cover
Contact Name
Sri Warsini
Contact Email
sri.warsini@ugm.ac.id
Phone
+62274-545674
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gedung Ismangoen Jl. Farmako, Sekip Utara Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal)
ISSN : 2614445x     EISSN : 26144948     DOI : https://doi.org/10.22146/jkkk.57386
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) accepts novel research articles, case study, literature review, and psychometric testing articles in all field of clinical and community of nursing. This journal is published through peer-review process by nursing and health expert in academic and health care institution in Indonesia. The scope includes: 1) Surgical medical nursing 2) Emergency nursing 3) Basic nursing 4) Education in nursing 5) Management in nursing 6) Maternity nursing 7) Pediatric nursing 8) Mental health nursing 9) Community nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2021)" : 6 Documents clear
Efektifitas Penggunaan Media Audiovisual dan Aplikasi Permitasi Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu Meminum Tablet Besi Annisa Raufiah Fertimah; Widyawati Widyawati; Sri Mulyani
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.054 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.44276

Abstract

Background: One cause of anemia in pregnancy is mothers’ non-compliance in consuming iron tablet supplement because of the knowledge insufficiencies regarding anemia and the importance of iron tablet consumptions. Knowledge and compliance of pregnant mothers can be improved through health education using appropriate technology and media. Nowadays, health education is pre-dominated by conventional methods. However, audiovisual, and android applications are rarely used.Objective: To identify the effect of audiovisual health education and Pemitasi app (an android application for reminding user to consume iron tablet supplement) toward knowledge about anemia and pregnant mothers’ compliance in taking iron tablet supplement and to determine the correlation between anemia knowledge and compliance in taking iron tablet supplement.Methods: This research was a quasi-experimental design with one group pretest posttest design. The sample of research consisted of 60 pregnant women who received iron tablets and owned an android smartphone. Sample was recruited using consecutive sampling methods. Research instruments were questionnaire and daily iron tablet supplement consumption control form. Data was analyzed using Wilcoxon test and Spearman’s rho correlation test.Results: Result: The mean knowledge score before and after audiovisual media intervention were 75,70 and 91,43. In addition, the mean scores of compliance before and after the Pemitasi app intervention were 79,50 and 93,67. What is more, there were significant results between pre-test and post-test knowledge level (p= 0,001) and compliance (p= 0,001). Also, there was a significant relationship between the knowledge and compliance of pregnant women in consuming iron tablets (p = 0,002).Conclusion: Providing health education using audiovisual media and Pemitasi app improve pregnant women’s knowledge of anemia and their consumption compliance of iron tablets. ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu penyebab masalah anemia pada ibu hamil adalah ketidakpatuhan ibu dalam mengonsumsi tablet besi karena kurangnya pengetahuan tentang anemia dan pentingnya mengkonsumsi tablet besi. Pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan menggunakan teknologi dan media yang tepat. Saat ini, pendidikan kesehatan masih menggunakan metode konvensional. Namun, metode audiovisual dan aplikasi masih jarang dilakukan. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian media audiovisual dan aplikasi Pemitasi (aplikasi android sebagai pengingat minum tablet besi) terhadap pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan minum tablet besi pada ibu hamil, serta mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan rancangan one group pre-test post-test. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 ibu hamil di salah satu Puskesmas di Kabupaten Bantul yang menerima tablet besi dan memiliki smartphone berbasis android yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan format kontrol harian konsumsi tablet besi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Hasil rata-rata skor pengetahuan sebelum pemberian media audiovisual sebesar 75,70 dan sesudah perlakuan sebesar 91,43. Hasil rata-rata skor kepatuhan sebelum pemberian aplikasi Pemitasi sebesar 79,50 dan sesudah perlakuan sebesar 93,67. Terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test pada tingkat pengetahuan (p= 0,001) dan kepatuhan (p= 0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi (p= 0,002).Kesimpulan: Pemberian edukasi kesehatan melalui media audiovisual dan aplikasi Pemitasi berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan kepatuhan minum tablet besi.
Studi Kasus: Pengaruh Logoterapi terhadap Depresi pada Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan Arintan Nur Safitri; Megah Andriany
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.379 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.49174

