract

Background: Globally in 2010, 1,7 million annual deaths due to cardiovascular have been associated with excess salt / sodium intake. High salt intake (more than 5 g per day) contributes to increased blood pressure and increases the risk of heart disease and stroke. Objective: The purpose of this review literature is to explore the association of risk behavior factors for sodium intake with the incidence of cardiovascular disease. Method: Electronic search was conducted using the keyword “(heart disease OR cardiovascular disease) (salt OR sodium) on 4 online databases: Science Direct, PubMed, SAGE Journal, and Clinical Key. The inclusion criteria in this study were articles published between 2009 and 2018, English publications, available and accessible to the full text, an original research with quantitative research design. Synthesis analysis of articles included using narrative analysis. Result: This literatur review showed that from the 5 articles included there was a positive relationship between sodium intake and risk of cardiovascular events such as hypertension and coronary heart disease. Conclusion: Sodium intake is considered relate to the risk of cardiovascular disease.ABSTRAKLatar belakang: penyakit kardiovaskular, yang memiliki keterkaitan dengan kelebihan konsumsi garam/natrium, bertanggung jawab atas 1,7 juta kematian global pada tahun 2010. Konsumsi garam berlebih (>5g/hari) diketahui meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung serta stroke. Tujuan: Tujuan literature review ini mengeksplorasi hubungan faktor risiko perilaku asupan sodium dengan kejadian penyakit kardiovaskular. Metode: Penelusuran dilakukan dengan menggunakan kata kunci “(heart disease OR cardiovascular disease) AND (salt OR sodium). Pelusuran dilakukan pada 4 database online yaitu: ScienceDirect, PubMed, SAGE Journal, dan Clinical Key. Kriteria inklusi dalam studi ini adalah artikel yang dipublikasi dalam rentang 2009-2018, publikasi dalam Bahasa Inggris, tersedia dan dapat diakses keseluruhan artikel, merupakan original research dengan desain penelitian kuantitatif. Analisis sintesis artikel yang diinklusikan menggunakan naratif analisis. Hasil: Ditemukan dari 5 artikel yang di-review terdapat hubungan yang positif antara asupan natrium dengan risiko kejadian penyakit kardiovaskuler seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner.  Kesimpulan: Intake sodium berhubungan dengan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. 
Tingkat Pengetahuan Polisi Lalu Lintas tentang Penanganan Luka dan Perdarahan Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Sleman Yogyakarta Stevani Elionote; Sutono Sutono
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.44234

Abstract

Background: The high prevalence of traffic accidents in Indonesia, especially in Sleman Regency, Yogyakarta, requires the traffic police to have knowledge and expertise in dealing with bleeding and wounds to victims of traffic accidents. The traffic police ought to possess knowledge about the handling of wounds and bleeding, which includes definition, proper handling methods, and possible complications that can occur if the handling of bleeding and wounds is not carried out properly.  Objective:  The objective of this research is to identify traffic police’s knowledge about handling bleeding and wounds suffered by victims involved in traffic accidents in Sleman Regency. Methods: This was non-experimental descriptive analytic study with cross sectional approach, which  conducted in December 2015. It used convenience sampling technique with a total sample of 97 traffic policeman in Resort Police of Sleman and 14 Sector Police in Sleman. The data were collected using questionnaire and were analyze using univariate analysis.  Result: This study revealed that 16 respondents (16,5%) had good knowledge, 65 respondents (67,0%), sufficient knowledge, while 16 respondents (16,5%) had insufficient knowledge about the way to handling traffic accidents bleeding and wounds.  Conclusion: The traffic police in Sleman Regency had a moderate level of knowledge in dealing with wounds and bleeding on victims of traffic accidents.ABSTRAKLatar belakang: Tingginya prevalensi kecelakaan di Indonesia, utamanya di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mengharuskan polisi untuk memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menangani perdarahan dan luka pada korban kecelakaan lalu lintas. Pengetahuan yang perlu dikuasai meliputi pemahaman mengenai pengertian perdarahan dan luka, metode penanganan yang tepat, serta kemungkinan komplikasi apabila penanganan perdarahan dan luka tidak dilakukan dengan tepat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan polisi lalu lintas dalam menangani  luka dan perdarahan pada korban kecelakaan lalu lintas.  Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik non-eksperimental  dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling dan diperoleh sampel sebanyak 97 responden dari 14 Polsek di wilayah Kabupaten Sleman. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis univariat.  Hasil: Sebanyak 16 orang responden (16,5%) memiliki pengetahuan yang baik tentang penanganan perdarahan dan luka pada korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu, sebanyak 65 orang responden (67,0%), memiliki pengetahuan yang cukup, sedangkan 16 orang responden (16,5%), memiliki pengetahuan yang kurang dalam hal ini. Kesimpulan:  Polisi lalu lintas di Kabupaten Sleman memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dalam menangani perdarahan dan luka pada korban kecelakaan lalu lintas. 
Kepuasan Belajar Mahasiswa Keperawatan Terhadap Implementasi Flipped Classroom Larissa Oktavia Syafri; Totok Harjanto; Ariani Arista Putri Pertiwi
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.87440