Abstract

ABSTRACTBackground: Female inmates undergo depression in various levels and symptoms. Depression on female inmates rise from loss of freedom and stressor during imprisonment which results in feelings of failure, loss of life’s meaning, emptiness, interpersonal barriers, and stress. Logotherapy is an intervention that has been proven to decrease depression level through the process of discovering the meaning and purpose of life. Logotherapy on inmates has been shown to decrease the level of despair, influence the meaningfulness of life, increase self-esteem, and decrease anxiety levels. The effect of logotherapy on female inmates depression is still limited to be found, both quantitatively and qualitatively.Objective: To analyze the effect of logotherapy on female inmates depression level in each domain of depression symptoms.Methods: This study is quantitative and observational study with a case study design. The sample were five participants who were recruited using purposive sampling technique with inclusion criteria i.e. willing to take part in a series of studies, identified as experiencing depression from mild to severe level, not get psychotherapy, cooperative, and able to communicate well. Data were collected using Beck Depression Inventory II (BDI II) questionnaire, before and after logotherapy. Logotherapy was carried out in four sessions, namely problem identification, responses and problem solving identification, development of positive attitudes and values toward problems, and evaluation.Results: Four participants experienced varying changes in depression levels and one participant remained at moderate depression level but got her total score changed.Conclusion: Logotherapy has an effect on reducing the level of depression in various ways. Based on these findings, correctional nurse needs to develop a comprehensive nursing care by providing logotherapy to decrease female inmates depression level.Keywords: depression, female Inmates, logotherapy ABSTRAKLatar Belakang: Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan mengalami depresi dengan tingkat dan tanda gejala yang bervariasi. Depresi pada WBP perempuan muncul karena kehilangan kemerdekaan dan stresor saat pemidanaan sehingga menimbulkan perasaan gagal, kehilangan nilai hidup, perasaan hampa dan tertekan, serta hambatan interpersonal. Logoterapi merupakan intervensi yang terbukti dapat menurunkan tingkat depresi melalui proses penemuan makna dan tujuan hidup. Logoterapi terhadap WBP telah terbukti dapat menurunkan tingkat keputusasaan, memengaruhi kebermaknaan hidup, meningkatkan harga diri, dan menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian mengenai pengaruh logoterapi terhadap tingkat depresi pada WBP perempuan masih sangat terbatas ditemukan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh logoterapi terhadap penurunan tingkat depresi WBP perempuan pada setiap domain gejala depresi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan observasional dengan desain studi kasus. Sampel terdiri dari lima partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling dengan kriteria inklusi: bersedia mengikuti serangkaian penelitian, teridentifikasi mengalami depresi dari ringan hingga berat, tidak mendapatkan pengobatan psikoterapi, kooperatif, dan mampu berkomunikasi dengan baik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory II (BDI II) sebelum dan sesudah logoterapi. Logoterapi  dilakukan empat sesi yaitu identifikasi masalah, identifikasi respons dan cara penyelesaian masalah, pengembangan sikap dan nilai positif terhadap masalah, dan evaluasi.Hasil: Empat partisipan mengalami perubahan tingkat depresi yang bervariasi dan satu partisipan tetap pada depresi sedang, namun mengalami perubahan total skor.Kesimpulan: Logoterapi berpengaruh terhadap penurunan tingkat depresi secara bervariasi. Perawat Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) perlu mengembangkan asuhan keperawatan secara komprehensif dengan pemberian logoterapi untuk menurunkan tingkat depresi pada WBP perempuan.Kata kunci: Depresi, Logoterapi, dan WBP perempuan
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Terapi ARV pada ODHA di Yogyakarta Erika Agustin Wulandari; Dwi Kartika Rukmi
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.642 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.49663

Abstract

Background: Knowledge is something that can influence individual behaviour, and it is also one of the factors that can affect adherence. On the other hand, an individual who has knowledge about HIV/AIDS does not always has good adherence to ARV (antiretroviral) therapy.Objective: Determine the correlation between the level of HIV/AIDS knowledge with the adherence to ARV therapy in people living with AIDS (PLWHA) at the Victory Plus Foundation, Yogyakarta.Methods: This research was a correlative analytic study with a cross-sectional design approach. A total of 67 PLWHA who underwent ARV therapy at the Victory Plus Foundation Yogyakarta were chosen as respondents through purposive sampling technique, between May and July 2019. Data collection used the HIV/AIDS Knowledge Level Questionnaire and The Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), which have been considered as valid and reliable. Somers' D Test used to analyze obtained data.Results: The level of knowledge of PLWHA in this study was in the high category (92,5%), while adherence to ARV therapy was in the moderate category (40,3%). There is no significant correlation between the level of knowledge and adherence to ARV therapy (r= 0,113; p-value= 0,153).Conclusion: The level of knowledge of HIV patients undergoing ARV therapy at the Victory Plus Foundation Yogyakarta is high and their adherence to ARV therapy is moderate, but there is no relationship between these two variables. Consequently, healthcare provider should focus on other scientific-proven factors, than HIV/AIDS knowledge, to increase ARV therapy adherence among patients for successful HIV treatment. ABSTRAKLatar Belakang: Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku individu dan kepatuhan. Namun, individu yang memiliki pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS tidak selalu memiliki kepatuhan terapi ARV (antiretroviral) yang baik.Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan HIV/AIDS dengan kepatuhan terapi ARV pada orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Yayasan Victory Plus Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif dengan pendekatan desain cross sectional. Sebanyak 67 ODHA yang menjalani terapi ARV di Yayasan Victory Plus Yogyakarta dipilih sebagai responden dengan teknik purposive sampling, antara bulan Mei hingga Juli 2019. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan HIV/AIDS dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), yang sudah valid dan reliabel. Uji Somers' D digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh.Hasil: Tingkat pengetahuan ODHA dalam penelitian ini termasuk dalam kategori tinggi (92,5%), sedangkan kepatuhan terapi ARV dalam kategori sedang (40,3%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi ARV (r= 0,113; p-value= 0,153).Kesimpulan: Tingkat pengetahuan pasien HIV yang menjalani terapi ARV di Yayasan Victory Plus Yogyakarta tinggi dan kepatuhan terapi ARV sedang, tetapi tidak ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Dampaknya, penyedia layanan kesehatan harus fokus pada faktor-faktor ilmiah lain, selain pengetahuan HIV/AIDS, agar dapat meningkatkan kepatuhan terapi ARV di antara pasien untuk pengobatan HIV yang berhasil.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Perilaku Manajemen Diri pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Pandak I Bantul DI. Yogyakarta Umi Khomsatun; Ike Wuri Winahyu Sari
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.322 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.49826

Abstract

Background: Hypertension is a chronic disease which needs good self management. One of the factors influencing self-management behavior is social support. There are still limited number of studies which examine the correlation between social support and self-management behavior in patients with hypertension, especially focusing on certain behaviors such as the adherence on taking medicine, food intake, physical activities, smoking, maintaining the body weight, and avoiding alcohol consumption.Objective: To identify the correlation between social support and self-management behavior in patient with hypertension located in Puskesmas Pandak I Bantul.Methods: This research design used a descriptive correlative design with cross-sectional approach. The sample were 47 respondents who were selected using purposive sampling technique. The data collection used questionnaire of Chronic Illness Resources Survey (CIRS) and Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) which were valid and reliable. The data was analysed using Pearson Corelation and Spearman Rank Test analysis to identify the relationship of social support to self management behavior in patients with hypertension.Results: The result showed that the social support had a significant correlation with self-management behavior in the food intake domain (r= 0,336; p= 0,021) and in the domain of body weight management (r= 0,392; p= 0,006). Meanwhile, the social support did not have a significant correlation with self-management behaviour in the domains of the adherence on taking medicine (p= 0,351), physical activity (p= 0,974), and smoking (p= 0,908).Conclusion: There is a significant correlation between social support and self-management behavior in the domains of food intake and body weight management. Nurses can provide health promotion related to self management as well as the increased of social support in patients with hypertension. ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronik yang memerlukan manajemen diri yang baik. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku manajemen diri adalah adanya dukungan sosial. Namun, penelitian terkait hubungan dukungan sosial dengan perilaku manajemen diri pada pasien hipertensi dengan menggali aspek tiap domain seperti kepatuhan minum obat, asupan makanan, aktivitas fisik, merokok, menjaga berat badan, dan kepatuhan tidak mengkonsumsi alkohol, masih sangat terbatas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan perilaku manajemen diri pada pasien hipertensi di Puskesmas Pandak I Bantul.Metode: Rancangan enelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 47 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Chronic Illness Resources Survey (CIRS) dan Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) yang telah valid dan reliabel. Analisis data Uji Pearson Correlation dan Spearman Rank digunakan untuk melihat hubungan dukungan sosial dengan perilaku manajemen diri pada pasien hipertensi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku manajemen diri pada domain asupan makanan (r= 0,336; p= 0,021) dan domain manajemen berat badan (r= 0,392; p= 0,006). Sementara dukungan sosial tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku manajemen diri pada domain kepatuhan minum obat (p= 0,351), domain aktivitas fisik (p= 0,974), dan domain merokok (p= 0,908).Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan perilaku manajemen diri pada domain asupan makanan dan berat badan. Perawat dapat memberikan promosi kesehatan terkait management diri serta peningkatan dukungan sosial pada pasien hipertensi.
Pengaruh Edukasi AViRSex (Aid Video for Reproduction and Sexuality) terhadap Efikasi Diri Remaja Terkait Kesehatan Seksual dan Reproduksi di Kecamatan Ngemplak Etika Ratnasari; Sri Hartini; Widya Wasityastuti
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.301 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.57386