Abstract

Background: Nursing students are experiencing difficulties in understanding the material during clinical skills learning due to differences in content delivery among instructors. One possible solution is to implement the flipped classroom method, which can provide a more interactive learning approach. It is hoped that the implementation of this method will increase the level of student satisfaction in learning nursing skills. Objective: To assess the satisfaction of nursing students regarding the implementation of flipped classroom in clinical skills learning in nursing. Method: This study was quantitative descriptive research using a cross-sectional research design. 102 respondents of nursing students at Gadjah Mada University (UGM) of the first semester at the 2019/2020 academic year were selected using total sampling. The instrument used was the Collaborative Learning, Social Presence, and Satisfaction (CLSS) questionnaire. The data were analyzed using univariate analysis to describe the characteristics of the respondents and the variables under investigation. Outcome: The satisfaction level of respondents regarding the implementation of the flipped classroom method was categorized as high, moderate, and low, with percentages of 42,2%, 56,9%, and 0,9%, respectively. Conclusion: The level of satisfaction among nursing students at UGM regarding the implementation of the flipped classroom method was at the moderate range.ABSTRAKLatar belakang: Mahasiswa keperawatan mengalami kesulitan dalam memahami materi saat pembelajaran keterampilan klinis karena perbedaan penyampaian materi antar instruktur. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode flipped classroom, yang dapat memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif. Diharapkan tingkat kepuasan pembelajaran mahasiswa keperawatan dapat meningkat dengan adanya metode ini. Tujuan:  Untuk mengetahui gambaran kepuasan belajar mahasiswa keperawatan terhadap implementasi flipped classroom dalam pembelajaran keterampilan klinik keparawatan. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan responden menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 102 mahasiswa keperawatan di Universitas Gadjah Mada (UGM) semester satu tahun ajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan adalah the collaborative learning, social presence, and satisfaction (CLSS) questionnaire. Analisis data yang dilakukan menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan variabel yang diteliti. Hasil: Tingkat kepuasan responden  terhadap implementasi flipped classroom berada pada kategori tinggi, sedang, dan rendah dengan persentase sebesar 42,2%, 56,9%, dan 0,9%. Kesimpulan: Tingkat kepuasan mahasiswa keperawatan di UGM terhadap implementasi flipped classroom berada dalam rentang sedang. 
Self-Efficacy Family Caregiver dalam Merawat Pasien Demensia: Studi Deskriptif di RSUP Dr. Sardjito, Indonesia Anggraini Lizdiana Wulandari; Heny Suseani Pangastuti; Christantie Effendy
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.89029

Abstract

Background: Dementia symptoms gradually hinder patients’ ability to perform daily activities, necessitating support from various parties particularly family caregivers. Self-efficacy is believed to have a positive influence on family caregivers, contributing to improved mental health, adaptive coping, and reduced psychological distress when dealing with the challenges associated with dementia patient care. Despite these potential benefits, research on family caregiver self-efficacy in caring for dementia patients in Indonesia remains limited, making this study necessary. Objective: To explore the self-efficacy of family caregivers in treating dementia patients. Methods: The study is quantitative descriptive approach employed a cross-sectional design involving 53 family caregivers of dementia patients from the Memory Clinic of RSUP Dr. Sardjito, Indonesia, selected through purposive sampling. The research instrument used was the Caregiver Self-efficacy Scale (CaSES). Univariate analysis was employed using mean and standard deviation scores for numeric ratio data. Results: The study identified four domains assessing family caregivers’ self-efficacy, with an average value of 3,09 ± 0,84. The domains included self-maintenance 3,18 ± 0,81, emotional connectivity 3,05 ± 0,87, instrumental caregiving 3,15 ± 0,82, and resilience 2,99 ±0,85. Conclusion: The results indicated that family caregivers exhibit relatively high levels of self-efficacy in treating dementia patients. Notably, family caregivers demonstrated the highest self-efficacy in the self-maintenance domain and the lowest in the resilience domain.ABSTRAKLatar belakang: Gejala demensia secara bertahap menghambat kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan dukungan dari berbagai pihak terutama pengasuh keluarga. Self-efficacy diyakini memiliki pengaruh positif bagi family caregiver dalam hal peningkatan kesehatan mental, penyesuaian diri yang adaptif, dan pengurangan tekanan psikologis saat menghadapi tantangan yang terkait dengan perawatan pasien demensia. Meskipun memiliki potensi manfaat tersebut, penelitian mengenai self-efficacy family caregiver dalam merawat pasien demensia di Indonesia masih terbatas, sehingga penelitian ini menjadi penting. Tujuan: Untuk mengeksplorasi self-efficacy family caregiver dalam merawat pasien demensia. Metode: Penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 53 pengasuh keluarga pasien demensia dari Klinik Memori RSUP Dr. Sardjito, Indonesia, yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Caregiver Self-efficacy Scale (CaSES). Analisis univariat digunakan dengan menggunakan nilai mean dan standar deviasi untuk data rasio numerik. Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi empat domain self-efficacy dengan nilai rata-rata sebesar 3,09 ± 0,84. Domain-domain tersebut meliputi self-maintenance 3,18 ± 0,81, emotional connectivity 3,05 (SD ± 0,87, instrumental caregiving 3,15 ± 0,82, dan resilience 2,99 ± 0,85. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa para family caregiver memiliki tingkat self-efficacy yang relatif tinggi dalam merawat pasien demensia. Secara khusus, para pengasuh keluarga menunjukkan self-efficacy tertinggi dalam domain self-maintenance dengan terendah domain resilience.
Hubungan Peran Tenaga Kesehatan dengan Literasi Kesehatan Ibu dengan Anak Balita di Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta Indah Dwi Nura; Itsna Luthfi Kholisa; Lely Lusmilasari
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.89030

Abstract

Background: Mothers’ level of health literacy can affect the health status of children and their families. One of the factors that influence health literacy is the role of health workers in providing health services which include customers, communicators, motivators, facilitators, and counselors. Therefore research on the relationship between the role of health workers and maternal health literacy needs to be carried out. Objective: To determine the relationship between the role of health workers and the health literacy of mothers with toddlers aged 2-5 years in Saptosari District, Gunung Kidul Regency. Methods: This study uses a correlational analytic method with a cross-sectional approach. The sample in this study was 105 mothers who had toddlers aged 2-5 years in Saptosari District. To describe the role of health workers and the level of maternal literacy, univariate analysis was used, while to identify the relationship between independent and dependent bivariate analysis with the Chi-Square test was used. Results: The results showed that the roles of health workers as customers (61%), motivators (54,3%), and facilitators (67,6%) based on mothers’ perceptions were included in the low category. While the role of health workers as communicators (51,4%) and counselors (50,5%) is included in the good category. The majority of respondents (88,6%) have a low level of health literacy. The results of the Chi-Square test showed that the relationship between the independent variables and maternal health literacy was as follows: customer p = 0,532; communicator p = 0,611; motivators p = 0,751; facilitator p = 0,747; and counselor p = 0,233. Conclusion: There was no relationship between the role of health workers and the level of health literacy of mothers with toddlers aged 2-5 years in Saptosari District, Gunung Kidul Regency.ABSTRAKLatar belakang: Tingkat literasi kesehatan yang dimiliki oleh ibu dapat memengaruhi derajat kesehatan anak dan keluarganya. Salah satu faktor yang memengaruhi literasi kesehatan adalah peran tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang mencakup customer, komunikator, motivator, fasilitator, dan konselor. Penelitian mengenai hubungan peran tenaga kesehatan dengan literasi kesehatan ibu belum pernah ada, sehingga perlu untuk dilakukan.  Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan dengan literasi kesehatan ibu dengan anak balita usia 2-5 tahun di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, yang dilaksanakan pada bulan Juni 2018. Sampel pada penelitian ini adalah 105 ibu yang memiliki      anak balita usia 2-5 tahun di Kecamatan Saptosari.  Analisis data menggunakan analisis univariat  dan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan sebagai customer (61%), motivator (54,3%), dan fasilitator (67,6%) berdasarkan persepsi ibu termasuk dalam kategori kurang baik. Sementara peran tenaga kesehatan sebagai komunikator (51,4%) dan konselor (50,5%) termasuk dalam kategori baik. Mayoritas responden (88,6%) memiliki tingkat literasi kesehatan yang rendah. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas dengan literasi kesehatan ibu adalah sebagai berikut:  customer p = 0,532; komunikator p = 0,611; motivator p = 0,751; fasilitator p = 0,747; dan konselor p = 0,233.  Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara peran tenaga kesehatan dengan tingkat literasi kesehatan ibu dengan anak balita usia 2-5 tahun di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul.
Aktivitas Fisik dan Dampaknya pada Kecemasan Anak Usia Sekolah di SDN Sinduadi Timur Sleman Yogyakarta Yuvita Erma Diana; Sri Hartini; Anik Rustiyaningsih
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.89035