Abstract

Background: Self-efficacy is the ability to organize or carry out an action in achieving goals. Adolescence is a vulnerable period, since in this phase adolescents are in the genital phase and their sexual urge reaches its peak. Sexual and reproductive health self-efficacy is a person's belief in making decisions regarding his or her sexuality. Education plays important role in adolescents regarding their decision regarding sexual and reproductive health. Therefore, it is necessary to conduct research on the effect of AViRSex Education toward adolescent’s sexual and reproduction health self-efficacy.Objective: To find out the effect of AViRSex (Aid Video for Reproduction and Sexuality) Education toward adolescent’s sexual and reproduction health self-efficacy.Methods: This was quantitative research with quasi-experiment design which was conducted in November-Desember 2019 and took 122 students from SMP N 1 Ngemplak and SMP N 2 Ngemplak Sleman as research subjects. This research used the adolescent sexual and reproduction health self-efficacy questionnaire with validity score 0,97 and reliability score 0,74. Data was analyzed using Paired t-test, Mann-Whitney, Pearson Product Moment, and Eta Test.Result: There was a significant change in the pretest and post-test score of the intervention group (p= 0,008) while there was not any significant change in the pretest and post-test score of the control group (p= 0,367). There was not any significant difference between the pretest and post-test score of the control and intervention groups (p= 0,067). There was no relationship between self-efficacy with age (r= -0,039) and sexual reproductive health experiences (Fcount = 2,062). There was a relationship between sex with self-efficacy (Fcount = 6,28).Conclusion: AViRSex Education could increase sexual and reproduction health self-efficacy score on 12-14 years old adolescent. ABSTRAKLatar belakang: Efikasi diri merupakan kemampuan untuk mengatur atau melaksanakan suatu tindakan dalam mencapai tujuan. Masa remaja merupakan masa rentan, dimana remaja berada fase genital dan dorongan seksual yang mencapai fase puncak. Efikasi diri kesehatan seksual dan reproduksi merupakan keyakinan seseorang dalam memutuskan terkait dengan seksualitasnya. Edukasi berperan penting dalam membuat keputusan terkait kesehatan seksual dan reproduksinya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh Edukasi AViRSex terhadap efikasi diri terkait kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Edukasi AVirSex (Aid Video for Reproduction and Sexuality) terhadap efikasi diri terkait kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental. Penelitian dilaksanakan pada November – Desember 2019 dengan jumlah subjek sebanyak 122 siswa dari SMPN 1 dan SMPN 2 Ngemplak, Sleman. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri kesehatan seksual dan reproduksi, dengan hasil validitas 0,97 dan reliabilitas 0,74. Analisis data yang digunakan yaitu Paired t-test, Mann-Whitney, Uji Pearson, dan Uji Eta.Hasil: Analisis data menunjukan adanya perubahan signifikan pada skor pre-test dan post-test kelompok intervensi (p= 0,008) dan tidak ada perubahan signifikan pada skor pre-test dan post-test kelompok kontrol (p= 0,367). Tidak ada perbedaan signifikan selisih skor efikasi diri pre-test dan post-test kelompok kontrol dan intervensi (p= 0,067). Tidak ada hubungan antara efikasi diri dengan usia (r= -0,039) dan pengalaman kesehatan seksual reproduksi (Fhitung= 2,062). Ada hubungan jenis kelamin dengan efikasi diri (Fhitung=6,28).Kesimpulan: AViRSex dapat meningkatkan skor efikasi diri kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja usia 12 – 14 tahun.
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Penurunan Berat Badan dan Tingkat Kolesterol pada Orang dengan Obesitas: Literature Review Aziz Ar Rafiq; Sutono Sutono; Anggi Lukman Wicaksana
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.263 KB) | DOI: 10.22146/jkkk.60362