Abstract

Background: Anxiety affects people across all age groups including children and physical activity has demonstrated a favorable impact on diminishing this mental issue. Research about physical activity and anxiety among school-age children has not been investigated massively in Indonesia. Objective: To investigate the impact of physical activity on anxiety levels in children. Method: This study employs a pre-experimental design with a one-group pre-post test approach. The participants in this study consisted of children aged 7-12, who were students in grades 3-5 at SDN Sinduadi Timur, totaling 47 students. The research utilized The Revised Manifest Anxiety Scale questionnaire, self-reported physical activity data, and a response evaluation sheet. The Wilcoxon test was used for data analysis to determine the effect of anxiety before and after the physical activity intervention, specifically through body gymnastic exercises. Result: The results indicate a significant impact of physical activity on anxiety levels. The number of participants experiencing anxiety reduces from 7 (14,89%) to 3 (6,38%). Statistical analysis demonstrates a significant difference in anxiety levels before and after the intervention, with a p value of 0,001. Conclusion: In conclusion, this study underscores the substantial potential of engaging in physical activity to notably reduce anxiety levels in children, emphasizing the importance of promoting physical and mental well-being among this demographic.ABSTRAKLatar belakang: Kecemasan memengaruhi berbagai kelompok usia termasuk anak-anak dan aktivitas fisik telah membuktikan dampak positif dalam mengurangi masalah mental ini. Penelitian tentang aktifitas fisik dan kecemasan pada anak usia sekolah belum banyak dilakukan di Indonesia.  Tujuan: Untuk menyelidiki dampak aktivitas fisik pada tingkat kecemasan pada anak-anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari anak-anak berusia 7-12 tahun, yang merupakan siswa kelas 3-5 di SDN Sinduadi Timur, dengan total 47 siswa. Penelitian ini menggunakan kuesioner The Revised Manifest Anxiety Scale, data aktivitas fisik yang dilaporkan sendiri, dan lembar evaluasi respons. Uji Wilcoxon digunakan untuk analisis data kecemasan sebelum dan setelah intervensi aktivitas fisik, khususnya melalui aktivitas latihan. Hasil: Penelitian ini menunjukkan dampak signifikan dari aktivitas fisik pada tingkat kecemasan. Jumlah partisipan yang mengalami kecemasan berkurang dari 7 (14,89%) menjadi 3 (6,38%). Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan dalam tingkat kecemasan sebelum dan setelah intervensi, dengan nilai p sebesar 0,001. Kesimpulan: Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan potensi besar dari keterlibatan dalam aktivitas fisik untuk secara nyata mengurangi tingkat kecemasan pada anak-anak, dengan menekankan pentingnya mempromosikan kesejahteraan fisik dan mental di pada agregat usia ini. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6