Abstract

ABSTRACTBackground: Obesity is a complex condition, has many risk factors, but it can be prevented. People with obesity have high cholesterol levels and often have difficulty in losing weight. Moreover, physical exercise has vital role for reducing weight for people with obesity, since physical exercise affects one third of body’s energi expenditure.Objective: To review the effect of physical exercise on weight loss and cholesterol levels in obese people.Methods: Three electronic data sources, namely Scopus, PubMed, and Science Direct were explored for literature search. PICO was used along with few keywords i.e., obesity, physical activity or physical exercise or exercise, weight, and cholesterol. The search was resulted in seven literatures that matched the inclusion criteria, namely published on electronic data sources between 2008 to 2018, quantitative research, using population of people with obesity aged 20-60 years, English language literature and available in full text. The selected literatures were analyzed by descriptive narrative method and data extraction.Results: These literatures consisted of two case study and five randomized-controlled trial method. According to literature review, physical activity influenced weight loss and cholesterol levels. Physical activity was ranging form moderate intensity exercise, walking, aerobic to endurance training programs.Conclusion: Physical exercise influences on weight loss and cholesterol level in people with obesity. Furthermore, it gives positive influence toward body condition, such as improving metabolism, quality of life, self efficacy, and cardiorespiratory fitness.Keywords: cholesterol, obesity, physical activity ABSTRAKLatar belakang: Obesitas merupakan suatu keadaan yang kompleks dan memiliki banyak faktor risiko, tetapi besar kemungkinannya untuk dicegah. Orang dengan obesitas memiliki tingkat kolesterol yang tinggi dan sering mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badan. Aktivitas fisik memiliki peran penting bagi orang yang mengalami obesitas untuk menurunkan berat badan, karena satu pertiga pengeluaran energi tubuh dihasilkan melalui aktivitas fisik.Tujuan: Mengulas pengaruh aktivitas fisik terhadap penurunan berat badan dan tingkat kolesterol pada orang dengan obesitas.Metode: Pencarian literatur dilakukan di tiga sumber data elektronik, yaitu Scopus, PubMed, dan Science Direct. Pencarian tersebut menggunakan PICO dengan kata kunci obesity, physical activity atau physical exercise atau exercise, weight dan cholesterol. Dari pencarian tersebut ditemukan 7 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu literatur terbit pada sumber data elektronik dari tahun 2008 hingga 2018, merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan populasi orang obesitas berusia 20-60 tahun, literatur berbahasa Inggris dan tersedia dalam teks lengkap. Literatur terpilih selanjutnya dianalisis dengan metode naratif deskriptif dan dilakukan ekstraksi data.Hasil: Tujuh literatur terpilih terbagi menjadi dua literatur studi kasus dan lima literatur uji acak terkendali. Hasil dari tujuh literatur tersebut yaitu bahwa aktivitas fisik memiliki pengaruh terhadap penurunan berat badan dan tingkat kolesterol. Aktivitas fisik yang dilakukan bervariasi, mulai dari latihan intensitas sedang, jalan kaki, aerobik, hingga program latihan ketahanan.Kesimpulan: Aktivitas fisik memiliki pengaruh terhadap penurunan berat badan dan tingkat kolesterol pada orang dengan obesitas. Aktivitas fisik dapat menimbulkan pengaruh yang baik terhadap tubuh, yaitu memperbaiki metabolisme tubuh, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan efikasi diri dan meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.Kata kunci: aktivitas fisik, kolesterol, obesitas 

Page 1 of 1 | Total Record : 6